Festival Karimunjawa 2018: The Hidden Paradise of Culture and Nature

oleh - Oktober 07, 2018

Pulau Geleang 📷 Mas Gugun
Siapa yang belum tahu keindahan Pulau Karimunjawa? Kalau ada yang belum tahu, sini deh duduk bareng aku, bakal aku ceritain surga kecil Indonesia ini. Berdasarkan data dari laman wikipedia, sejak tanggal 15 Maret 2001 Karimunjawa ditetapkan oleh Pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimunjawa bisa dikatakan sebagai rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, diantaranya 242 jenis ikan hias.

Karimunjawa memiliki 27 pulau dan memiliki 5 ekosistem. Kerennya nih ya, Karimunjawa termasuk salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang ditetapkan oleh Kemenpar sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
Festival Karimunjawa 2018
Pada tanggal 25-30 September 2018 telah digelar Festival Karimunjawa dengan tema "The Hidden Paradise Of Culture And Nature" di Alon-alon Karimunjawa. Festival perdana yang digelar hampir sepekan ini merupakan bagian dari promosi Destinasi Wisata dan Budaya Jawa Tengah. Dengan adanya Festival Karimunjawa 2018 diharapkan mampu menambah kunjungan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara agar lebih lama tinggal di sana.

Festival Karimunjawa 2018 dimulai dengan agenda Sapta Pesona, Pentas Wayang Kulit, Gelaran Expo Produk Unggulan, Festival Kuliner, Workshop, Lomba Perahu Hias, Sarasehan Sail 2018, Lomba Mancing, Tari Egreg Pesisiran, Walking Fun Beach, hingga CongRock Reggae Beach.

Rombonganku bersama 9 teman (blogger dan media) tiba di Karimunjawa pada tanggal 28 September 2018, artinya ada banyak rangkaian kegiatan di Festival Karimunjawa yang kami lewatkan. Namun tidak mengapa karena kami masih dapat menyaksikan beberapa agenda menarik seperti Expo Produk unggulan Karimunjawa.
Suasana Expo Karimunjawa 2018
Pertunjukan Seni Tari Egreg Pesisir
Malam itu, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Expo Produk Unggulan Karimunjawa yang digelar di Alon-alon Karimunjawa.  Gapura berukuran sedang bertuliskan Festival Karimunjawa 2018 menyambut kedatangan kami. Lebih dari 20 stand berjejer rapih memamerkan berbagai produk unggulan Karimunjawa. Mulai dari berbagai kuliner seperti Sate Surimi, Kue Bolu Pecak, Lontong Krubyuk, dan Lontong Tahu Campur hingga stand yang menjual berbagai cindera mata berbahan baku kayu.
Launching Festival Karimunjawa 2018
Bersyukurnya nih, aku masih bisa menyaksikan Launching Festival Karimunjawa 2018 pada tanggal 29 September 2018. Festival Karimunjawa resmi di Launching sebagai event rutin tahunan oleh Bapak Urip Sihabudin selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah sekaligus mewakili Bapak Gubernur Jawa Tengah. Dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab. Jepara, beserta Camat dan jajarannya.
Penampilan CongRock Reggae Beach
Trip 2D3N di Karimunjawa sudah bisa membuatku menyatakan kalau Karimunjawa merupakan salah satu oase keindahan yang terletak di Jawa Tengah. Mulai dari sunrise, sunset, keindahan alam bawah laut, hutan mangrove hingga perbukitannya.
Pelabuhan Karimunjawa
Aku mulai terpikat dengan cantiknya Karimunjawa saat tiba di Pelabuhan Karimunjawa, hamparan air yang begitu jernih dengan degradasi warna biru dan hijau seakan memantulkan cahaya dari sinar matahari. Tidak hanya sampai di situ, takjubku klimaks saat mengunjungi beberapa pulau yang jaraknya berdekatan satu sama lain (Island Hopping) dari Pulau Menjangan Kecil, Pulau Geleang, hingga Pulau Cemara Kecil. 

Pulau Menjangan Kecil memiliki spot Snorkling terbaik, aku dapat menikmati keindahan alam bawah laut dengan kedalaman kurang lebih 5 meter, begitu lompat dari perhau, badanku langsung di sambut oleh ratusan ikan. Mataku menjelajah dasar laut, mencari terumbu karang. Meski kata Mas Gugun (pemandu) tidak diperbolehkan menyentuh apapun ketika melakukan snorklling.
Keindahan Alam Bawah Laut Menjangan Kecil Spot
Selain keindahan alam bawah laut yang menakjubkan, aku terkesima dengan Pulau Geleang. Pulau ini memiliki pasir putih yang begitu halus, lengkap dengan pepohonan yang rindang serta air laut yang hijau kebiruan. Pulau Geleang ini sering dijadikan pilihan tempat makan siang dengan barbequean di bibir pantai.
Pulau Geleang Karimunjawa
Harapanku dengan ditetapkannya Festival Karimunjawa sebagai event tahunan dapat menjadikan branding baru untuk Karimunjawa, karena Karimunjawa bukan melulu tentang wisata bahari. Tetapi Karimunjawa juga memiliki kekayaan budaya dan religi yang dapat dikenalkan secara global.Di hari terakhir gelaran Festival Karimunjawa 2018 kami mengikuti Walking Fun Beach Karimunjawa yang diikuti oleh siswa siswi sekolah dasar, wisatawan domestik maupun mancanegara serta masyarakat Karimunjawa. Sayangnya nih kami hanya bisa menikmati Festival Karimunjawa dari hari ke empat.
Walking Fun Beach Karimunjawa 2018
Semoga ya, informasi seperti jadwal dan rangkaian kegiatan Festival Karimunjawa tahun depan dapat diinfokan lebih detail dan jelas kepada masyarakat, baik melalui media online maupun offline supaya kegiatan Festival Karimunjawa dapat mendatangkan wisatawan sesuai target yang diinginkan.

Semoga lagi nih, tahun depan Festival Karimunjawa lebih banyak melibatkan masyarakat Karimunjawa khususnya, dan masyarakat Kabupaten Jepara pada umumnya.

Oya, tak lupa ucapan terima kasihku kepada GenPI Jateng dan Disporapar Jateng atas undangan Famtrip Kep. Karimunjawa 2018. Ini merupakan perjalanan pertama yang aku lakukan ke Karimunjawa, bermodalkan rasa penasaran dengan Karimunjawa yang akhirnya dapat aku takhlukkan. Ya! Karimunjawa dengan banyak cerita, salah satunya #FestivalKarimunjawa2018.

Kepada ombak, kepada lautan, kepada diri sendiri aku sempat mengucapkan janji, berjanji suatu saat datang kembali.


“Artikel ini sedang diikutsertakan dalam Lomba Festival Karimunjawa 2018 yang diadakan oleh Disporapar Jawa Tengah dan #GenPIJateng”

Mungkin Kamu Suka

64 komentar