Inovasi Lifestyle Tanpa Batas:

Smart Living bersama IndiHome

by Ella Fitria | 17 Juli 2022

Aku masih ingat betul saat menyaksikan sebuah iklan perumahan yang sangat menarik di salah satu stasiun televisi. Perumahan ini memiliki konsep hunian terintegrasi dengan beragam layanan. Kala itu, aku bersama nenek, bulik, dan beberapa tetangga sedang menyaksikan sinetron kesayangan. Setiap hari, rumahku selalu ramai kedatangan saudara dan tetangga yang ingin menyaksikan televisi. Maklum, sekitar tahun 2005 bisa dihitung dengan jari siapa saja yang memiliki televisi.

Lahir dan tinggal di tempat yang cukup terpencil membuatku selalu membayangkan bagaimana rasanya tinggal dan hidup di perkotaan. Bahkan, aku pernah menyematkan mimpi untuk memiliki rumah dengan konsep “smart living” seperti iklan yang setiap weekend aku saksikan. Meskipun dalam hati berkata “Ah, rasanya tidak mungkin aku bisa mencicipi tinggal di perkotaan dan memiliki rumah yang terintegrasi dengan berbagai kemudahan dan kenyamanan.”

Namun, nyatanya pelan-pelan aku bisa merasakan kesempatan tinggal di tempat yang sedikit “kota” dibandingkan dengan tanah kelahiranku. Sebulan pertama tinggal di kabupaten tetangga, aku yang duduk di SMP selalu takjub saat menyaksikan lalu lalang kendaraan dan bus-bus besar yang cukup padat. Ada rasa bahagia saat mata ini bisa menyaksikan langsung pemandangan yang biasanya hanya bisa dilihat di televisi.

Aku juga rela menyisihkan uang jajan supaya dapat menuntaskan rasa penasaran menaiki angkutan umum dan menginjakkan kaki di swalayan. Kalau diingat, membuatku tersenyum dan haru dibandingkan dengan keadaan sekarang ini, ya? Namun, aku sangat bersyukur karena gadis desa ini pelan-pelan dapat mewujudkan impian memiliki rumah dengan konsep smart home.

Hadirnya Internet Mengubah Gaya Hidup Makin Inovatif

Beruntungnya aku dipertemukan dengan seorang technology enthusiast yang sekarang menjadi suamiku. Tahun pertama menikah kami tinggal di jantungnya Jawa Tengah, Semarang. Mau tidak mau, pekerjaanku sebagai guru honorer di kampung halaman aku lakukan secara daring. Kebetulan saat itu proses belajar mengajar dilakukan secara online karena pandemi COVID-19. Namun, permasalahan mulai muncul karena wali murid di sekolahku belum begitu aware dengan pemanfaatan teknologi. Maklum, sinyal di kampung halaman kami tidak sebagus dan selancar di kota besar.

Kembali ke Kampung Halaman dan Renovasi Rumah

Setelah setahun menikah, suamiku memilih resign dan kami kembali ke kampung halamanku, Banjarnegara. Suamiku yang terbiasa tinggal di perkotaan mulai kaget dan berusaha menyesuaikan diri. Dia mulai merenovasi rumah, membuat ruang kerja, dan menyiapkan jaringan internet. Karena dia bekerja dengan mengandalkan jaringan internet, tentu ketersediaan jaringan internet sangat krusial untuk kelancaran pekerjaannya.

Hasil Renovasi Ruang Tamu dan Ruang Kerja Lengkap dengan Jaringan Internet

Aku pun demikian, aku memutuskan resign dari guru honorer dan fokus dengan pekerjaanku saat ini sebagai freelance. Tentunya, aku sangat membutuhkan jaringan internet yang lancar dan stabil, bukan? Hanya ada satu jaringan internet yang masuk ke kampung halamanku yaitu IndiHome.

Gentala Design, salah satu bisnis digital yang sedang kami geluti

Adanya jaringan internet ini menjadi salah satu faktor kami bisa memiliki bisnis digital berupa website developer, E-wedding invitation, video visual, dan desain grafis. Siapa sangka hidup di desa yang cukup terpencil memiliki bisnis digital yang bisa menghidupi kami hingga saat ini?

Remote Working: Tren Pekerjaan Idaman bagi Kaum Milenial

Kini, seiring berkembangnya dunia digital, tren remote working seakan menjadi lifestyle bagi sebagian milenial. Remote working memberikan kebebasan bekerja secara jarak jauh tanpa harus datang ke kantor. Aku dan suamiku pun merasakan nikmatnya remote working yang saat ini kami jalani. Kami bisa bekerja di mana saja, kapan saja, tentu tetap disesuaikan dengan rules yang sudah disepakati. Asalkan, ada jaringan internet yang memadai.

Suami sedang bekerja dari rumah

Bekerja jarak jauh memang membutuhkan kemampuan, skill, dan jaringan internet yang stabil. Alasannya, karena sistem remote working ini segala pekerjaan dilakukan secara digital dan daring. Baik melalui email, google meet, atau aplikasi pendukung lainnya. Makanya, keberadaan jaringan internet ini sangat mendukung aktivitas sistem remote working. Tanpa adanya jaringan internet, remote working tidak akan bisa dilakukan.

Penetrasi Internet Indonesia
2018 64.8%
2019-2020 73.7%
2021-2022 77.03%

Selaras dengan aktivitas remote working yang kian menjadi idaman milenial, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) baru saja merilis laporan “Profil Internet Indonesia 2022”. Menurutnya, penetrasi internet Indonesia sudah mencapai 77,02% pada 2021-2022. Berdasarkan data ini, tren penetrasi internet di Indonesia kian meningkat dari tahun 2019-2020 yang hanya 73,7%. Sementara pada tahun 2018 hanya 64,8%. Wah, memang ya dari tahun ke tahun Internetnya Indonesia makin meningkat.

Jaringan internet ini tak hanya memudahkan aktivitas remote working dan bisnis di dunia digital yang kami jalani. Berkat jaringan internet, kemudahan hidup makin terasa sekalipun kami yang tinggal di pedesaan. Aku juga sangat bersyukur karena berkat jaringan internet IndiHome, kami bisa pelan-pelan mewujudkan mimpi memiliki rumah dengan konsep smart home dan smart living.

Wujudkan Smart Living

di Desa Terpencil bersama

Sebenarnya, smart home atau smart living merupakan cerminan rumah berbasis teknologi yang berfungsi untuk mengatur dan mengontrol rumah secara otomatis dari jarak jauh. Jadi, kapan pun dan di mana pun kita berada, kita bisa mengontrol rumah dari jarak jauh asalkan perangkat kita terkoneksi dengan jaringan internet.

Mungkin, bagi sebagian orang mengira bahwa mewujudkan rumah dengan konsep smart home sangat ribet dan rumit. Namun, seiring perkembangan teknologi, kita bisa mewujudkan rumah konsep smart home dengan mudah dan efisien. Lagi-lagi, syarat utama untuk mewujudkannya harus memiliki jaringan Wi-Fi dan internet yang stabil.

Nah, berikut ini ada beberapa poin penting yang harus disiapkan untuk mendukung konsep rumah smart home meskipun rumah kami berada di pedesaan:

Periksa Ketersediaan Jaringan Internet

Tanpa adanya jaringan internet, tentu konsep rumah smart home tidak akan pernah bisa terwujud. Maka dari itu, poin utama untuk mewujudkan smart home adalah memeriksa ketersediaan jaringan internet. Karena kami tinggal di pedesaan, hanya ada IndiHome satu-satunya jaringan internet yang bisa menjamah desa kami. Bersyukur karena setiap tahun IndiHome selalu melebarkan jangkauan internet untuk mendukung aktivitas tanpa batas.

Mulai Membeli Smart Home Device

Setelah memeriksa jaringan internet, langkah selanjutnya adalah mulai membeli smart home device berdasarkan kebutuhan. Saat itu, kami mulai mencicil membeli smart lamp, smart switch, google nest mini, CCTV, smart on/off breaker, dan lainnya. Sebetulnya, tidak harus langsung membeli semua smart home device, kok. Bisa dicicil dengan membeli perlengkapan smart home device secara bertahap dan disesuaikan dengan prioritas. Next, aku juga sedang me-wishlist smart door untuk keamanan rumah agar lebih maksimal.

Koneksikan dengan Wi-Fi dan Smartphone

Sebenarnya tidak sulit untuk mengkoneksikan smart home device dengan perangkat elektronik smartphone. Kita cukup terhubung dengan internet dan memasang aplikasi sesuai dengan smart home device yang kita miliki. Selanjutnya, kita hubungkan satu persatu smart home device agar terpasang di aplikasi smartphone kita. Nah, begitu sudah connect dengan smartphone kita, maka kita sudah bisa mengontrol perangkat rumah dengan sekali sentuh dan perintah suara, bahkan kita juga bisa menjadwalkan kapan perangkat rumah akan mati atau menyala.

Keuntungan Memiliki Rumah dengan

Konsep Smart Living

Selain untuk memudahkan kita mengontrol perangkat melalui smartphone. Memiliki rumah dengan konsep smart home juga memiliki banyak keuntungannya, di antaranya:

Memulai Hidup Hemat Energi dengan Smart Living

Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin pesat, aku merasa terbantu untuk makin peduli dengan lingkungan. Salah satunya dengan menerapkan konsep smart home untuk mengantisipasi penggunaan energi yang sia-sia atau berlebih.

Contoh kecilnyanya, aku selalu menjadwalkan lampu otomatis mati atau redup saat menjelang tidur. Beberapa alat seperti pompa air juga aku pasang smart breaker supaya otomatis mengisi air dan otomatis mati saat air penuh. Listrik dan air pun tidak terbuang sia-sia, bukan?

Penjadwalan otomatis on/off perangkat

Dengan penerapan smart home dan perangkat cerdas, kita bisa lebih menghemat energi listrik karena dapat menyesuaikan penggunaan perangkat berdasarkan kebutuhan. Meski perangkat masih memerlukan daya listrik untuk selalu terhubung ke internet, tetapi penggunaan listriknya tidak begitu banyak jika dibandingkan pemborosan energi karena lupa mematikan perangkat.

Kemudahan Mengontrol Rumah dalam Genggaman

Kemudahan mengontrol rumah dalam genggaman

Sungguh, memiliki rumah dengan konsep smart home sangat membantu kami dalam kehidupan sehari-hari. Kami hanya perlu mengontrol semua perangkat melalui smartphone atau melalui google nest dengan perintah suara. Terlebih, kami yang sering bepergian ke luar kota untuk suatu pekerjaan tidak akan repot lagi minta tolong tetangga untuk mematikan lampu atau perangkat lainnya.

Mengontrol perangkat rumah dengan smartphone

Di mana pun kami berada, asalkan smartphone kami terhubung dengan internet dan perangkat di rumah terhubung dengan jaringan Wi-Fi, kami bisa mengontrolnya hanya dengan sentuhan jari. Kami juga bisa berbagi smart device supaya anggota keluarga lain dapat mengontrolnya melalui smartphone masing-masing. Dengan begitu, kita bisa saling bergantian mengawasi rumah jika ada salah satu anggota keluarga yang sedang sibuk atau sedang berada di luar jangkauan.

Keamanan Rumah Makin Terjamin

Semenjak mencicil mengganti perangkat elektronik konvensional ke perangkat smart device, kami merasa keamanan rumah makin terjamin. Seperti halnya kemarin malam saat kami pergi dari rumah, tiba-tiba dari CCTV yang terpantau oleh smartphone kami, ada mobil yang masuk ke halaman rumah kami. Untungnya, kami pergi tidak jauh dari rumah sehingga bisa langsung pulang untuk mengecek.

Pemantauan dan komunikasi dua arah dengan anggota keluarga

Perangkat smart CCTV ini juga sangat membantu kami untuk memantau anggota keluarga di rumah. Aku sering meminta suami untuk menyalakan CCTV di dalam ruangan saat dia pergi. Selain membuatku lebih nyaman saat suami sedang di luar, aku juga dapat berkomunikasi secara live ketika aku butuh bantuan.

Oh iya, semoga kedepannya kami bisa menambah smart device seperti smart door lock dan smart sensor untuk menambah keamanan rumah makin terjamin.

Kualitas Hidup Meningkat

Jujur, menerapkan konsep smart home bisa menjadikan hidup lebih nyaman dan aman. Bila kami ingin mengontrol perangkat, kami tak perlu beranjak dari tempat karena cukup dengan perintah suara. Konsep rumah smart home ini sangat efektif diterapkan untuk gaya hidup milenial yang ingin serba cepat, serba praktis, dan serba efektif.

Pemutaran musik Spotify di Google Nest Mini

Kadang, saat badanku sangat lelah, aku selalu memutar musik agar suasana menjadi lebih tenang dan rileks. Lagi-lagi cukup dengan perintah suara, musik akan berputar dan akan mati pada jam yang kita inginkan. Begitu pun saat aku susah tidur, aku dapat memutar musik pengantar tidur sekaligus mengatur jadwal musik tersebut berhenti ketika aku sudah tertidur pulas.

Yuk, Manfaatkan Digitalisasi untuk

Inovasi Tanpa Batas

Manfaat Internet dan perkembangan digitalisasi sangat terasa di berbagai sektor kehidupan. Salah satunya, kemudahan saat kita traveling tidak lagi perlu antre dan berdesakan untuk membeli tiket transportasi. Begitu juga ketika aku membutuhkan sesuatu yang hanya tersedia di kota, aku lebih memilih membelinya secara online. Hal ini tentu dapat menghemat waktu, tenaga, dan uang transportasi, bukan? Maklum saja, jarak kami ke kota memerlukan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Meski aku tinggal di pedesaan yang jauh dari kota, tetapi aku sangat bersyukur karena bisa menikmati dan memanfaatkan digitalisasi berkat adanya jaringan IndiHome dari Telkom Indonesia. Periksa ke klinik atau rumah sakit pun kini lebih praktis karena sudah bisa melakukan pendaftaran online. Lambat laun, aku yakin kita akan terus berinovasi dengan digitalisasi di berbagai sektor untuk mendukung gaya hidup yang makin efektif dan efisien.

Selain sektor ekonomi, budaya, dan kesehatan, digitalisasi juga sangat terasa di sektor pendidikan. Memang, di daerah kami masih sangat jauh SDM yang aware dengan teknologi. Namun, pelan-pelan para wali murid makin akrab dengan digitalisasi karena saat pandemi COVID-19 anak-anak dituntut untuk belajar secara daring. Sama halnya dengan profesi kami yang bergelut di dunia digital. Tanpa adanya jaringan internet yang memadai, kami tak akan bisa berada di titik ini, mengandalkan pekerjaan online dan bergelut di dunia digital.

Terobosan IndiHome

untuk Dukung Kemudahan Digital

0 %
menggunakan IndiHome
0 %
pertimbangan kualitas

Menurut hasil survei pada 9 Juni 2022, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa IndiHome menjadi penyedia layanan fixed broadband di Indonesia yang paling banyak digunakan. Tercatat sebanyak 67,54% responden menggunakan IndiHome.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna atau 47,95% responden menyebutkan bahwa memilih penyedia layanan internet dengan pertimbangan kualitas koneksi yang bagus di lokasi mereka.

Pencapaian ini tentu berkat adanya inovasi dan terobosan IndiHome dalam mendukung kemudahan akses digital di berbagai wilayah Indonesia. Nah, apa saja terobosan IndiHome untuk mendukung inovasi lifestyle tanpa batas?

Inovasi Jaringan Fiber Optik IndiHome

IndiHome sebagai Internetnya Indonesia, telah memperluas jaringan fiber optik mereka secara menyeluruh ke pelosok negeri. Jaringan IndiHome telah tersedia di 486 dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia. Dengan penggunaan 100% fiber optik, harapannya pengguna dapat menikmati layanan yang lebih baik dan performa yang lebih mumpuni. Pengguna dapat memanfaatkan kemudahan digital bahkan hingga ke tahapan internet of things seperti home security, smart living dan lainnya.

Jangkauan jaringan IndiHome
486 dari 514 Kota dan Kabupaten 94.5%

Pemerataan jaringan fiber optik oleh IndiHome ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan akses internet dengan kecepatan tinggi. Saat ini pengguna dapat menikmati kecepatan internet hingga 300 Mbps, bahkan IndiHome akan terus mempersiapkan akses internet yang lebih cepat lagi.

Dengan inovasi dan pemerataan jaringan fiber optik ini, aku yakin akan banyak orang merasakan kemudahan digital. Smart living dan inovasi lifestyle tanpa batas di pelosok negeri pun bukan lagi hanya imajinasi.

Layanan Produk Digital IndiHome

Untuk membangun masyarakat digital dengan inovasi lifestyle tanpa batas, IndiHome tidak hanya menyediakan jaringan internet saja. Namun, IndiHome juga menyediakan beragam produk digital seperti TV interaktif, cloud storage, IndiHome Smart, big data dan lainnya.

IndiHome Smart

Nah, bagi kamu yang menginginkan inovasi smart living tanpa repot, kamu dapat mencoba IndiHome Smart. Dengan layanan produk digital ini, kamu dapat dengan mudah mengatur perangkat rumah, pengawasan hingga home automation melalui smartphone.

Tampilan aplikasi IndiHome Smart dan perangkat yang kompatibel

Cara penggunaan dan pemasangannya pun cukup mudah. Kamu hanya perlu scan QR Code pada perangkat, kemudian menghubungkannya dengan jaringan. Smart device otomatis siap digunakan. Oh iya, kamu tidak perlu khawatir jika mempunyai banyak perangkat cerdas di rumah. Alasannya, karena IndiHome Smart ini kompatibel dengan berbagai merek device seperti Bardi, Arbit, Den, Hannochs, dan lainnya.

IndiHome TV

Selain IndiHome Smart, untuk mendukung inovasi lifestyle tanpa batas, IndiHome juga menyediakan layanan TV interaktif, lho. Layanan TV interaktif IndiHome memiliki 231 channel (157 SD, 69 HD, dan 5 Dolby) dan 19 minipack.

Fitur Unggulan IndiHome TV

TV interaktif IndiHome memiliki fitur unggulan seperti playback, pause, rewind, dan TV on demand. Dengan fitur-fitur tersebut, kamu dapat memutar dan menonton kembali tayangan kesukaan hingga tujuh hari. Ada juga TV Storage yang dapat digunakan untuk merekam tayangan favorit dengan durasi kurang lebih hingga 600 menit untuk kualitas SD dan 240 menit untuk kualitas HD.

IndiHome Cloud Storage

Hidup serba digital kurang lengkap rasanya tanpa penyimpanan digital juga, bukan? Maka dari itu, IndiHome juga menyediakan fitur Cloud Storage dengan pilihan kapasitas penyimpanan 16 Gb hingga 128 Gb. Dengan penyimpanan berbasis cloud ini, tentu memudahkan kita dalam integrasi, penyimpanan, dan pengiriman data secara aman.

Fitur Unggulan IndiHome Cloud Storage

Kamu juga dapat menyimpan foto, video, berkas pekerjaan atau backup data. Tidak ada lagi kekhawatiran data penting hilang karena kesalahan atau terhapus secara tidak sengaja.

Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk menjadi bagian dari Indonesia Digital Home selanjutnya? Dengan adanya inovasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, harapannya menjadikan kualitas hidup makin baik dan produktivitas pun juga meningkat.

Sumber:

  • https://indihome.co.id/

  • https://smart.indihome.co.id/

  • https://indihome.co.id/tv

  • https://indihome.co.id/addon/cloudstorage

  • https://cloudstorage.co.id/

  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/06/10/ini-provider-internet-yang-paling-banyak-digunakan-di-indonesia

  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/06/10/apjii-penetrasi-internet-indonesia-capai-7702-pada-2022

  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/07/01/sampai-2021-hanya-41-pelajar-di-papua-yang-mengakses-internet

  • https://www.rumah.com/panduan-properti/smart%20home-37050

  • https://www.wartaekonomi.co.id/read273951/kontribusi-indihome-dalam-pembangunan-digital-indonesia

  • Freepik
  • Lottie Files

1 komentar

aldhi fajar maudhi 19 Juli 2022 - 00:55

Huah lengkap mbak, informatif juga. Smarthome sekarang terkadang dibutuhkan juga unutk kegiatan aktifitas rumah yg efisien.

Balas

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: