Aku Mendo'akanmu Tanpa Kata-kata, Melainkan Dengan Segenap Rasa

by - Oktober 20, 2017

gambar diambil dari pixabay.com
Kali ini aku tidak perlu menyiapkan bias api untuk sekedar kau padamkan
Tepat hari ini jatah pentasmu berkurang
Dengan rasa yang satu aku panjatkan do'a terbaikku
Do'a-do'a yang tidak bisa aku ungkapkan dengan bahasa manusia

Syukur alhamdulillah Dzat yang tunggal masih memberimu waktu untuk tetap memperbaiki apapun yang seharusnya kau perbaiki

Jika waktu cukup, maka lakukanlah

Suatu saat, aku ingin mengajakmu menjadi anak-anak, lalu mengajakmu menjadi tua renta

Aku ingin mengajakmu menemui orang-orang yang merasa dekat sekali dengan makam
Lalu menuju tempat di mana orang-orang susah payah mengingat bagaimana caranya mereka tersenyum di sana

Aku ingin mengajakmu membayangkan bagaimana kelak jika kau dan aku tua
Membayangkan bagaimana rasanya berjalan-jalan di tepi jurang maut
Sampai akhirnya kau dan aku meyadari bahwa hidup tidak lebih dari sebuah paradoks

Semoga kau tidak terlalu sibuk mengejar diri sendiri
Tidak melewatkan janji kehidupan yang mestinya kau tepati

You May Also Like

14 komentar

  1. Makasih doanya kakak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  2. Walaahh ajak tempurπŸ˜ŽπŸ”«

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tau sih preman karangsari, ampun kak!πŸ˜‚

      Hapus
  3. Waaaah. Aku jadi ingat seseorang yang berulangtahun bulan ini hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan memang temen2 banyak banget yang ulang tahun di bulan oktober😁

      Hapus
  4. aku merasa sangat terhina dan sangat berdosa,ajak aku untuk mengenal jurang maut ituu huhu





    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini kak sini, pulanglah. Ayo kita jalan2 ke jurang mautπŸ˜‚

      Hapus
  5. "Bahwa hidup tak lebih dari sebuah paradoks", keren kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ya aku memaknai hidup seperti paradoks.. Hhh

      Hapus
  6. rasa bahasa universal yang lazim dipakai kaum wanita,
    tetapi jika konteksnya soal tapa laku maka rasa adalah miliki kita bersama,
    nice post, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yg komen ini jd keinget.. Dulu waktu nulis ini lg manis2nya, lagi mencoba bertahan dg janji ketidak pastiannya. Dududu lha kok curhat kan. Wkwkwk

      Hapus