Hope

by - Desember 25, 2016

Ketika seseorang datang dengan segenap penyesalan, aku hargai, aku hormati, dan aku terima. Tapi tidak dengan alasan yang sama, jika ia mencarimu hanya karena tidak bisa menikmati kehidupannya, maka fikirkanlah, renungkan dan rasakan.
Boleh jadi dia menyesal karena sudah terlalu bosan dengan hidup yang ia jalani lalu semata-mata hanya ke-ego-annya saja, dia ingin hidup tentram, damai dan bisa menikamtinya.. Pertanyaannya? Setelah ia dapat menikmati kehidupannya, apakah ia masih membutuhkan maaf darimu? Sayang sekali jawabannya belum tentu.

Ia belum pernah merasakan, atau bahkan menikmati menjadi seorang pecinta.. Ia belum merasakan bagaimana rasanya "memberi" rasa yang tulus dari qalbunya.. Aku justru khawatir, ia hanya memerintahkan waktu untuk membayar semua..
Untuk apa jauh-jauh hanya meminta maaf? Sedang aku bukan Maha Pemaaf.. Aku tak bisa membantumu untuk menikmati hidupmu.. Dan hey, siapalah aku? Bukankah sejak hari raya idul fitri 2015 kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa? Hari ini aku baru mengetahuinya, dan alangkah malang sekali nasib 'rasa' itu? Memberikan ketulusan kepada orang yang tidak menganggap kehadiran kita? Justru lebih mulia memberikan doa kepada orang yang sudah tiada karena mereka membutuhkan kita..
Berbahagialah, nikmati setiap detik kehidupanmu, izinkan qalbumu untuk senantiasa bercermin, aku yakin.. Janji kehidupan yang akan datang lebih dari ini, dan aku akan menjemputnya..😇😇😇

You May Also Like

0 komentar