Pentingkah Sebuah Cita-cita?

by - Januari 08, 2018

Gambar diambil dari Pixabay.com
Muratal al-qur'an sudah terdengar dari kejauhan sebelum aku tiba di halaman madrasah. Seperti biasa ketika aku sedang memarkirkan sepeda motor, anak-anak berlarian mengerubutiku untuk bersalaman. Ya, hari pertama masuk madrasah setelah libur dua minggu. Kebanyakan peserta didik diantar oleh orang tuanya. Akhir-akhir ini aku sering mengamati salah satu murid kelas satu, dia selalu diantar oleh pria paru baya mungkin ayahnya. Setiap pagi dia turun dari sepeda motor lalu mengulurkan tangan berpamitan sambil mencium tangan ayahnya. Setelah berjalan tiga sampai lima langkah dia selalu kembali menoleh ke arah ayahnya dengan senyum mengembang dan melambaikan tangan (dadah-dadah) sambil jingkrak-jingkrak. Selalu, setiap pagi seperti itu. Kaya di film Miracle in Cell No. 7 yang punya ritual sama-sama balik badan meski sudah berpamitan. hhh

Keceriaan pertama kali masuk madrasah nggak berhenti pagi itu. Kebetulan teman belajarku adalah anak-anak kelas empat. Memasuki semester dua, materi yang akan kami pelajari tentang cita-cita. Aku tersenyum, seperti baru kemarin aku ditanya tentang cita-cita oleh guru SD ku. Lah hari ini, aku sendiri yang akan bertanya pada muridku, oh Gusti. Boleh jadi aku memiliki jam tetapi tetap Engkau yang memiliki waktu. Buktinya, rasane cepet banget ya.. Padahal tembe SD wingi *apasih, haha
Dalam hati lagi aku bertanya, apakah mereka akan menjawab cita-cita mereka sama seperti jawaban cita-citaku dan teman-temanku semasa SD dulu? Ah, makin penasaran untuk segera menanyakan kepada mereka.

Satu persatu mereka maju untuk menyampaikan cita-cita, nggak cuma bercerita tentang cita-cita sih tapi mereka juga menyampaikan kegiatan utama dan keahlian yang harus dimiliki sehubungan dengan cita-cita mereka. Ternyata cita-cita anak zaman sekarang nggak jauh beda dengan cita-cita anak zaman 90n. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, dokter hewan, guru, polisi, polwan, tentara, arsitek, presiden, pilot, pembalap motor drag, pembalap mobil F1, pelawak, dan astronot.
Tiba saatnya si A maju untuk menyampaikan cita-citanya kepada teman sekelas.
Dengan suara lantang si A berkata "aku ingin jadi astronot, biar bisa keliling angkasa bu"
Lalu aku melontarkan tanya padanya :

Aku : Kegiatan utama Astronot apa ya Mas?

Si A : Astronot itu kegaiatannya menjalankan misi bu.

Aku : Waaaah, misi apa Mas?

Si A : Misi rahasia bu. Kan kalau rahasia nggak boleh dikasih tahu ke orang lain. Pokoknya aku mau jadi astronot terus menjalankan misi rahasia gitu bu.

Aku : nggggggggg~~~~

Mungkin nggak cuma aku yang menjawab ngasal ketika dulu ditanya cita-cita. Dulu cita-cita pertamaku menjadi seorang polwan, sampai pada saat karnaval hari kemerdekaan aku memakai kostum polwan lengkap dengan atributnya. Gede sedikit kalau nggak salah kelas enam SD cita-citaku berubah menjadi seorang dokter. Hingga menginjak jenjang SMK cita-citaku berubah lagi, aku ingin menjadi seorang akuntan publik. Hahaha, ya gimana nggak berubah dong, cita-cita dokter masuknya SMK ambil jurusan Akuntansi. Hhh

Menurutku mempunyai cita-cita itu sebuah keharusan. Meski cita-cita sering kali berubah mengikuti kematangan pikiran. Nggak heran sih, kalau anak seumuran SD selalu memiliki cita-cita sebagai dokter, tentara, polisi, polwan, guru, dll. Ya karena yang sering mereka jumpai profesi itu, yang dianggap mereka (profesi) keren ya dijadikan cita-cita mereka. Kebanyakan mereka hanya berfikir ingin menjadi seperti apa yang mereka lihat. Belum memikirkan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Tapi nggak apa-apa, seenggaknya mempunyai cita-cita membuat hidup lebih bergairah, hidup makin terarah, nggak bingung untuk melangkah.

Cita-cita tu sama aja kaya sebuah harapan. Setuju nggak sih? Harus setuju lah. *maksa banget :D
Lalu apa kabar cita-cita kalian? Sudahkah tercapai hari ini?

You May Also Like

50 komentar

  1. Cita-cita waktu TK jadi guru TK, cita-cita SD jadi Polwan, cita-cita SMP lupa, cita-cita SMA jadi pramugari. Gak ada yang kesampean, hahahaha. Tapi paling nggak, dengan cita-cita ada yang bisa kamu tengok diatas buat terus semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bayangin mama Kinan jd pramugari loh.. Ekekek
      Iyap sepakat, dg cita2 yg ada seenggaknya bisa bikin semangat terusss..

      Hapus
  2. Ssya sepakat dengan admin yang mengatakan bahwa cita-cita itu adalah sebuah keharusan. Meski kadang kala mengikuti kematangan pikiran. Bagi saya, cita2 adalah peta demi menggapai sesuatu dalam kehidupan. Hidup tanpa cita2 serupa hidup tanpa motivasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, seneng bgg kl denger anak2 dg lantang dan penuh keyakinan mengutarakan cita2 mereka, ku jd ikut termotivasi.. Hhh

      Hapus
  3. Sudah hampir tercapai, sayang harus pindah haluan lagi. Ganti cita-cita yang sesuai dengan realita. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banting setir nih ceritanya, ku doakan semoga segera tercapai mbak Tiw..

      Hapus
  4. Mungkin masnya mau menjalankan misi rahasia menumpas alien di seluruh alam semesta. maka di rahasia kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, haiya kayaknya mau jd pahwalan pemberantas alien di alam semesta.. Wkwk

      Hapus
  5. Dari dulu cita2 nya pengen kerja di bank, meski smpe skrang gak kesampean, sekarang mlh pengennya msuk BUMN gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, ganti haluan ya.. Ya nggak apa sih.. Semoga bisa masuk BUMN yaa, aamiin

      Hapus
  6. cita-citaku selalu berubah-ubah mbak hihi. dulu waktu sd pengen jadi reporter dan waktu kuliah pernah jadi wartawan kampus mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah syukur banget masih berhubungan ya reporter dan wartawan, hhh

      Hapus
  7. memang sis kita harus punya cita-cita sejak awal supaya tujuan hidup lebih terpola misalnya saya sejak kecil ingin jadi guru jadi aku masuk sekolah guru dan Alhamdulillah kesampaian cita-citanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah luar biasa, syukur alhamdulillah cita2nya bisa tercapai ya :)

      Hapus
    2. Alhamdulillah Sis terimkaaih semoga cita-cita anda juga tercapai

      Hapus
    3. Aamiin ya Allah, Aamiin :)

      Hapus
  8. dulu pengen jadi astronom tapi pas ditanya malah jawabnya astrolog wkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trs skrg jadi tukang travelling, hhh

      Hapus
  9. Jangan-janagn itu anak nontonnya film sci-fi, jadi cita-citanya jadi astronot hahahhahah.
    Aku saja lupa dulu punya cita-cita jadi apa hahahhahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, entahlah dia nonton film apa yg jelas ditanya mau jd astronot biar bisa menjalankan misi rahasia. Ngggggg

      Hapus
  10. Saya bercerita kepada murid-murid di kelas, bahwa cita-cita saya berganti-ganti seiring kegemaran yang berganti-ganti. Dulu waktu SD saya bercita-cita menjadi seorang pemain bola. Masuk smp ketika saya mulai belajar main gitar, saya punya cita-cita jadi pemain band. tapi sekarang nyatanya saya jadi guru.

    Sekarang, main bola dan main band hanya sebagai hobi saja.

    Giliran saya tanya sama anak-anak, cita-cita mereka macem-macem. Saya sepakat dengan "cita-cita anak sekarang beda dengan cita-cita anak-anak dulu." Ada murid saya yang bercita-cita jadi youtubers, dan yang paling populer adalah menjadi animator, karena mereka suka bikin komik. hehehe, sebuah cita-cita yang nyaris tidak pernah terdengar waktu kita kecil dulu. :D

    apa pun, semoga mereka menemukan masa depan cerahnya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waiya, tp kl di kelasku blm ada yg pengin jd youtuber atau animator.. Masih sma jawaban cita2nya kaya anak 90n.. Hhh

      Hapus
  11. Cita-cita ga harus suatu profesi tertentu sih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap sepakat, sederhananya cita2 adalah sebuah harapan. Apapun itu, hhh

      Hapus
  12. Cita2 memang harus punya sejak dini, meskipun karir kemana tiada yang tahu. Thanks sharingnya kak

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap bener, seenggaknya ada semangat ketika ingat dg cita2 kita.. Hhh

      Hapus
  13. setuju kak, ibaratnya harapan untuk mewujudkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaiy, seringkali karena harapan kita bisa memulai hidup yg lebih baik.. Nggak kebayang kl hidup nggak ada harapan, hhh

      Hapus
  14. Cita -cita itu memang harus ada, biar semangat menjalani hidup. walaupun gagal tak masalah kan tidak bayar dan bisa membuat cita2 baru secara free.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya mumpung bikin cita2 baru masih grtis yak.. Wkwk

      Hapus
  15. Aku dulu juga bercita-cita pengen jadi polwan, terus berubah jadi guru, hahahha, namanya juga anak anak, lah yang sekarang aku kerjakan justru jauh dari cita citaku, hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, nggak papa mbak.. Kita sama kok, wkwkw

      Hapus
  16. Semakin dewasa, cita-citaku semakin sederhana xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap ku juga mbak.. Makin realistis aja dan nggak muluk2, hhh

      Hapus
  17. Dulu, pernah punya cita-cita menjadi Arkeolog. Tapi setelah lulus SMA, malah ambil jurusan lain untuj kuliah. Jurusan yg katanya mudah jadi PNS, haha!
    Tapi setelah lulus kuliah, malah males jadi PND dan cuman sekali ikut tes CPNS itupun dengan setengah hati dan tentu saja gak lolos! Hehe!
    Alhasil kemudian kerja di swasta, jadi kuli gak jelas yg penting bisa tercukupi sesuap nasi setiap hari.
    Tapi dari lubuk hati yg paling dalam, aku masih menyimpan cita-cita lama itu...

    Eh, kok jadi curhat! Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ya dasarnya tukang curhat sih gmn lagi *eh
      Apapun kerjaan yg sekarang mesti nggak sesuai cita2 harus tetap dinikmati yaa :)

      Hapus
  18. Kalau saya waktu kecil cita citanya ingin jalan jalan keliling indonesia. Eh alhamdulillah kesampaian sebagai lokasi di Indonesia. Cita-cita menggerakkan harapan kita. Tetap semangat ah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah alhamdulillah, kok cita2 dr kecil keren banget sih.. Semoga selalu memiliki harapan2 baru biar tep semangat yak :)

      Hapus
  19. Dulu cita-citaku jadi Guru 😂 tapi pas udah gede gini malah bingung kalau ditanya cita-cita 🙄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl sekarang aku ditanya cita2ku apa bakal tak jawab hidup bareng km *eh. Hahaha

      Hapus
  20. Klo sd pernah cita2 jadi dokter, jadi bidan. Smp lupa mau jd apa, pas sma malah bingung mau jadi apa. Tapi klo sekarang cita2ku membahagiakanmu. Mu nya masih belum diisi tapi mbak haha 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mu nya si dia? Ah kan jd bawa2 dia terus nanti, ckckck

      Hapus
  21. penting penting penting

    aku dulu pernah punya cita-cita kepengn jadi presiden, belajar terus dan akhirnya memutuskan kalau jadi presiden ternyata melelahkan hehhee..akhirnya sekarang cita-citanya kepengan jadi orang kaya raya, udah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngomong penting penting penting pakai nadanya ipin upin nggak? Hhh
      Ku doakan semoga cita2 jd orang kaya raya segera terwujud yaa, aamiin
      Jgn lupakan aku kl sudah kaya raya, hhh

      Hapus
  22. Saya dulu jg begitu, saat Sd d tnya cita cita hnya ikutan saja
    Saya tak prnh tau ingin jd apa
    Tp saya pny minat sejak kecil d bidang seni
    Dn trnyata itu cita2 saya
    Cepet bget rasanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, kesampaiankah cita2mu mas? Hhh

      Hapus
  23. kalau saya berpikir cita-cita itu penting, yang jelas kita mempunyai cita-cita untuk target capaian dan mengingatkan kita kalau ada perjuangan untuk mencapainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakaaat mbah Dinan, penting banget ya.. Bisa menghidupkan kembali harapan2 yg kdg mati, hhh *eh apa sih😂

      Hapus
  24. Cita-cita ku dulu dan sekarang sangat berbeda haha... bingung juga penting apa nggak ya

    Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cita2ku juga beda2 dr dlu sampai skrg.. Hhh

      Hapus