CAWANBARA : Wani Ngomong, Wani Lapor, Aja Meneng Bae

by - Desember 31, 2017

Outbound Cawanbara 2017
Udah ada yang tahu belum kalau Banjarnegara ada komunitas Cawanbara? Kalau belum tahu sini tak kasih tahu. Cawanbara (Cahaya Wanita Banjarnegara) adalah sebuah komunitas perempuan di Banjarnegara sebagai sarana konseling perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan. Dengan tagline "Wani ngomong wani lapor aja meneng bae". Bisa dikatakan lahirnya Cawanbara ini dipelopori oleh LSM Mitrawacana WRC Yogyakarta, dimana LSM ini bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Cawanbara terbentuk pada tanggal 29 Juni 2016. Saat ini Cawanbara beranggota sekitar 70 orang yang tergabung dari dua Kecamatan di Banjarnegara yakni Kecamatan Punggelan dan Kecamatan Susukan.

Waiki rasa penasaranku mulai muncul, langsung ku tanya ke mbak Elfa salah satu fasilitator dari LSM Mitrawacana WRC. Kenapa sih yang terpilih dua Kecamatan tersebut? Kenapa nggak Kecamatan yang lainnya? Kata mbak Elfa karena di dua Kecamatan tersebut tingkat kekerasan perempuan dan anak tergolong tinggi. Dari dua Kecamatan dipilih empat Desa yang akan dibina.

Setiap Desa memiliki anggota masing-masing. Berikut Desa yang menjadi sasaran program LSM Mitrawacana WRC :
  1. Desa Karangjati, Kecamatan Susukan. Nama komunitas Women Care (WOCA).
  2. Desa Berta, Kecamatan Susukan. Nama komunitas Lentera Hati (LH).
  3. Desa Bondolharjo, Kecamatan Punggelan. Nama komunutas Serikat Bondolharjo Peduli (SEJOLI).
  4. Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan. Nama komunitas Pelita Wanita Petuguran (PWP).
LSM Mitrawacana WRC sudah mendampingi empat Desa tersebut sejak tahun 2014. Akhir tahun 2017 ini program kerja LSM Mitrawacana WRC sudah selesai. Jadi, bu ibu di empat desa itu tinggal melebarkan sayapnya untuk menjangkau anggota baru dari desa-desa tetangga.

Kegiatan komunitas disetiap Desa sebenarnya apa aja sih?

Nah agenda kegiatan setiap bulan salah satunya mengadakan sosialisasi tentang perempuan dan anak di tiap dusun, ada workshop misalnya tentang perkembangan diri anak, workshop kesadaran diri perempuan dan anak, ada program penguatan masyarakat untuk penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, mengusulkan kepada pemerintah Desa untuk menerbitkan kebijakan perlindungan terhadap perempuan dan anak, lalu ada juga program sekolah perempuan, dll.

Berkat LSM Mitrawacana WRC, tahun 2016 Kecamatan Susukan meraih juara 1 lomba BKL (Bina Keluarga Lansia) tingkat Kabupaten Banjarnegara loh.

Suasana ketika membahas program kerja tahun 2018
Nah kemarin hari Selasa, 26 Desember 2017 Cawanbara mengadakan outbound di lokawisata Baturaden. Salah satu tujuan diadakannya outbound adalah untuk mempererat solidaritas antar Desa dan Kecamatan binaan LSM Mitrawacana WRC sekaligus reorganisasi kepengurusan dan menyusun program kerja 2018. Outbound ini dihadiri oleh ibu camat Susukan dan ibu Kades dari Desa Gumelem, Karangjati, dan Desa Berta.

Aku mulai antusias ketika intermezzo dari mbak Septi fasilitator LSM Mitrawacana WRC mengenai empat zona anggota tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Bu ibuk serentak menjawab dengan sebuah nyanyian. Wah, coba kalau nyanyian seperti itu diajarkan kepada seluruh anak, sangat membantu pemahaman tentang bagian anggota tubuh yang harus dilindungi.

Menurut mbak Hartati ketua PWP (Pelita Wanita Petuguran) adanya Cawanbara ini diharapkan dapat memperluas jaringan komunikasi perempuan di Banjarnegara yang konsen dibidang perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, karena selama ini baru dua Kecamatan di Banjarnegara.

Semoga adanya para aktivis peduli perempuan dan anak dapat mengurangi kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan sosial khususnya di Kabupaten Banjarnegara.

You May Also Like

12 komentar

  1. Jateng ini emang keren. Open minded banget emang daerahnya. Huhu
    *brb pindah ke jateng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciye yg mau pindah ke Jateng, akakakak
      Jangan kelamaan, siapa tahu dapet jodoh di Jateng, haha

      Hapus
  2. Penting banget sik menurutku komunitas peduli perempuan gini. Secara banyak yg masih aja perlakuin beda, trus KDRT dll :(

    Sesama wanita kudu support yes 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, iyesss dong.. Mesti di support.. Semoga bisa meminimalisir kdrt, dan kawan2nya..

      Hapus
  3. LSM Mitrawacana WRC keren dah pokoknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, LSM Mitrawacana WRC membantu banget dalam program ini.. Bu ibunya juga keren2

      Hapus
  4. kemarin ada siswa saya ngeluh bu karena ibunya dipenjara , karena dilaporkan oleh bapaknya sang ibu melakukan KDRT, ini terbalik kok laki-laki yang pelu perlindungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah dengan adanya komunitas ini bisa menyebar luaskan pengertian yang baik tentang hak dan kewajiban seorang istri.. Semoga ada pergerakan perlindungan laki2 juga ya *eh

      Hapus
  5. Waaah keren banget nih mbanya. Kalo saya sih sekarang lagi hobi banget berkomunitas. Selain komunitas ini, ada ikut komunitas lain ngga Mbanya? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, bener mbak.. Ku juga, ketemu orang baru dengan pengalaman yang luar biasa kadang ketemu di komunitas2 yg nggak disengaja nimbrung.. Ada komunitas lain kok, komunitas yang doyan jalan2.. Wqwq

      Hapus
  6. Balasan
    1. Ada ibumu nggak difoto yg diatas itu? Wkwkwk

      Hapus