Karimunjawa Day 1 : Tracking Mangrove & Sunset Pantai Tanjung Gelam

by - Oktober 03, 2018

Ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang
Pagi itu pelabuhan Tanjung Mas Semarang sedikit lengang. Kami terus melangkah kaki menuju kapal Expres Bahari, suara mesin terdengar samar terbawa angin. Aku berhitung cepat, berjanji kepada diri sendiri untuk tetap baik-baik saja mengingat kondisi badan belum begitu fit.

Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menuju Pelabuhan Karimunjawa membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam. Tak banyak yang bisa ku lakukan di dalam kapal, selama perjalanan hanya mendengarkan alunan musik lewat headset yang ku kenakan. Kapal kami bersandar tepat pukul 11.45 WIB, terik Pelabuhan Karimunjawa tak mengurangi rasa kagumku, aku tak mengira jika pelabuhan Karimunjawa seindah ini. Hamparan air dengan perpaduan warna hijau biru terlihat begitu sempurna. Yes! Welcome to Karimunjawa Island, dalam hati aku bersorak riang.
Pelabuhan Karimunjawa
Day 1 Tur Darat Pulau Karimunjawa

Tracking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa

Setelah terombang ambing selama 2,5 jam di kapal, kami memulai tur darat. Perjalanan dari Pelabuhan Karimunjawa menuju Tracking Mangrove membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Akses jalannya mulus dan lebar, dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tracking Mangrove, Karimunjawa
Lokasi tepat Tracking Mangrove berada di Desa Kemujan, Kecamatan Karimun. Suasana sunyi mulai terasa saat kami memasuki gapura Tracking Mangrove. Semak belukar menyambut kedatangkan kami disusul angin sepoi yang sesekali menerbangkan ujung hijabku. Ah ya, memang benar kata tour guide kami, kalau Karimunjawa bukan melulu soal wisata bahari, ternyata ada wisata darat yang nggak kalah eksotis. Sepanjang tracking, aku menjumpai beberapa gazebo kayu yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat.
Tanaman Bakau, Tracking Mangrove Karimunjawa
Uniknya di Mangrove Tracking Taman Nasional Karimunjawa terdapat gardu pandang, dari gardu pandang ini pengunjung bisa menikmati tiga view sekaligus: laut, tanaman bakau, dan pegunungan. Allahu, sewaktu aku sampai di atas rasanya enggan untuk turun. Ya gimana, semilir banget, tenang, syahdu, nyaman kaya lagi nyeder di pundak gebetan. *eh, maklum ya di tempatku nggak ada yang beginian 😩
Gardu Pandang, Tracking Mangrove Karimunjawa
Panjang rute Tracking Mangrove kurang lebih 2 km, lumayan jauh ketika ditempuh cewek yang abis mabok laut, tapi alhamdulillah nggak terasa capek atau gempor. Mungkin karena saking menikmati suasana di Mangrove ini.

Kaki kami masih terus menelusuri papan kayu yang tertata rapih, sesekali berhenti untuk mengambil gambar. Harga tiket masuk wisatawan lokal Rp. 10 rb/orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp. 150 rb/orang. Untuk fasilitas toilet dan mushala sedang dalam perbaikan. Nah, untung aja nggak pengin pipis, kan? 😹
View dari Gardu Pandang Tracking Mangrove, Karimunjawa
Oya, Tracking Mangrove ini dibuka pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Menurutku sih lebih enak berkunjung pagi atau sore hari (sekalian nyunset) katanya gardu pandang Mangrove menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset, tetapi kemarin kami memilih nyunset di Pantai Tanjung Gelam.

Sunset Pantai Tanjung Gelam Karimunjawa

Dari Mangrove menuju Pantai Tanjung Gelam membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Aksesnya lumayan menantang, selain jalan yang agak sempit, kami juga harus melewati tanjakan dengan kemiringan yang beneran miring. Tapi alhamdulillah sopir kami jago dong, udah jadi makanan sehari-hari sih. Cuma aku masih berpikir keras aja, gimana kabar kalau mobil papasan pas ditanjakan? Secara jalannya sempit, nanjak pula. *eh kalian nggak usah ikut mikir ya 😹
Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa
Sesampainya di pantai Tanjung Gelam aku baru tersadar, ternyata nggak ada tiket masuk ke pantai atau ke pulau di Karimunjawa, beneran free! Udah gitu, parkir mobil dan motor pun sama sekali nggak dipungut biaya. Ampun deh, beneran gratisss tiss tiss. Duh ya, Karimunjawa nggemesin! 😚 disaat tempat wisata yang lain masih ada yang melakukan pungli, tapi di Pulau Karimunjawa HTM aja nggak berlaku. Mantap kan? Mantap dong!

Pantai Tanjung Gelam ini masih berada di kawasan Pulau Karimunjawa. Jernihnya air laut, lembutnya pasir putih, dan kokohnya karang, sukses membuat narsis gawan bayiku kumat. Ya gimana, di Banjarnegara tuh nggak ada kaya ginian. Apalagi terumbu karangnya juga terlihat jelas karena airnya emang jernih banget. Btw, aku bangga banget dengan wisatawan Pantai Tanjung Gelam, mereka tuh beneran membuktikan rasa sayangnya dengan cara nggak buang sampah sembarangan. Buang kenangan aja yang sembarangan, ya. Sampah jangan!
Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa
Selain bisa main air dan pasir sepuasnya, pengunjung juga bisa bermain ayunan. Yap, yang masa kecil kurang bahagia, bolehlah ayunkan kenanganmu di sini. Kalau capek, laper, atau haus nggak usah khawatir. Di pantai Tanjung Gelam terdapat warung penjual makanan dan kelapa muda kok. Kalau habis minum kelapa muda njuk beser jangan khawatir juga, ada toiletnya kok. Ya meski seadanya sih.

FYI, di pantai Tanjung Gelam ada pohon kelapa yang tumbuh miring melengkung lho, uwww ramai banget jadi spot photo. Tapi kalau aku sih lebih milih gegoleran, nglekor di pasir pantai, mendengar desir ombak sembari menikmati matahari terbenam, menghirup udara pantai dan merasakan lembutnya pasir putih. Pokoknya panca inderaku sempurna merasakannya. Di titik ini, aku merasa bisa menengok diriku sendiri, kembali untuk mencintai dan menyayangi diri sendiri. *molai, nglantur 😚
Sunset Pantai Tanjung Gelam, Karimunjawa
Menikmati sunset di Pantai Tanjung Gelam memang syahdu banget, Gusti... Di bibir pantai Tanjung Gelam, aku berbisik pelan kepada Semesta bahwa "Tuhan maha baik". Percayalah! Rasanya tuh nggak pengin buru-buru pulang ke homestay tapi mesti istirahat untuk melanjutkan trip hari kedua.

Kalau kamu lagi di Karimunjawa, nggak ada salahnya mencoba tur darat. Lumayan bisa mengalihkan mabok laut😹😹😹

"Tulisan ini merupakan rangkaian kegiatan Famtrip Kep. Karimunjawa (GenPI Jateng) yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah"

You May Also Like

32 komentar

  1. Duuh, jadi ngidam ingin trip ke Karimun Jawa, hiks.
    Asyik yah mbak kalau tanpa HTM, atau sudah jadi satu dengan biaya trip ya? Hehehe.
    Perlu dicontoh edukasi masyarakatnya yang benar-benar bisa menjaga kebersihan di daerah pantai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl misal mau solo traveling juga nggak dikenakan biaya msuk kok mbak, tp ada sih salah satu pulau yang menerapkan htm.. cuma pulau2 yg kemarin ku kunjungi gratisss htm.. beneran bersih e setiap pantainya

      Hapus
  2. Beneran bikin jatuh cinta nih Tanjung Gelam... Langsung pengen nggeret si dia ke sana... Wkwkw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbaaak, plisss... Tahun depan ke sana lagi yuk

      Hapus
  3. wihh surga banget, sekalian menetap disana :))
    rutin famtrip tiap tahun ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl menetap di sana blm ada keinginan deh mas.. hehehe
      masih betah dan nyaman di Banjarnegara.. cuma kebetulan ikut famtrip :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. opo koe mas? nyosss kena muntahan? hahaha

      Hapus
  5. Aih fotonya cakep cakep. Boleh dong nih kapan kapan difotoin.
    Kalau mangrovenya sampai jam 16.00 berarti nggak bisa lihat sunset dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini ke Banjarnegara, setauku untuk loket msuk mangrove jam 16.00. tp pintu keluarnya sampai pukul 19.00n kok

      Hapus
  6. Woh, anak FamTrip...aku ra mampu *angkat tangan*

    Aku mbatin, weh, ini anak kuat juga 2.5 jam naik kapal laut. Oh ternyata mabok juga xD
    Aku juga bakal gitu, sih, kayaknya. Enggak kuat. Apalagi kalau pas kapalnya kena ombak. Hmmm, muntah teruuss... Wkwkwkw, Banjarnegara adane Dieng lagi - Dieng lagi, ya, La'?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos dulu sini mas.. Hahahha
      aku mabok berangkatnya doang doong, pulangnya nggak maboook! sehaad banget, meski drama ditinggal travel dan kehabisan tiket kereta. Alahmdulillah sampai Banjarnegara bahgiaak

      Hapus
  7. mba ella hobi yah jalan jalan teruss eheh

    BalasHapus
  8. Emang kalau udah demennya ngayap, badan kurang fit enggak jadi soal. badan akan terasa sehat malah setelah berada di lokasi wisatanya.
    Tapi, nanti capeknya pasti berasa pas udah pulang.

    tapi ngomong-ngomong gebetannya kok enggak pernah keliatan? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ampun maas, sekarang udah enakan kok badannya. meski sempat khawatir tepar lagi. Hehehe
      gebetannya yg motretrin ihh.. Huauauaua

      Hapus
  9. Belum pernah main ke KarJaw nih. Pengen ke sana, begitu cek jadwal harus nambah cuti. Jadinya cuma wisata kuliner aja di Semarang hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cus akhir tahun mas, indah banget sungguh

      Hapus
  10. Asyiknya ke Karimunjawa, akyu belum pernah donk *kok bangga* haha. Hutan mangrovenya itu dengan jembatan papan sepanjangnya serta gardu pandang, benar-benar bikin hepi pengunjung.

    Semoga kamar mandi dan musholanya lekas selesai diperbaiki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahha, ku doakan semoga dapat kesempatan ke karimunjawa ya mbak...
      iyaa, sepertinya untuk renovasi mushala dan toiletnya hampir jadi

      Hapus
  11. Ciehh yang ke sana terus kakinya sakit kecapekan jalan kaki buahahahhaha

    BalasHapus
  12. Uluuuuh,,,uluuuh keren banget nih karimun jawa, tapi rasanya ada yang kurang nih (KAMU BELUM FOTO SAMA AKU DI KARIMUN JAWA)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry kemarin gugup kan, besok kita ketemuan di karimunjawa lagih yaaaa.... aamiin

      Hapus
  13. Wow pantainya cantik sekali? Kpn ya bisa trip ke Karimunjawa...

    BalasHapus
  14. Hadehh.. Gek kapan ki iso ng Karimun...?

    Tapi embuh kenapa, seperti g begitu antusias ke Karimun, meski indah banget..
    Mugkin merga g iso renang.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Podhoo, aku yo mung iso ngambang ra cetho mas.. bodo amat, penting nyemplung dan tenang. eheheh

      Hapus
  15. Eh kalau trip sendirian itu gmn ya? Maksudnya bukan yang dikoordinir gitu.

    Posisi dy itu ada di utara Semarang? Jepara? Sering dgr, tp bru ni kepo sm tempat ini, katanya eksotis tempatnya. Dan nampaknya begitu, dri postingan ni sy jd kepo.

    BalasHapus
  16. tanggung jawab!! aku jadi ikut mikir gimana kalau mobil yg lagi nanjak itu papasan sama mobil dari atas di jalan sempit itu.. -______-

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
  17. yang orang asli karimun pasti bangga banget, kalo tiap hari bisa nyunset di pinggir pantai yang cakep kayak gini

    BalasHapus
  18. Senangnya yang udah pernah main ke Karimunjawaa...

    Btw itu harga tiketnya jauh banget antara orang lokal sama mancanegara. Gimana bule-bule mau main ke Indonesia, kalo dari segi tiket aja jauh banget bedanya.

    BalasHapus