Serunya Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network

oleh - Oktober 08, 2020

Serunya Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network
 Serunya Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network 

Malam itu, suara notifikasi email terdengar samar di telingaku. Aku sudah bersiap mengistirahatkan badan setelah seharian berkutat dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jariku mengusap layar pop up untuk mengecek email yang masuk. Ternyata email tersebut berisi Undangan Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 02 Oktober 2020 dengan 30 peserta blogger terpilih dari seluruh Indonesia. Beruntung banget aku bisa bergabung dengan teman-teman blogger di acara sekeren ini. 

Jujur, tiap kali membicarakan perihal hutan dadaku berdegup, semangatku meletup, rasa bangga kian bergemuruh. Sungguh, bukan lebay ataupun berlebihan, mungkin karena aku pernah merasakan perbedaan yang sangat kentara saat tinggal di kota industri dan saat tinggal di pedesaan yang asri.

Hutan Itu Indonesia X BP Network

HII x BP Network
HII x BP Network

Kebetulan Hutan Itu Indonesia berkolaborasi dengan Blogger Perempuan dalam campaign program Adopsi Hutan. Teman-teman sudah tahu Hutan Itu Indonesia, kan? Yap! Hutan Itu Indonesia merupakan gerakan yang mengajak kita untuk mencintai hutan dengan cara Adopsi Hutan. Sejak tahun 2016 hingga 2019 Hutan Itu Indonesia sudah berhasil mengumpulkan dana Adopsi Hutan sekitar Rp. 640.900.000 untuk upaya konservasi dan restorasi di 14 hutan hujan tropis Indonesia bersama 4 lembaga pengelolaan Adopsi Pohon.

Sedangkan BP Network atau sering dikenal dengan Blogger Perempuan adalah platform digital blogger yang berkembang sangat pesat sejak tahun 2015 dan menjadi salah satu komunitas blogger terbesar Indonesia. Bangga nggak sih bisa bergabung dengan komunitas Blogger Perempuan ini? Bangga lah, bangga banget karena banyak manfaat yang aku dapatkan terutama di dunia blogging. Aku yakin, banyak juga dari teman-teman yang sudah bergabung dengan komunitas Blogger Perempuan ini.

Acara Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya sebagai bentuk rasa cinta kami terhadap bangsa Indonesia. Kami juga disambut dengan video dari Hutan Itu Indonesia yang menyuguhkan cerita dari hutan “Menjaga Hutan Air Tenam” yang mana Hutan Air Tenam merupakan hutan zona lindung.

Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network ini berlangsung selama 2 jam yang dipandu oleh Om Rian Ibram sebagai host serta 3 narasumber. Ada Kak Christrian Nataline (Manager Hutan Itu Indonesia), lalu Kak Irham Hudaya Yunardi (Forum Konservasi Leuser), dan ada Kak Satya Winnie (Influencer Blogger). 

Mengenal Forum Konservasi Leuser (FKL)

Ya, Berbicara soal hutan Indonesia memang sangat kaya, bukan hanya sekadar pepohonan namun di hutan juga terdapat ribuan mikroorganisme yang berpengaruh dalam keseimbangan hidup ini. Dalam acara Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network, Kak Irham mengajak kami berkenalan dengan Forum Konservasi Leuser (FKL). Hutan Leuser? Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)? Apakah teman-teman sudah pernah mendengarnya?

Jujur, aku baru tahu betapa kaya rayanya hutan Leuser saat mengikuti Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network ini. Dasar ya, kemana saja aku ini. Huhu. Untung Kak Irham banyak berbagi cerita mengenai Konservasi Leuser. Bayangkan saja, ternyata negara kita, Indonesia memiliki hutan Leuser yang menjadi salah satu wilayah konservasi paling penting di dunia. Waw banget nggak sih? 

Menurut laman wikipedia, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) terletak di dua provinsi paling utara Sumatra yakni Aceh dan Sumatra Utara. Hutan Leuser memiliki luas sekitar 2,6 juta hektare yang dihuni oleh keanekaragaman hayati. Fyi, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) terbentang di 17 Kabupaten. 13 Kabupaten (Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang) di Provinsi Aceh, sementara 4 Kabupaten lainnya (Langkat, Dairi, Karo dan Deli Serdang) di Sumatra Utara.

Keistimewaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)

Hutan Leuser memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan hutan pada umumnya, karena hutan Leuser merupakan satu-satunya hutan hujan tropis di dunia yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Selain itu, hutan Leuser juga memiliki 4 mega fauna. Hayooo, teman-teman tahu nggak apa saja mega fauna yang ada di hutan Leuser? Yap! Ada Gajah Sumatra, Badak Sumatra, Harimau Sumatra, dan Orangutan. 

Nggak hanya itu, Kak Tian (Manager Hutan Itu Indonesia) juga menuturkan kalau Hutan Leuser memiliki jumlah fauna terbanyak di kawasan Asia, bahkan terbesar di dunia setelah Brazil yang memiliki Hutan Amazon. Nah lho, merinding nggak sih ternyata kita memiliki hutan Leuser yang berperan sangat penting di alam semesta?

Fungsi Stasiun Penelitian Soraya bagi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)


Salah satu lokasi pos keamanan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Provinsi Aceh berada di Stasiun Penelitian Soraya. Meski Stasiun Penelitian Soraya ini pernah dibakar, untungnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL) bisa membangunnya kembali. Saat ini Stasiun Penelitian Soraya juga menjadi pusat penelitian dan riset para mahasiswa baik lokal maupun mancanegara.

Stasiun Penelitian Soraya terletak di desa Pasir Belo yang nggak jauh dari Sungai Alas. Stasiun Penelitian Soraya tepat berada di dalam Hutan Lindung Kawasan Ekosistem Leuser dengan luas sekitar 500 hektar. Adanya Stasiun Penelitian Soraya bertujuan untuk menjaga keamanan hutan, melindungi kawasan Stasiun Penelitian Soraya, dan juga mengumpulkan informasi tanda-tanda satwa. Hormatku untuk teman-teman FKL yang selalu melakukan patroli. Patroli ranger ini terdiri dari 2 tim ranger FKL dan DLHK Aceh setiap bulan.

Jalan-jalan Virtual Ke Desa Ketambe

Desa Ketambe
Desa Ketambe
“Di masa pandemi ini kita sadar bahwa tanpa gadget, kita bisa hidup. Tetapi tanpa hutan kita pasti mati karena semua yang kita butuhkan dimiliki oleh hutan. Udara bersih, air, tanaman, dan juga buah-buahan” Satya Winnie.

Keseruan Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network belum usai. Setelah Kak Irham bercerita bagaimana kondisi Kawasan Ekosistem Leuser, kami pun kembali diajak jalan-jalan virtual ke Desa Ketambe oleh Kak Satya. Begitu Kak Satya menampilkan slide foto pertama, aku langsung senyum-senyum sendiri. Mendekatkan mata ke layar laptop seraya merapal doa, “semoga suatu saat semesta merestui kaki ini melangkah di Desa Ketambe”. Aamiinin.. Minta aamiinin yang kencang dong ah! 

Desa Ketambe terletak di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Desa Ketambe juga berperan penting dalam Kawasan Ekosistem Leuser lho, karena di desa ini menjadi lokasi penelitian orangutan Sumatra, sebagai pusat pengamatan Burung Rangkong, serta digunakan untuk jenis-jenis penelitian lainnya.

Cara Menuju Desa Ketambe

Desa Ketambe merupakan desa kecil yang dihuni oleh keramahtamahan warga sekitar. Kalau kata Kak Satya sih penduduk Desa Ketambe kerjaannya senyum mulu, ramah banget. Kan jadi semakin ingin melangitkan doa-doa biar cepat sampai di sana ya? Fyi, Desa Ketambe menjadi pintu masuk jika kita ingin berkunjung ke Kawasan Ekosistem Leuser lho.

Berdasarkan informasi dari Kak Satya, untuk menuju Desa Ketambe lebih cepat masuk lewat Medan daripada Aceh. Jika ditempuh dari Medan hanya membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Atau bisa juga menggunakan pesawat terbang ke Kutacane. Sementara jika masuk lewat Aceh kita harus melanjutkan perjalanan selama 13 jam. 

Keindahan Desa Ketambe

Keindahan Desa Ketambe
Keindahan Desa Ketambe

Foto-foto Kak Satya sukses menghipnotisku, sungguh. Potret keadaan Desa Ketambe terlihat sangat damai. Beragam flora dan fauna, hingga aliran sungai yang begitu jernih ada di sana. Desa Ketambe menjadi salah satu tujuan wisata alam yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan internasional.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengeksplore keindahan Desa Ketambe sekitar Rp. 300 ribu – Rp. 3 juta tergantung paket yang kita pilih. Bisa memilih paket 2D1N, 3D2N, atau 4D3N. Sepertinya seru ya, kalau bisa mengeksplore Desa Ketambe bersama keluarga. Ya kan kapan lagi bisa belajar langsung di alam bebas didampingi oleh guide yang mumpuni. Duh, jadi membayangkan melihat orangutan yang sedang bergelantungan nih. Lucu banget nggak sih?

Dari Kak Satya, aku juga belajar bagaimana membawa diri ketika masuk ke dalam hutan. Sepele, namun buatku hal ini wajib diperhatikan bagi siapa saja yang akan masuk ke hutan. Semoga esok lusa ketika kaki ini melangkah di Desa Ketambe nggak sampai teriak kegirangan saking bahagianya melihat orangutan dan berbagai kekayaan yang dimiliki Desa Ketambe.

Kuis Anti Mainstream Bikin Online Gathering Happy Ending

Kuis Anti Mainstream HIIxBPN
Kuis Anti Mainstream HIIxBPN

Baru kali ini aku mengikuti Online Gathering nggak merasa bosan apalagi mengantuk sampai acara selesai. Selain karena host dan narasumber yang asyik banget dalam menceritakan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), ada juga kuis yang nggak kalah seru. Makanya nggak bikin bosan dan mengantuk karena kami diajak main kuis seputar Hutan.

Salah satu kuisnya menghitung jumlah flora dan fauna yang ada di gambar, lalu mengisi huruf-huruf yang kosong disertai dengan gambar. Jadi kita tinggal main tebak-tebak saja. Eh kebetulan di sesi kuis kedua aku beruntung terpilih memenangkan kuis. Lumayan dong, bisa dapat hampers lagi. Hihihi. Serius deh, keren nih ide kuisnya bisa ditiru buat webinar-webinar yang lain supaya peserta nggak bosan dan mengantuk. 

Kontribusi Blogger Dukung Campaign Hutan Itu Indonesia

Online Gathering HII x BPN
Online Gathering HII x BPN
Seperti yang sudah ku ceritakan di atas, Hutan Itu Indonesia memiliki program Adopsi Hutan. Siapa saja, di mana saja, kapan saja bisa ikut andil dalam menjaga hutan Indonesia salah satunya dengan cara Adopsi Hutan. Adopsi Hutan sama halnya menjaga pohon yang berdiri tegak di hutan agar pohon dan fungsi ekologisnya tetap terjaga. Bukan hanya pohon sih, namun juga satwa-satwa yang ada di hutan.

Fyi,, dulunya Adopsi Hutan ini bernama Adopsi Pohon, namun karena di dalam hutan bukan hanya sekadar pepohonan makanya beralih nama ke Adopsi Hutan. Dengan berdonasi di Kitabisa.com untuk Adopsi Hutan kita bisa menyelamatkan berbagai flora dan fauna serta berbagai microorganisme di dalam hutan. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke pengelola hutan untuk patroli hutan.

Sebenarnya nggak cuma blogger yang bisa berkontribusi dalam campaign Adopsi Hutan kok, siapapun bisa berkontribusi dengan berbagai cara salah satunya dengan berbagi cerita dari hutan. Selain itu, blogger bisa mendukung campaign Adopsi Hutan ini dengan cara sebagai berikut:

  • Menyuarakan Kekayaan Hutan Indonesia Melalui Tulisan
  • Mengikuti Campaign yang Berhubungan dengan Pelestarian Lingkungan
  • Menghemat Penggunaan Energi dan Melakukan Diet Plastik

Hampers HIIxBPN
Hampers HIIxBPN

Terima kasih untuk Hutan Itu Indonesia x Blogger Perempuan Network yang sudah mengadakan acara sekeren dan seinformatif ini. Dari Online Gathering Hutan Itu Indonesia x BP Network banyak pengetahuan baru yang ku dapatkan, sekali lagi terima kasih HII x BPN.

Mari, sama-sama menjaga Hutan dengan berbagai cara salah satunya dengan Adopsi Hutan.


Sumber:

https://hutanitu.id/

https://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_Ekosistem_Leuser

Mungkin Kamu Suka

42komentar

  1. asik ya punya teman banyak dan banyak waktu luang untuk kumpul bersama teman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bersyukur punya teman2 sekeren mereka😻

      Hapus
  2. Seru ya mbak, online gathering nya, yang pasti nambah wawasan. Rasany pengen join gitu. Soalnya belum pernah ikut-ikut program seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya seru banget. 2 jam nggak terasa rasanya, :)

      Hapus
  3. Pertama tahu acara ini dari Satyawinnie dan kawan yang bekerja di sana. Menarik, akhirnya ise mengundang bloger sudah terlaksana, salut untuk instansinya

    BalasHapus
  4. Semoga suatu saat mbak Ella bisa ke desa katambe ya mbak, biar bisa merasakan indahnya kawasan ekosistem Leuser.

    Sepertinya paket 4D3N itu yang harganya 3 juta ya mbak, ayo nabung mbak biar bisa kesana.

    Selamat ya mbak Ella sudah bisa menang kuis, hadiahnya oke juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin bangeet.. Hhh
      Btw itu foto hampers bukan hadiah kuis, Bang.. Tp semua peserta memang dapat hampers, yg hadiah kuis lg otw ke rumah:D

      Hapus
  5. Lalu, kapan nih kak Ella akan berangkat trekking ke Gunung dan desa Ketambe ?.

    Bareng-bareng yuk kesana ...,biar seru acaranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk Mas Him, korona kelar yuk jalan2 ke sana. Aamiin dulu deh

      Hapus
    2. Ikutt,, bagus banget sumpah.. hahaha. Keren sih acaranya mba.. Jadi pngen gabung.. Soalnya zoom terakhir saya malah ngebahas ttg Omnibus Law.. Mana badan lagi nggk sehat, mau mengemukakan pendapat aja susahnya setengah mati karena ngos-ngosan.. hehe #malah curcol.. kebiasaan saya mah.

      Hapus
    3. iya mas, beneran keren banget. biasanya 10 menit mulai zoom aku udah ngantuk dan bosan, tapi kemarin sama sekali nggak terasa zoom selama 2 jam :D

      Hapus
  6. Seru banget gathering onlinenya, bisa nambah ilmu dan wawasan. Wah... Hutan Leuser, saya cuma pernah explore pinggir-pinggir ya aja saat ngunjungi air terjun di sana. Belum sampe ketemu satwa gajah atau orang utannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Rudi. Saya malah baru eksplore via online :D
      Keren banget pasti air terjunnya ya?

      Hapus
  7. Waaaaaah, asyik banget ini acaranya, Mbak El. Bisa jalan-jalan virtual ke Desa Ketambe, pula. Lihat fotonya yang cantik-cantik itu aku juga pengen jalan-jalan ke sana, Mbak. Kapan lagi bisa jalan-jalan menikmati suasana hutan sambil ditemani guide yang mumpuni.😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Roem, 2 jam diajak jalan2 virtual nggak kerasa lama. Hhh
      Yuk ah, aminin dulu. Biar suatu saat meski sekali dalam seumur hidup bisa eksplor Hutan Leuser dan Desa Ketambe :)

      Hapus
  8. Mantepp banget, mbak.. Bisa ikutan acara n komunitas semacam itu. Yaa hutan kita hari ini semakin lama semakin gundul, kebakaran hutan hampir tiap2 tahun terjadi, terutama di Kalimantan n Sumatera. Menyesakkan dada-dada kita..
    miris yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mas Dodo. Suka sedih kalau melihat hutan kita mengalami bencana akibat ulah manusia :(
      yuk ah, sama2 jaga hutan biar nggak ada lagi kerusakan dengan program Adopsi Hutan lewat kitabisa.com

      Hapus
  9. Aku mupeng banget sama Desa Ketambe. Pesona kuliner dan hutannya, aduuh tak sanggup ditahan haha. Acaranya bagus banget buat mengedukasi orang biar makin sadar lingkungan terutama pelestarian hutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama Mas Rudi, aku pun nggak tahan pengin main ke hutan Leuser, uhuhu
      semoga segera bisa ke sana ya, Mas. Online Gatheringnya seru banget, sama sekali nggak bikin ngantuk :D

      Hapus
  10. Rasanya setelah ikut gathering online ini. Pengen cepat-cepat bisa ke Ketambe menikmati hutan yang masih terjaga baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga segera ke sana ya. aku pun pengin banget, hhh

      Hapus
  11. Beruntung banget akuu bisa barengan ikutan online blogger gathering Adopsi Hutan HIIXBPN yaa... Banyak wawasan yg didapatkan, bs onlinean bareng Mbak Ella jugaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Mia, banyak banget info yang tadinya aku belum tahu jadi tahu setelah ikutan gabung online gathering ini :D

      Hapus
  12. seru ya mbak, jadi kangen main di hutan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, semoga bisa segera ke hutan Leuser ya. Biar bisa ketemu orangutan dan kekayaan alam lainnya :D

      Hapus
  13. Hayuuk menabung agar bisa ke Leuser... Btw, acaranya seru banget ya bikin kita makin aware sama hutan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuukkk, semangat menabung biar bisa jalan-jalan ke Leuser :D

      Hapus
  14. Salah fokus aku mbak sama meja kerjanya yg kece badai hehehe. Walau aku merasa tinggal di kota tapi keberadaan hutan jangan sampai luput dari perhatian kita ya mbak, apalah arti hutan beton yg menghasilkan uang yg banyak jika anugerah hutan alami tak lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehehe, makasih kaaak. biar kl lagi kerja semangat apalagi liat yang ijo2, hihi
      bener banget sih, mau tinggal di kota di desa, udah sepatutnya kudu peduli dengan kelestarian hutan kita :)

      Hapus
  15. kayaknya hutan di wilayah Aceh sana masih bener bener alami ya. foto aerial desa ketambe nya bener bener nature pokoknya. senengnya kalau liat pohon nggak ditebang begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ainun, jadi pengen eksplore hutan Leuser, uhuyyy
      meskipun aku tinggal di desa dan dekat dengan pepohonan begitu, hhh

      Hapus
  16. Online gatheringnya bikin ngarep suatu saat bisa gathering beneran fi hutan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Astriddd, maaauuu hayuk gathering beneran di hutan. Apalagi hutan Leuser :D

      Hapus
  17. Mbak, hamper menang quiznya sudah sampai ke rumah kah?
    share ya mbak ..hehhe.. hampernya aja udah keren ini.

    Ini Leuser bikin saya penasaran banget pengen kesana, kebayang experience yang didapatnya.
    Yuk kita janjian, after corona.

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw, udah sampai kemarin mbak Renov. Beras merahnya sudah dibuat bubur, hihi
      hayukkk semoga bisa ke Leuser bareng2 yaaaa

      Hapus
  18. Seru acaranya...Semoga makin banyak yang peduli kelestarian hutan kita ya 🎉

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Dew, semoga yaa ~~~
      biar hutan makin lestari :)

      Hapus
  19. Salfok sama daun monstera yang ada di atas meja

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh iya kak, biar adem. jadi semangat kerjaa :D

      Hapus
  20. Wahh lucky you mbak Ella.
    Itu Desa Ketambe kenapa cantik banget kaya begitu, bener2 damai & sejuk kaya Banjar ya mbak ehehhe, maklum nyong nang jakarta, ruing banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahha, bisa aja mbak Meta. iya tuh, sejuk, damai, adem banget di sana. Lah lah lah ini kenapa bisa ngapak ya mbak? tek jek maem medoan mayuh, arep? wkwkwk

      Hapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti