Candi Prambanan: Kemegahan di Bumi Indonesia

oleh - Agustus 11, 2020

Kawasan Candi Prambanan

Ada yang suka berwisata ke candi? Atau justru ada yang beranggapan, “ah ngapain piknik ke bebatuan doang?” Serius, beberapa kali mendapat sentilan “ngapain jauh-jauh main cuma melihat bebatuan?” ya bagaimana dong, namanya juga demen, kan kalau sudah demen susah untuk mencari alasan ya, ekekekek. Meski kata beberapa orang candi hanya sebuah bongkahan batu tapi menurutku ada aura magisnya, pun buatku bangunan candi adalah bangunan yang sakral terlebih nggak semua daerah terdapat candi. Apalagi seperti candi Prambanan ini. Yap! Candi Prambanan, nggak tahu sudah berapa kali menginjakkan kaki di sana, namun tetap saja ingin kembali menyaksikan kemegahannya.

Menuju Candi Prambanan

Kami berangkat dari Banjarnegara waktu dini hari. Gelap masih menyelimuti sang fajar dan tentunya orang-orang masih terlelap, sepanjang perjalanan hingga Wonosobo hanya pedagang sayur yang terlihat lalu lalang. Perjalanan Banjarnegara - Prambanan memakan waktu sekitar 6 jam lamanya, aku sempat memejamkan mata sambil mendengarkan lagu kesayangan di spotify. Barangkali baru memejamkan mata sekitar 30 menit, aku terbangun karena hawa dingin makin merasuk, tanganku meraih tombol AC lantas menaikkan suhunya. Aku membuka mata perlahan, sang fajar mulai nampak dengan indahnya. Awan bergumpal, bukit-bukit terlihat dengan gagahnya. Aku tersenyum, menatap jendela lamat-lamat, mengucapkan mantra seperti biasa. 

Sambil menarik selimut, membetulkan headset, mataku terus memandangi sekitar. Ya! Rute favorite ketika ke Semarang atau ke Yogyakarta adalah saat melintasi daerah Posong, Temanggung. Jalan yang menurun, berkelok, serta menyuguhkan pemandangan pegunungan, bukit, gumpalan awan, kabut tipis, dan hamparan perkebunan seolah menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi udara yang sejuk serta hawa dingin mampu membuat siapa saja yang melewati rute tersebut ingin turun dari kendaraan barang sebentar. 

Mobil kami kembali melaju menuju Candi Prambanan, melewati jalanan yang sama sekali nggak asing buatku. Sekitar pukul 08.30 WIB akhirnya kami sampai di area parkir Candi Prambanan, beberapa bus sudah berjejer rapi menandakan adanya rombongan dari berbagai daerah. Aku menghela napas, semoga di dalam sana masih bisa bersantai meski sejenak. Beruntung saat mengantre di loket masuk, kami menunggu nggak begitu lama.

Mengenal Candi Prambanan

Siapa sih yang nggak tahu legenda Roro Jonggrang? Apalagi legenda Roro Jonggrang ini juga di bahas di materi kelas 4 SD, jadi ya makin ngelotok saja legenda Roro Jonggrang ini. Ahahah. Menurut laman wikipedia, Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 M. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. 

Oya, Candi Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO lho, selain menjadi candi Hindu terbesar di Indonesia, candi ini juga dinobatkan sebagai candi terindah di Asia Tenggara. Memang indah banget, sungguh. Yang kata orang, bangunan candi hanya bongkahan bebatuan, tapi buatku tiap candi memiliki arsitektur yang unik. Salah satu kemegahan Candi Prambanan nggak lain karena bangunan candi yang menjulang tinggi bahkan Candi Siwa memiliki ketinggian mencapai 47 meter. Begitu masuk ke kawasan candi, auto takjub, mulut diam, cuma kaki yang terus melangkah, dan mata yang terus menjelajah. 

Aku nggak tahu pastinya di komplek Candi Prambanan ada berapa jumlah candinya, soalnya nggak mungkin menghitung satu-satu, yakali jumlahnya puluhan, bahkan mungkin mencapai ratusan dengan candi-candi yang berukuran kecil. 

Suasana Candi Prambanan


Btw, kami mengunjungi candi Prambanan pada awal bulan tahun ini ya, sebelum pandemi merebak ke berbagai wilayah, jadi saat itu belum menerapkan protokol kesehatan, dll. Saat kami kesana memang banyak rombongan anak sekolah, mungkin harusnya berkunjung weekday saja ya supaya suasananya nggak begitu ramai, dan sepertinya waktu yang tepat untuk bersantai di komplek Candi Prambanan di sore hari. Please, jangan siang hari karena baru pukul 09.30 WIB saja suasana di komplek Candi Prambanan sudah lumayan panas. Beberapa kali kami singgah di bangku yang beratapkan pepohonan sambil menatap pucuk candi yang begitu tinggi.

Setelah puas keliling di komplek Candi Prambanan, kami melanjutkan perjalanan ke Komplek Candi Sewu menggunakan kereta mini. Lumayan lah, meski nggak berhenti di Candi Sewu, kami menyaksikan Candi Sewu yang dikelilingi oleh pagar besi. Ah ya, lagi-lagi Candi Sewu ini terlihat sangat kokoh dan terawat meski beberapa bebatuan terlihat berserakan. Duh, rasanya senang sekali bisa menikmati kemegahan candi-candi yang menjulang tinggi ini, makanya nggak heran kalau Candi Prambanan ini menjadi destinasi yang diburu oleh wisatawan lokal maupun internasional.

Fasilitas

Untuk antrean di loket tiket udah oke sih, tiap tiket dilengkapi dengan barcode sehingga mempercepat proses verifikasi daripada harus mengecek secara manual kan? Petugasnya pun ramah, pokoknya setelah masuk ke komplek candi nggak ada sampah berserakan, senang deh karena pengunjung sudah banyak yang sadar akan sampah ini. Beberapa tempat duduk juga disediakan, hanya saja nggak begitu banyak. Malah aku melihat banyak pengunjung yang duduk di pinggir candi, hhh

Di sana juga terdapat lapangan golf lho, kita juga bisa menyewa skuter, sepeda ontel, dan kereta mini. Buatku ini membantu banget bagi yang piknik bareng rombongan keluarga. Untuk tiket masuk ke Candi Prambanan adalah Rp. 40rb/orang, harga tiket ini di luar harga sewa fasilitas di atas ya, kalau mau naik kereta mini bayar Rp. 10rb/orang sudah include dengan sebotol air mineral. 

Yang paling ku suka adalah saat keluar dari komplek Candi Prambanan, buanyak banget pedagang di berjejer menawarkan beragam produk, makanan, minuman, dan souvenir. Selain itu juga ada kaus, baju, topi, tas, bahkan perabot. Dan harganya murah-murah banget ya salam, serius. Murah banget, biasanya kan kalau di tempat wisata begini apa-apa menjadi serba mahal ya, tapi di Candi Prambanan beneran worth it banget. Begitu sampai di parkir mobil auto aku pengin balik ke dalam lagi, wkwkw. Dasar ya!

Lokasi

Secara administrasi Candi Prambanan ini terletak di desa Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah dan juga di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Lah yang benar terletak di mana nih? Jawa Tengah atau DIY? Dua-duanya benar karena letak Candi Prambanan memang berada di dua wilayah antara Klaten dan Sleman.  

Serius, aku cuma punya dua foto yang tersisa. Ternyata file foto Prambanan di hard diskku nggak bisa ku buka, padahal aku masih bisa membuka file foto yang lain. Sungguh sedih banget, kehilangan foto saat tulisan ini sudah siap di publish. Huhuhu, pokoknya pandemi berakhir aku mau ke Prambanan lagi titik nggak pakai koma.  

Mungkin Kamu Suka

52komentar

  1. Lama banget saya tidak kesana
    Ya kerena harga tiketnya lumayan menguras isi dompet :D
    Sebenarnya candi ini dekat rumah saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, mayan 40rb yak. wkwkwk
      duh iya kah dekat? waaah mampir ah mampir, xixixi

      Hapus
  2. Aku sering lewat waktu sepedaan, tapi nggak sempat berkunjung lagi. Hhahahahahh

    BalasHapus
  3. Wah mantep bener mbak Ell udah sampai sana aja.. Wkwkw..
    btw meski kalau pulang ke Jogja lewat, bahkan dulu pas masih kecil pas mudik bapak sama ibuk pasti istirahat di pinggir jalan depan candi prambanan saya baru sekali doang masuk kesitu.
    .
    Itu pun pas ikutan lomba foto festival gunungan, dan... masuknya gratis.. Wkwkw. Kalau misal bayar yo lumayan juga ee harga tiketnya. Wkwkw..
    .
    Duh jiwa piknikku mulai meronta ronta ki ahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu pas bulan Januari lalu kok Mas, belum berani pergi2 nih. huhu
      aku kalau mudik ke gunkid nggak pernah lewat candi Prambanan, ya kali nggak nglewatin. wkwkwk

      Hapus
  4. Tinggal di jogja selama 6 tahun, ke sana mah cuma pernah sekali doank, huhu

    yang paling dipengenin kalo ke sana itu pas hari raya waisak. soalnya suka ada event gede gitu.
    eh biasanya ada festival musik jazz juga. Hmm, tapi bahkan abis nikah pun ga kesampaian, *curhat.

    Semoga tempat wisata ini tetap terjaga kelestariannya yaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak papa mbak Ghina, sekali juga. Daripada nggak sama sekali hayo. wkwkwk
      iya bener, kemarin sebelum pandemi juga ada event mingguan mbak, sayangnya aku nggak jadi kesana karena hujan :(

      Hapus
  5. aku juga suka wusata ke candi, tapi seumur hidup cuma permah sekali saja, belom ada kesempatan lagi buat kesana :D.. selain tempatnya bagus juga bisa belajar sejarah ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk besok pandemi kelar kita kesana yak, ahaha

      Hapus
  6. Jadi kangen sama mbak Ella...Eehh salah yaa, Sama candi Prambanan 😂🤣🤣🤣

    Kangen aku juga sama candi Prambanan soalnya baru dua kali...Itu pun sudah lama sekali..😭😭

    Kalau ke candi borobudur sering...Eehh tapi itu juga dulu.😭😭😭

    Yang bikin penasaran, Prambanan sekarang tuh kaya apa yaa suasananya apa masih seperti dulu sejuk2 menggoda. Aaahhh jadi pengen terbang kesana dengan baling2 bambu....Apa mungkin sampai yaa Doraemon.🤯😇😓😓

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahha, awasss nanti istrinya baca komenmu lho bang. ampun ya mbak istri, wkwkwk
      masih sejukkk, tapi panas juga sih, hihi
      bisa2 naik baling2 bambunya Doraemon paling nyangkut nanti

      Hapus
  7. Haloo mba el..
    lama tak jumpa.. hihi..

    Yaampun.. aku terakhir ke prambanan tahun 2011 mbaaa. Jadi kangen aku. ntar ah, kalo pandemi udah berakhir ku mau mudik terus mampir prambanan. hehe

    oh ya.. sekarang tiket masuknya berapa ya kesana??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo juga mbak Tia, iya nunggu pandemi berakhir dulu baru main2. hhh
      Tiketnya 40rb mbak :D

      Hapus
  8. antara tempat yang saya nak pergiiiiii... sebab saya dah pergi Angkor Wat, jadi saya mahu datang ke sini untuk melihat persamaannya... hai bila laaa covid 19 ni akan berakhir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Anies nunggu Covid-19 mereda ya, besok berkabar kalau sudah di Indonesia, siapa tahu bisa meet up, hihi

      Hapus
  9. p/s tapi benarkah Bandung Bondowoso bina candi ini untuk Roro Jongran?

    BalasHapus
  10. berangkat dari banjar dini hari mba el? kok kedengerane syahdu yakk hihihi

    jam berapa mba lebih tepate?
    n naik apa...kok enek selimute yo hahahhaha

    baca ini koo aku jadi pengen liwat posong dan temanggung ya, kebayang slerep slerep suejuk hawane

    btw aku uda ada 1 dekade po rayuh ga sowan prambanan wekekek...kayake ngematke ceritane mba ella uda berubah banget..ada lapangan golfnya segala..ama persewaan pit onthel dan juga skuter...pas ke sana itu aku kayake kuliah deh..dan aku juga ngerasa jaman itu mendadak beda banget dari pas aku ke sana masih sd...tambah gede wae area ijo ijone hihi

    tapi kalau bagian souvenir aku malah baru ngeh yen harganya kok lebih murah ketimbang tempat wisata lain :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jam 2 pagi mbaaak, wkwkw. naik mobil mbak, nggak mungkin selimutan motoran kan? wkwkwk
      iya emg bener banget possong temanggung slerep slerep banget yak. hhh
      besok kl corona udah pergi coba main ke Prambanan lagi mbak, trs jangan lupa berburu souvenirnya, hihi

      Hapus
  11. Keknya kalo main-main ke Candi Prambanan bakal menyegarkan dan memanjakan mata banget ya mba? Huaa kece deh. Megah banget rasanya wisata candi yang satu ini ye :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Reskia, memang candinya wah banget. tinggi2 uy, berjejer rapi gitu makin bikin takjub

      Hapus
  12. Akuuuu kangen banget sama Prambanan. Terakhir ke sana taun 2016 huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaa mbaaak, kangen Prambanan sama dia. eh

      Hapus
  13. Baru sekali dong ke sana, bersamaan dulu ke candi Borobudur, padahal sebenarnya lebih enak ke sini, karena aksesnya di jalan utama.

    Pengen banget ajak anak-anak ke sana, anak saya belum pernah sama sekali jalan-jalan ke candi-candi, seringnya mal terooosss hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, sama mbak. aku lebih suka ke Prambanan daripada ke Borobudur soalnya dulu pas ke Borobudur gile ramenya, mungkin waktunya aja yang kurang klik. hhh
      besok nunggu korona pergi baru jalan2 ke Candi ya mbak, hihi

      Hapus
    2. Nah iya, rame dan jauh banget dari parkiran ya, beda dengan ini sih, bahkan dari depan udah ketemu candi, meski sama luas dan banyak candi lainnya sih tapi lebih ramah anak sih menurut saya :D

      Duh ya kangen main atau jalan-jalan :D

      Hapus
    3. yuk mitap di candi abis pandemi pergi mbak, hihi

      Hapus
  14. Jadi pengen ke prambanan. Kapan dong pandemi ini berakhir...
    Kalau ke sana say pengen nyewa sepeda ontel biar bisa muter-muter sambil olahraga😁
    Dan saya nggak setuju kalau ada yang bilang candi cuma bongkahan batu. Itu tuh bukti sejarah yanga tak ternilai dan bahkan dilindungi pemerintah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Astria, nunggu corona pergi dulu ya. kalau sekarang2 masih takuttt, hhh
      lah bener banget, suka kesel kalau ada yang komen 'ih ngapain piknik cuma liat bongkahan batu' :(

      Hapus
  15. Saya paling senang ke Prambanan ini sore-sore di puncak musim kemarau, Mbak Ella. Karena nggak ada awan, bisa sambil lihat Gunung Merapi.

    Btw, soal lorong kios-kios oleh-oleh itu, saya kayaknya kebalikannya Mbak Ella. Sebisa mungkin tak cari jalan pintas karena jalurnya terlalu mengular. Kalau lagi sepi sih enak-enak aja. Pas rame mesti melewati banyak tantangan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan2 ke sana nyobain sore hari ah biar panasnya nggak cetar dan bisa sambil lihat gunung Merapi, hihi
      mungkin kl pas ramai juga malas lewat kios2 itu mas, tp pas kemarin tuh sepi jd bikin ketagihan kesana, wkwk

      Hapus
  16. Mbak eeeeeel, aku pengen banget main ke sini nih, Mbak. Tapi kok ndilalah Corona gak selesai-selesai ya...😭

    Kalau aku dukun, pasti aku cepet-cepet main ke sini di awal taun nih. Siapa tau pas main ke tempat ini pas bisa ketemu Mbak Ella. Hehehe.🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. besok ya abis korona slse kita mitap di Yogyakarta mbaaak, hihi

      Hapus
  17. Waaah nyesek banget mba harddisknya ga kebuka. Tp msh untung ada 2 foto yg ada foto kamunya juga :D.

    Aku setuju kalo candi Prambanan di bilang cantik tercantik. Prambanan dan Borobudur itu candi2 favoritku.

    Ibaratnya yaaa, borobudur itu gagah seperti laki2, dan prambanan cantik seperti wanita :D. Candi2 lain aku ngeliatnya B aja, beda saat melihat Prambanan ini.

    Aku memang ga sering ksana, tp setidaknya kalo dari solo mau ke Jogja, aku slalu ngelewatin candi ini :D. Dan ga pernah bosen liatnya meski dari luar

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak, borobudur gagah, prambanan cantik. hihi
      udah pengen banget ke candi Prambanan lagi tapi ya gimana belum berani keluar rumah jauh2, huhu

      Hapus
  18. Saya 2 tahun lalu ke sono ngajak Keenan. Berdua doang. Eh nyampe sana dia minta boker. Alamakkkk

    T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga yakiiiin berdua doang sama Keenan, eh tapi kalau beneran berdua doang ku suka banget sama Keenan karena ngrepotin omnya segala, wkwkw

      Hapus
  19. Posong temanggung juara sih.. kalau lewat jangan lupa buka jendela biar udara segar masuk.. wkwkw

    Udah lama nggk kesini sebelum gempa di Yogya itu. Candi Prambanan masih gagah yah, dulu katanya ada yang hancur bekas gempa jogja kalau nggak salah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benerrr, juara banget view dan suasannya yak Mas Bayyy. besok selesai pandemi cobain liburan ke sana lagi, capek kan kuliah, kerja, ngelesin, hihi

      Hapus
  20. Aku pernah ke Candi Prambanan ini sewaktu jaman sekolah. Sayangnya saat itu, sewaktu baru sampai di pinggir candi, eh hujan deras banget dan kami disuruh balik ke bus. Sayang banget, jadi nggak bisa muter-muter menikmati candi ini padahal cantik, nggak kalah cantik dari Borobudur.
    Semoga suatu hari bisa balik ke Prambanan dan mengeksplor candi ini lebih lagi >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun jauh-jauh sampai sana nggak sempet muter-muter dulu dah disuruh balik mbak? kesel banget pasti ya, uhuhu
      aamiin, kudoain semoga suatu saat bisa ke Candi Prambanan lagi yaa

      Hapus
  21. Saya sepertinya ke Candi Prambanan hanya pernah dua kali mba, saat masih kecil diajak ortu dan saat sudah besar (lihat Java Jazz) 😂 tapi waktu itu candinya masih banyak perbaikan alhasil beberapa area candi ditutup dan nggak bisa dilihat. Hehehehehe.

    Membaca cerita mba Ella ke Candi Prambanan membawa saya flashback ke masa saya pergi ke sana. Dan sama seperti mba Ella, one day saya mau visit Candi Prambanan lagi apabila ada kesempatan 😍 semoga Corona cepat hilang ya, mba ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Eno, semoga kesampaian ke Candi Prambanan lagi yaa.. nunggu pandemi berakhir dulu biar bisa pulang ke Indonesia :)

      Hapus
  22. Balasan
    1. iya nih bang, mayan banyak pepohonan yang bisa buat berteduh, eheheh

      Hapus
  23. dulu waktu SD rasanya aku kayak hapal banget nama nama raja ratu jaman candi prambanan, borobudur dan temen temennya, sekarang udah lupa :D
    luamaaa banget mba aku ga ke prambanan, kalo ke jogya cuman dilewati aja, nasib kalo punya waktu ga banyak, maunya semua tempat di kunjungi.
    iya dulu sempat bingung juga soal lokasi administratif candi ini, jateng atau DIY, karena sama sama jateng, seringnya nyebut kalo berada di jogya, yang jelas ini peninggalan kebanggan semua warga

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbakkk, sekarang udah agak lupa, tp inget lagi karena ngajar anak SD yang materinya nggak jauh beda. hihi
      iya bener, kadang suka bingung yg bener tuh lokasinya dimana, Klaten Jateng atau Sleman DIY, ahahaa

      Hapus
  24. Saya mbak.. saya suka ke candi atau tempat bersejarah lainnya. Cuma, saya belajar memang butuh "imajinasi" kalau mau berwisata ke situs-situs seperti ini. Mencoba merasakan seperti berada di zaman saat situs itu dibangun.

    Sayangnya, sepertinya banyak yang tidak imajinatif dalam hal ini.

    Prambanan keren mbak. Pernah kesana, saya sampe bengong bin bingung, zaman dulu bikinnya gimana .. kan belum ada traktor dan sejenisnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah sama bang Anton, aku juga bengong dan takjub meski beberapa kali kesana karena memang megah banget ya kan? Candinya menjulang tinggi, ramping, desainnya kece, duh susah diungkapin dengan kata2

      Hapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti