Gapai Keuangan Aman
di Masa Depan bersama

Jujur, saat masih duduk di bangku SMK, aku sempat heran sekaligus kagum ketika sekolahku melakukan kunjungan ke salah satu bursa efek atau pasar saham yang berlokasi di Yogyakarta. Kebetulan, saat SMK, aku masuk jurusan akuntansi. Makanya, aku berkesempatan menginjakkan kaki di salah satu bursa efek. Yang aku ingat, saat memasuki salah satu ruangannya, dinding-dinding yang tadinya berupa tembok seketika berubah menjadi layar yang menampakkan angka-angka berjalan.

Saat itu juga aku bergumam pelan dalam hati. Suatu saat aku harus bisa berinvestasi dengan membeli “angka-angka” yang ada di layar itu. Tanpa sadar, pola pikir ini terbentuk karena pola asuh orang tuaku yang sejak kecil menanamkan konsep menabung. Makin dewasa, rasanya makin terpampang nyata jika menabung dan investasi bisa menjadi salah satu cara untuk menggapai mimpi-mimpi di kemudian hari.

Literasi Keuangan: Bekal Diri untuk Menggapai Mimpi

Memang, belum semua mimpi-mimpiku bisa aku gapai saat ini. Namun, aku bersyukur sekali karena pelan-pelan keinginan dan mimpi-mimpi di akhir usia 27 tahun ini banyak yang sudah tercapai. Salah satunya, memiliki hunian yang nyaman dan aman. Plus, tidak memiliki tanggungan atau hutang. Tentu saja mewujudkan berbagai mimpi ini tidak mudah.

Namun, aku percaya dengan pengelolaan keuangan yang baik dan pengetahuan literasi keuangan yang mumpuni bisa menjadi salah satu cara untuk memudahkan kita mewujudkan mimpi.

Sayangnya, menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan hanya sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%.

Indeks Literasi Keuangan

38,03%

Indeks Inklusi Keuangan

76,19%

Tentunya, hal ini membuktikan bahwa secara umum masyarakat Indonesia belum memahami dengan baik karakteristik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal. Padahal, literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan individu, perlindungan konsumen, hingga peningkatan inklusi keuangan.

Selain memahami literasi keuangan dan menerapkannya dalam pengelolaan keuangan, kita juga perlu memiliki strategi untuk mewujudkan berbagai mimpi-mimpi. Berikut ini, beberapa tips yang bisa teman-teman lakukan agar kondisi keuangan stabil untuk menggapai mimpi di kemudian hari.

Upgrade Skill untuk Memperluas Peluang

Di era digital ini, meng-upgrade skill adalah kunci agar kita bisa survive dan tidak ketinggalan zaman. Banyak side job yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah jika kita bisa mengoptimalkan skill yang kita miliki. Misalnya, meskipun kita sudah memiliki pekerjaan tetap, tidak ada salahnya memiliki pekerjaan sampingan. Malah, terkadang pekerjaan sampingan bisa menghasilkan cuan lebih banyak, lho.

Profil Instagram Bisnis Digital - Gentala Design
Profil Instagram Bisnis Digital - Gentala Design

Aku dan suamiku pun merasakan hal serupa. Bisnis digital (pembuatan logo, web develop, undangan website, pembuatan webstore, dan lainnya) yang kami tekuni cukup lumayan menghasilkan income untuk menambah penghasilan. Yang terpenting adalah kita bisa mengatur waktu, meng-upgrade skill, dan mengoptimalkan skill yang kita miliki. Jadi, kalau pun tempat kerja utama kita sedang tidak baik-baik saja, kita masih memiliki income dari side job. Selain itu, kita juga masih bisa “menjual” skill yang kita miliki.

Kelola Keuangan dengan Memprioritaskan Kebutuhan

Berbicara soal mengelola keuangan sebelum dan sesudah menikah memang sangat jauh perbedaannya. Dulu, sebelum menikah dan masih tinggal bersama orang tua, rasanya pengeluaran tidak sebanyak setelah menikah. Maklum saja semua tagihan, seperti listrik, air, Wi-Fi, asuransi, dan lainnya yang membayar adalah orang tuaku.

Sementara itu, saat ini semua tagihan harus aku bayar sendiri karena sudah tidak serumah lagi. Karena itu, kita wajib banget membuat post-post atau mencatat seberapa banyak kebutuhan bulanan yang kita perlukan.

Sebisa mungkin, hindari sikap konsumtif agar pengelolaan keuangan bisa stabil. Mulailah belajar membedakan mana kebutuhan, mana keinginan. Hal ini bisa membantu menekan pengeluaran. Kebiasaanku dan suamiku adalah menggunakan cara budgeting 40-30-20-10. Artinya:

0 %

Kebutuhan Bulanan

0 %

Tagihan dan Orang Tua

0 %

Investasi dan Tabungan

0 %

Sedekah

Aku dan suamiku juga sedang mengupayakan untuk memiliki dana darurat minimal enam bulan dari biaya pengeluaran bulanan. Dana darurat ini akan menjadi penolong kestabilan keuangan jika suatu saat terjadi hal buruk menimpa kami. “Lantas, bagaimana kalau penghasilan lebih sedikit daripada pengeluaran bulanan?” Jawabannya adalah kembali ke poin pertama untuk menambah income dengan cara memiliki side job. Kita juga dapat memangkas pengeluaran dengan meniadakan keinginan yang tidak begitu urgent.

Lakukan Proteksi dan Susun Rencana Jangka Panjang

Jika memungkinkan, sebisa mungkin kita memiliki proteksi, terutama untuk kesehatan. Pasalnya, biaya rumah sakit saat ini selalu meningkat dan tentu saja tidak murah. Aku belajar dari kedua orang tuaku yang belum sepenuhnya terampil dalam mengelola keuangan. Alasannya, karena meskipun orang tuaku tergolong rajin menabung dengan membeli beberapa bidang tanah, mereka lalai tidak memerhatikan jaminan kesehatan keluarga.

Proteksi dan Susun Rencana Jangka Panjang
Proteksi dan Susun Rencana Jangka Panjang

Alhasil, saat aku mengidap kista ovarium dan harus rawat inap cukup lama di rumah sakit, orang tuaku kalang kabut. Tabungan yang berupa uang cash tidak bisa menutup semua biaya rumah sakit. Jalan satu-satunya adalah menjual sebidang tanah dari jernih payah mereka. Sungguh aku merasa bersalah sekali, jika dulu aku memiliki proteksi kesehatan, mungkin orang tuaku tidak perlu menjual tanahnya.

Makanya, aku dan suamiku belajar dari pengalaman dengan mengupayakan untuk memiliki proteksi. Harapannya, hal ini dapat membantu kondisi keuangan kami tetap stabil di kemudian hari. Selain itu, jangan lupa untuk menyusun rencana jangka panjang. Misalnya, untuk biaya sekolah anak, dana pensiun, membeli kendaraan, dan lainnya.

Mulai Menabung dan Investasi

Seperti yang sudah aku jelaskan di atas, untuk proporsi pembagian gaji bulanan bisa jadi berbeda setiap orang. Karena kebutuhan setiap orang juga beda-beda, bukan? Namun, terlepas dari berapa persen pembagiannya, usahakan ada yang dialokasikan untuk tabungan atau investasi.

Menabung dan Investasi
Menabung dan Investasi

Sebelum memulai menabung dan investasi, kita perlu memahami instrumen apa yang akan kita gunakan. Pastikan kita sudah merencanakan tujuan menabung dan investasi sejak awal, apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang. Kebetulan sejak tahun 2017, suamiku sudah mulai melakukan trading online. Mulai dari trading foreign exchange (forex), cryptocurrency, hingga saham.

Alhamdulillah, pahit manis sudah kami rasakan. Loss atau rugi pernah kami alami, profit ratusan juta pun pernah. Dengan berbagai pertimbangan yang matang, hingga saat ini kami masih memilih trading online untuk salah satu instrumen investasi.

Alasanku Memilih Investasi Trading Online

Mungkin, bagi sebagian orang masih merasa takut untuk mencoba investasi trading online. Namun, jika kita sudah memahami sistem kerjanya dan kita bisa membaca peluang, risikonya bisa diminimalkan. Di kutip dari laman Nanovest.io, berdasarkan pertumbuhan index NASDAQ, hanya dalam waktu sepuluh tahun terakhir, berinvestasi di saham Amerika Serikat berpotensi memberikan imbal hasil kisaran 14% per tahun. Hal ini berlaku untuk investor konservatif.

Bunga Deposito

5%

Harga Emas

12%

Investor Konservatif

14%

Investor Agresif

20%

Nah, jika teman-teman termasuk investor agresif dan rajin melakukan trading, tidak menutup kemungkinan bisa mendapatkan untung 20% dalam waktu satu bulan saja, lho. Tentunya, persentase ini jauh lebih besar daripada bunga deposito (4-5% per tahun) atau kenaikan harga emas (11-12%), bukan? Namun, untuk mencapai hal ini, perlu ketekunan dan pengetahuan seputar trading yang mumpuni.

Nah, berikut ini beberapa alasanku memilih instrumen trading online untuk investasi trading online:

Waktu yang Fleksibel

Kita bisa melakukan trading online kapan pun dan di mana pun asalkan terkoneksi dengan internet. Hal ini yang membuat aku dan suamiku tetap melakukan trading online hingga saat ini.

Selain waktu yang fleksibel, trading online juga cukup santai, tetapi harus tetap dipantau, ya. Yang paling penting adalah kita bisa up to date dengan berita ekonomi terbaru supaya kita bisa membaca peluang.

Bisa Dimulai dengan Modal yang Kecil

Siapa bilang mulai investasi harus dengan modal besar? Padahal, saat ini kita bisa memulai menabung dan investasi dengan modal yang paling minim. Bahkan, kita bisa memulainya hanya dengan nominal Rp5.000 saja.

Hitung-hitung sebelum mahir berinvestasi, kita bisa belajar dulu. Kalau kita mencoba dengan modal kecil, tentu kita tidak akan khawatir jika terjadi loss, bukan? Eh tapi, harapannya dari modal kecil bisa menghasilkan profit berkali lipat dong! Hehehe

Dapat Menambah Income

Salah satu cara menambah income adalah dengan investasi trading online. Pasalnya, kita bisa langsung “menjual” aset yang kita miliki jika harga di pasaran mengalami kenaikan. Lumayan untuk menambah pemasukan.

Namun, hal ini tentu saja membutuhkan skill trading online yang mumpuni. Setidaknya, kita sudah memahami sistem dan konsep trading online agar bisa menambah penghasilan. Karena trading online juga memiliki risiko yang harus siap dihadapi.

Tips Aman Investasi untuk Pemula

Melakukan trading memang bukan sekadar keberanian untuk mengambil keputusan. Namun lebih dari itu, karena kita harus cermat menyusun planning dan tepat saat mengambil peluang. Karena itu, kita perlu memerhatikan beberapa poin di bawah ini agar trading yang kita lakukan bisa mendapatkan profit.

Pilih Platform Investasi yang Kredibel

Berkembangnya tren trading di era digital ini membuat platform investasi mulai bermunculan. Hal ini seringkali membuat investor pemula merasa bingung dalam menentukan platform investasi.

Sebisa mungkin, kita harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan platform investasi. Pastikan, kita memilih platform investasi yang terdaftar dan dimonitor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, ya!

Kenali Instrumen Aset yang Dipilih

Saat ini banyak sekali instrumen trading yang tersedia, seperti kripto dan saham global. Nah, jenis kripto juga ada banyak, lho. Misalnya, BTC, ETH, BNB DOGE, SHIB, dan lainnya.

Sementara itu, untuk jenis saham global pun tak kalah banyak, seperti AAPL (Apple Inc.), GOOG (Google Inc.), NFLX (Netflix Inc.) dan lainnya. Maka, ada baiknya tentukan dan kenali aset apa yang akan menjadi instrumen investasi kita. Dengan begitu, kita bisa fokus untuk mendalami dan mengupdate informasinya.

Ketahui Profil Risiko yang Akan Dijalani

Setiap investasi pasti memiliki risiko. Hal yang perlu diketahui untuk meminimalkan risiko adalah perbanyak informasi seputar instrumen aset yang kita pilih. Dengan begitu, kita bisa menyusun strategi atau rencana ke depannya.

Upayakan, gunakan uang yang memang dialokasikan khusus untuk investasi. Hal ini bertujuan agar kondisi keuangan kita tetap stabil jika investasi yang kita jalani ternyata mengalami penurunan atau bahkan loss. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan?

Review dan Cek Kinerja Investasi Secara Berkala

Terakhir, pastikan kita selalu me-review dan mengecek kinerja instrumen aset yang kita pilih. Dengan me-review-nya secara berkala, harapannya kita bisa mengambil keputusan yang tepat.

Selain itu, kita juga bisa mempertimbangkan apakah akan menambah investasi di instrumen aset yang sama atau berbeda.

Investasi Makin Mudah dengan Aplikasi Nanovest

Bagiku, Nanovest seperti angin segar karena platform ini menyediakan saham luar negeri Amerika Serikat dan kripto yang bisa dibeli mulai hanya dengan Rp5.000 saja tanpa biaya transaksi. Selain itu, di aplikasi Nanovest kita bisa memanfaatkan fitur penilaian analis, prediksi harga, hingga berita terbaru seputar investasi saham luar negeri dan kripto.

Jadi, selain bisa berinvestasi, kita juga bisa belajar dan mendapatkan informasi yang akurat dan kredibel. Nanovest (PT. Tumbuh Bersama Nano) hadir pada tahun 2021 dengan tujuan untuk merevolusi cara kerja kaum muda menuju kebebasan finansial. Nanovest juga memiliki tujuan untuk membantu siapa saja dalam menyelesaikan berbagai hal dengan menjadi versi terbaik diri mereka dan #MakeitHappen.

Langkah-langkah Investasi di Aplikasi Nanovest

Menurutku, investasi di Nanovest caranya cukup mudah dan simpel. Selain aplikasinya user friendly, proses pembuatan akun hingga siap digunakan untuk investasi pun praktis dan tidak ribet. Cukup lima langkah, kita bisa memulai investasi aset digital. Untuk lebih jelasnya, simak langkah-langkah berikut ini:

Nah, untuk melengkapi verifikasi data/KYC cukup dalam 60 detik saja. KYC juga dilakukan secara digital, kita hanya perlu menyiapkan email dan KTP saja. Setelah email terverifikasi, selanjutnya kita upload KTP dan selfie dengan memegang KTP. Setelah itu, data kita akan terisi secara otomatis.

Keuntungan Investasi bersama Nanovest

Jujur, aku sempat kaget saat menemukan aplikasi investasi saham dan kripto Nanovest. Pasalnya, kita bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak jika berinvestasi di Nanovest daripada investasi di platform lain. Penasaran apa saja keuntungan investasi di Nanovest?

Keamanan Terjamin

Selaras dengan tips memulai investasi untuk pemula, hal pertama yang wajib diperhatikan adalah keamanan platform/marketplace investasi. Nah, Nanovest ini terlindungi dengan cybersecurity terbaik, dienkripsi oleh Nanoshield, lho. Selain itu, portofolio saham diasuransikan hingga $500.000 oleh SIPC. Kemudian mitra broker-dealer saham Nanovest juga diawasi oleh regulator (SEC & FINRA) di Amerika Serikat.

Berinvestasi di Nanovest dijamin aman
Berinvestasi di Nanovest dijamin aman

Nanovest (PT. Tumbuh Bersama Nano) juga sudah terdaftar sebagai Calon Pedagang Aset Kripto pada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) berdasarkan Sertifikat Pendaftaran Sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto Nomor 007/BAPPEBTI/CP-AK/3/2022 tanggal 22 Maret 2022. Jadi, investasi di Nanovest aman karena terdaftar dan dimonitor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Beragam Jenis Aset Investasi Kekinian

Uniknya, Nanovest menyediakan 120+ aset kripto terpopuler, seperti BTC, ETH, BNB, DOGE, ADA, SHIB, dan lainnya. Selain itu, Nanovest juga menyediakan saham luar negeri Amerika Serikat lebih dari 2.000 saham. Saham-saham ini diperjualbelikan di berbagai Bursa Saham di Amerika Serikat (NASDAQ, NYSE, BATS, dan lainnya).

Beragam Jenis Aset Investasi Kekinian
Beragam Jenis Aset Investasi Kekinian

Mungkin, teman-teman ada yang penasaran, kenapa investasi berupa saham luar negeri Amerika Serikat, sih? Kenapa bukan saham negara lain? Alasannya, karena dolar AS merupakan salah satu mata uang terkuat di dunia dan digunakan 40% untuk transaksi di dunia. Dengan berinvestasi saham luar negeri secara tidak langsung membantu kita melakukan hedging terhadap aset dalam dolar AS untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar.

Modal Investasi Mulai Rp5000-an Saja

Apakah teman-teman sudah tahu kalau memulai berinvestasi saham global dan Aset Kripto di Nanovest bisa dimulai dari pecahan kecil? Jangankan mulai berinvestasi seharga segelas kopi, pecahan Rp5.000-an juga bisa banget! Nah, kapan dan di mana lagi kita bisa investasi kripto modal goceng?

Syaratnya juga gampang banget, setelah menginstall aplikasi Nanovest, pastikan teman-teman sudah melakukan verifikasi data diri atau Know Your Customer (KYC). Setelah itu, lanjut beli aset pilihan teman-teman.

Makin Untung Karena Bebas Biaya Transaksi

Modal investasi minim tanpa biaya transaksi memang menjadi incaran para trader. Di Nanovest, kita tidak akan dikenakan biaya transaksi, lho. Artinya, setiap transaksi baik itu penjualan, pembelian, penarikan dividen, kustodi, penarikan dana, dan transaksi lainnya tidak akan terbebani biaya administrasi. Ini mah sesuai dengan misi Nanovest, yakni “Grow Your Wealth, Your Own Way”.

Top Up, Tarik Instan, dan Transfer ke Siapa pun Makin Mudah

Nanovest juga dilengkapi dengan saldo wallet untuk mempermudah kita saat melakukan proses investasi. Kita bisa top up saldo wallet Nanovest selama 24 jam melalui kartu debit, virtual account Bank Sinarmas, BCA, BRI, BNI, hingga Permata. Selain itu, kita juga bisa top up melalui e-wallet, seperti OVO, DANA, dan Shopee.

Top Up, Tarik Instant, dan Transfer ke Siapa pun Makin Mudah
Top Up, Tarik Instant, dan Transfer ke Siapa pun Makin Mudah

Paling sering aku top up menggunakan e-wallet shopee, prosesnya cepat hanya hitungan detik saldo sudah masuk ke wallet Nanovest. Top up mulai dari Rp10.000-an juga bisa, tidak ada potongan biaya administrasi pula! Nah, jika saldo wallet Nanovest sudah terisi, otomatis sudah bisa kita gunakan untuk membeli aset digital atau saham AS.

Kita juga bisa melakukan tarik uang dan transfer ke uang ke siapa pun dengan mudah dan praktis. Terlebih, transfer uang gratis tanpa batas nominal ke siapa pun di Indonesia. Plus, penerima tidak harus terdaftar di aplikasi Nanovest. Satu aplikasi banyak manfaatnya, bukan? Jadi, kita tidak perlu meng-install banyak aplikasi untuk urusan keuangan dan investasi.

Menyuguhkan Berbagai Konten Edukasi

Di aplikasi Nanovest, kita bisa memperoleh informasi seputar kondisi pasar. Kerennya, Nanovest menyediakan menu berita dan tutorial yang up to date. Berita-berita ini diambil dari berbagai sumber media online terpercaya di dunia, seperti MarketWatch, The Motley Fool, Benzinga dan Blockchain Media. Selain itu, Nanovest juga memiliki program “belajar bareng Nanovest” yang memungkinkan kita untuk mengetahui kondisi pasar saham AS dan Kripto lebih detail.

Dilengkapi dengan Berbagai Fitur Unggulan

Investasi di Nanovest tidak perlu khawatir saat melakukan analisa. Alasannya, karena Nanovest menyediakan data yang bisa dijadikan sebagai matriks dalam menganalisa. Selain itu, ada juga fitur penilaian analis dan prediksi harga. Fitur ini sangat pas untuk pemula yang baru berlatih investasi saham. Pasalnya, di fitur penilaian analis, kita bisa melihat hasil analis saham yang akan kita beli dengan skala 1 (strong buy), 3 (hold), 5 (strong sell). Hal ini memudahkan kita untuk menentukan dan mengambil keputusan, bukan?

Kemarin aku membeli saham Apple karena di fitur analis saham ini memiliki skala 1.9 (buy). Nah, untuk pembelian dan penjualan saham bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, tetapi tetap menunggu pasar buka, ya. Pasar akan dibuka pada pukul 21.30-04.00 WIB sesuai dengan jam buka pasar di Amerika Serikat. Jika kita membeli saham di luar waktu pasar buka, maka saldo kita akan tetap terpotong dan saham akan terbeli di jam buka pasar. Jika orderan kita batal atau gagal waktu buka pasar, nilai transaksi akan dikembalikan ke wallet kita.

Berbagai fitur unggulan Nanovest
Berbagai fitur unggulan Nanovest

Khusus buat teman-teman yang ingin mendapatkan pendapatan pasif (passive income) dari portofolio aset kripto, bisa banget memanfaatkan fitur staking dan membeli NanoByte Token (NBT). Jadi, fitur ini Periode staking yang bisa dipilih, antara lain 180 hari, 365 hari, dan 730 hari. Jadi, setiap kita memutuskan untuk stake NBT, maka aset kita tidak bisa dijual sebelum periode stake selesai. Menariknya, setiap periode staking akan ada suku bunga yang kita dapatkan, mulai dari 8%-10% tergantung berapa lama kita memilih waktunya. Pas banget untuk investor defensif yang mengutamakan profit investasi jangka panjang, bukan?

Bertebaran Bonus dan Promo Menarik

Selain berbagai keuntungan berinvestasi di Nanovest, ada satu hal yang menarik untuk para trader dan investor pemburu hadiah. Yap! Nanovest menyediakan berbagai promo dan program menarik setiap harinya dengan hadiah lebih dari 25 Miliar, lho! Mulai dari referral program, hingga Trading Competition. Dengan begitu, selain bisa profit dari aset portofolionya, kita juga bisa memanfaatkan berbagai program yang Nanovest tawarkan setiap hari.

Yuk, Mulai Investasi bersama Nanovest untuk Menghadapi Resesi Sekaligus Meraih Mimpi

Mengelola keuangan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita perlu mempertimbangkan banyak hal termasuk mengambil keputusan yang tepat agar kondisi keuangan kita bisa stabil dan aman. Bekal yang paling penting dalam pengelolaan keuangan salah satunya adalah pemahaman mengenai literasi keuangan. 

Dengan begitu, kita bisa lebih mudah dalam memahami manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Selain itu, kita juga memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Terlebih, tahun depan issue resesi makin gempar. Teman-teman tahu kan, kalau resesi ini dapat mengakibatkan penurunan pada seluruh aktivitas ekonomi? Untuk itu, kita perlu mempersiapkan diri dari sekarang agar bisa beradaptasi dengan kondisi ekonomi di masa mendatang.

Sungguh, aku kagum sekali dengan kelengkapan program dan fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Nanovest. Pasalnya, aku belum pernah menemukan aplikasi investasi yang super mudah digunakan bagi pemula. Selain itu, UI design-nya pun anak muda banget alias kekinian. Selama menggunakan Nanovest, aku hampir tidak pernah merasakan loading yang terlalu lama.

Yuk, berani mulai berinvestasi bersama Nanovest agar keuangan aman di masa depan. Plus, sebagai bekal menghadapi resesi sekaligus meraih mimpi. Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan akan memulai investasi?

Yuk Download Nanovest

Berani mulai berinvestasi bersama Nanovest agar keuangan aman di masa depan

Sumber:

  • https://www.nanovest.io/about-us?lang=id

  • https://www.nanovest.io/global-stocks?lang=id

  • https://www.nanovest.io/crypto?lang=id

  • https://www.nanovest.io/post/ini-dia-cara-investasi-saham-risiko-serta-keuntungannya?lang=id

  • https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Strategi-Nasional-Literasi-Keuangan-Indonesia-2021-2025.aspx

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Resesi

  • https://www.jurnal.id/id/blog/trading-profit-sbc/
  • freepik
  • flaticon
0 0 vote
Rating Artikel
guest
4 Komentar
Feedback Sebaris
Lihat semua komentar
Taufik Nurhidayah
2 Januari 2023 11:02

Keren

Gaweanedolan
29 Desember 2022 12:58

Selamat ya kak ella dan aji