Webcomic Perempuanmu: Wadah Kreativitas Perempuan di Era Digital

oleh - September 21, 2020

Komik Perempuanmu

Berbicara soal peran perempuan memang nggak ada habisnya. Di Indonesia, perempuan berkarir masih sering mendapat setigma dan diskriminasi negatif, bahkan nggak jarang sebagian perempuan sering mengalami hambatan, hinaan bahkan celaan dari lingkungan. Berbagai kasus yang menimpa perempuan seperti pelecehan seksual, memandang lemah perempuan, dan menganggap perempuan nggak memiliki kesempatan untuk berkarya setara dengan laki-laki seolah menjadi hal wajar.

Peran perempuan dianggap hanya sebatas sebagai ibu rumah tangga yang hanya mengurus dapur, sumur, dan kasur. Sedangkan laki-laki dianggap sebagai manusia yang hebat serta tangguh karena tugasnya mencari nafkah dan menghidupi keluarga. Parahnya, suara tentang perempuan nggak perlu berpendidikan tinggi masih sering terdengar di telingaku. Nggak jarang banyak yang beranggapan seorang istri nggak boleh berpendidikan lebih tinggi daripada suami karena cenderung akan menimbulkan masalah baru dalam kehidupan rumah tangga.

Komik Perempuanmu untuk Perempuan Indonesia

Jujur, semakin kesini aku semakin bangga menjadi perempuan Indonesia meski dengan segala stigma. Ternyata di luar sana mulai banyak perempuan Indonesia yang berani dan mampu mendobrag diri sendiri, banyak perempuan masa kini yang mementingkan lingkungan sekitar, dan juga banyak perempuan masa kini yang mengabdikan diri untuk melakukan hal-hal baik atas nama kemanusiaan. 

Sama halnya dengan hadirnya Komik Perempuanmu yang menjadi wadah kreativitas perempuan Indonesia untuk berbagi pengalaman dan menceritakan berbagai hal seputar kehidupan yang akan diangkat dalam bentuk webcomic yang populer sebagai bentuk edukasi sekaligus perenungan bersama. 

Komik Perempuanmu ini merupakan salah satu project Australia Global Alumni(AGS). Dengan adanya Komik Perempuanmu semua perempuan Indonesia bisa berbagai pengalaman baik yang menyenangkan, menguatkan, menginspirasi, bahkan yang menyedihkan sekalipun. Yakan daripada bingung mau curhat ke siapa dan daripada dipendam sendiri yang nantinya akan menjadi boomerang mending dicurhatkan ke Komik Perempuanmu saja. 

Prolog Episode 1, Salah Satu Komik Favoritku

Kalau ditanya episode mana yang paling ku suka dari Komik Perempuanmu, jawabannya ya semuanya lah! Iya, semua episode. Karena selain cerita yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, aku juga sangat mengapresiasi terhadap ilustrasi gambar-gambarnya. Nggak membosankan dan tentunya selalu ada pesan moral yang disampaikan.

Seperti prolog episode I story by Zulfairy art by Apitnobaka, serius berasa relate banget sama apa yang kurasakan saat ini. Hahaha. Prolog episode I ini menceritakan sosok Fina yang dicecar pertanyaan nggak ada habisnya. Seperti kapan selesai kuliah, wisuda, menikah, punya anak, dll. 

Begitu selesai membaca ceritanya, aku berasa punya power lebih untuk menerima ‘kondisi’ ini sebiasa mungkin. Karena, nggak semua hal bisa sesuai dengan rencana kita bukan? Ada Tuhan yang Maha Menentukan, nggak perlu khawatir, nggak perlu takut dengan pertanyaan yang memojokkan. Yang bisa kita lakukan hanya terus berbuat baik, meng-upgrade skill, ilmu, pengetahuan, dan juga berbagi untuk sesama. 

Prolog Episode I Story by Zulfairy, Apitnobaka art by Apitnobaka

Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli (1-3 Part)

Selain Prolog Episode I, aku juga suka banget dengan cerita story by Deanna El Sullivan art by Apitnobaka. Dengan judul 'Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli' terdiri dari 3 part yang menceritakan tentang gadis bernama Dea yang sering dikucilkan teman-temannya karena memiliki tubuh gendut, berjerawat, dan dianggap 'berbeda' dengan anak perempuan seusianya. Aku yakin, kisah ini banyak yang mengalaminya terlebih usia remaja.

Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli ini bagus banget dijadikan bahan bacaan supaya bisa menyikapi kondisi ketika berada di posisi Dea lho. Oya, di part 3 ini ada banyak quotes yang mengena banget, salah satunya adalah :  
Karena menjadi perempuan itu bukan cuma persoal menjadi cantik, tapi menjadi manusia.
Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli (Part 3) Story by Deanna El Sullivan art by Apitnobaka

In Your Hands (1-2 Part)

Jujur, saat membaca komik yang berjudul In Your Hands partstory by Liana Bahri, art by Apitnoboka hatiku ngilu banget. Soalnya episode ini menceritakan kisah seorang difabel yang bertahan hidup dengan kursi roda namun tetap menghasilkan karya melalui tangannya. 

Cerita ini menyentuh banget, berasa ditampar karena aku masih sering mengeluh padahal di luar sana banyak orang yang bertahan dengan keterbatasan namun tetap menghasilkan sebuah karya. Semangat Lia memang patut ditiru, dengan adanya kisah Lia semoga banyak yang lebih bisa menjaga perasaan orang lain supaya nggak gampang menyingung dengan kata-kata yang sering kali nggak kita sadari.
In Your Hands ( Bag. 1) Story by Liana Bahri, art by Apitnoboka 

Yuk, Menjadi Perempuan Hebat dan Kuat! 

Fyi, kalian tahu nggak kalau proyek Komik Perempuanmu ini dikerjakan semua oleh perempuan lho, mulai dari desainer, komikus, hingga penulis. Yap! Semuanya perempuan, karena Komik Perempuanmu hadir dari perempuan untuk perempuan. Eh tapi, kalau kamu laki-laki dan ingin membaca Komik Perempuanmu ini boleh banget dong, soalnya di Komik Perempuanmu ini terdapat pesan moral yang mengena dan relate banget sama kehidupan sehari-hari. 

Menurutku Komik Perempuanmu bisa menjadi salah satu terapi kesehatan mental. Ada banyak episode yang diangkat dari kisah nyata di Komik Perempuanmu, di antaranya :

  • Episode 1 Prolog,  story by Zulfairy art by Apitnobaka.
  • Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli (1-3 part), story by Deanna El Sullivan art by Apitnobaka.
  • Drama Mums! (1-2 part), story by  Tyas Widjati, art by Apitnoboka.
  • In Your Hands (1-2 part), story by  Liana Bahri, art by Apitnoboka.
  • Kepada Sang Pemilik Hati (1-2 part), story by  Haura, art by Apitnoboka. 
  • Not My Fault (1-3 part), story by Nilandari, art by Apitnoboka. 
  • Intermezo: Trouble Talk Perempuan, story by Zulfairy art by Apitnobaka.
  • Rosita Gadis Moi, story by Hilda Arief art by Apitnobaka.


Nah, kalau kamu seorang perempuan yang ingin mencoba terapi lewat tulisan, silakan berkenalan dengan Komik Perempuanmu ya. Lalu, kalau kamu seorang perempuan yang ingin berbagi kekuatan, silakan bisa mengirimkan ceritamu, caramu, dan juga tantanganmu sebagai perempuan Indonesia di Komik Perempuanmu. Yuk, kepoin akun IG Komik Perempuanmu, karena banyak edukasi kesehatan mental yang bisa kita dapatkan lho.

Mari saling bergandengtangan, mari saling mendukung, dan mari menjadi perempuan masa kini yang nggak menjadikan perundungan terhadap sesama perempuan adalah hal yang wajar.

Mungkin Kamu Suka

18komentar

  1. Waaah cerita-ceritanya menarik ya.. Kok kayaknya aku banget nih. Sering dapet stigma-stigma yang related dengan cerita di atas.

    Seneng banget kalau perempuan-perempuan Indonesia menyuarakan apa yang dirasakan. Apalagi dikemas dalam bentuk komik yang bikin orang gampang menangkap pesan yang ingin disampaikan.

    Hemmm, thank You yak infonya! Mau meluncur kepoin akunnya komik perempuanmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tos dulu yok mbak Ria. wkwkwk
      aku pun senang banget deh nemuin webcomic perempuanmu yang mengangkat isu2 sehari2 dan diangkat dari kisah nyata. cus deh baca2 komiknya, menarik2 banget apalagi ilustrasinya uwwww

      Hapus
  2. waah komiknya menarik mbak. Pengen coba baca-baca ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan, Mas.. Relate banget sama kehidupan sehari2 nih

      Hapus
  3. Keren bangeeeet. Sungguh saya angkat topi. Semoga senantiasa sehat nggih. Salam terus kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaa, aku pun, Bang. Idenya keren-keren, ilustrasinya mengena banget lucu-lucu

      Hapus
  4. gambar gambar komiknya menarik ..... keren.

    Have a wonderful day

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, ceritanya juga diangkat dari kisah nyata :)

      Hapus
  5. double thumbs up untuk mereka yang mencipta webcomic ni... ternyata meluaskan idea menarik itu ada pelbagai cara dan yang pasti...ia memang terbaik!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap mbak Anies, jadi wadah perempuan untuk mencurahkan apapun yang dirasakan. Memang keren ya, patah hati, kecewa, marah, dll kalau diolah menjadi energi positiv bakal menjadi karya yang luar biasa :)

      Hapus
  6. Idenya keren dan sangat menarik. Wanita Indonesia emang sangat kreatif. 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang keren banget Mas Rudi, silakan mampir ke kepoin Komik Perempuanmu ya.. bisa dibaca oleh semua kalangan kok :D

      Hapus
  7. Sungguh luar biasa ya
    Saya yang dari dulu pengen belajar membuat komik selalu gagal
    Tidak bisa menggambar karekter yang khas
    Saya tidak cantik dan saya tidak peduli, saya suka banget tu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama bang, apalah aku gambar gunung dan pemandangan aja nggak bisa kalau nggak dikasih contoh dulu, wkwkwk
      salah satu judul yang ku suka juga itu mas, keren sih. kisah nyata yang banyak banget berisi pesan moral :)

      Hapus
  8. Apik banget webcomic perempuan. Mudah-mudahan gagasan soal kesetaraan gender bisa makin membumi dengan keberadaan webcomic ini. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. huumb, Mas. keren banget asli, jadi wadah perempuan untuk berbagi dan mengasah kreativitas.. :)

      Hapus
  9. nah ini baru tau aku mbak ada komik yang menarik kayak gini, apalagi kalau ceritanya inspiratif sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kepoin akun instagram dan webcomic perempuanmu ini mbak, enak dibaca dan bener2 releted sama kehidupan sehari2, diangkat dari kisah nyata pula :D

      Hapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti