Refleksi Diri Selama 365 Hari

oleh - Desember 31, 2018

Malam ini, jemariku sudah siap menari di atas keyboard nih, yaaa gimana, maunya curhat terosssss. Eh nggak papa dong, mumpung di penghujung tahun 2018 kumau bersyukur atas apa yang Tuhan kasih melalui blog ini. Kurang lebih 2 jam lagi menuju tahun 2019. Pun semoga segera menuju pelaminan juga ya, nananana! Nggak nyambung banget asli

Tahun 2018, banyak banget kesempatan dan rezeki yang Tuhan kasih, padahal kalau flashback tujuan awal punya blog cuma buat curhat, nulis asal nulis aja sesuai isi hati. Kuncinya "tulus", mau ada yang baca kek, mau nggak kek, nulis aja udah. Tapi makin kesini makin memperhatikan kualitas konten dong, sebisa mungkin nulis yang bermanfaat buat orang lain, yakali aja ada yang butuh, kan? Misalnya butuh stalking aku, berhubung aku anaknya baik hati, maka kutulis semua curhatan di sini. Nyoh yang mau stalking, nyoh! PEDE BANGET ALLAHU😹

Pencapaian terbesar di tahun 2018 adalah ketika aku keluar masuk Rumah Sakit (opname) HANYA dua kali selama setahun, wohooo rekor banget kan, meski masih mondar mandir check up ke Rumah Sakit beberapa bulan sih, tapi ini rekor banget dibanding tahun 2017 keluar masuk Rumah Sakit (opname) sampai 8 kali. Tapi syukur alhamdulillah Tuhan selalu memberi kekuatan.

Alhamdulillah lagi, tahun ini dua tulisan bisa masuk nominasi lomba. Tahun ini pula karena blogging, aku bisa bertemu dengan orang-orang keren, orang-orang hebat yang sepassion, juga bisa ke sana kesini ke tempat baru dapat pengetahuan dan pemahaman baru. Lebih bersyukur lagi karena aku bisa kenal kamu, bisa ketemu kamu, bisa.......... Nggak jadi ahπŸ™Š semuanya berkat blogging. Doakan ya siapa tahun dia memang jod.......... Uwwwww, aamiin

Meskipun tahun ini total tulisan hanya 80 postingan, tapi nggak papa karena bukan seberapa banyak yang di posting, melainkan seberapa tulus mau berbagi. Tahun lalu, aku memberanikan diri untuk menulis pengalaman menghadapi Kista Ovarium, berharap bisa berbagi semangat dengan perempuan hebat di luar sana, dan ternyata benar, banyak email dan DM yang menanyakan seputar kista ovarium. Pengin kupeluk mereka satu-satu, pengin kukirim kekuatan ke mereka, pokoknya tiba-tiba berasa punya tanggung jawab buat bantu mereka, buat meyakinkan mereka kalau mereka bisa sembuh, meski cuma bisa bantu support. Duh ya, jadi mewek gini. Tahu persis rasanya didiagnosa kista ovarium tuh. 😭 tapi alhamdulillah, aku sudah sembuh.

Perjalanan selama 2018 ini luar biasa banget, kadang aku sendiri nggak menyangka kalau aku bisa bertahan sampai sekarang. Kalau Tuhan beneran selalu menepati janjiNya. Akupun selalu ingat, dulu ada seseorang yang 'pernah' percaya dan yakin atas diriku sendiri. Di tahun ini, aku baru sedikit demi sedikit mampu membuktikannya, mampu percaya lagi pada diri sendiri, melewati 365 hari dengan merelakan, dengan melepaskan, dan dengan menerima. Terima kasih untukmu yang sudah memberi banyak hal baru, 2p! Dimanapun kamu sekarang, semoga Tuhan selalu menyehatkanmu! Aamiin

Bicara soal harapan di tahun depan, sebenarnya buanyak banget harapan, kemauan, dan keinginan. Nggak bisa kusebut satu-satu. Yang jelas, semoga selalu konsisten publish artikel, semoga saja sehat selalu biar hasrat nulis tersalurkan, karena dulu pernah tuh waktu lagi opname masih dengan selang infus di tangan saking kangennya pengin nulis dan curhat, ku ngdraft di handphone dong. Demi apa coba? Demi menjaga agar otak dan perasaan tetap waras. Hahaha
Rasanya tuh ada kepuasan tersendiri ketika menyelesaikan tulisan, meski cuma curhat, tapi batin, pikiran, jiwa, dan raga bahagia, sentosa, dan sejahtera.

Terima kasih kuucapkan kepada jajaran para gebetan yang sudah support selama setahun ini, terima kasih pula untuk orang-orang yang selalu ada di sekelilingku. Pun terima kasih untuk kamu yang beberapa bulan ini ekstra sabar menguatkan, berbagi, dan mengingatkan perihal kesehatanku. Nggak ketinggalan dong, terima kasih kepada diri sendiri yang sudah kuat, sudah mau berusaha, sudah mau berjuang. Semoga kita makin kuat dan sabar. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat supaya semangatku selalu meningkat. Pokoknya, selagi bisa, selagi mampu, selagi sanggup, selagi sehat lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, selamat berkarya semareme!

Semoga lagi Tuhan selalu melembutkan hati kita, supaya hati kita nggak ada dendam sedikitpun. Aamiin

Selamat Tahun Baru, 2019 yaaaa!!!! Selamat menjalani 365 hari ke depan...  πŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ†


Mungkin Kamu Suka

68 komentar