Wisata Alam Yang Wajib Kamu Kunjungi Jika Ke Baturraden Purwokerto

by - Mei 11, 2018

Blogger Goes To Palawi
"Bu.. Besok aku mau ke Baturraden lag..."

"Baturaden lagi? Baru juga minggu lalu kamu ke sana, memang nggak bosan?" sahut ibu memotong ucapanku.

Aku menggeleng pelan sambil terus memasukkan baju ke dalam ransel. Memang pertanyaan semacam itu sering kudengar. Tak masalah, karena bagiku Purwokerto bukan hanya tempat singgah, bukan hanya kota yang memberi kehangatan tapi bisa ku sebut kota terapi dari mantan. *eh

Tak sulit mendapatkan izin dari ibu untuk menghadiri acara Famtrip Blogger Palawi tanggal 5-6 Mei 2018 di Wanawisata Baturraden. Esok paginya aku pun berangkat menuju Kota Purwokerto bersama Rois, cowok yang ngaku sebagai blogger tapi baru niat bikin blog.๐Ÿ˜‘

BLOGGER GOES TO PALAWI

PALAWI itu apa sih? Palawi-palawi-palawi sempat menghantuiku jauh hari sebelum acara berlangsung. Ternyata setelah mencari info, PALAWI itu akronim dari Perhutani Wisata Alam. Ku pikir dari dulu kawasan wisata Baturraden dikelola sepenuhnya oleh PEMDA, eh ternyata nggak coy! Ada PT. PALAWI RISORSIS yang mengelola sebagian obyek wanawisata Baturraden. Nggak hanya obyek wanawisata Baturraden, namun Palawi juga mengelola beberapa Villa yang tersebar di komplek Baturraden.

Villa Agathis Baturraden
Vila Agathis @RizkiChuk
Motor melaju kencang menyusuri jalanan. Panas yang terpantul dari aspal serta kepulan asap yang keluar dari knalpot membuat kami ingin segera tiba di Baturraden. Finally setelah kurang lebih satu jam perjalanan, kami disambut gapura selamat datang di kawasan wisata Baturaden. "yes!!! Sebentar lagi kita sampai Villa Agathis!" teriakku kepada Rois. Villa Agathis terletak di sisi timur pintu gerbang wanawisata & kebun raya Baturraden.

Pepohonan menjulang tinggi serta udara sejuk semakin terasa saat kami tiba di Villa Agathis. Dari ruang tengah villa, kami dapat menikmati view kota Purwokerto sekalipun pintunya tertutup. Ya kan pintu kaca, jadi meskipun ditutup, kami masih bisa menikmati pemandangan luar dari ruang tengah.
Kamar Villa Agathis @pradna
Villa Agathis memiliki 6 kamar, kapasitas satu kamar dapat diisi oleh dua orang. Fasilitasnya nggak kalah dengan hotel berbintang, terdapat LCD tv, kamar mandi dalam lengkap dengan hot & cool water. Ada satu dapur lengkap dengan peralatan dapur hingga lemari es dan ruang tengah lengkap dengan sofa serta meja-meja kecil yang tertata rapih. Rasanya ku ingin langsung "nggabrug" rebahan. Hahaha

Obyek Wanawisata Baturraden 

Telaga Sunyi
Telaga Sunyi @Sistamaheni
Setelah istirahat sebentar, kami bersiap menuju Telaga Sunyi. Jarak Villa Agathis menuju Telaga Sunyi sekitar 200 m. Bukan kali pertama aku ke Telaga Sunyi, tapi baru kali ini aku berani nyebur ke Telaga ini. Aku nyebur bukan karena mitos supaya segera mendapat jodoh lho ya. Asli, bukan karena itu! Kalian percaya alesanku kan? Hahaha
Katanya sih mitosnya gitu, kalau mandi di Telaga Sunyi maka jodohnya akan dipermudah. Whatever lah....

Nyemplung ke Telaga Sunyi tu segernya ngalahin es kepal milo lho. Dari ujung kuku kaki sampai ubun-ubun terasa banget dinginnya, mirip air yang baru keluar dari lemari es. Konyolnya meski udah kedinginan, aku tetap bertahan di dalam air sampai kakiku kram. Mati rasa! Tapi nggak mati rasa ke kamu kok๐Ÿ˜‚

Selain dingin, airnya pun sangat jernih. FYI, Telaga Sunyi ini merupakan salah satu lokasi free diving di Purwokerto lho, recommended banget. Kedalaman telaga mencapai 5 m, tapi buat kamu yang nggak bisa renang kaya aku, tenang aja! Bisa main air di tepi telaga dengan kedalaman satu meteran. Lebih aman lagi jika menggunakan pelampung, ada penyewaannya juga kok. Fasilitas Telaga Sunyi juga sudah oke, ada toilet dan mushala. Jadi nggak perlu ganti baju di semak-semak.๐Ÿ˜‚

Sky Bike
Sky Bike @arvernester
Setelah selesai main air di Telega Sunyi, kami kembali ke komplek Villa Agathis untuk menjajal sky bike. Deg-degan? Nggak sih biasa aja, meskipun jarak start ke jarak finish cukup jauh. Setelah perlengkapan terpasang sempurna di badanku, aku mulai mengambil posisi duduk di sepeda. "harus rileks ya mbak. Jaga keseimbangan, dan konsentrasi ya! 1 2 3!". Seru mas Dudu yang mengawal kami saat bermain sky bike. Awalnya sih cuma nyengir-nyengir kegirangan, tau kan ella banyak polah, mana bisa anteng dan kalem. E tapi setengah perjalanan, aku berubah jadi kalem setengah mati sungguh. Cuma mulut yang bisa teriak nahan gerogi, yakali kalau badan gerak sedikit aja tamatlah aku. Meskipun nggak bakal jatuh ke tanah karena sudah memakai tali harness. Tapi tetap dong kalau nggak sampai finish atau jatuh di tengah jalan, aku bakal kena ledek teman-teman blogger ๐Ÿ˜‚

Pancuran Telu & Pancuran Pitu
Pancuran telu @RizkiChuk
Dengan semangat yang membara, kami melangkahkan kaki keluar dari Villa Agathis menuju jalanan setapak yang naik turun di tengah hutan. Trakking? Yes! kami trakking menuju Pancuran telu dan Pancuran pitu. Jangan tanya, aku mandi dulu atau nggak. Kalian tau jawabnya!๐Ÿ˜‚ya gimana dong.. Masa mau trakking mandi dulu sih? Kan mubadzirin sabun, air, tenaga, dan waktu. Hahaha *alasan doang ini

Eh saat trakking ngos-ngosan nggak? Oh itu sudah pasti! Tapi meski ngos-ngosan nggak begitu terasa capek sih, lebih capek ngos-ngosan ngejar cintamu bang!๐Ÿ˜ญ

Setibanya di Pancuran telu teman-teman blogger sibuk mengamati sekitar, sedangkan aku lebih milih mlipir ke warung mendoan.๐Ÿ™Š
Kolam berendam pancuran telu @RizkiChuk
Namanya juga pancuran telu, otomatis ada pancuran yang berjumlah tiga. Pancuran ini berasal dari sumber mata air panas yang mengandung belerang. Ada fasilitas kolam untuk berendam juga, tapi kami nggak berendam disini karena perjalanan kami masih panjang sodaraaaa! Masih harus trakking ke pancuran pitu. *ngelap kringat!

Gila banget nggak sih, teman-teman blogger tu mode on semua. Semangatnya kaya habis dengerin bung Karno pidato. Nggak ada raut capek, girang semua pokoknya kecuali tante Neli, mukanya udah pucat macam orang nggak makan selama sebulan. Beberapa kali ku tanya, masih kuat tan? Dia cuma ngangguk pelan dengan ekspresi muka mbuh banget๐Ÿ˜‚

Tangga demi tangga kami lewati dengan hati-hati. Alhamdulillah cahaya ilahi datang setelah kami keluar dari hutan. Memang belum sampai di Pancuran pitu sih, tapi lumayan bahagia karena liat jalan beraspal apalagi saat tahu ada mobil yang akan mengantar kami sampai loket Pancuran pitu. Walaupun kami masih tetap trakking lagi untuk sampai di Pancuran pitu karena memang nggak ada akses yang bisa dilalui kendaraan.
Pancuran pitu @RizkiChuk
Setibanya di Pancuran pitu, aku langsung ngajak tante Neli ngantre pijat. Kapan lagi kan bisa pijat belerang kalau nggak di sini. Teman-teman yang lain mah masih sibuk menjelajah Pancuran pitu sampai nambah trakking ke bawah. Kalau aku emoh, wes lempoooh. Hahaha

Sakanje kalau ke Pancuran pitu bisa langsung menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat sampai loket Pancuran pitu lho, kita cuma trakking sebentar nggak perlu trakking sampai kringet bercucuran gini. Tapi demi keseruan acara, kami harus mencoba jalur trakking menuju Pancuran telu dan Pancuran pitu. *sambil ngelus boyok dan dengkul

Taman Labirin Baturraden
Taman Labirin Baturraden
Setelah trakking ke Pancuran telu dan Pancuran pitu, kami kembali ke komplek Villa Agathis untuk bermain games di taman labirin. Aku satu tim dengan BB Idah (beserta Kecemut) dan BB Dev. Juara nggak? Juara dong, kami juara tiga! Sombong banget ya, padahal cuma ada empat tim. Hahaha
Ya gimana. Wes mlayu-mlayu jebul dalan buntu. Muter lagi, mlayu lagi, buntu lagi.

Wisata Kuliner Baturraden

Dari tadi udah bahas wanawisata Baturraden, sekarang kita tinggal bahas kulinernya nih.
Menu pertama yang kita coba adalah ayam bakar dari Lili Chicken Baturraden. Sayang banget nggak sempet difoto, langsung bablas masuk perut.๐Ÿ˜‚tapi enak kok, bumbunya sampai ke dalam.
Masakan tradisional, pecak jantung & oseng dage kuncar @arvernester
Menu yang kedua itu unik banget, eh makanan kok unik sih? Apa ya bahasanya, ya gitu lah. Sesuatu yang asing buatku. Malam hari kami makan dengan oseng dage kuncar, pecak jantung, ikan guram lengkap sambel terasi dan peyek. Soal rasa jangan ditanya, tapi dirasain. Kamu mau ngrasain? Makannya sini ke Baturraden๐Ÿ˜‚

Setelah makan malam, dilanjut barbeque dan api unggun. Emang Villa Agathis tuh tempatnya strategis banget asli, halaman Villa bisa digunakan untuk barbeque dan api unggunan. Saat yang lain sedang audiensi dengan pihak Palawi, justru pikiranku melayang-layang bayangin nikah malam-malam dengan konsep outdoor begini, banyak lampu-lampu gitu, terlebih udaranya dingin. Ugh, syahdu banget kali ya. Hahaha... Trus aja trus *plak biar sadar!
Nabuti @arvernester
And then, pagi harinya menu makanan yang ketiga adalah nabuti (nasi bungkus daun jati) yang isinya nasi, telor balado, oseng klika (kulit singkong), dan oseng kedelai tempe ireng. Rasanya gimana? Iiih dibilang jangan tanya rasa kok, langsung ke Baturraden aja sini. ๐Ÿ˜‚
Bancakan @arvernester
Siangnya, kami disugihi bancakaaaaan di teras villa Agathis. Dudududu, jadi keinget bukber kan ya, saat puasa bancakan is my life pokoknya tu. Bisa diliat tuh bancakannya menggoda banget, ada oseng mie, oseng tempe lombok ijo, tempe goreng, tahu goreng, urab daun singkong, ayam goreng, sambal, dan lalaban. Endeees banget ugh!

Berikut ku infokan price list tempat-tempat yang yang kami kunjungi :
  1. Villa Aghatis 6 kamar Rp 3,4 jt/malam, include tiket masuk wanawisata Baturraden
  2. Telaga sunyi Rp. 13rb
  3. Fl bike Rp. 20rb
  4. Pancuran telu Rp. 13rb
  5. Pancuran pitu Rp. 13rb
  6. Taman Labirin Rp. 10rb
Over all, terima kasih untuk Palawi atas sambutan hangatnya yaa..

Buat kalian yang mau ke Wanawisata Baturraden ku jamin bakal banyak pengalaman seru, banyak keindahan alam yang bisa kita nikmati. Jadi, kapan kamu mau kesini? Boleh lho ajakin aku lagi! Boleh banget๐Ÿ™Š



Blogger Goes To Palawi ini diselenggarakan oleh Palawi Resorsis Baturraden, dan disponsori oleh Rumah Makan Putri Gunung Baturraden serta Lili Chicken Baturraden.

You May Also Like

70 komentar

  1. Baturraden emang mantep tep yoo mbak :D
    waktu kesana dulu start dari pintu gerbang utama baturraden mblusuk blusuk smpai ke pancuran 7. Hahahaha. Jalanya lumayan euy.. Tapi no proble sih malah pengen kesana lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, ntep banget emg.. Jalannya mayan jauhhh kan smpe pancuran pitu, hhh
      Jd kapan km mau ke baturraden lagi?๐Ÿ™Š

      Hapus
  2. Beberapa kali cuma lewat purwokerto, hiks. Itu kulinernya unik yaa, masih dibungkus daun jati. Apalagi nasi bancakan yang menunya ada nasi urapnya. Tinggal tambahi ikan asin aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakjane itu ada ikan asinnya lho mas. Enak bgt, tapi aku lebih milih krupuk. Makan nggak pakai krupuk kaya hidup tanpa gadget๐Ÿ˜ฌ

      Hapus
  3. Terakhir kali ka Baturraden lama banget. Semoga nggak terlalu dipengaruhi sama PLTPB Gn Slamet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sini sini main ke baturraden lagi. Aman kok, insya allah nggak terpengaruh oleh PLTPB gn. Slamet��

      Hapus
  4. Duh kenapa harus ada villa si mba ๐Ÿ˜‘ , jadi keinget mantan kan jadinya wkwk ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa hubungannya villa sama mantan mas? Atau pernah bobok di villa bareng mantan? *eh

      Hapus
  5. mahal juga
    ini rombongan blogger ta mbak? kok banyak sekali nominal rupiahnya
    itu hati2 jika bersepeda di tali, tar jatuh ke bawah

    wah ada labirinnya juga ya, sangat mengasyikkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, nggak mahal kl kita pakai villanya rombongan gitu. Tp kl kemarin sih kami grtis, wkwkwk
      Klpun jatuh ke bawah ada tali pengamannya kok, paling berglantungan doang, haha

      Hapus
  6. Akulah orang pertama yang akan menertawakanmu kalau kamu jatuh dari sky bike itu..kwkwk *jahat :D
    Kereen yaa tempatnya, kungiler makan pakai daun :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga mbak muyas, paling kenceng saya ketwanya

      Hapus
    2. Ya ampun kalian kok gitu, jahat :(
      Makannya ku berjuang kerassss biar nggak jatuh dr sky bike, apa kata dunia coba kl aku yg banyak polah main sky bike aja jatuh, hancur reputasiku. Buahahah
      Btw, marhaban ya Ramadhan ya mbak Muyas, mas Tama :)

      Hapus
  7. Saya binggung di deretan orang yang berbaju kuning, kira2 Mbak Ella yang mana yach.,.. ? :)

    Tapi Pas lihat Wanita yang sedang sibuk main dengan Ban Pelampung, sepertinya itu adalah Mbak Ella Yach.... :)

    Kok.... ada orang yach.... dibawah Ban Pelampungnya, sedang ngapain yach, ?? :) Masak sich main gelitikan dibawah air, hahahah, Peace Mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya yang pakai kacamata deh Kang... yang pegang spanduk.

      kalau yang di ban mah ketara mukanya. jangan-jangan yang di bawah pelampung itu si Dul. mungkin mereka putus gara-gara Si Dul suka ngelitikin dari bawah air. he..he..
      Piss juga. :)

      Hapus
    2. Hahaha, bener Mas Andi tuh. Aku yg pakai camata, yg paling cantik mas. Buahahah
      Eh itu kenapa ada org di deket pelampungku karena jagain pelampungku takut terbalik ih. Bukan lagi nglitikin :(


      Mas Andiiii, aku dan Dul sudah beda alam :(

      Hapus
  8. wah, itu Villa Agathis asyik banget ya kak. kayanya enak staycation di sana :D
    lanjut baca artikelmu, nemu foto2 makanan jadi laper banget haha
    mantep2 nampaknya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Liana, bisa dicoba staycation di villa agathis lho sekalian nyobain makanan tradisonalnya :)

      Hapus
    2. wahiya, tertarik banget nih kak Ella.
      semoga bisa disegerakan ke sana :)

      Hapus
    3. Ku doakan mbak Liana :)

      Hapus
  9. heh.. ella.. blogger mana aja tuh..
    wah.. g di ajak..
    pngen kaosnya dong.. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cm blogger Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Yogyakarta dan Jakarta mas.. Mau kausnya? Sini ambil sendiri, wkwk

      Hapus
  10. Asiiik ... bisa main air pake pelampung di Telaga Sunyi ... ๐Ÿ˜
    Mana airnya bening pula kayak aquarium ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, aku bayangin jd ikan mas.. Lah wg mas Him bilang airnya kaya aquarium, wkwk

      Hapus
  11. Baru ngeh kalau nulisnya itu yang bener BATURRADEN -- Dobel "R" dan di gandeng. Ha, gandeng? Huruf aja ada yang gandeng dan kamu yang punya blog ini masih sendiri. *opotohNuuuu* Selama ini, tak pikir nulisnya Batu Raden, lho. Hahaha...

    Pancuran 3 sama pancuran 7, lokasinya jauh banget memang, La'? Kok kudu trekking dan bayar tiket masuk lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas wisnuuu, gelut bae yuh gelut! Lama2 bikin panas nih!
      Lumayan jauh mas, mesti trakking lagi sejam lah kira2, lokasinya terpisah jd harus bayar lagiiii. Sini main ke baturraden

      Hapus
  12. Belum pernah ke Baturraden mbak Ella, cuman sering denger namanya..

    Setelah membaca postingan ini makin penasaran ๐Ÿ˜ฏ dan sepertinya memang sangat rekomended untuk destinasi wisata bersama keluarga.

    BalasHapus
  13. mau dong ke baturraden, ngiri say wuih itu tempe nantangin banget mupeng
    kalau rame-rame emang seru ya

    BalasHapus
  14. Eng ing eng
    Karena kamu udah nyebur
    Jodohmu telah tiba
    Perkenalkan
    Akulah jodohmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Konyol bgt ini mas Niki, sok ngaku2. Eh btw, marhaban ya ramadhan yaa

      Hapus
  15. Nah aku mau nih diajak main kesini. Tapi tanpa km ajak mengenang mantanmu lo ya mbak ๐Ÿ˜‚
    Makanannya mau banget nyobain aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, cus nggun kesini. Ku anterin kemanapun yg km mau TANPA mengingat mantan. Kebetulan kami sudah beda alam :(

      Hapus
  16. Kalo aku pernah tuh ke Pancuran Telu dan pas hujan. Berendam air hangat pas hujan. Wkwkwkwk
    Yang belum sih ke Gang Sadar *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Gaaaalllll, hahaha
      Yuk ku antar ke gang sadar, wkwk

      Hapus
  17. Saya belum pernah sih mba kesana.
    Cuma kayaknya boleh juga ya dicoba.
    Apalagi liat Telaga Sunyi langsung pengen kesana.
    Kayaknya seger banget lihatnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba aja deh, bisa nyemplung2 di telaga sunyi.. Hhh

      Hapus
  18. Mau aja sih main kesini.. tapi apakah gak bakalan keingetan seseorang? Kalau itu sampe terjadi mbak ella yang harus tanggung jawab yaa, hihii...

    BTW kulinernya itu lho, menggugah selera banget, jadi inget kalau hari ini blm sarapan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Kl ke baturraden berkabar ya, kita bareng2 inget seseorang. Hahah
      Duh, sarapan dlu sana biar bisa move on *eh

      Hapus
  19. Telaga Sunyi-nya seger banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeet, airnya jernih dan dingin bgt.. Bahagia nggak ada sampah berserakan

      Hapus
  20. Penginapan di Baturaden ingetnya penginapan biasa yg disepanjang jalan menuju hutan wisatanya.
    Bener, 1 kawasan saja ada banyak objek wisata yg bisa dijunjungi dan beragam pilihan

    BalasHapus
  21. Ayo kakak ella uda mau dua kali yaaa wisata ke baturaden ga bosan apa yaa kata ibu wkwkkww.. Kalau udah suka wisatanya, mau berapa kalipun gakan pernah bosen ya kak.. Mantap nih kapan hari aku bancakan am temen2.. jadi kangen bancakan, ayo main terus ya kak ella sebelum ramadhan tiba xixix

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak cuma dua kali bumil, gp berkai2.. Lah gimana, tinggal di purwokerto hampir empat tahun. Hhh
      Eh bumil, marhaban ya ramadhan yaaaa

      Hapus
  22. Jadi pengen ke Baturaden, dulu waktu kuliah di Oensoed jarang main ke tempat ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waelah alumni unsoed to? Duh mas, kuliah di unsoed jarang main ke baturraden? Km bener2 anak kuliahan. Nggak kaya aku yg tiap hari blusukan :D

      Hapus
  23. Hmmm...itu beneran kek gak makan sebulan gueh.
    Untung gak ada yang moto pas mukaku lagi mbuh banget. Hahay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakjane meh ku foto, tp ratl tega. Takut ku khilaf sebar2in foto mukamu tan. Hahah
      Jd masih sanggup trakking lagi nggak?

      Hapus
  24. aaaa Seger bener hijau-hijau.. enak di pandang mata
    daerah jawa mudah banget cari tempat wisata alam nya
    jakarta paling pohon pisang bapak kost doang di belakang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak kira mukaku yg enak dipandang, eh ternyata pepohonan hijaunya.. Hahah
      Main lah ke Baturraden mas Tama, biar nggak cuma liat pohon pisang bapak kost doang

      Hapus
  25. Pengen banget ke batu raden... dari tahun ketahun cuma bisa lihat potonya doang.... mudah2an tahun ini kesampiaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tahun ini bisa ke baturraden yak, tp saranku jangan pas libur lebaran atau tahun baru, bakal macet semacet2nya

      Hapus
  26. Anjay,, bagi ku Kota ini semacam terapi. :)

    Destinasinya banyak ternyata di kawasan batu raden, kirain batu raden itu air terjun loh selama ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah. Ya gimana, empat tahun di purwokerto. Kota saksi bisu yg wah bgt, pokoknya kota ini tuh semacam kota untuk terapi.w wkwkwk
      Nggak cuma air terjun lho, ada buanyak bgt mas

      Hapus
  27. wah saya dekat padahal belum pernah ke baturaden, padahal kemaring rombongan kekampung pakai bis kesitu, sayanya ada acara jadi ga ikut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woalah, gek ke baturraden mas Agus sebelum lebaran, wkwk

      Hapus
  28. sepanjang karir saya sebagai blogger.. #alah baru juga setaun.
    Tulisan si mental mboncengan ini bikin saya ketagihan.

    intinya sih sebelum ramadhan tiba, saya mau minta maaf kalau komentar saya selama ini banyak yang bikin mangkel dan kesel.

    tapi terlepas dari itu, saya adalah fans beratmu nduk. Walapun jarang mandi. he..he..he..

    Piss... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas andi. Ku ingin nggebug kamu pakai panci..๐Ÿ˜ณ
      Ku bahagia kok baca komen2mu, kadang bikin gemes sendiri juga, wkwkwk
      Marhaban ya Ramadhan yaa....
      Besok bakal rajin mandi๐Ÿ™Š

      Hapus
  29. Wah kalo liat dari cerita dan fotonya, paling seru di Telaga Sunyiii. Bisa main lompat dan cebar cebur (apalagi belakangan ini Jakarta puanasnya kampreet) huehehe. Mana murah lagi. Cuman paling abis di Villa aja. Bisa bikin kantong copot. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tp air telaga dinginnya nggak ketulungan loh mas. Penginapannya bisa sewa perkamar juga kok, cuma 400n.. Berdua, biar lebih irit. Wkek

      Hapus
  30. pWT, target selanjutnya jalan2
    duh pancuran telunya keren
    aku pengen ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cus lah mas, kesini. Berkabar yaaa

      Hapus
  31. Tante, cengap-cengap lagi yuk, mau nggaaak hahahaha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ogaaaah!!!! Ku mending bobok di villa aja๐Ÿ˜‚

      Hapus
  32. Hastagaaa mupeng liat makanan-makanannyaaa! Ayam bakar, pecak jantung, oseng dage, gurameh, terus nasi bungkus daun jati, hmmmppphhh... (komen opo sih iki)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dasar perut karet, liat makanan begitu aja langsung pengeeeen!!!

      Hapus
  33. Bu, aku mau diajakin ke Palawi lah bu. Ibu enak2 ya disana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh nak, kamu belajar aja di kelas ya. Tunggu ibu pulang, kita bakal main2 lagi.. Hahahdasar mas rizki chuk

      Hapus
  34. Nasi dibungkus daun jati, menggugah selera makan banget Mba...kaya balik ke desa trus itu nasi kendurian..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener bgt, tapi apalah daku yg nggak doyan sayur. Untung ana telornya, jadi masih tetep bisa makan, wkwk

      Hapus