Wujudkan Financial Planning Cerdas dengan Asuransi Syariah

oleh - Oktober 28, 2021

Wujudkan Financial Planning Cerdas dengan Asuransi Syariah
Wujudkan Financial Planning Cerdas dengan Asuransi Syariah

Terus terang, setelah menikah agak kaget terkait alokasi keuangan. Ya bagaimana, dari dulu aku jarang banget melakukan budegting, apalagi mencatat pengeluaran. Mungkin karena masih tinggal sama orang tua, jadi santai-santai tapi berujung sedikit menyesal. Kok menyesal? Iya menyesal karena nggak memulai investasi jangka panjang sejak dulu.

Dulu mikirnya, tiap gajian atau invoice cair cuma menyisihkan sedikit uang untuk ditabung dan memberikan sedikit rezeki ke orang tua. Setelah itu, bebas! Uangnya mau digunakan untuk apaan. Paling sering sih aku gunakan untuk jajan dan membeli skincare yang berujung numpuk-numpuk nggak terpakai. Nggak cuma itu, aku juga hobi banget membeli barang-barang yang sebenarnya kurang bermanfaat.

Nah, kebetulan kemarin aku berkesempatan mengikuti Blogger Gathering bersama KEBxPrudential dengan tema “Membangun Keluarga Tangguh secara Finansial melalui Asuransi”. Pada Blogger Gathering ini dihadiri oleh Luskito Hambali selaku Chief Marketing and Communications Officer at Prudential Indonesia, Bondan Margono selaku Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia, Aliyah Natasya selaku Financial Advisor, dan Mbak Lia seorang blogger yang berbagi cerita mengenai the power asuransi.

Awalnya aku kira acara ini hanya akan membahas asuransi saja. Namun, ternyata aku salah dong! Dari acara ini aku mendapatkan insight banyak mengenai financial planning. 

Apakah Financial Planning itu Penting?

Mungkin kalau pertanyaan serupa dilontarkan ketika aku belum menikah, aku akan menjawab:

“Financial Planning memang penting, tetapi nggak penting banget, sih. Biasa saja!”

Namun, ketika pertanyaan tersebut dilontarkan kepadaku saat ini, otomatis aku akan menjawab dengan lantang kalau financial planning itu penting banget! Nggak ada tawa menawar!

Terlebih untuk ibu rumah tangga seperti aku ini. Keuangan bakal bocor di mana-mana jika aku nggak melakukan financial planning. Wong kadang-kadang sudah membuat financial planning saja tetap kebocoran di akhir bulan. Jangan sampai hal demikian jadi tiap bulan deh, repot banget karena mesti merogoh tabungan untuk mencukupi biaya hidup karena kecerobohan sendiri.

Alhamdulillah suamiku kooperatif ketika diajak ngobrol seputar keuangan. Sejak awal menikah kami memang sepakat untuk membagi alokasi dana. Jadi, tiap gajian atau ada income yang cair, kami membiasakan untuk membagi-bagi ke kantong sesuai kebutuhan. Mulai dari kantong tabungan, kesehatan, sedekah, orang tua, tagihan, belanja bulanan, dll.

Sayangnya aku masih agak malas untuk mencatat keuangan secara rutin, nih. Semoga mulai awal bulan November nanti bisa konsisten mencatat pengeluaran, deh. Aamiin

Mitos Keuangan yang Sering Bermunculan

Apakah teman-teman pernah berpikir kalau investasi mesti tunggu kita kaya? Jujur, aku pernah punya mindset demikian. Nah, ternyata menurut Aliyah Natasya selaku Financial Advisor saat Blogger Gathering bersama KEB dan Prudential aku makin tersadar. Mbak Aliyah memaparkan mitos-mitos keuangan, di antaranya:

  • Penghasilan besar jaminan ketahanan financial. Kadang aku berpikir kalau pendapatan gede, pasti ketahanan financial oke. Ternyata mau sedikit atau banyak pendapatan yang diterima kalau nggak dikelola dengan baik, bubar juga! 
  • Berinvestasi ketika uang sudah banyak atau kaya. Nah ini, aku pernah menunda untuk investasi jangka panjang. Dulu, mikirnya tunggu kaya dulu deh baru investasi untuk jangka panjang. Padahal mah, lebih cepat untuk investasi lebih baik karena pergerakan inflasi terus berjalan. 
  • Mengelola keuangan pribadi adalah hal yang sulit. Sepertinya ini mitos yang paling sering dirasakan, ya? Hahaha. Padahal akan lebih sulit jika kita menyesal nggak mengelola keuangan. 

Asuransi Syariah Pilihan Tepat untuk Hidup Lebih Bermanfaat

Asuransi Syariah Pilihan Tepat untuk Hidup Lebih Bermanfaat
Asuransi Syariah Pilihan Tepat untuk Hidup Lebih Bermanfaat
Menurut Bondan Margono selaku Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia, tiap orang memiliki caranya sendiri untuk menghadapi risiko dalam hidup. Ada yang memilih menghindari risiko, meminimalisir risiko, berbagi risiko, mengalihkan risiko, atau menerima risiko. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi risiko dalam hidup adalah mengikuti asuransi syariah. Asuransi syariah merupakan usaha tolong menolong untuk melindungi sesama dalam bentuk aset yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu.

Fyi, Prudential memiliki produk Asuransi Jiwa Syariah PRUCinta dengan periode pembayaran kontribusi 10 tahun, tetapi dapat memproteksi selama 20 tahun. Kalian bisa mengunjungi webiste Prudential dan men-download brosur mengenai Asuransi Jiwa Syariah (PRUCinta).

Konsep Dasar Asuransi Syariah yang Bikin Berkah

Seperti yang dipaparkan oleh Luskito Hambali selaku Chief Marketing and Communications Officer at Prudential Indonesia, bahwa prinsip asuransi jiwa syariah sangat transparan dan nggak memandang agama yang dianutnya.

Asuransi syariah nggak melulu untuk teman-teman yang muslim saja, kok. Meskipun asuransi syariah ini ada embel-embel ‘syariah’, tetapi prinsip yang digunakan adalah universal dengan konsep tolong menolong. Di semua agama dianjurkan untuk tolong menolong, bukan? 

Menurutku, untuk lebih berhati-hati dengan sistem asuransi konvensional, teman-teman bisa memilih asuransi syariah untuk menghindari hal-hal yang nggak diinginkan. Jadi, berasa hidup lebih tenang dan berkah karena asuransi syariah dapat menghindari hal-hal berikut ini:

  • Gharar (ketidakjelasan)
  • Riba (tambahan nilai yang nggak sesuai dengan syariah)
  • Masyir (taruhan)  

Apa Sih Perbedaan Antara Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional?

Adakah teman-teman yang tahu perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional? Nah, kemarin Bondan Margono selaku Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia menjelaskan berbagai perbedaan dari kedua asuransi ini, di antaranya sebagai berikut:

Perbedaan Antara Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional
Perbedaan Antara Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Perbedaan yang kentara banget ada di perjanjian dan surplus underwriting. Kalalu aku besok lusa dikasih kesempatan dan memiliki budget untuk produk asuransi, mau banget memilih asuransi jiwa syariah PRUCinta, deh. Eits, sebelum memutuskan memilih produk asuransi, kita juga perlu mempertimbangkan berbagai hal, lho. Jangan asal memilih asuransi, tetapi ternyata hanya ikut-ikutan tren saja. 

Tips Memilih Asuransi Supaya Nggak Merasa Rugi

Dulu, aku masih ingat saat Bapak dan Ibuku mendaftarkan aku dan adikku ke asuransi pendidikan. Sekitar tahun 2000-an, orang tuaku yang tinggal di pelosok desa saja sudah melek asuransi demi jaminan hidup yang lebih baik. Alhasil saat aku dan adikku masuk SMA dan perguruan tinggi, orang tuaku nggak merasa terbebani dengan biaya yang nggak sedikit.

Namun, sebelum memilih asuransi yang sesuai preferensi, teman-teman bisa menyimak beberapa tips dari mbak Aliyah Natasya selaku Financial Advisor, ya! 

Tips Memilih Asuransi Supaya Nggak Merasa Rugi
Tips Memilih Asuransi Supaya Nggak Merasa Rugi

Pertama, lakukan budgeting! Pastikan memiliki dana atau budget yang diperuntukkan untuk membayar premi asuransi bulanan. Ya kan, kalau kita memutuskan memilih produk asuransi, kita wajib membayar premi dong! Biasanya premi ini dibayarkan tiap bulan, tetapi ada juga yang tiga bulanan, enam bulanan, atau tahunan. Tergantung produk asuransi dan kesepakatan pegang polis dengan penyedia layanan asuransi.

Kedua, tentukan jenis asuransi yang akan kita pilih. Kemarin mbak Aliyah menyarankan untuk lebih mengutamakan asuransi jiwa. Alasannya karena umur dan kondisi seseorang nggak ada yang tahu. Namun, untuk menentukan produk asuransi bisa disesuaikan dengan preferensi tiap individu. Produk asuransi di Prudential ada banyak kok mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. 

Ketiga, pilih penyedia layanan asuransi yang memiliki reputasi tinggi, kredibel, kemudahan untuk melakukan pendaftaran, kemudahan klaim, dan lainnya. Selain itu, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait penyedia layanan asuransi yang akan kita pilih. Btw, saat ini Prudential melayani konsultasi secara virtual, jadi kita nggak perlu datang langsung ke kantor Prudential. 

Keempat, pilih produk asuransi jiwa syariah karena memiliki konsep gotong royong dan juga dapat memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu. Namun, yang paling penting, jangan lupa untuk membaca dan mencari tahu produk asuransi yang akan kita pilih. Supaya nantinya kita nggak merasa dirugikan, ya! 

Yuk yang masih sehat bugar, kita mulai investasi untuk jangka panjang demi hidup lebih nyaman. Seperti yang diceritakan mbak Lia saat suaminya mengalami kecelakaan. Beliau terbantu banget karena memiliki asuransi di Prudential. Semoga, aku, kamu, kita, dan orang-orang tersayang sehat dan bahagia selalu, ya! Aamiin

Mungkin Kamu Suka

12komentar

  1. Mencatat pengeluaran bagiku pekerjaan berat, padahal apa sih, cuman nulisi hari ini beli apa habis berapa. Nggak susah, tapi malesnyaaa ampun. Semacam gak rela duit yang nominalnya banyak tau-tau, "lho kok, udah segini aja" 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya mbak Yun, padahal mencatat keuangan bisa jadi cara biar kita bisa ngerem pengeluaran. Itung2 biar bisa nabung dan punya asuransi syariah :D

      Hapus
  2. sama kayak aku mbak, dulu kalau ditanya apakah financial planning perlu? ya perlu tapi nggak detail juga :D
    dulu aku rajin nulis pengeluaran gara gara ikut-ikutan mbak kos waktu zaman kuliah.
    sekarang juga masih nyatet kalau pas inget aja
    soalnya sekarang ada bank digital yang bisa nyimpen history pengeluaran, jadi jarang catet manual juga akhirnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos dulu mbak Ainun, aku juga gitu. Padahal financial planning ini penting banget biar keuangan kita bisa terkontrol yak.. Bulan ini aku udah mulai mencatat pengeluaran, semoga konsisten dan ada budget buat ikut asuransi syariah.. aamiin

      Hapus
  3. Makasih informasinya, aku juga baru nikah dan butuh belajar banyak tentang financial planning

    BalasHapus
  4. Ternyata financial planning ini penting ya. Harus mulai mencadangkan uang khusus untuk dana darurat. Ini termasuk PR besar bagi saya juga ini. Bismillahirrahmanirrahim semoga saya bisa menyimpan dana darurat secepatnya

    BalasHapus
  5. Tiap baca artikel tentang finacial planning tuh selalu mixed feelings. Perasaan senang karena dapet ilmu dan perasaan malu karena masih aja boros dan ga pinter atur keuangan hehe

    BalasHapus
  6. kalau udah tahu jelas gini tentang asuransi dan tips memilihnya kayaknya orang gak perlu ragu lagi ya Mbak, secara asuransi emang penting bagi kehidupan, apalagi sekarang ada asuransi syariah yang jelas banget perbedaan dan manfaatnya.

    BalasHapus
  7. Yap, bener banget.
    Perlu cek ricek dulu sebelum memilih perusahaan asuransi mana yang harus kita apply.
    Track record penyedia layanan asuransi beserta reputasinya, sangat penting agar kita tidak tertipu saat melakukan klaim dan lainnya.

    BalasHapus
  8. cocok banget buat saya ini, kebetulan banget sedang belajar soal finansial khususnya asuransi syariah, dan pastinya banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum kita mengambil asuransi itu

    BalasHapus
  9. Jujur, agak trauma dengan salah satu asuransi. waktu itu ikutnya asuransi pendidikan anak, dan berbuntut kecewa karena salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, manfaatnya emang luar biasa banget kok

    BalasHapus
  10. Setelah menikah juga baru sadar pentingnya planning finansial ini, termasuk salah satunya untuk memproteksi diri dan keluarga. Syukurnya sekarang sudah ada asuransi syariah jadi lebih tenang aja kalau mau ambil asuransi

    BalasHapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti