Jatuh Cintakan Hatimu Pada PemilikNya

by - Januari 02, 2017

Rasa cinta memang tidak lepas dari pengorbanan.
Pengorbanan tentang rasa sakit, cemburu, marah, sedih, bahagia.
Tapi ketika kamu sudah merasa berkorban demi cinta, maka sesungguhnya itu bukan sebuah rasa cinta lagi.
Semua itu satu paket rasa yang semua orang akan mengalaminya atau bahkan sudah jauh mengalami sebelum aku menuliskan ini.
Terkadang kita sebagai pecinta lupa tetang rasa ikhlas, lupa tentang siapa kita, lupa tentang siapa yang memberi satu paket rasa.
Kita hanya hanyut dalam rasa yang Tuhan beri, kita hanya membenarkan apa saja yang terjadi jika itu membuat kita bahagia.
Kita lupa, sejatinya dengan satu paket rasa sering kali membuat kita tak berteman dengan doa.
Hakikat doa.. Sejatinya doa.. Ada sepasang kekasih yang menjalani komitmen untuk menyempurnakan sunnahNya, dua tahun mereka menjalani hubungan dengan keyakinan penuh..
Tetapi dalam proses 'menjadi' salah satu diantara dua orang yang disebut sepasang kekasih tersebut tergoda untuk keluar dari komitmennya tanpa ada sebab..
Apa yang seharusnya dilakukan oleh kekasih yang merasa disakiti itu? Diam? Sempurna sudah rasa yang telah diberikan olehNya?
Ia menjalani rasa yang begitu berat, kepedihan mendengar kabar yang tidak perlu didengar seakan membuat langkahnya semakin gontai, ia terjebak oleh rasa yang seharusnya membawa kabar gembira..
Lalu datang silih berganti seseorang yang ingin mengobati luka dihatinya, setelah dicoba namun tetap tidak bisa..
Kemudian di titik terendah antara putus asa dan pasrah, ia menemukan janji Tuhan..
Menceritakan satu paket rasa yang Tuhan amanahkan, dan ingin mengembalikan satu paket rasa itu kepada pemilik yang hakiki, tibalah... Aliran keikhlasan, aliran kerelaan menunjukkan bayang yang sempat melukai, lebih tajam dari belati manapun, karena kesabaran dan ketulusan yang dititipkan olehNya ia mampu melihat dan merasakan belati itu sebagai kekuatan untuk menuju kepadaNya..
Untuk menjaga, merawat dan memperbaiki segalanya..
Sungguh demi waktu, betapa kejam satu paket rasa itu? Ketika ia sudah berlari jauh, bahkan lebih dari 366 hari untuk mencoba menghapusnya namun tetap tidak bisa..
Cukup dengan mengembalikan rasa kepada sang Maha Rasa, ternyata rasa yang didapatkan sangat menajubkan..
Ketika Ia mengejar kekasihnya yang jauh pergi meinggalkan, apa yang ia dapat? Jawabannya 'Tidak ada' tetapi ketika ia mengejar Tuhan untuk mengembalikan rasa itu, Tuhan justru memberikan dua paket rasa yang jauh berbeda, dipulangkan kembali sepotong hati yang pernah pergi darinya..
Dengan keadaan baru, dengan ia yang memiliki niat baik untuk menepati janji kehidupan yang pernah ia lalaikan..
Aku lebih memilih untuk menerima, untuk memulai demi mengakhiri, untuk tidak membenci dan untuk mencoba meyakini kembali.. Bismillah

You May Also Like

0 komentar