Wisata Alam Yang Wajib Kamu Kunjungi Jika Ke Baturraden Purwokerto

oleh - Mei 11, 2018

Blogger Goes To Palawi
"Bu.. Besok aku mau ke Baturraden lag..."

"Baturaden lagi? Baru juga minggu lalu kamu ke sana, memang nggak bosan?" sahut ibu memotong ucapanku.

Aku menggeleng pelan sambil terus memasukkan baju ke dalam ransel. Memang pertanyaan semacam itu sering kudengar. Tak masalah, karena bagiku Purwokerto bukan hanya tempat singgah, bukan hanya kota yang memberi kehangatan tapi bisa ku sebut kota terapi dari mantan. *eh

Tak sulit mendapatkan izin dari ibu untuk menghadiri acara Famtrip Blogger Palawi tanggal 5-6 Mei 2018 di Wanawisata Baturraden. Esok paginya aku pun berangkat menuju Kota Purwokerto bersama Rois, cowok yang ngaku sebagai blogger tapi baru niat bikin blog.๐Ÿ˜‘

BLOGGER GOES TO PALAWI

PALAWI itu apa sih? Palawi-palawi-palawi sempat menghantuiku jauh hari sebelum acara berlangsung. Ternyata setelah mencari info, PALAWI itu akronim dari Perhutani Wisata Alam. Ku pikir dari dulu kawasan wisata Baturraden dikelola sepenuhnya oleh PEMDA, eh ternyata nggak coy! Ada PT. PALAWI RISORSIS yang mengelola sebagian obyek wanawisata Baturraden. Nggak hanya obyek wanawisata Baturraden, namun Palawi juga mengelola beberapa Villa yang tersebar di komplek Baturraden.

Villa Agathis Baturraden
Vila Agathis @RizkiChuk
Motor melaju kencang menyusuri jalanan. Panas yang terpantul dari aspal serta kepulan asap yang keluar dari knalpot membuat kami ingin segera tiba di Baturraden. Finally setelah kurang lebih satu jam perjalanan, kami disambut gapura selamat datang di kawasan wisata Baturaden. "yes!!! Sebentar lagi kita sampai Villa Agathis!" teriakku kepada Rois. Villa Agathis terletak di sisi timur pintu gerbang wanawisata & kebun raya Baturraden.

Pepohonan menjulang tinggi serta udara sejuk semakin terasa saat kami tiba di Villa Agathis. Dari ruang tengah villa, kami dapat menikmati view kota Purwokerto sekalipun pintunya tertutup. Ya kan pintu kaca, jadi meskipun ditutup, kami masih bisa menikmati pemandangan luar dari ruang tengah.
Kamar Villa Agathis @pradna
Villa Agathis memiliki 6 kamar, kapasitas satu kamar dapat diisi oleh dua orang. Fasilitasnya nggak kalah dengan hotel berbintang, terdapat LCD tv, kamar mandi dalam lengkap dengan hot & cool water. Ada satu dapur lengkap dengan peralatan dapur hingga lemari es dan ruang tengah lengkap dengan sofa serta meja-meja kecil yang tertata rapih. Rasanya ku ingin langsung "nggabrug" rebahan. Hahaha

Obyek Wanawisata Baturraden 

Telaga Sunyi
Telaga Sunyi @Sistamaheni
Setelah istirahat sebentar, kami bersiap menuju Telaga Sunyi. Jarak Villa Agathis menuju Telaga Sunyi sekitar 200 m. Bukan kali pertama aku ke Telaga Sunyi, tapi baru kali ini aku berani nyebur ke Telaga ini. Aku nyebur bukan karena mitos supaya segera mendapat jodoh lho ya. Asli, bukan karena itu! Kalian percaya alesanku kan? Hahaha
Katanya sih mitosnya gitu, kalau mandi di Telaga Sunyi maka jodohnya akan dipermudah. Whatever lah....

Nyemplung ke Telaga Sunyi tu segernya ngalahin es kepal milo lho. Dari ujung kuku kaki sampai ubun-ubun terasa banget dinginnya, mirip air yang baru keluar dari lemari es. Konyolnya meski udah kedinginan, aku tetap bertahan di dalam air sampai kakiku kram. Mati rasa! Tapi nggak mati rasa ke kamu kok๐Ÿ˜‚

Selain dingin, airnya pun sangat jernih. FYI, Telaga Sunyi ini merupakan salah satu lokasi free diving di Purwokerto lho, recommended banget. Kedalaman telaga mencapai 5 m, tapi buat kamu yang nggak bisa renang kaya aku, tenang aja! Bisa main air di tepi telaga dengan kedalaman satu meteran. Lebih aman lagi jika menggunakan pelampung, ada penyewaannya juga kok. Fasilitas Telaga Sunyi juga sudah oke, ada toilet dan mushala. Jadi nggak perlu ganti baju di semak-semak.๐Ÿ˜‚

Sky Bike
Sky Bike @arvernester
Setelah selesai main air di Telega Sunyi, kami kembali ke komplek Villa Agathis untuk menjajal sky bike. Deg-degan? Nggak sih biasa aja, meskipun jarak start ke jarak finish cukup jauh. Setelah perlengkapan terpasang sempurna di badanku, aku mulai mengambil posisi duduk di sepeda. "harus rileks ya mbak. Jaga keseimbangan, dan konsentrasi ya! 1 2 3!". Seru mas Dudu yang mengawal kami saat bermain sky bike. Awalnya sih cuma nyengir-nyengir kegirangan, tau kan ella banyak polah, mana bisa anteng dan kalem. E tapi setengah perjalanan, aku berubah jadi kalem setengah mati sungguh. Cuma mulut yang bisa teriak nahan gerogi, yakali kalau badan gerak sedikit aja tamatlah aku. Meskipun nggak bakal jatuh ke tanah karena sudah memakai tali harness. Tapi tetap dong kalau nggak sampai finish atau jatuh di tengah jalan, aku bakal kena ledek teman-teman blogger ๐Ÿ˜‚

Pancuran Telu & Pancuran Pitu
Pancuran telu @RizkiChuk
Dengan semangat yang membara, kami melangkahkan kaki keluar dari Villa Agathis menuju jalanan setapak yang naik turun di tengah hutan. Trakking? Yes! kami trakking menuju Pancuran telu dan Pancuran pitu. Jangan tanya, aku mandi dulu atau nggak. Kalian tau jawabnya!๐Ÿ˜‚ya gimana dong.. Masa mau trakking mandi dulu sih? Kan mubadzirin sabun, air, tenaga, dan waktu. Hahaha *alasan doang ini

Eh saat trakking ngos-ngosan nggak? Oh itu sudah pasti! Tapi meski ngos-ngosan nggak begitu terasa capek sih, lebih capek ngos-ngosan ngejar cintamu bang!๐Ÿ˜ญ

Setibanya di Pancuran telu teman-teman blogger sibuk mengamati sekitar, sedangkan aku lebih milih mlipir ke warung mendoan.๐Ÿ™Š
Kolam berendam pancuran telu @RizkiChuk
Namanya juga pancuran telu, otomatis ada pancuran yang berjumlah tiga. Pancuran ini berasal dari sumber mata air panas yang mengandung belerang. Ada fasilitas kolam untuk berendam juga, tapi kami nggak berendam disini karena perjalanan kami masih panjang sodaraaaa! Masih harus trakking ke pancuran pitu. *ngelap kringat!

Gila banget nggak sih, teman-teman blogger tu mode on semua. Semangatnya kaya habis dengerin bung Karno pidato. Nggak ada raut capek, girang semua pokoknya kecuali tante Neli, mukanya udah pucat macam orang nggak makan selama sebulan. Beberapa kali ku tanya, masih kuat tan? Dia cuma ngangguk pelan dengan ekspresi muka mbuh banget๐Ÿ˜‚

Tangga demi tangga kami lewati dengan hati-hati. Alhamdulillah cahaya ilahi datang setelah kami keluar dari hutan. Memang belum sampai di Pancuran pitu sih, tapi lumayan bahagia karena liat jalan beraspal apalagi saat tahu ada mobil yang akan mengantar kami sampai loket Pancuran pitu. Walaupun kami masih tetap trakking lagi untuk sampai di Pancuran pitu karena memang nggak ada akses yang bisa dilalui kendaraan.
Pancuran pitu @RizkiChuk
Setibanya di Pancuran pitu, aku langsung ngajak tante Neli ngantre pijat. Kapan lagi kan bisa pijat belerang kalau nggak di sini. Teman-teman yang lain mah masih sibuk menjelajah Pancuran pitu sampai nambah trakking ke bawah. Kalau aku emoh, wes lempoooh. Hahaha

Sakanje kalau ke Pancuran pitu bisa langsung menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat sampai loket Pancuran pitu lho, kita cuma trakking sebentar nggak perlu trakking sampai kringet bercucuran gini. Tapi demi keseruan acara, kami harus mencoba jalur trakking menuju Pancuran telu dan Pancuran pitu. *sambil ngelus boyok dan dengkul

Taman Labirin Baturraden
Taman Labirin Baturraden
Setelah trakking ke Pancuran telu dan Pancuran pitu, kami kembali ke komplek Villa Agathis untuk bermain games di taman labirin. Aku satu tim dengan BB Idah (beserta Kecemut) dan BB Dev. Juara nggak? Juara dong, kami juara tiga! Sombong banget ya, padahal cuma ada empat tim. Hahaha
Ya gimana. Wes mlayu-mlayu jebul dalan buntu. Muter lagi, mlayu lagi, buntu lagi.

Wisata Kuliner Baturraden

Dari tadi udah bahas wanawisata Baturraden, sekarang kita tinggal bahas kulinernya nih.
Menu pertama yang kita coba adalah ayam bakar dari Lili Chicken Baturraden. Sayang banget nggak sempet difoto, langsung bablas masuk perut.๐Ÿ˜‚tapi enak kok, bumbunya sampai ke dalam.
Masakan tradisional, pecak jantung & oseng dage kuncar @arvernester
Menu yang kedua itu unik banget, eh makanan kok unik sih? Apa ya bahasanya, ya gitu lah. Sesuatu yang asing buatku. Malam hari kami makan dengan oseng dage kuncar, pecak jantung, ikan guram lengkap sambel terasi dan peyek. Soal rasa jangan ditanya, tapi dirasain. Kamu mau ngrasain? Makannya sini ke Baturraden๐Ÿ˜‚

Setelah makan malam, dilanjut barbeque dan api unggun. Emang Villa Agathis tuh tempatnya strategis banget asli, halaman Villa bisa digunakan untuk barbeque dan api unggunan. Saat yang lain sedang audiensi dengan pihak Palawi, justru pikiranku melayang-layang bayangin nikah malam-malam dengan konsep outdoor begini, banyak lampu-lampu gitu, terlebih udaranya dingin. Ugh, syahdu banget kali ya. Hahaha... Trus aja trus *plak biar sadar!
Nabuti @arvernester
And then, pagi harinya menu makanan yang ketiga adalah nabuti (nasi bungkus daun jati) yang isinya nasi, telor balado, oseng klika (kulit singkong), dan oseng kedelai tempe ireng. Rasanya gimana? Iiih dibilang jangan tanya rasa kok, langsung ke Baturraden aja sini. ๐Ÿ˜‚
Bancakan @arvernester
Siangnya, kami disugihi bancakaaaaan di teras villa Agathis. Dudududu, jadi keinget bukber kan ya, saat puasa bancakan is my life pokoknya tu. Bisa diliat tuh bancakannya menggoda banget, ada oseng mie, oseng tempe lombok ijo, tempe goreng, tahu goreng, urab daun singkong, ayam goreng, sambal, dan lalaban. Endeees banget ugh!

Berikut ku infokan price list tempat-tempat yang yang kami kunjungi :
  1. Villa Aghatis 6 kamar Rp 3,4 jt/malam, include tiket masuk wanawisata Baturraden
  2. Telaga sunyi Rp. 13rb
  3. Fl bike Rp. 20rb
  4. Pancuran telu Rp. 13rb
  5. Pancuran pitu Rp. 13rb
  6. Taman Labirin Rp. 10rb
Over all, terima kasih untuk Palawi atas sambutan hangatnya yaa..

Buat kalian yang mau ke Wanawisata Baturraden ku jamin bakal banyak pengalaman seru, banyak keindahan alam yang bisa kita nikmati. Jadi, kapan kamu mau kesini? Boleh lho ajakin aku lagi! Boleh banget๐Ÿ™Š



Blogger Goes To Palawi ini diselenggarakan oleh Palawi Resorsis Baturraden, dan disponsori oleh Rumah Makan Putri Gunung Baturraden serta Lili Chicken Baturraden.

Mungkin Kamu Suka

70 komentar