Museum Ranggawarista: Menyimpan Berbagai Warisan Budaya Jawa Tengah

oleh - Juni 10, 2020

Museum Ranggawarsita
Kita sarapan dulu, ya? Mau sarapan apa? Tanyanya saat kendaraan kami membelah jalanan kota Semarang.

Nanti deh, belum pingin sarapan. Ke Museum Ranggawarsita dulu, yuk. *sambil nyedot susu kotak

Negosiasi untuk sarapan nanti-nanti ternyata nggak digubris, padahal perut sudah diisi sekotak susu. Akhirnya kami mencari sarapan terlebih dahulu sebelum sampai di Museum Ranggawarsita.

Dulu, pertama kali ke Museum Ranggawarsita kami 'kecelik' alias kecewa karena nggak tahu jadwal operasional museum ini. Makanya saat ada kesempatan ke Semarang lagi, wishlist pertama yang kami masukkan adalah menuju Museum Ranggawarsita, berharap setibanya di lokasi nggak tutup lagi.
Sesampainya di area parkir, mataku menjelajah ke arah bangunan Museum. Dari kejauhan tidak tampak adanya pengunjung. Dalam hati ngomong sendiri "duh kayaknya zonk lagi nih". Kami melangkahkan kaki, meski saat itu udara Semarang terasa menyengat padahal baru menunjukkan pukul 08.45 WIB tapi nggak membuat kami mengurungkan niat untuk mengexplore sudut Kota Semarang. Kami saling tatap, menebak-nebak, apakah museum ini tutup lagi? Ternyata saat masuk ke area pembelian tiket beberapa rombongan keluarga sedang mengantre. Yes!!! Buka! Ahahaha. Nggak sabar melihat pameran berbagai jenis "wayang" di dalam museum ini.

Museum Ranggawarsita, Belajar Warisan Budaya Jawa Tengah

Museum Ranggawarsita adalah museum yang menyimpan dan memamerkan berbagai warisan budaya dan benda budaya Jawa Tengah. Museum ini diresmikan tanggal 5 Juli 1989 dan memiliki koleksi 59784 koleksi. Wohoho, koleksinya banyak banget nggak sih?

Setelah ikut mengantre, dua tiket sudah berada di tangan. Lalu, kami menyerahkan tiket ke petugas jaga. Senang deh, karena petugas-petugasnya ramah dengan raut wajah sumringah. Sambil menyiapkan kamera, kami berjalan menuju Golden Room. Kata doi, dengan pengetahuan sok tahunya, bangunan museum ini terdiri dari 4 gedung yang masing-masing menceritakan sejarah berbeda. Ternyata benar, setahu kami Golden Room ini terpisah dari 4 bangunan yang sudah di kelompokkan berdasarkan cerita sejarahnya. Di Golden Room berisi sejarah tentang "emas" dari berbagai kerajaan dan fungsinya pada masa lampau.
Puas melihat koleksi emas di Golden Room, lantas kami menuju ke gedung A lantai satu. Di dalam gedung A ini terdapat koleksi mengenai Geologi dan Geografi, berbagai sejarah bebatuan yang ditemukan di wilayah Jawa Tengah tertata rapih di sana. Lalu, lantai dua gedung A juga berisi wahan tentang Paleontologi (tentang zaman purba), agak serem sih karena terdapat hewan yang diawetkan. Apalagi di lantai dua sepi banget, nggak ada pengunjung sama sekali. Padahal di lantai satu cukup ramai.

Kami bergegas menuju gedung B. Di sana terdapat peninggalan budaya dan kerajinan dari peradaban Hindu Budha yang ada di Jawa Tengah. Sedangkan lantai dua gedung B menyuguhkan koleksi berbagai jenis dan model keramik serta batik.
Sementara gedung C lantai satu, berisi ruang perjuangan bersenjata dengan koleksi benda-benda yang dipakai saat pertempuran, di sana juga terdapat diorama perjuangan bangsa Indonesia saat merebut kemerdekaan. Lalu, di lantai dua gedung C terdapat ruang koleksi teknologi dan kerajinan tradisional, teknologi industri dan transportasi, serta beragam model kerajinan rumahan. Di gedung C lantai dua ini bener-bener aku nggak mau berlama-lama saking sepi dan horornya.
Koleksi Wayang Museum Ranggawarsita
Dengan cepat, kami beralih ke gedung D yang memamerkan tentang pembangunan, tradisi nusantara, dan ruang intisari. Sementara di lantai dua  gedung D merupakan tempat favoritku karena di sana terdapat berbagai jenis koleksi wayang. Keren banget Tuhan, mulai dari proses pembuatan wayang hingga koleksi berbagai wayang antara lain; wayang Beber, Wayang Kidang Kencana, Wayang Gedhog, Wayang Potehi, Wayang Purwa, Wayang Golek, Wayang Buddha, dll tertata rapih. Mungkin kalau ku hitung, ada ribuan koleksi wayang di sana. Sayangnya semua gedung di lantai dua nggak ada pengunjung selain kami. Pencahayaannya pun minim banget, lantainya juga berdebu. :(

Harga Tiket Masuk Museum Ranggawarsita

Dengan harga tiket Rp. 4 ribu/orang, menurutku murah banget karena museum ini sangat luas dengan koleksi benda warisan budaya Jawa Tengah yang super lengkap, cuma keliling 4 gedung aja kaki rasanya gempor

Fasilitas yang ku suka adalah adanya loker gratis yang disediakan untuk menaruh ransel dan barang bawaan lainnya. Apalagi karena memang nggak boleh bawa masuk makanan dan minuman. Museum Ranggawarsita buka setiap hari pukul 08.00 WIB-15.00 WIB. Kecuali hari Minggu tutup pukul 14.00 WIB.

Lokasi Museum Ranggawarsita

Museum Ranggawarsita terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh No.1, Kalibanteng Kidul, Semarang Barat, Kalibanteng Kidul, Kec. Semarang Bar., Kota Semarang. Jika ditempuh dari Simpang Lima kira-kira membutuhkan waktu sekitar 15 menitan.

Sebenarnya pingin ke sana lagi tapi nggak mau cuma berdua karena kalau naik ke lantai dua, horornya nggilani banget dan berujung nggak menikmati koleksi dengan sepenuh hati. Setelah keluar dari dari Museum Ranggawarsita ada rasa sedih di lubuk hati sana, ya gimana nggak sedih? Tempat bersejarah macam gini sepertinya kurang diminati masyarakat bahkan anak mudanya. Sedih juga karena gedung lantai duanya seperti kurang terawat :(

Mungkin Kamu Suka

35komentar

  1. Aku rindu sekali main ke museum huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. besok kl pandemi udah berlalu, main ke museum mbak. Tp kl masih kondisi begini jgn dulu ya meskipun katanya new normal segala, hhh

      Hapus
  2. Kayaknya menarik nih museumnya, Mbak Ella. Jadi penasaran. Di sana ada sudut untuk karya-karya Ronggowarsito kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya ada mas, aku agak lupa karena terfokus ke ruang yang menyuguhkan jenis2 wayang, hihi

      Hapus
  3. Aku di sini lama banget dolannya. Dari pukul 10an, lanjut salat jumat di masjid belakang museum, balik lagi ke sini. Hahahhahaha. Malah paling banyak waktu di perpustakaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang anda ini pustawakan sejati ya, wkwkwk

      Hapus
  4. Enaknya di kota2 besar tuh ada museumnya, jadi bisa buat liburan sambil belajar..
    Lah di tempat saya... hhmmm Mall paling yg jadi tempat liburan.. wkwkwk masuk nggk bayar keluar2 duit abis.. wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha, iya bener. apalah aku yg hidup di desa, kl mau main ke mall aja harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam. kl mau main ke museum ini kudu menempuh perjalanan sekitar 5 jam

      Hapus
  5. aku pernah ke sini
    ada boneka kayak jelangkung buat panggil hujan
    serem sih tapi seru
    ada bus turnya juga ya tapi dulu keburu ke kampung pelangi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahah, bener mas. banyak banget boneka2 yg menyeramkan, nggak berani lama2 di lantai 2. horor bangeeet rasanya

      Hapus
  6. Wahh...lokasinya dijawa tengah pengen bgt berkunjung kesana mbk. Wisatanya bagus2 bgt dan keren2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nunggu pandemi kelar dulu ya mbak, jgn sekarang2, hhh

      Hapus
  7. #langsungcatat...Tempat yang harua dikunjungi kalau ke Semarang lagi.

    Mudah mudahan next time ga dikejar waktu dan bisa berkeliling.

    Cuma 4 ribu saja dan bisa lihat begitu banyak..😲😲😲 murah skali

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas Anton silakan, tp nunggu corona musnah dulu yaa.. biar tetap sehat dan bisa refreshing dengan nyaman :)

      Hapus
  8. Kayaknya aku terakhir ke sana waktu SD dehh. Di sana ada tulang ikan yang gede banget gak ya? Atau aku salah inget? Wkwkwk. Waktu kuliah di semarang, gak pernah ke sana lagi karena jauh, dan bener semarang emang panasnya nyengat banget banget banget wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. beneeerrrr, berbagai jenis tulang ada di sana mbak. mulai tulang yg ukuran kecil sampai ukuran besar segambreng. wes nggak fokus pas masuk ke ruang yg isinya tulang dan tengkorak, wkwk

      Hapus
  9. Gedung A dan Gedung B adalah favoritku..

    Aku pun kalau masuk museum suka berasa horor gitu suasananya, apalagi kalau ngga ada pengunjung lain T_T

    -traveler paruh waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha, iya mas Bara. Hawanya mistis bgt, apalagi kl minim penerangan

      Hapus
  10. Tiketnya sih murah cuma 4 ribu, koleksinya juga sangat banyak sampai 59 ribu tapi kok pengunjung sedikit ya. Mungkin museum bukan menjadi tempat tujuan wisata padahal banyak sejarahnya ya.

    Iya memang seram kalo di lantai dua pas sendirian rasanya gimana gitu ya mbak.😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, mungkin orang2 skrg lebih suka liburan yg memacu adrenalin drpd liburan sejarah begini, hhh
      rasanya di lantai atas berdua aja serem nggak ketulungan :( apalagi sendiri, nggak bisa bayangin

      Hapus
  11. Wowww, harga tiketnya terjangkau banget ya, wajib banget nih mampir.
    Saya bahkan baru tahu museum ini setelah baca ini.

    Ah berharap pendemi segera berlalu biar bisa explore banyak museum lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin mbak Rey, semoga pandemi segera usai biar bisa jalan2 lagi :D

      Hapus
  12. Saya belum pernah ke Museum Ranggawarsita. Boleh juga nih jadi tujuan wisata setelah masa pandemi selesai. Tempatnya berdebu dan nampak kurang terawat? Yah ... itulah salah satu gambaran umum museum di Indonesia. Mungkin karena kurang ada kesadaran dari pemerintah untuk menjaga warisan budaya ya ... Atau karena memang masih banyak kebutuhan lain yang menjadi prioritas negara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak diah, sedih padahal tempat sekeren ini tp lantai duanya terlihat kurang terawat, :(

      Hapus
  13. Sayang juga yah peninggalan yang cukup bersejarah gitu tidak terlalu diperhatikan oleh pemerintah setempat dan lagi anak-anak mudanya kurang begitu berminat tentang sejarah wilayah tempat tinggal mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, sayang bgt. Tp kl di lantai satu lumayan ramai rombongan anak sekolah. hhh

      Hapus
  14. sayang sekali ya mba lantai dua bisa sepi begini, aku kayaknya nggak kesana kalo sendirian, mending rame rame juga, lahh membayangkan ruangan segitu dengan 2 orang pengunjung dan suasana sepi sunyi senyap, macam krik krik nanti
    padahal kalo diamati kayaknya koleksinya bagus dan dari sini bisa dapet ilmu baru.
    mungkin saking sepinya pengunjung, lantainya jarang disapu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ainun, tp kl lantai satunya ruamai rombongan anak2 pd antusias liat replika hewan2. kl di lantai atas duh, nyerah deh kl cm berdua, horor. Lampu penerangannya dikit, lantainya juga berdebu seperti jarang dibersihkan, huhu

      Hapus
  15. Wah, keren koleksi wayangnya. Murah lagi tiket masuknya cuma 4rb aja. Saya masukkin ke list kalau main ke Semarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kakkk. Buanyak bgt koleksi wayangnya, uhu
      Nunggu pandemi berakhir varu traveling yaa :D

      Hapus
  16. So sweet.. Bisa jalan-jalan ke tempat bersejarah bareng doi😂.
    Bakal saya inget2 nih mbk, siapa tahu suatu hari maen ke semarang dan bisa mampir ke museum ranggawarsita.
    Museum kalau lagi sepi pasti horornya berasa banget ya, soalnya benda-benda di sana berasal dari masa lalu yang kadang ada unsur magisnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha, kebetulan bgt doi juga suka tempat yang berbau sejarah, xixixi
      iya kl mau main ke semarang nunggu corona pergi dlu yaaa

      Hapus
  17. ada koleksi wayang kulit ya?

    BalasHapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti