Berbagi Nggak Harus Menunggu Kaya, JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama

oleh - September 08, 2021

Berbagi Nggak Harus Menunggu Kaya, JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama
Berbagi Nggak Harus Menunggu Kaya, JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama

Kalau ditanya, apa sih makna bahagia buat kalian? Jangan bilang bahagia kalau duit banyak, ya! Hahaha. Ya meskipun nggak munafik sih, duit memang bisa jadi jembatan untuk menuju kebahagiaan. Namun, kadang hal-hal sepele juga bisa bikin bahagia, bukan? Seperti kemarin saat aku mengikuti webinar JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama

Yap! Tanggal 7 September 2021 aku berkesempatan mengikuti webinar JNE deklarasikan Hari Bahagia Bersama yang ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Bahagia Bersama”. Sungguh, sepanjang webinar ini aku melongo mendengarkan orang-orang baik dan hebat yang mendedikasikan dirinya untuk kebaikan.

Webinar ini dihadiri oleh M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, Maman Suherman Penulis dan Penggiat Literasi, Muhammad “MICE” Misrad kartunis, Andy F. Noya, Melanie Subono, dan Ivan Gunawan.

Bahagia Bersama, Kenapa Nggak? 

Bahagia Bersama, Kenapa Nggak?
Bahagia Bersama, Kenapa Nggak? 

Memang selama ini aku sering menggunakan jasa ekspedisi JNE, tapi aku nggak tahu kalau ternyata di "dalam" JNE sebegitu magic terhadap konsep “Bahagia Bersama”. Prinsip Bahagia Bersama ini adalah Berbagi, Memberi, dan Menyantuni. Sungguh, terharu banget saat Andy F. Noya menceritakan kebaikan JNE dalam pendistribusian bantuan tabung oksigen yang digagas oleh benihbaik.com. Bagaimana nggak terharu coba, ribuan tabung oksigen didistribusikan oleh JNE tanpa biaya ongkos kirim. 

Nggak hanya itu, saat Kang Maman Suherman bercerita mengenai pengiriman Al-Qur'an dan Al-Kitabb ke Papua dengan biaya ongkos kirim sekitar 10 juta, JNE sanggup meng-cover-nya. Pun saat mbak Melanie Subono menceritakan dukungan JNE terhadap pendistribusian bantuan untuk Rumah Harapan. Ternyata tiap bulan JNE memberikan slot kuota untuk pendistribusian kebaikan yang bisa tiba hingga pelosok negeri dan tiba di tangan mereka yang membutuhkan.

Beneran, ini mah satu-satunya jasa ekspedisi yang nggak cuma menuju kesuksesan dunia, tapi juga menuju kesuksesan akhirat. Aku sungguh tertegun saat Andy F. Noya (benihbaik.com) menelepon Pak M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE terkait ongkos kirim pendistribusian ribuan tabung oksigen karena pihak benihbaik.com merasa nggak enak digratisiin mulu. Eh nggak disangka Pak M. Feriadi Soeprapto malah menjawab:

"Akan saya pertimbangkan, jika memang bisnis saya dengan benih baik akan lebih menguntungkan, nanti saya akan hitung berapa biayanya. Tapi kalau bisnis saya dengan Tuhan lebih menguntungkan, saya akan memilih bisnis dengan Tuhan." Luar biasa nggak sih? Huhuhu

Launching Buku Berjudul “Bahagia Bersama”

sih? Huhuhu Launching Buku Berjudul “Bahagia Bersama”
sih? Huhuhu Launching Buku Berjudul “Bahagia Bersama”

Aku mengenal sosok Kang Maman Suherman ini di twitter. Beliau sosok yang sangat mendamaikan di saat kondisi ini yang makin nggak jelas. Menurutku setiap tweet-nya menyejukkan. Malah beberapa kali membaca tweet-nya bikin haru sekaligus bikin kangen sosok Bapak. 

Dalam event webinar ini, Kang Maman Suherman memberikan pernyataan berikut:

“Berbagi agar dapat bahagia bersama perlu dilakukan sebanyak mungkin oleh tiap orang, tidak hanya dalam keadaan lapang tapi juga bahkan dalam kondisi sempit”

Semoga ya, sosok Kang Maman ini ada banyak di bumi ini supaya kebaikan selalu panjang umur. Aamiin. 

Muhammad Misrad
Muhammad Misrad

Btw, buku Bahagia Bersama ini digarap oleh Kang Maman dan Muhammad Misrad yang akrab disapa Mice, selaku kartunis. Kata Mice:

"Prinsip berbagi agar semua bisa bahagia bersama harus disampaikan secara berbeda sehingga pesan bisa diterima oleh semua kalangan dan semua umur, bahkan anak-anak”.

Buku “Bahagia Bersama” ini dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia, lho. Kalian juga bisa membelinya secara online melalui website gramedia.com, atau di official store JNE di Tokopedia dan Shopee. 

Perjalanan JNE Menuju Bahagia Bersama

Perjalanan JNE Menuju Bahagia Bersama
Perjalanan JNE Menuju Bahagia Bersama

Sebenarnya di webinar kemarin, banyak banget pelajaran yang bisa didapatkan. Mulai dari Kak Ivan Gunawan yang me-re-branding bakso aci sopirnya hingga sopirnya ini bisa membangun masjid dan membeli tanah. Kadang hal sepele menurut kita, tapi dampaknya besar untuk orang lain, ya? Memang ya, berkah berbagi itu nyata banget. 

Oya, siapa sih yang nggak kenal jasa ekspedisi JNE? JNE ini berdiri sejak tahun 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian, lho. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance.

Nah, pada akhir tahun 2012, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri dan terpisah dari unit kurir ekspres. Barulah mulai tahun 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, cargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight.

Di tahun 2014, JNE mempersiapkan JNE E-Commerce dan melakukan optimalisasi Mobile Applications, serta membangun 250 kantor operasional juga memperluas jaringan hingga lebih dari 7000 outlet di seluruh Indonesia untuk bersaing dalam Asia Free Trade Area yang berjalan sejak tahun 2015.

Kini JNE sudah berumur 31 tahun. Semoga kebaikan terus bergulir supaya bisa Bahagia Bersama, ya. Yuk latih diri kita untuk terus berbagai, karena berbagi nggak harus menunggu kaya, kok! 

Mungkin Kamu Suka

5komentar

  1. Setuju, berbagai tidak hatus menunggu kaya. Berbagi itu hakikatnya menyimpan untuk diri kita. Jadi jangan sedikit atau dinanti-nanti.

    Jadi pengen punya bukunya nih biar bisa ikutan bahagia juga

    BalasHapus
  2. Waduh, jadi tertampar sekali rasanya. Orang-orang yang punya kepercayaan bahwa berbagi gak harus menunggu kaya begini seakan-akan gak pernah punya masa sempit dan sulit untuk bisa berbagi dan bermanfaat buat orang lain disekitarnya. Kalkulator nya udah beda, bukan untung rugi ala pedagang dunia.

    BalasHapus
  3. Iya Mbak Elaa ... saya tuh merinding di bagian:
    "Akan saya pertimbangkan, jika memang bisnis saya dengan benih baik akan lebih menguntungkan, nanti saya akan hitung berapa biayanya. Tapi kalau bisnis saya dengan Tuhan lebih menguntungkan, saya akan memilih bisnis dengan Tuhan."

    Luar biasa kan ya di zaman begini masih adapengusaha seperti Pak Feri ya. Masya Allah.

    BalasHapus
  4. Setuju banget konsepnya berbagi memang tak musti harus menjadi orang kaya dulu. Terpenting seberapapun itu selagi bisa membantu itu pun masuk dalam hal berbagi.

    Kegiatannya sangat menginspirasi semoga dapat ditularkan untuk kita semua

    BalasHapus
  5. Setuju banget konsepnya berbagi memang tak musti harus menjadi orang kaya dulu. Terpenting seberapapun itu selagi bisa membantu itu pun masuk dalam hal berbagi.

    Kegiatannya sangat menginspirasi semoga dapat ditularkan untuk kita semua

    BalasHapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti