Mahakarya Itu Ada Di Museum Affandi Yogyakarta

by - April 04, 2018

Suasana di dalam galeri I Museum Affandi
Tiga tahun silam, sepeda motor yang kami kendarai melaju membelah jalanan kota Yogyakarta, sesekali memotong jalan menghindari beberapa titik kemacetan. Awan hitam menggelayut melengkapi perjalanan kami menuju pameran lukisan. Sepanjang jalan, pikiranku sudah melayang membayangkan suasana pameran lukisan. Namun, tak disangka ternyata motor memasuki gapura yang bertuliskan "Museum Affandi" tepatnya di seberang perpustakaan UIN Suka di Jalan Yogyakarta-Solo. Seketika turun dari motor, aku langsung protes kepada si Dul.

Aku : Kenapa malah kesini sih? Aku kan mintanya liat pameran lukisan, bukannya ke museum begini! *nadaku ketus

Dul : Hehe, memang siapa yang mau ngajak kamu ke pameran lukisan? *tanyanya tanpa dosa. Sembari berjalan menuju loket tiket.

Aku : *aku ikut berjalan membuntutinya, masih trus menggerutu tak jelas*

Dul : Udah to, jangan nesu trus. Nanti tenagamu habis, udah disuruh makan susah, crewet, ngeyelan lagi *sambil menyodorkan uang ke loket untuk membayar tiket masuk museum.

Aku : Lha EMBUH!!!! *sambil nyender di dinding loket tiket*

Dul : Ayo, gek masuk. Kenapa malah diam aja?

Aku : Dibilang aku nggak mau kesini, maunya ke pameran lukisan! Ngapain malah ke museum.

Dul : Mbok diliat dulu to nduk, di dalam ada apa. Nggak nesu gitu. Ayo!

Aku pun menurutinya masih dengan perasaan kesal, langkah kami berjalan beriringan memasuki pintu utama galeri I. Mataku menyelidik, melirik setiap sudut dinding. Seketika langkahku terhenti saat mendapati lukisan-lukisan yang berjejer rapih di dinding. You know that! Ini lukisan indah bangeeet. Sungguh! Keren bangett, gila!

Salah satu lukisan Affandi, galeri I
Ya salam, ya salam! Dari dulu sering banget melewati museum ini, tetapi sama sekali nggak tahu kalau ternyata Museum Affandi ini berisi lukisan. Affandi Koesoema adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia, lahir pada tahun 1907 di Cirebon, Jawa Barat. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di luar negeri. Yakali pantes aja sering mengadakan pameran lukisan di luar negeri, lha wong lukisannya keren banget begini.

Perlahan langkahku melambat setiap mendapati lukisan-lukisan yang ada di ruang ini, meskipun aku nggak begitu paham arti dari setiap lukisan yang menempel di dinding ini tapi rasa takjubku benar-benar menggelora. Karena boro-boro aku bisa ngelukis, misal disuruh nggambar pemandangan yang isinya gunung, sawah, sungai, matahari, awan aja masih harus diajarin macam anak SD.๐Ÿ˜‚

Masih di galeri I museum Affandi
Lukisan yang paling ku suka, Museum Affandi
Karya-karya Affandi ini kebanyakan berupa sketsa dan karya reproduksi. Dari setiap lukisan tergambar jelas bahwa lukisan yang ia buat penuh dengan rasa cinta yang begitu besar, terlihat goresan-goresan kuas penuh dengan ketulusan. Kerennya lagi lukisan ini lahir dari inspirasi Affandi semasa hidupnya. Nggak hanya lukisan saja yang terawat di museum ini, tetapi ada banyak benda peninggalan Affandi lainnya seperti mobil tua dan sepeda onthel.

Lanjut ke galeri II, di sini kami masih menikmati lukisan dari para pelukis Indonesia lainnya, antara lain: Popo Iskandar, Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, dll. Galeri II ini terdiri dari dua lantai. Rasanya pengin bawa pulang lukisannya, satu aja buat ku pasang gantiin foto mantan di dinding kamar๐Ÿ˜…

Galeri II museum Affandi
Setelah berkeliling di galeri I dan II. Kami pun melangkahkan kaki menuju galeri III,  bangungan galeri III ini unik banget karena berbentuk garis melengkug dengan atap membentuk pelepah daun pisang. Galeri III ini digunakan sebagai gedung serba guna.

Tak begitu jauh dari Galeri III ada sebuah menara, perlahan kami menaiki tangga besi yang berbentuk spiral. Tangga demi tangga berhasil kami naiki. Dudududu, angin di menara ini kunceng banget. Sampai takut badanku melayang terbawa angin karena saking langsingnya.๐Ÿ˜‚
Nah dari menara, kami bisa melihat seluruh bagian musem dan menikmati derasnya air sungai gajah wong.

Galeri III museum Affandi ๐Ÿ“ท Dul
Sebenarnya dari flayer yang kami peroleh, terdapat satu galeri lagi. Yakni galeri IV, namun karena harus tepat waktu sampai stasiun, akhirnya kami pun nggak sempat masuk ke galeri IV. Bahkan nggak sempat menukarkan tiket Museum dengan soft drink di cafe Loteng. Cafe ini dulunya adalah rumah Affandi.

Museum Affandi buka pada hari Senin s/d Sabtu pukul 09:00 – 16:00 WIB.
Tiket masuknya (tahun 2015) Rp. 15 ribu, jika ingin memotret menggunakan kamera, maka membayar lagi Rp. 20 ribu, namun jika hanya memotret menggunakan ponsel cukup membayar Rp. 10 ribu lagi. Setahuku tiket masuk sekarang (tahun 2018) Rp. 25 ribu/orang.

Noted : Aku ucapkan terima kasih kepada Dul. Dimana pun kamu sekarang, semoga sehat dan bahagia selalu ya!!! Ku menyimpan banyak ceritamu Dul, pelan-pelan akan ku abadikan melalui tulisan๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

You May Also Like

62 komentar

  1. Yang saya perhatikan, warna dinding membuat lukisan tersebut jadi lebih menonjol dan terlihat enak dimata.

    Meski sejujurnya, untuk gambar 2D apalagi tidak bergerak, saya kurang bisa untuk mengambil makna dibaliknya hehehe ^^v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, penataan lukisannya juga enak di pandang.. Sakjane akupun sama, banyak yg aku nggak ngerti hasil lukisan abstraknya sang maestro ini. Tapi tetep aja takjub sih, huehueheu

      Hapus
  2. sepeda motor yang kami kendarai melaju membelah jalanan Yogyakarta
    Itu bannya dari pisau y?
    Lukisan saya kok gda y?
    Dih g boleh bawa pulang lukisannya
    Mending pajang Poto Abang j di rumah Eneng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, ban motornya terbuat dr gergaji.. Mana ada lukisanmu? Siapa lu bang? Siapa?๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Hapus
  3. uniklanya lagi dari beberapa lukisan, ada satu lukisan yang terkesan hanya coret coret, kaya cat tumpah tetapi malah terlihat bagus, lihat tuh lukisan nenek peot ...bagus kan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl nggak salah itu yg lukisan nenek adalah istrinya Pak Affandi deh.. Kl nggak salah, agak lupa sih di keterangan lukisannya, hhh
      Iya emg tetep bagus meski kesannya cuma corat caret

      Hapus
  4. Legend banget, bahagia jika dapat kesempatan menikmati karyanya.
    Makasih juga Dul :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, besok aku sampaikan ucapan terima kasihmu ke Dul ya kang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Hapus
  5. Menarik sekali yah kak, pengen rasanya kaki ini berada disana. Sayangnya dimakassar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah tinggal di makassar to, kl main ke Jogja harus coba mampir ke museum Affandi ini mas๐Ÿ˜‚

      Hapus
  6. Siapa tuh Tokoh yang bernama " DUL " ? sepertinya ada sebuah catatan spesial yang pernah mengisi hari2 Mbak Ella. :)

    Afandi, salah satu pelukis yang terkenal, saya juga kenal, tpi cuma lewat buku. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dul itu ya si mantan kang, *eh hahahah..
      Halah mending kang nata tau siapa Affandi. Lah aku, awalnya sama sekali nggak tau๐Ÿ˜‚ternyata dia pelukis to, sang maestro. Dan museumnya keren gilaaaa

      Hapus
  7. Owalah, ngene tah isine..
    Urung tau mrana sih.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha piye, gek mrana.. Keren loh..

      Hapus
  8. Suer, 4 thn di jogja dan msh sering ke jogja smpe sekarang, gak pernh masuk museum afandi. Ternyata luar biasa yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, podo mas. Aku juga, dr masih di perut ibu smpe umur 19 tahun sering bgt lewat depan museum baru tahun 2015 mampir. Pun nggak niat ke sana, eh ternyata isinya lukisan2 sekeceeee ini

      Hapus
    2. Bisa ini masukin list bareng si dia nanti, karena dia suka lukisan, hahaha

      Hapus
    3. Ecieeeeee.. Makan2 kapan makan2 nih

      Hapus
  9. bagi yang minat nlai seni

    seronok tengok lukisan..

    saya kurang minat.

    tengok pun gitu gitu sahaja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheuheu, aku pun banyak yg nggak ngerti arti dr lukisan2 beliau yg abstrak, tapi tetep seneng sih. Tetep bisa menikmati, takjubbb!

      Hapus
  10. Wow lukisane bagus ya,karya yang harus di abadikan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo mas.. Makannya ada muesumnya, hhh

      Hapus
  11. Dari dulu pas kuliah di jogja sebenernya udah pengen banget ke sini sih. Tapi selalu kelewatan. Wkwkwk
    Sejujurnya aku nggak begitu ngerti karya seni sih. Jadi aku juga nggak begitu paham lukisan-lukisan Pak Affandi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha wong saiki masih tinggal di jogja juga, gek ke sana.. Sungguh, keren2 bgt lukisannya

      Hapus
  12. Lah kuwi, ojo nesu ndisik tow,kak ... ,jebule apik-apik tow lukisane pak Affandi ning njero museume ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiya mas, kebiasaan ra sabaran ik๐Ÿ˜‚

      Hapus
  13. Dul ini yg anak sekolahan itu atau yg anak artis mbak el? ๐Ÿ˜‚

    Sabar banget kayaknya ngadepin cewek ngambekan hoho

    Mahal juga ya tiketnya untuk judul museum. Tapi sebanding sama mahakaryanya sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si si Dul anak betawi asli, kerjaannya sembahyang mengaji! Puas mbak puas?!๐Ÿ˜‘
      Iya kl blm liat ke sana mungkin bilang mahal. Tapi beneran sebanding bgt sm karya2 yg ada di sana

      Hapus
  14. sis ella pintar mengapresiasi lukisan saya malah sering bingung kalau lihat lukisan astrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakjane aku yo bingung mang, tapi greget pengin nulisin ini. Hhh

      Hapus
    2. Sakjane aku yo bingung mang, tapi greget pengin nulisin ini. Hhh

      Hapus
  15. Lukisan yang keren banget ya, Mbak...

    BalasHapus
  16. Indah sekali.. keren banget! Affandi punya ciri khas lukisannya sendiri yang istimewa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bgt, keren banget lukisan beliau

      Hapus
  17. Pak Affandi terkenal di Indonesia dengan produk lukisan abstraknya. Lihat saja lukisan-lukisan itu, seakan seperti teka-teki saja membuat penasaran apa yang telah beliau gambar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, kl yg abstrak aku sama sekali nggak tahu maksudny.. Hhh
      Tp tetep takjub sih

      Hapus
  18. lukisan-lukisannya punya feel..memang kala bikinan seniman itu berseni..-apasih-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, bener banget. Lukisan2 beliau maknanya luas bgt

      Hapus
  19. wawawa lukisannyabagus bangett ka ella,, pengen atu bumil diajak kesana,, musemnya bagus banget ya ka ella.. lukisannya keren2 dan tiket masuknya murah lagi ya kak cuma 15 rb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bumil, sini makannya. Besok kl debaynya udah lahir ajakin ke sini yaa

      Hapus
  20. Saya yang sering lewat saja belum pernah masuk. Baca artikel ini rasanya gimana gitu, kok saya merasa ketinggalan gitu.
    Lukisannya indah sekali, saya juga pengen bawa pulang satu buat melupakan sang mantan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau lupain mantan? Gek ke museum ini kang, bawa pulang satu *lalu kena pasal berlapis๐Ÿ˜‚

      Hapus
  21. pantesan sampe di bikin museum. Lukisannya cantik bangeeeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, itu museum juga awalnya dibangun menggunakan uang pribadinya Pak Affandi, dr hasil menjual karya2nya.. Keren bgt ini orang asli, hhh

      Hapus
  22. Baru pertama ini saya melihat koleksi lukisan Affandi yang lengkap. Banyak banget ya, tempat yang menarik dan patut dikunjungi di Yogya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kl ke jogja silakan mampir ke museum ini, hhh

      Hapus
  23. Patut ke sini nih kalo ke Jogja lagi ๐Ÿ˜ƒ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan kak, harus menyempatkan mampir ya!๐Ÿ˜Š

      Hapus
  24. kalau melihat lukisan kayak gitu jadi percaya kalau anak sy yang 2 th juga berbakat banget jadi pelukis. Buktinya dinding di rumah penuh lukisan diaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah wah wah... Ku doakan semoga besok kl udah gede jd pelukis ulung, dududud sabar bgt nih emaknya tembok dicorat caret. Hhh

      Hapus
  25. Beberapa teman saya yang kuliah di jurusan seni, saya tanya tentang apa istimewanya lukisan Affandi. Karena saya sebagai awam seni, masih sulit untuk menemui apa istimewanya lukisan beliau.

    Lalu saya lihat dan bandingkan lukisan beliau dengan lukisan-lukisan pelukis lain. Ada yang beda dari lukisan Affandi, goresannya yang khas, dan sepertinya banyak tentang rakyat/kerakyatan...

    Mudah-mudahan suatu saat bisa ke sana, setelah beberapa kesempatan ke Jogja cuma lewat aja di Museum tersebut.

    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kang, aku pun nggak paham dg seni lukis. Apalagi yang abstrak, tp tetep aja ku suka ngeliatnya.. Gede

      Hapus
  26. Dari dulu pengen banget bisa datang ke pameran atau museum lukisan, tapi belum kesampean.
    Jadi pengen nih ke sana, kayaknya keren-keren lukisannya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mas, ku juga blm pernah ke pameran lukisan. Wkwkwj
      Tp ini museum menurutku lebih dr sekedar pameran lukisan, keren banget

      Hapus
    2. Sama mas, ku juga blm pernah ke pameran lukisan. Wkwkwj
      Tp ini museum menurutku lebih dr sekedar pameran lukisan, keren banget

      Hapus
  27. Aku malah penasaran sama note.
    Ku menyimpan banyak ceritamu Dul.

    Oh... jadi nama mantannya si Dul?
    saya kalau main ke museum itu, pasti betah banget. walaupun abstrak tapi bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, km kenapa gagal fokus sm Dul sik? Masih juga bawa2 mantan๐Ÿ˜‘

      Hapus
  28. waaah... seni lukis ya.... paling susah itu mengerti maksud pesan yang ingin disampaikan pelukisnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bner bgt kak, tp tetep takjub sih dg lukisan2 ini

      Hapus