Menikmati Keasrian Hutan Mangrove Sari Brebes

oleh - Januari 06, 2020

Foto di Menara Pandang Hutan Mangrove Sari
Bus kami melaju cepat selepas singgah di PG Jatibarang Brebes. Aku bersama rombongan Blogger dan Media menuju destinasi selanjutnya. Kami akan mengexplore Hutan Mangrove Sari, Brebes. Beberapa kali bus yang kami tumpangi melewati jalan yang agak rusak, kami duduk kurang nyaman karena badan berasa sedang diguncang-guncang. Bahkan hp Mas Achi yang berada di pangkuannya ikut terbang melayang. Ini seriusan deh nggak lebay. Huhu

Sebelum tiba di Hutan Mangrove Sari, kami berhenti untuk makan siang dan melaksanakan salat dzuhur. Begitu turun dari bus, hawa panas langsung terasa. Brebes beneran panas, ya? Yaiyalah, kalau dingin mah Dieng. Uhu
Jalan yang sedikit nggronjal pasti akan membuat perut kurang nyaman apalagi setelah diisi hidangan khas Dukuh Pandansari ini. Otakku langsung bekerja, mencari solusi bagaimana caranya tiba di hutan Mangrove Sari tanpa naik bus lagi. Jalan kaki? Oh nggak mungkin, lumayan jauh uy. Naik ojol? Ya mana ada woi.

Kalau kata pepatah sih, pucuk dicinta ulam pun tiba, karena pas kami selesai makan ada mas-mas pengelola Hutan Mangrove Sari sedang mencari kunci motor, seprtinya dia juga mau ke Mangrove. Trus aku langsung basa basi nanya dong yaa. Eh iya, ternyata mau ke Mangrove, yaudah deh mental mbonceeengan beraksi. Wkwkwk
Kalau naik motor berarti kudu siap panas-panasan ya, tetapi nggak masalah dong. Ya daripada naik bus malah mabok karena perut udah keisi nasi. Mending panas-panasan bentar naik motor kulit makin hitam yaudah sih nggak usah pusing. *ngomong sama diri sendiri

Suasana Hutan Mangrove Sari

Hutan Mangrove Sari, Brebes
Nggak lama kami berkendara, di depanku sudah terlihat banner segede gambreng bertuliskan Selamat Datang Di Hutan Mangrove Sari. Masnya pun mempersilahkan aku turun karena kami sudah sampai. Aku mencari tempat duduk yang agak rimbun, karena gilaaaaa panasnya. Ya maklum lah, udara di tempatku nggak sepanas ini. Tapi ya wis sih ora usah gumunan karo panas! Huhuhu
Sembari menunggu rombongan bus datang, aku mulai mengamati sekitar.

Awalnya nggak begitu yakin dengan Hutan Mangrove Sari ini, ya gimana. Dari loket pembelian tiket terlihat sepi, tapi banyak petugas berseragam batik berjaga. Pikirku "oh mungkin banyak personil ditugaskan karena menyambut kami" Ciiiih PD banget, La, La! Wkwkwk
Kami mulai melangkahkan kaki memasuki area Hutan Mangrove Sari. Di kanan kiri banyak warung yang menjajakan es, makanan ringan, hingga makanan berat. Kami sempat berhenti membeli es untuk melepas dahaga, lalu melanjutkan perjalanan lagi. Deg, kok ada perahu? Aku kaget. Pikirku mungkin perahu-perahu ini dikhususkan untuk pengunjung yang ingin berkeliling rawa.

Aku menaiki perahu kayu dengan hati-hati, sengaja nggak mengenakan life jacket karena panas buanget uy. Ya padahal mah takut kalau kenapa-kenapa nggak bisa berenang. Tapi bismillah aja udah. Sing penting yakin!!!
Sepanjang pejalanan kami disambut oleh ribuan pohon bakau jenis Rhizophora. Perpaduan warna dedaunan yang hijau dengan hamparan air rawa membuat suasana terasa adem ayem ditambah semilir dengan tiupan angin spoi.
Puing-puing pohon bekas abrasi
Puing-puing pohon bekas abrasi
Aku sempat speechless saat melihat sisa puing pohon bakau yang terkena abrasi. Merinding, karena memang baru pertama kali melihat secara langsung akibat abrasi. Betapa dahsyat abrasi yang melahap habis dusun Pandansari ini. Tetapi berkat semangat masyarakat sekitar, pelan-pelan mereka mencoba menanam pohon bakau dengan harapan baru. Dan sekarang ini, kakiku sedang menapaki harapan masyarakat Desa Pandansari. Uwwww

Sekitar 15 menit kami menaiki perahu kayu, dari jauh sudah terlihat tulisan Dewi Mangrove Sari. Aku kembali berpikir, ternyata kami baru akan sampai di area Mangrovenya. Laaaah, ku kira mangrovenya cuma di dekat loket sana. Uhuk. Makin speechless karena ternyata di sini lumayan ramai.
Hutan Mangrove Sari, Brebes
Perahu kayu kami bersandar dengan sempurna, satu persatu penumpang menaiki lantai kayu yang menghubungkan area hutan ini. Agak sayang saat melihat papan kayu yang dicat warna warni terlalu mencolok, kulebih suka warna kayu alami. Yaudah sih, nggak usah berisik, La!

Menara Pandang Mangrove Sari

Menara Pandang Hutan Mangrove Sari, Brebes
Kami terus melangkahkan kaki, menikmati udara segar di tengah-tengah pepohonan sesekali berfoto di beberapa spot. Di mangrove Sari ini terdapat menara pandang juga macam Traking Mangrove Karimunjawa. Dari atas sini hamparan rawa dan pepohonan baku terlihat sangat indah. Sayangnya panas banget, yah panas lagi yang disalahin mulu. Huhu

Asmara Burg

Asmara Burg
Selain menara pandang, ada jembatan asmara yang menjadi spot orang-orang berfoto. Aku sih nggak begitu suka foto saat terik, ya gimana. Hasilnya bakal nyengir silau. Wkwkwk
Tapi kalau diajakin foto mah hayuk aja.

Taman Bermain Anak

Ih auto senyum-senyum pas melihat beberapa anak kecil bermain prosotan di area Hutan Mangrove ini, keren sih pengelola memperhatikan fasilitas untuk anak-anak. Tapi sayang lagi, nyamuknya buanyak. Aku aja yang berhenti cuma buat foto udah dikrubutin nyamuk. Huhu

Fasilitas Hutan Mangrove Sari

Oya, untuk fasilitas Mushala dan Toilet ada doong letaknya di dekat menara pandang. Fasilitas rute jalan yang terbuat dari kayu juga masih kokoh dan kuat. Kalau lapar nggak perlu khawatir karena banyak warung makan yang berjualan di area hutan. Harganya masih terjangkau kok meski di tempat wisata.

Tiket Masuk Hutan Mangrove

Untuk tiket masuknya murah pol, dengan Rp. 20rb weekday dan Rp. 25rb weekend kita udah bisa menikmati hutan Mangrove Sari plus naik perahu pulang-pergi. Buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB, jangan berkunjung pas malam-malam ya. Percuma nggak bakal bisa melihat pemandangan. Yakali siapa juga yang malam-malam mau main ke hutan?

Lokasi Hutan Mangrove Sari

Hutan Mangrove Sari, Brebes
Kalau ditempuh dari alun-alun Brebes membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di hutan Mangrove Sari ini. Letaknya ada di dusun Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kec. Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, tapi kudu hati-hati ya. Jalannya sedikit nggronjal.

Kalau kalian lewat Brebes, coba deh singgah sebentar di Mangrove Sari ini. Sama aku juga hayuk banget!


Mungkin Kamu Suka

44komentar

  1. wihh dalam rangka apa bersama rombongan ke brebes mba... kayakny ndak cuma ngunjungn wisata mangrove aja deh...Kepo..

    Kalo lokasinya di brebes selatan mungkun pas liburan bisa dicatet nih..
    Kalo ke pantura soalnya agak jauh, lbh deket ke purwokerto brebes ku

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam rangka main aja, mas. eheheh
      iya kmrin juga sempet ke pulau cemara di brebes.. wah brebesnya perbatasan ya? jd lebih dket dg purwokerto?

      Hapus
  2. Aku malah belum pernah ke hutan mangrove sari di Brebes, padahal aku dari Tegal. Soalnya aku kerja di Banten.

    Insya Allah ntar kalo lebaran kesana ah. Kayaknya asyik ya kak.😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. yas besook pas mudik main2 ke Mangrove Sari, Mas. bikin mata ademmm, ngleiat pepohonan mangrove

      Hapus
  3. Dulu di pantai di desaku abrasi, padahal tadinya luas banget, bahkan di pake buat pacuan kuda. Sekarang mulai nanam pohon mangrove katanya sih bisa mencegah abrasi dan bagus juga buat habitat ikan dan mahluk2 air, dulu awalnya digerakan sama mahasiswa2 yang kkn, dan sampai sekarang alhamdulillah mangrovenya sudah banyak dan tumbuh subur.

    Sebenarnya yang ada dalam kepala saya, saat melihat mangrove2 itu adalah MANCING, soalnya filling saya itu pasti banyak ikan redbasnya hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah desa mana, Mas? Syukurlah kalau mulai menanam pohon mangrove, btw hobi mancingkah? wkwkwk

      Hapus
  4. wah keren banget nih hutannya masih ari banget ya kak.. keren abiz.. jadi pngen kesana tapi emang jauh banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, seger bgt rasanya meski udaranya ya mayan panas karena ke sana pas dzuhur.. uhuy

      Hapus
  5. Wah wah indahnya, apalagi kalau di pandang dari menara pandang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi mbak2 yang pose dari menara pandang ya. hihihi

      Hapus
  6. kalau lah alam kita di jaga dengan baik, tentu tidak ada abrasi, longsor dan polusi udara, sayangnya itu menjadi ironi di Indonesia ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting kudu bersahabat dengan alam.. biar semua makin seimbang

      Hapus
  7. Dulu ke sini malah sibuk makan kepiting.
    Sebenarnya pengen ketemu dengan bapak yang pertama kali menanam mangrove di sini. Sayang belum ada waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk.. semoga lain kali ke Brebes bisa ketemu sama bapak2 yang dimaksud, Mas

      Hapus
  8. Mirip dengan pesona pantai mangrove yang di ayah gombong nih mb ella

    Klo ke brebes jujur selalu melintas bentar alias transit
    Pingin rasanya mnikmati kota dan beberap spot menariknya kayak gini
    Btw sama, ku juga mabokan klo naik bis wkwkk, makanya aku selalu sedia sropot2 alias dragon or inhaller hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah blm pernah main ke mangrove gombong e mbak. kapan2 kudu ke sana nih.. wah iya, tos dulu sesama pemabok, wkwkwk

      Hapus
  9. Keren juga tempatnya.
    Ijo-ijo seger.

    BalasHapus
  10. Suka sangat dengan view nature yang macam ni. Close to nature :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, bikin adem mata, hati, dan pikiran. eh

      Hapus
  11. Suka sangat dengan view nature yang macam ni. Close to nature :)

    BalasHapus
  12. Wahhh tempatnya keren nih, selagi kesana kita juga harus menjaga keindahan tempat tersebut dan menjaganya dengan baik... Apalagi perjalanan yang jauh pasti membawa makanan atau cemilan, nah sampahnya dibuang pada tempatnyaa hehe... Wahh untuk tiket masuknya per orang yaaa?, apakah bisa rombongan gitu gak ya, dan kena diskon gitu heheh :D Sapa tau kan mau ada rombongan anak SMA atau jalan jalan sambil belajar gitu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. tiket untuk dewasa 20 ribu kakak. kl untuk rombongan kurang tahu deh, apakah ada harga tertentu atau ada diskon. ehe

      Hapus
  13. Cantik-cantik foto pemandangannya mba :D

    Saya terakhir kali ke hutan mangrove sepertinya 10 tahun lalu. Itupun bukan yang di Brebes, karena saya pribadi belum pernah ke Brebes. Semoga one day saya bisa ke Brebes dan lihat hutan mangrove :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbaaak. wah iya semoga kapan hari bisa main ke Brebes trus mampir mangrove sari yaa. ehehe

      Hapus
  14. Baguuuusssss

    Intagrammable bangeeettt~

    BalasHapus
  15. Wah mantul tenan mbak viewnya... sekarang mulai banyak dikembangkan wisata wisata hutan mangrove yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeeiii mas, kemana ajaa baru muncul? wkwkwk
      iya ini dikembangkan wisata hutan mangrove karena dulu pernah terkena abrasi..

      Hapus
    2. Iya ki agi rada males ngeblog jadi jarang update + blogwalking. Wkwkw..

      Hapus
  16. dan kini mgarove menjadi harapan baru dusun Pandansari. bukan hanya sebagai penahan Abrasi, malah jadi tempat wisata yaa mbak. harganya pun mumer, bisa jadi wisata edu buat anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya beneeer, selai buat penahan abrasi, hutan mangrove juga dijadikan tempat wisata

      Hapus
  17. keren banget sih tempatnya, cuman sayang gak ada yang mau di ajak kesana :D

    BalasHapus
  18. Hutan mangrove cakep banget memang. Tapi, setiap kali ke hutan mangrove, saya mesti main tepuk-tepukan sama nyamuk. Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaaa, aku pun. eh tapi pas di hutan mangrove grand maerakaca Semarang, aman deh. aku nggak digigitin nyamuk

      Hapus
  19. mangrove memang punya daya Tarik tersendiri

    BalasHapus
  20. Yah, biyen gur lewat Brebes tok.. Tak kira g enek sing kaya ngeneki.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaaah, sesuk lewat neh kudu mampir kene. mayan lho, mas

      Hapus
  21. Brebes ki sebenere apik. Kalau hutan mangrovenya sih emang lestari. Tapi hutan pegunungannya kayaknya yang kurang terawat. Jadi ya bablas ambyar kalau ada hujan deras. Hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya kah? semoga sih hutan pegunungannya ada perhatian khusus biar kalau hujan nggak bablas ambyar

      Hapus
  22. Brebes, boleh juga nih mampir ke Brebes, mungkin brebes selama ini cuman aku lewati aja.
    Ternyata disana ada wisata mangrove nya

    BalasHapus