Empat Konsep Perpisahan Kelas GAPMA 2016

by - Oktober 22, 2017

Setiap orang pasti udah pernah merasakan perpisahan ya, apalagi berpisah dengan orang-orang terkasihnya. Hmmm rasanya ibarat luka disiram alkohol, nyes tapi periiiiiiihnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.. ckckck

Sebenernya kali ini aku pengin sharing mengenai konsep perpisahan kelas yang pernah aku dan temen-temen kelas rencanakan. Acara perpisahan ini bukan berarti kami akan berpisah tanpa ada tanya yang menyapa, tanpa ada temu yang tak kunjung. Konsep acara perpisahan ini nggak jauh beda kaya acara perpisahan pada umumnya. 

Yang bikin beda adalah momentnya, karena bisa dibilang acara ini acara terakhir sebelum akhirnya kami diwisuda. Yang belum wisuda tetap semangaaaatttt, anggep aja di depanmu sudah ada barisan mertua dan keluarga baru yang menunggu. Hahaha

Nggak terasa aku berada diantara mereka selama tujuh semester, bagiku mereka adalah guru terbaik sepanjang aku mengenal mereka. Aku nggak bisa membual kaya pujangga-pujangga ulung, so aku cuma bisa mengabadikan moment tujuh semester dengan acara perpisahan ini. Nggak adil banget ya, tiga tahun setengah cuma diabadikan dalam setengah hariπŸ˜‚

Baiklah, ini paparan konsep yang kami buat :

Pertama :
Kami menentukan lokasi tempat perpisahan, dari berbagai tempat yang diusulkan, kami memutuskan halaman rektorat kampus dan lokawisata Baturaden sebagai lokasi acara.

Kedua :
Kami menentukan kostum yang akan dipakai. Kemudian disepakati dua kostum yang akan kami kenakan untuk dua kali sesi photo.

Ketiga :
Jangan lupa siapkan tukang photo beserta kameranya. Bagi yang memiliki kenangan mantan pacar satu kelas, harap dinetralkan dulu perasaanya, sebab bisa jadi merusak suasana pas di photo nanti *eh

Keempat :
Masing-masing dari kami menyiapkan kado, puisi, dan kalimat perpisahan. *eh uang jajan juga jangan sampai ketinggalan ya.
Oya, kami pun menyiapkan poperti seperti gitar dan balon terbang untuk sesi photo *sekaligus kami bikin nangis anak kecil gara-gara liat balon yang kami bawa. Hahaha

Kami memulai acara di pagi hari, sesi photo pertama di depan rektorat kampus dan mengenakan seragam kebanggan prodiπŸ˜‚*yailah kebanggaan, seragamnya nggak pernah dipakai, biar apa? Biar kelihatan baru terus, padahal mah males banget pakainya, hahaha

Sesi photo pertama di halaman rektorat kampus IAIN Purwokerto
Setelah selesai sesi photo pertama, lalu kami menuju lokawista Baturaden. Butuh waktu sekitar 15 menit dari kampus menuju lokawisata Baturaden.

Sesampai di sana kami menyewa tikar, kami mulai duduk merapatkan barisan dan acara siap dimulai. Tapiiiii, bukan acaranya yang dimulai. Kami sibuk memulai makan nasi yang sudah disiapkan oleh panitia. Hahaha
Maklumlah kami pasukan anti lapar, nggak bisa nahan lapar barang semenit. Moment begini yang dikangenin, bisa makan bareng orang-orang tersayang.

Suasana ketika kami makan bersama di Lokawisata Baturaden
Sejuk banget udara Baturaden, embunnya yang sesekali menetes terasa dingin, anginnya yang semilir membuat kami betah berlama-lama disini.

Setelah kami selesai makan, barulah acara dimulai. Kami lanjutkan sesi photo bersama di sudut lokawisata Baturaden.

PAI E '13 IAIN Purwokerto
Kami kembali menggelar tikar dan memulai dengan nyanyi bareng, ada yang akustikan, ada si konyol rizki yang stand up komedi, ada yang membacakan puisi, ada yang membacakan kata-kata perpisahan, ada yang mewek-mewek nangis bahagia karena baru menyadari bahwa saat itu kami memiliki keluarga yang tidak kami sadari.

Salah satu ekspresi terbaik dan terganteng @rizkyumarnowawi

Ekspresi sedih saat ada yang membacakan kata-kata perpisahan
Tiba-tiba kami disapa gerimis yang semakin membuat suasana syahdu. Bersyukur di lokawisata Baturaden ada tempat berteduh yang cukup luas. Disitu kami melanjutkan untuk mengumpulkan kado ditengah-tengah lingkaran yang kami buat. Mata kami terpejam, lalu kami melakukan gerakan berputar dengan bergandeng tangan memutari kado sembari menyanyikan lagu balonku yang huruf vokalnya diganti dengan huruf i menjadi bilinki idi limi............

Hingga nyanyian selesai kami langsung mengerubut kado yang ada di depan kami, setelah kami mendapatkan kado, lalu kami buka secara bersama-sama. Lucu-lucu banget isinya. Cukup menjadi rahasia kami saja ya, haha

Sesi terakhir kami menerbangkan balon pink secara bersama-sama, langit Baturaden yang berubah dengan nuansa pink menjadi pemandangan unik sore itu.

Ketika menerbangjan balon
Terima kasih untuk keluarga hebatku.
Lala, Icabe, Lulu, Gendut, Khafi, Umna, Umsa, Mbah Zuhdi, Sri, Afifah, Putri, Dita, Ijenk, Ida, Lastri, Ratna, Okka, Nita, Clara, Mbah Rizky, Analisa, Tante Dena, Isti, Nisa w, Shinta, Iim, Adi, Mamas Mudrik, Ita, Triza, Cimeng, Anggi, Khanif, Lina, Syarif, Aziz, Ilham.


You May Also Like

10 komentar

  1. I love it..
    Thanks mba el..
    Momment terrrrrr pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makannya jangan galau-galau muluk za, we love u kokπŸ˜‚

      Hapus
  2. Ya ampun mbak ell... sooo sweet bgt si itu konsepnya....
    Kayak prawed.. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, cie yang udah ngebet banget prawed.. Hahaha

      Hapus
  3. Kukira seragam bu guru itu sewa. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nylekit bangeeeeet, dasar tukang ngeceπŸ˜ͺ

      Hapus
  4. Like like 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😍😍😍 mangats terus kak Naaaa.. Miss you

      Hapus
  5. Asyiknya, kaya dulu pas kuliah g ada acara perpisahan resmi gitu,, keren konsepnyaa,, point yg ada mantan bisa mengganggu ekspresi juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, point yg ada mantan bisa ngrusak suasana kl mereka blm bisa berdamai.. Wkwk

      Hapus