Pesona Curug Karang Desa Wisata Tanalum Purbalingga

oleh Ella Fitria
Curug Karang

Matahari mulai menampakkan cahayanya melalui sela-sela ventilasi kamar. Perlahan kubuka mata, kuraih handphone di meja dekat tempat tidur, jam menunjukan pukul 08.00 WIB. *cewek apaan, jam 8 pagi baru melek. Wkwkwk
Tak butuh waktu lama untuk mengumpulkan nyawa, aku bergegas mandi dan bersiap melakukan perjalanan menuju Curug Karang. YASSS!!!

Lokasi Curug Karang

Perjalanan kami tempuh sekitar 30 menit, akses jalan menuju curug Karang lumayan terjal, turunan dan tikungan tajam siap menghadang. Meski sudah berkali-kali mengunjungi Curug ini, tetapi butuh tenaga ekstra untuk mengingat jalan menuju pelaminan. Eh apa? Ekekek. Maksudnya jalan menuju Curung Karang.

Rombongan Boarding School di Curug Karang
Lokasi Curug Karang di Desa Wisata Tanalum, Panusupan, Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah. Sekitar 37 KM dari alun-alun kota Purbalingga, bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kalau mau pakai motor matic nggak papa, asal motor dalam kondisi baik. Soalnya turunannya tajam, pun tanjakannya ngadeg banget. Daripada nggak kuat pas nanjak terus dorong motor sampai cengep-cengep kan nggak lucu. Nah, kalau mau pakai mobil, sopirnya mesti yang pro, tentunya mobil juga dalam kondisi oke. Selain turunan dan tanjakkan tajam, jalan menuju Curug Karang agak sempit, untuk papasan mobil dengan mobil aja susah. Macam papasan sama mantan, bikin susah move on! *udahlah. Lupakan~

Udara sejuk makin terasa saat memasuki jalanan naik turun, sepanjang jalan melewati pepohonan rimbun membuat hawa dingin makin menusuk. Jalan menuju curug Karang ini sudah banyak perbaikan, yang tadinya rusak parah, sekarang sudah lumayan mulus meski belum semulus pantat bayi.

Saat kami hendak melewati tikungan dan turunan tajam, dari arah berlawanan ada mas-mas yang bawa motor agak ngebut, kami pun mengalah menepi. Ternyata Masnya kaget dan berhenti saat melihat motor kami berhenti. Ya gimana, pas tikungan pas turunan juga. Masnya auto turun dari motor terus bilang “Mbak, mau dibantuin turun nggak? Ngeri banget turunanya agak curam”. Tanpa a i u, temanku menjawab “iya, Mas“. Aku yang membonceng buru-buru turun jalan kaki. Daaaaan fiyuuuh, jebul adoh banget jalan kakinya, dari turunan sampai nemu jalan landai. Duh Mas, kami jadi ngrepotin kan. Tapi nggak papa ding, direpotin cewek-cewek cantik. Akakakak

Baca Juga : Curug Pitu Banjarnegara

Suasana Curug Karang

Rest area dan tempat parkir Curug Karang

Akhirnya setelah senam jantung selama perjalanan, kami sampai di rest area Curug Karang. Sempat kaget sih, karena dulu terakhir main ke sini belum ada rest area dan tempat parkir yang tertata kaya sekarang. Di rest area ini terdapat dua gazebo, toilet dan beberapa kamar bilas. Sayangnya menurutku jarak rest area dengan Curugnya kurang dekat, jadi mesti jalan kaki dulu sekitar 5 menitan.

Oya, sebelum masuk area Curug, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu Rp. 5 ribu/orang. Setelah membayar tiket, kamipun segera menuju bibir curug. Beberapa warung gubuk terlihat ramai oleh pengunjung. Kebetulan saat itu sedang ada rombongan dari SMP boarding school.  Curug Karang ini memiliki ketinggian sekitar 50n meter, hanya saja pengunjung nggak bisa langsung menikmati ketinggianya karena tertutup oleh karang dan bebatuan. Sebenarnya tetap bisa menikmati ketinggian Curug Karang, asal mau petakilan manjat karang. Kalau aku lebih memilih menikmati dari tingkat kedua jadi nggak perlu naik petakilan. *bidadari masa petakilan sih

Di aliran curug Karang ini Insya allah aman untuk berenang. Tapi kemarin aku sengaja nggak main air, karena kondisi badan masih minta dimanja. Makanya kemarin cuma pasang tripod liatin orang main air, kecupakan bentar. Ugh… Bagiku udah menyenangkan. Tuh kan bikin aku senang nggak perlu modal mahal, Mas! Hahaha

Fasilitas Curug Karang

Air curug Karang ini dinginnya bikin menggigil uy, jernih banget pula. Di sekitar curug juga bersih dari sampah. Keprok-keprok nih buat pengelola curug Karang Pokdarwis Argo Lestari. Beberapa tempat sampah juga tersebar, tempat bilas dan toilet juga komplit. Terus yang paling penting harga Pop Mienya murah. Hahaha

Nggak cuma warung makanan yang tersedia, tapi ada gubuk yang menjual berbagai souvenir curug Karang. Ada blankon, toote bag, topi, gantungan kunci semuanya bertuliskan Curug Karang. Sayangnya nggak ada yang jual baju atau kaus, yakan kemarin bawa krucil. Sengaja nggak bawa baju ganti biar nggak berenang tapi malah sampai curug dia cemberut minta berenang. Yawes daripada nangis kan ya, niatnya mau beli kaus buat ganti tapi nggak ada. Yaudah diakali ganti pakai sweater. Wkwkwk

Gubuk penjual souvenir Curug Karang

Krucil dipakain sweater kedodoran

Eh ya hampir lupa, selain bisa menikmati deburan air curug, pengunjung juga bisa  mencoba paket beberapa petualang adrenalin di area Curug Karang; ada paket canyoning, Outbound, River tubing, dan Camping ground. Dan kapan-kapan  kuingin stayaction di Desa Wisata Tanalum. Pengin explore curug-curug yang lain, luamayan katanya udah tersedia homestay di sana. Ulalala
Kamu mau nggak aku ajak ke sini? Kita main air kaya film-film India?

Ella Fitria

You may also like

0 komentar

Endriono 28 Desember 2020 - 13:07

Aku sering kesitu

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 07:07

Syahdu bgt kak.. Tp memang medannya nayan menantang.. Sebanding sm pemandangan di sana

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 07:06

Tp lebih serem ditinggalin pacar kok.. Trus lebih butuh nyali besar buat menaklukan calon imam. Eak!

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 07:04

Yap makanya mesti siapin kendaraan yg sehat wal afiat, Mas.. Udah explore Purbakingga mana aja nih, Mas?

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 07:03

Wkwkwk.. Asal kl dah tenggelam bisa naik ke daratan ya mas..

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 07:02

5.000 Mas pop mie yang ukuran gede.. Menurutku muaraaah bgt karena itu jualan di tempat wisata lho.. Beberapa kali beli pop mie di tempat wisata harganya rata2 8.000-10.000

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 06:59

Lain kali explore Purbalingga ke plosok2nya, Mas.. Lebih adeeem bgt rasanya 🙂

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 06:57

Bener bgt.. Jauh dr kota.. Lumayan buat ngadem 🙂

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 06:57

So beautifulll, Miss

Balas
Ella Fitria 4 Juni 2019 - 06:56

Adaaaa.. Bisa buat nyantai smbil mamam mendoan. Wqwqqq

Balas
Lailin 25 Mei 2019 - 10:53

Kelihatan seger sejuk sepoi sepoi mbak disana, tapi kayaknya masih agak sulit akses kesana ya 😀

Balas
Hermansyah 24 Mei 2019 - 01:55

Akses ke Curugnya sepertinysserem juga dan butuh nyali besar buat menaklukkannya

Balas
kotanopan.com 23 Mei 2019 - 20:55

kok di bilang murah, harga Pop mienya berapaan mbak? penasaran saya,,,

Balas
Agus rusdi 23 Mei 2019 - 20:55

kalau yang namanya berenang hobby saya banget mbak ella gaya andalan gaya batu loncat langsung tenggelam jadi kalau mandi milih yang dangkal saja btw pemandangannnya indah

Balas
Aris Armunanto 23 Mei 2019 - 20:55

Bahaya sekali ke curug kalau naik motor matic, kalau remnya panas bisa blong…
Purbalingga emang keren2 tempat wisatanya

Balas
afrizal ramadhan 23 Mei 2019 - 09:31

wah, aku pernah ke purbalingga cuma sampai alun2 aja nih. kotanya enak banget, tentram dan ademm

Balas
Vicky Cahyagi 22 Mei 2019 - 22:25

Daerahnya masih sejuk dan belum terkontaminasi dari hiruk pikuk perkotaan. Ada outbond jg. Wisata yg komplit. Nice info

Balas
Djangkaru Bumi 22 Mei 2019 - 22:25

Dinginnya air curug jari penasaran banget, tapi aksesnya yang terjal gitu kok jadi malas kesana ya

Balas
sofyan Ya-an 22 Mei 2019 - 05:21

Ada gajebo juga disana ya

Balas
Evi Erlinda 22 Mei 2019 - 05:21

The area of Curug Karang is so magnificent, even more with a smile of lil pretty girl.

Balas

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: