Mengkerdilkan Rasa

by - Mei 02, 2017

Gambar diambil dari pixabay.com

Aku bersemayam dalam sepimu
Kesepian itu mengkarat dalam tubuhku
Lalu aku berbincang dengan diammu
Aku berjalan dengan kepergianmu
Aku berdiri dengan khianatmu
Tapi, Tuhan tidak gegabah mengambil rasaku

Kenangan memaksa perih diriku
Justru tersadar aku melenggok bersama tawamu
Wujudmu tiada
Seolah karena jatuh cintaku padaNya
Harapku...
Dia bisa menyentuh hatiku lewat cintamu
Dia bisa menggandengku melalui tanganmu
Ada banyak harap kepada Dia
Bukan sebatas karena aku diwajibkan untuk berharap padaNya
Melainkan, karena sungguh aku merindukanNya

Rinduku tak pernah berujung padaNya
Hingga Dia datang padaku melalui kembalimu
Sungguh aku pusing bukan main
Tetiba kau hadir, sementara kau belum membereskan urusanmu
Bak lautan yang selalu dicumbu oleh mata senja

Aku lemah soal logika
Aku bukan seperti perempuan yang pernah kau kejar, aku hanya perempuan yang pernah kau tinggalkan
Tak apa...
Sungguh...
Aku bisa memahaminya
Aku bisa mengembangkan bakat lamunanku untuk memperkaya rasa

Jika saat ini kau mampu menatap mataku, kau akan tahu seberapa sakit yang membawa bahagia dalam tubuhku
Bukan lain karenaMu

Cintai seseorang yang kau ingini
Totalitas bukan hanya sebatas
Bahagiakan!
Jika kau tidak mampu membuatnya bahagia setidaknya kau mampu bekerja keras untuk menghindari sesuatu yang dibencinya

You May Also Like

0 komentar