Search
Close this search box.

Lansia Merajut Asa

Pemberdayaan Wanita Melalui Kerajinan Rajut yang Mendunia bersama BRI

oleh Ella Fitria | 8 Desember 2023

“Di usia saya yang sudah memasuki masa senja, rasanya bangga sekali bisa mengajak ibu-ibu lansia untuk menjalani masa tuanya dengan penuh makna. Banyak orang yang memandang lansia dengan sebelah mata karena dianggap tidak bisa produktif seperti sedia kala. Lansia memiliki berbagai keterbatasan untuk berdaya, apalagi untuk menghasilkan uang demi mencukupi kebutuhan harian. Namun, melalui KUB Tidu Berkah Jaya, saya bisa membuktikan, usia lansia pun tetap bisa berdaya, berguna, bahkan bisa menghasilkan karya yang tembus hingga mancanegara.” Tutur Ibu Hj. Umiyati Ketua KUB Tidu Berkah Jaya.

Kutipan di atas membuat saya kagum dengan kegigihan dan semangat Ibu Hj. Umiyati dalam usahanya memberdayakan wanita lanjut usia melalui kerajinan rajut. Di usianya yang sudah masuk masa pensiun beliau masih tetap berkarya dan berkontribusi untuk orang lain.

Menurut saya, tidak banyak orang yang mampu menggerakkan wanita lansia untuk terus berdaya. Sosok seperti Ibu Hj. Umiyati ini kelak akan sangat dibutuhkan di berbagai daerah mengingat menurut laman Sehatnegeriku Kemenkes, saat ini Indonesia sudah mulai memasuki periode aging population.

Indonesia

Memasuki Periode Aging Population

Saat ini, Indonesia mulai memasuki periode struktur penduduk tua atau aging population period. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), aging population merupakan fenomena yang terjadi ketika umur median (nilai tengah) penduduk di suatu wilayah mengalami kenaikan.

Aging population ini mengindikasikan terjadinya peningkatan persentase jumlah lansia di suatu wilayah dari waktu ke waktu. Peningkatan persentase jumlah lansia ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya meningkatnya harapan hidup di wilayah tersebut.

Peningkatan Harapan Hidup yang Diikuti Peningkatan Jumlah Lansia

Peningkatan harapan hidup di Indonesia menjadi alasan utama kenaikan jumlah lansia di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk Indonesia mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tercatat AHH pada 2021 yaitu 73,5 tahun. Hal ini tentu mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2010 yang hanya memiliki AHH 69,8 tahun.

AHH 2010
0
AHH 2017
0
AHH 2019
0
AHH 2021
0

Sumber data: SehatNegeriku Kemkes

Dengan meningkatnya harapan hidup, tentunya jumlah lansia di Indonesia juga makin bertambah. Tercatat, Indonesia mengalami peningkatan jumlah lansia dari 18 juta jiwa (7,56%) pada 2010, menjadi 25,9 juta jiwa (9,7%) pada 2019. Jika diproyeksikan ke tahun 2035, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah lansia menjadi 48,2 juta jiwa (15,77% dari total populasi penduduk).

UMKM dan KUB Sebagai Wadah Lansia Agar Tetap Produktif

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia perlu penanganan dan perhatian dari semua pihak. Analisis Kebijakan Ahli Utama Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan, bahwa semua orang perlu memperhatikan kebutuhan para lansia. Dengan begitu diharapkan mereka akan merasakan sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Beliau juga menambahkan, jika peningkatan jumlah lansia ini tidak disikapi dengan baik, maka dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara.

Salah satu contoh penanganan dan wujud perhatian terhadap para lansia yang dapat dilakukan yaitu pemberdayaan lansia dalam sebuah wadah seperti UMKM ataupun KUB. Selain dapat menjadikan lansia lebih mandiri, aktif, dan produktif, para lansia juga bisa mendapatkan “kesempatan” kedua untuk memberi makna dalam hidup mereka.

Nah, kebetulan di daerah dekat tempat tinggal saya terdapat Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bisa dibilang menjadi pionir dalam pemberdayaan lansia di wilayah Purbalingga, yaitu KUB Tidu Berkah Jaya. Beberapa waktu lalu, saya sempat berkunjung dan bertemu dengan Ibu Hj. Umiyati untuk saling berbagi cerita.

KUB Tidu Berkah Jaya:

Memberdayakan Wanita Lansia untuk Merajut Asa

Sejujurnya, saya cukup terkejut saat berbincang dengan Ibu Hj. Umiyati ketika berkunjung ke galeri KUB Tidu Berkah Jaya yang terletak di Jl. Raya Tidu RT01/01, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah. Pasalnya, Ibu Hj. Umiyati bersama ibu-ibu pra lansia dan lansia memiliki kegiatan yang cukup menarik, yaitu merajut berbagai produk yang memiliki nilai jual bahkan tembus hingga pasar internasional.

Saya dan Bu Hj. Umiyati saling berbagi cerita di gedung KUB Tidu Berkah Jaya
Saya dan Bu Hj. Umiyati saling berbagi cerita di gedung KUB Tidu Berkah Jaya

KUB Tidu Berkah Jaya bisa dikatakan sebagai salah satu wadah pemberdayaan wanita lansia agar bisa menikmati dan memaknai masa senjanya. Bukan hanya merajut, tetapi ibu-ibu lansia di sana juga memiliki kegiatan lain, seperti pengajian, rebana, hingga arisan. Rasa sepi yang mungkin menghantui para lansia bisa terobati dengan hadirnya KUB Tidu Berkah Jaya yang menawarkan kehangatan dalam berbagai kegiatan.

Perjalanan Ibu-Ibu Pra Lansia dan Lansia untuk Lebih Memaknai Hidupnya

Ibu Hj. Umiyati merupakan sosok wanita dibalik berdirinya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tidu Berkah Jaya yang resmi didirikan pada 14 Februari 2016 silam. Hal ini berawal ketika Ibu Hj. Umiyati memutuskan pindah dari Semarang ke tempat kelahirannya, Purbalingga. Setelah pindah dan menetap di sana, kebetulan teman semasa kecilnya menyambangi rumah beliau. Saat itu, temannya melihat kotak tisu rajut buatan beliau dan ingin sekali belajar membuat kerajinan rajut.

“Mbak Umi, mbok aku diajarin bikin rajutan kaya gini, lho!” Celetuk teman Ibu Hj. Umiyati sambil menunjuk kotak tisu.

“Kalau cuma satu orang yang mau belajar merajut, aku nggak mau ngajarin. Tapi kalau banyak orang yang mau belajar merajut, ayo, aku mau.” Jawab Ibu Hj. Umiyati.

Kotak tisu sederhana yang kelak menjadi pintu inspirasi para wanita lansia untuk terus berdaya
Kotak tisu sederhana yang kelak menjadi pintu inspirasi para wanita lansia untuk terus berdaya

Setelah teman Ibu Hj. Umiyati mendengar jawaban beliau, teman Ibu Hj. Umiyati mulai melakukan sounding ke tetangga-tetangganya hingga kabar ini terdengar oleh mantan Kades Tidu dan menyanggupi akan mengumpulkan ibu-ibu yang ingin belajar merajut. Meski usia Ibu Hj. Umiyati sudah tidak muda lagi, semangatnya tampak meletup-letup saat menceritakan pertemuan awal dengan ibu-ibu lansia yang ingin belajar merajut.

Ada sekitar 15 ibu-ibu pra lansia dan lansia yang menghadiri pertemuan pertama belajar merajut. Sampai akhirnya Ibu Hj. Umiyati dan para anggota sepakat membuat kelompok usaha. Ibu Hj. Umiyati pun menyerahkan sepenuhnya kepada anggotanya terkait penamaan kelompok usahanya hingga terbentuklah nama KUB Tidu Berkah Jaya.

Bangkitkan Semangat Melalui Berbagai Produk Rajut yang Mendunia

Melalui jari-jari keriputnya, para lansia tampak sangat terampil dan teliti menyatukan benang-benang dengan berbagai pola rajut. Senyum dan raut wajahnya tampak semangat merekah memenuhi ruang galeri KUB Tidu Berkah Jaya. Rasa hangat dan harapan yang terus mengalir seolah menghiasi suasana siang yang mendung kala itu.

Bukan hanya kotak tisu yang bisa mereka hasilkan, tetapi ada pula konektor masker, pouch HP, tas, hingga sepatu. Bahkan, ada juga beberapa hiasan yang diproduksi sesuai dengan permintaan pasar. Menariknya, sejak tahun 2019 KUB Tidu Berkah Jaya bekerja sama dengan eksportir Solo untuk mengirimkan berbagai produk ke pasar global, seperti keranjang laundry, miniatur Jerapah, gentong Borobudur, dan Gajah. Produk-produk buatan KUB Tidu Berkah Jaya berhasil menembus pasar global mulai dari Thailand, Hongkong, Singapura hingga Amerika.

Para anggota KUB Tidu Berkah Jaya cukup mengambil bahan baku rajut dan bisa mengerjakan pesanan dari rumah. Jika produk pesanan sudah jadi, makan akan dikumpulkan ke galeri KUB Tidu Berkah Jaya. Untuk upah yang diterima anggota KUB Tidu Berkah Jaya bervariasi, tergantung dengan bentuk barang yang dipesan. Misalnya, upah jasa membuat set keranjang laundry isi 4 Rp85.000, kemudian upah membuat miniatur Jerapah Rp65.000, miniatur Gajah Rp50.000, dan miniatur Gentong Borobudur Rp65.000.

Rata-rata ibu-ibu menghabiskan waktu dua hari untuk membuat satu produk yang akan diekspor. Menariknya, upah yang diterima setiap anggota KUB Tidu Berkah Jaya bisa menyentuh angka Rp1 juta hingga Rp1.5 juta/bulan dari hasil pesanan ekspor. Tercatat ada sekitar 50 anggota yang aktif dalam kegiatan merajut. Karena itu, untuk omset keseluruhan jika ada pesanan ekspor tentu saja bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, untuk produk non ekspor, penjualan didapatkan melalui tamu yang berkunjung ke galeri KUB Tidu Berkah Jaya, berbagai pameran UMKM, hingga penjualan online. Beberapa produk juga dipasarkan melalui kerja sama dengan reseller untuk dijual kembali.

Kendala dan Tantangan

yang Dihadapi KUB Tidu Berkah Jaya

Jujur, saat saya mencari informasi seputar KUB Tidu Berkah Jaya di internet, saya terlanjur skeptis, rasanya mustahil KUB ini masih ada hingga saat ini. Mengingat sudah sejak 2016 KUB Tidu Berkah Jaya didirikan. Ternyata, dugaan saya salah. KUB Tidu Berkah Jaya masih eksis bahkan makin berkembang hingga detik ini.

@bankbri_id Hai Sobat BRI! Cek Toko Nasabah kembali lagi Sobat BRI Kali ini tentang Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berkah Jaya di Desa Tidu yang memberdayakan ibu-ibu pra lansia dan lansia. Cek yuk bagaimana BRI memberikan pendampingan pada usaha mikro ini melalui program "Klasterku Hidupku". Yang menarik, Mereka berhasil loh..., mengembangkan produk hingga ekspor ke mancanegara! Yuk simak cerita lengkapnya ! #MemberiMaknaIndonesia #BRIUntukIndonesia #BRIforUltraMikroUMKM ♬ cek yt DJ WAHYU RMX_ RIIO HANTAKAN - 𝑹𝑰𝑰𝑶𝑰𝑵𝑺𝑴 ✪

Saya pun sempat heran, semangat dan strategi seperti apa yang membuat KUB Tidu Berkah Jaya bisa bertahan hampir 8 tahun lamanya. Padahal, dari cerita Ibu Hj. Umiyati, banyak kendala dan tantangan yang dihadapi sejak KUB ini berdiri. Salah satu kendala terbesar adalah kurangnya sarana dan prasarana, seperti bahan baku untuk merajut termasuk benang, hook, mesin jahit, hingga tempat untuk berkumpul dan galeri untuk menyimpan hasil rajutan.

Selain itu, para anggota KUB Tidu Berkah Jaya juga membutuhkan pelatihan yang intens agar rajutan yang dihasilkan berkualitas. Dengan begitu, harapannya KUB Tidu Berkah Jaya bisa terus mendapat pesanan ekspor. Karena mayoritas anggotanya adalah ibu-ibu lansia, Ibu Hj. Umiyati dan anggotanya merasa kesulitan dalam melakukan pemasaran produknya.

Namun, melalui berbagai ajang pameran yang diikuti sekaligus support dari dinas-dinas terkait, pelan-pelan produk rajutan dari KUB Tidu Berkah Jaya mulai dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini juga berkat program Klasterku Hidupku dari Bank BRI yang mendukung penuh kegiatan KUB hingga detik ini.

BRI Pahlawan UMKM:

Makin Berkembang Berkat Program Klasterku Hidupku

BRI hadir untuk mendukung perjalanan KUB Tidu Berkah Jaya dalam memberdayakan lansia agar tetap produktif di masa senjanya. Salah satu program BRI dalam mendukung KUB Tidu Berkah Jaya melalui program Klaster Hidupku. Klaster Kerajinan Rajut Kelompok Wanita KUB Tidu Berkah Jaya mendapatkan bantuan uang tunai dari CSR BRI senilai Rp100 juta.

BRI berkomitmen mendukung kelompok usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Dengan rasa bangga, Ibu Hj. Umiyati menceritakan alokasi dana CSR dari BRI yang digunakan untuk mengatasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi oleh KUB Tidu Berkah Jaya. Berikut ini beberapa kontribusi BRI untuk sebagai Pahlawan UMKM.

Pembuatan Gedung dan Pelatihan Merajut untuk Anggota KUB Tidu Berkah Jaya

“Dari uang Rp100 juta tersebut kami gunakan untuk keperluan dan kemajuan KUB Tidu Berkah Jaya, Mbak. Salah satunya gedung ini. Dulu semua kegiatan dilakukan di rumah saya.” Tutur Ibu Hj. Umiyati sambil menunjukkan bangunan gedung yang sedang kami kunjungi.

Gedung baru KUB Tidu Berkah Jaya yang digunakan sebagai tempat kegiatan dan galeri produk
Gedung baru KUB Tidu Berkah Jaya yang digunakan sebagai tempat kegiatan dan galeri produk

Menurut keterangan beliau, pembuatan gedung KUB Tidu Berkah Jaya menghabiskan dana CSR dari BRI sekitar Rp70 juta. Beliau juga bercerita dengan sangat bahagia karena akhirnya KUB Tidu Berkah Jaya bisa memiliki gedung untuk menjalankan berbagai kegiatan. Dengan peresmian gedung baru pada 2022, semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan berbagai peralatan termasuk produk-produk rajut bisa lebih tertata.

Sementara itu, sisa dana CSR dari BRI senilai Rp30 juta digunakan untuk pelatihan merajut anggota KUB Tidu Berkah Jaya di Balai Desa Tidu. Harapannya, dengan adanya pelatihan yang didukung oleh dana CSR BRI bisa membantu para anggota KUB Tidu Berkah Jaya makin mahir dan cakap dalam membuat berbagai produk rajut.

Bantuan Peralatan Menjahit yang Lengkap

Selain mendapatkan dana CSR dari BRI, KUB Tidu Berkah Jaya juga mendapatkan berbagai peralatan menjahit. Mulai dari meja jahit, mesin jahit, mesin obras, etalase untuk display produk, dan lainnya.

Bantuan peralatan jahit seperti mesin jahit, meja jahit, mesin jahit, obras, dan etalase
Bantuan peralatan jahit seperti mesin jahit, meja jahit, mesin jahit, obras, dan etalase

Rupanya, BRI menjadi Pahlawan UMKM bukan hanya isapan jempol. Hal ini karena BRI terus berkontribusi memberi makna untuk Indonesia melalui berbagai cara. Salah satu buktinya adalah dengan mendukung Klaster Kerajinan Rajut Kelompok Wanita KUB Tidu Berkah Jaya melalui program Klusterku Hidupku.

Kemudahan Anggota KUB dalam Pinjaman Modal KUR

Selain mendapatkan bantuan dana CSR dari BRI, para anggota KUB Tidu Berkah Jaya juga mendapatkan kemudahan dalam pengajuan pinjaman modal KUR. Untuk membayar angsurannya pun para anggota tidak perlu menyetorkan ke BRI unit atau cabang. Angsuran anggota yang meminjam KUR dikumpulkan di KUB Tidu Berkah Jaya, nantinya akan ada petugas BRI yang mengambil angsuran secara rutin. Rata-rata ibu-ibu yang meminjam KUR dari BRI digunakan untuk memulai usaha baru, misalnya catering, menjahit, dan lainnya.

Digitalisasi BRI dan Kemudahan Transaksi dengan QRIS

Digitalisasi BRI dan Kemudahan Transaksi dengan QRIS​
Digitalisasi BRI dan Kemudahan Transaksi dengan QRIS​

Di era digital seperti sekarang, KUB Tidu Berkah Jaya tentu membutuhkan bantuan digitalisasi BRI untuk memudahkan transaksi. Menurut Ibu Hj. Umiyati, jika KUB Tidu Berkah Jaya menghadiri berbagai pameran, banyak pembeli yang ingin membayar menggunakan QRIS atau cashless. Untungnya, BRI juga membantu pembuatan QRIS KUB Tidu Berkah Jaya agar proses transaksi lebih mudah, aman, dan nyaman.

Bukan Sekadar Nominal,

Memberi Makna untuk Indonesia Melalui Kontribusi Nyata

Melalui program-program nyata, BRI menjadi pahlawan UMKM yang bisa menjadi pelecut semangat pelaku UMKM untuk terus melahirkan inovasi baru. Ibu Hj. Umiyati beserta KUB Tidu Berkah Jaya merupakan salah satu contoh pelaku usaha di Indonesia yang mendapatkan kesempatan pemberdayaan dari BRI melalui program Klaterku Hidupku. Dengan bantuan pemberdayaan dari BRI ini, KUB Tidu Berkah Jaya bisa makin berkembang dan terus ada hingga sekarang.

Selain berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM melalui program Klasterku Hidupku, BRI juga berkomitmen memajukan UMKM untuk terus berkembang hingga tembus pasar mancanegara melalui program BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR.

Komitmen BRI Untuk Indonesia dalam Pemberdayaan Melalui BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR

Dalam rangka menyambut ulang tahun BRI yang ke-128, BRI Untuk Indonesia kembali menyelenggarakan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR pada tanggal 7-10 Desember 2023 di Jakarta Convention Center (JCC). Kegiatan ini merupakan business matching dan kurasi produk UMKM yang bertujuan untuk melejitkan pasar UMKM ke kancah internasional.

UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR membuka akses yang mudah bagi UMKM untuk go international dengan mempertemukan UMKM Indonesia dengan potensial buyer dari luar negeri. Melalui program tersebut, perseroan akan memfasilitasi dan memberikan akses pendanaan kepada pelaku UMKM yang membutuhkan modal.

Pembukaan UMKM EXPO(RT) pada 7 Desember 2023
Pembukaan UMKM EXPO(RT) pada 7 Desember 2023

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa program UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 menjadi salah satu langkah nyata BRI sebagai lembaga keuangan yang turut bertanggung jawab memajukan UMKM Indonesia. BRI melihat ada peluang besar bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke pasar internasional. Hasil karya anak bangsa dinilai memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara-negara lain.

Tercatat ada 3.183 UMKM yang mendaftar untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Terdapat peningkatan signifikan sebanyak 168% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setelah dilakukan kurasi, terpilih 500 pelaku UMKM yang nantinya dapat hadir pada showcase di kegiatan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR.

Semoga, suatu saat KUB Tidu Berkah Jaya bisa mengikuti program BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR agar bisa melakukan ekspor secara mandiri. Semoga pula di luar sana masih ada banyak wanita seperti Ibu Hj. Umiyati yang bisa menginspirasi untuk menggerakkan berbagai kalangan yang memiliki keterbatasan. Terakhir, mudah-mudahan melalui berbagai program BRI bisa turut membantu memberdayakan ultra mikro dan UMKM Indonesia.

Jadilah berarti meski senja telah menanti. Hidupkan asa untuk menyambut kesempatan kedua demi kebaikan semesta

Sumber & Referensi:

 

  • https://bri.co.id/detail-news?title=bri-umkm-expo-rt-brilianpreneur-program-terintegrasi-bri-berdayakan-umkm-masuk-pasar-global
  • https://bri.co.id/detail-news?title=buka-umkm-expo-rt-brilianpreneur-2023-presiden-joko-widodo-apresiasi-keberpihakan-bri-majukan-umkm
  • https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20190704/4530734/indonesia-masuki-periode-aging-population/
  • https://www.un.org/en/development/desa/population/publications/pdf/ageing/WPA2015_Report.pdf
  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/12/harapan-hidup-penduduk-indonesia-meningkat-rerata-mencapai-usia-ini
  • https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3134-kontribusi-umkm-dalam-perekonomian-indonesia.html
  • https://dinsos.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/kelompok-usaha-bersama-kube-23
  • Wawancara dengan Ketua KUB Tidu Berkah Jaya
  • Foto dan dokumentasi oleh Ella Fitria & KUB Tidu Berkah Jaya
  • Video oleh TikTok Official Bank BRI
  • Olah grafis oleh Ella Fitria dari sumber gratis Freepik
  • Olah animasi oleh Ella Fitria dari sumber gratis lottiefiles

Yuk Bantu Bagikan Tulisan Ini!

5 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notifikasi
guest
22 Komentar
Terbaru
Terlama Paling Banyak Vote
Feedback Sebaris
Lihat semua komentar
Alfimanzila
29 Desember 2023 15:03

MasyaAllah hasil rajutannya bagus bagus banget mbak, rapi pula. Pantas saja sampai di ekspor ke luar negeri.

Yang diterima KUB tidu Berkah itu murni bantuan atau ajuan pinjaman ke bank mbak?

Nad
Nad
27 Desember 2023 22:05

Keren banget hasilnya! Luar biasa bisa sampai menembus pasar internasional! Salut banget. Memang tua/umur bukanlah alasan untuk tetap berkarya. Apalagi orang-orang yang biasa bekerja di masa muda, sewaktu memasuki usia pensiun, rasanya bosan karena tidak ada kerjaan, begitu kata ortu2 di sekitarku.

Vivi
20 Desember 2023 06:18

Adik perempuan saya juga merajut.
Saya udah belajar, tapi gak bisa-bisa.
Saya pengen punya keterampilan juga.
Tapi saya bisanya cuma ngetik cepat. Ahhhh
Alhamdulillah, BRI peduli lansia ya.
Mudah-mudahan di usia lansia saya nanti, saya (lebih) produktif.
Senang rasanya bisa tetap produktif di usia yang seperti ibu cantik di atas

Mugniar
18 Desember 2023 18:57

Ibu Umiyati keren ya La.
Yang seperti ini jadi tambahan pemikiran bagi saya untuk mempersiapkan masa tua nanti …

Ubay
15 Desember 2023 09:23

Konsep BRILIANPRENEUR untuk para lansia ini sangat menarik karena ditengah menikmati masa tuanya ternyata bisa jauh lebih produktif dengan berbagai pembinaan. Bahkan dengan kreativitas yang lebih dapat menciptakan cuan sendiri. Keren

Okti Li
Balas ke  Ubay
16 Desember 2023 21:06

Betul konsepnya memang bagus ya. Lansia juga Manusi dan memang berhak dimanusiakan. Adanya kegiatan seperti dampingan BRI dan pelaku umkm memang bikin bagus tuh banyak sekali kemajuannya

Icha Marina Elliza
15 Desember 2023 07:01

Suku salfok bener sama hasil rajut. Sejujurnya merajut itu candu banget. Aku tu kalo udah merajut gak bisa berhenti. Berhentinya saat anak manggilin doang. Beneran bikin waktu berjalan begitu cepat. Memang cocok banget ngeliat lansia merajut. Jadi inget pilem kartun yang selalu menampilkan adegan nenek merajut.
Sampe-sampe saat melihat aku merajut, anak tetangga nyeletuk. Bu..ibu kok jadi nenek-nenek… Hahah

Ubay
14 Desember 2023 11:50

Keren sekali tampilannya menarik. Btw, daya juang para ibu-ibu ini sangat luar biasa. Bisa menjadi inspirasi bagi kaula muda yang kadang suka mengeluh-ngeluh saja hehehe Padahal dengan berkreasi bisa menciptakan karya yang kece dan berdaya saing

Bayu Fitri
Bayu Fitri
13 Desember 2023 19:22

Semangat Ibu Ibu Lansia patut di tiru nih masih berkarya walau sudah senior dalam soal usia , sukses terus ya

Uniek Kaswarganti
13 Desember 2023 13:54

Keren sekali nih ibu2 lansia yang bisa menghasilkan produk rajutan hingga tembus pasar ekspor. Mantap yaaa… Tetap berdaya meski di usia senja.

Dian
13 Desember 2023 09:26

Sudah seabad lenih BRI menemani keluarga Indonesia
Membatu banyak irang merajut asa nya ya kak

Anggita R. K. Wardani
13 Desember 2023 09:06

Masya Allah keren ya para lansia ini masih tetap bisa kreatif di usia senja apalagi dibantu oleh BRI. Contoh nih biar yabg muda tetap semangat

Shalikah
Shalikah
13 Desember 2023 08:17

MasyaAllah, kerennya Ibu Umiyati dengan KUB Tidu Berkah Jaya. Sebuah konsep memerankan manusia yang bermanfaat benar-benar dijalani beliau. Para Ibu lansia pun bisa tetap merasa berdaya dan mendapatkan penghasilannya sendiri. Mudah-mudahan kita semua bisa ikut meneladani beliau ya.

Okti
13 Desember 2023 00:09

Masa tua bukan berarti tanpa jejak produktif ya. Salut nih bro bisa mendampingi banyak pihak.
BRI memang menjadi teman semua kalangan rakyat

ANTUNG APRIANA
12 Desember 2023 15:47

wah keren banget ini bisa sampai diekspor hasil rajutan para ibu ini. memang seharusnya usia tidak menghalangi kita untuk tetap produktif ya, mbak termasuk usia senja

Rhoshandhayani
12 Desember 2023 12:24

Memang keren banget orang-orang tua yang masih aktif berkarya di masa senjanya.
Makanya penting banget untuk kita menekuni hobi saat muda, sehingga bisa diteruskan saat tua nanti

Dyah Kusuma
12 Desember 2023 10:05

quotenya jleb banget mbak, salut dengan bu Umiyati, usia senja yang sangat produktif Bu.
Salut juga dengan BRI, pejuang UMKM Indonesia, gebrakan digitalisasinya memudahkan banyak pihak memperoleh fasilitas perbankan

Hindunnisa
11 Desember 2023 21:35

Ditutup dengan quotes yang epik nih. Sip sip…

Semoga semakin banyak yang seperti ibu Hj. Umiyati yang inspiratif di tengah keterbatasan masyarakat. Ide-ide kreatif perlu juga di dukung seperti halnya BRI yang bisa diandalkan menjadi mitra UMKM Indonesia

Maria tanjung
11 Desember 2023 18:51

BRI memang benar-benar mitra bagi nasabahnya ya kak. Terinspirasi sekali dengan kisah Ibu Hj. Umiyati yang berusaha memberdayakan para lansia dengan kerajinan rajut

Ruang Umma
10 Desember 2023 22:13

Semoga Allah mudahkan kita senantiasa dalam perjuangan yang sesuai dengan aturannya. Melalui banyak usaha

Aji Ervanto
9 Desember 2023 14:30

“Jadilah berarti meski senja telah menanti. Hidupkan asa untuk menyambut kesempatan kedua demi kebaikan semesta”

-Quote of the day

nurul
Balas ke  Aji Ervanto
13 Desember 2023 05:56

Selain berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM melalui program Klasterku Hidupku, BRI juga berkomitmen memajukan UMKM untuk terus berkembang hingga tembus pasar mancanegara melalui program BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR.
Komitmen BRI