6 Cara Membedakan Berita Hoax

oleh - November 24, 2020

6 Cara Membedakan Berita Hoax
6 Cara Membedakan Berita Hoax
Suka kesal nggak sih kalau ada info di grup WhatsApp yang belum tentu kebenarannya tapi sudah tersebar kemana-mana? Parahnya orang terdekat kita ikutan percaya begitu saja. Jujur, aku sering banget mengalami hal demikian. Entah di grup WhatsApp keluarga atau pun di grup WhatsApp teman kerja. Berpendidikan tinggi memang nggak menjamin kita berperilaku cerdas dalam membedakan berita hoax.

Aku akui, di era pandemi ini hampir semua orang menerima informasi secara digital. Keterbatasan aktivitas di luar rumah membuat kita semakin sering menggunakan gadget serta perangkat elektronik lainnya. Buatku nggak masalah ketika kita mencari dan menerima informasi melalui media sosial serta berbagai portal berita lainnya, asalkan kita bisa memfilter dan membedakan berita hoax yang berujung dapat memperkeruh keadaan.

Berita Hoax? Apaan Sih?

Aku yakin masyarakat sudah nggak asing lagi dengan kata ‘hoax’. Ya kan? Apalagi saat ini marak sekali terjadi informasi yang nggak benar, tetapi diberitakan seolah-olah informasi tersebut benar adanya. Berita hoax ini bisa dibilang informasi yang memang sengaja dibuat-buat, lalu dipergunakan untuk menipu dan mengakali pembaca atau masyarakat.

Bahayakah Percaya dengan Berita Hoax?

Menurut kalian seberapa bahayanya sih percaya dengan berita hoax? Terlebih berita yang sudah tersebar di tengah masyarakat? Bahaya banget kan, ya? Karena biasanya isi berita hoax ini mengandung unsur kebencian dan provokasi, fitnah, serta penyebar kebencian. Berita hoax juga bisa membuat sebagian orang merasa takut, terancam, dan merusak reputasi. Aku pun sering berada di lingkungan yang mempercayai berita hoax begitu saja, nggak jarang mereka yang mempercayai berita hoax sangat fanatik dan ekstrem terhadap pendapatnya. Ujung-ujungnya bisa menimbulkan perdebatan dan perselisihan. 

Cara Membedakan Berita Hoax  

Sudah tahu kan kalau berita hoax itu berisi konten yang nggak akurat dan biasanya hanya sekadar untuk mencari sensasi? Terlepas apapun tujuan berita hoax dibuat, sudah waktunya kita cerdas dan bisa membedakan mana berita hoax mana berita nyata. Fyi, saat ini ada beberapa jenis berita hoax yang sering beredar di masyarakat lho, ada pesan berantai, penipuan online, pencemaran nama baik, kisah yang sedih atau memilukan, hingga berita hoax seputar virus Covid-19 dan politik.

Nah berikut ini ada 6 cara bagaimana membedakan berita hoax, diantaranya:

Cara Membedakan Berita Hoax
Cara Membedakan Berita Hoax  

Jangan Menyimpulkan Berita hanya Membaca Judulnya Saja

Siapa nih yang suka bermain media sosial Facebook? Twitter? Instagram? Youtube? Atau media sosial lainnya? Main media sosial memang nggak ada yang salah kok, tetapi kita juga harus berhati-hati karena media sosial menjadi salah satu sasaran maraknya penyebaran berita hoax. Maklumlah, the power of netizen memang luar biasa. Nggak heran banyak hal bisa trending topik dalam waktu hitungan detik. 

Tapi, please... Yuk sama-sama belajar menjadi netizen cerdas yang nggak asal share dan menyimpulkan isi berita hanya dengan membaca judulnya saja. Apalagi saat ini banyak media yang menggunakan judul click-bait untuk menarik pembaca. Malah terkadang judul beritanya A isi beritanya malah membahas B. Kan ngeselin, makanya wajib banget budayakan membaca berita sampai selesai dan teliti isi berita tersebut.

Pilih Situs Terpercaya

Tips kedua untuk membedakan berita hoax adalah pilih situs webiste terpercaya. Nggak usah khawatir karena saat ini banyak situs berita yang menyajikan dan memberikan informasi yang akurat tanpa bermaksud menjatuhkan salah satu pihak. Pokoknya jangan sampai kita percaya begitu saja dengan situs yang nggak jelas. Seenggaknya kita bisa perhatikan nama domain atau link berita tersebut.

Semoga kejadian seperti yang dialami temanku nggak terulang lagi akibat ceroboh percaya begitu saja dengan situs website yang mengatasnamakan institusi salah satu Pemerintah. Alih-alih ingin mengisi form bantuan dari Pemerintah ternyata website tersebut bukan situs resmi Pemerintah. Padahal temanku ini sudah terlanjur mengisi data diri, NIK, foto KTP, foto selfie KTP, foto ATM, dll. Ya sudah, wasallam. Beberapa bulan kemudian isi ATMnya terkuras habis, tapi bersyukur uangnya bisa dikembalikan sama pihak bank. 

Perhatikan Judul Artikel

Nah, seperti yang aku bilang tadi. Kalau membaca berita jangan hanya menyimpulkan isi berita dari judulnya saja karena bisa saja menimbulkan salah tafsir. Biasanya judul berita hoax mengandung unsur perpecahan dan menyudutkan salah satu pihak. Selain itu, berita hoax juga sering menggunakan judul sensasional yang provokatif dan berisi berita dari sumber yang resmi namun isi beritanya diubah total. Makanya suka malas kalau membaca berita yang berjudul janggal, biasanya auto aku skip lalu mencari informasi dari website lain yang lebih kredible.

Cermati Isi Berita

Selain harus waspada dengan judul berita yang janggal, kita juga harus waspada dengan isi berita yang nggak netral terlebih mengandung unsur provokatif. Biasanya berita hoax lebih banyak menyuguhkan opini dibandingkan dengan data dan kondisi di lapangan. Ya buat apa kalau sebuah berita hanya berisi opini kan? Lagi pula biasanya opini seseorang cenderung bersifat subyektif tergantung siapa yang menulis beritanya, tetapi kalau berita yang asli/ nyata biasanya menyajikan informasi berdasarkan fakta dan bukti yang ada. 

Selain itu, kalau sekiranya kita masih ragu dengan suatu berita, ada baiknya kita mencari sumber berita yang terpercaya dan memiliki kredibilitas yang tinggi. Sebelum men-share berita yang kita terima, kita harus lebih berhati-hati karena jika terbukti berita yang kita share adalah sebuah berita hoax, kita bisa dituntut dengan UU ITE lho. 

Kita juga bisa mencari informasi valid ke situs Pemerintah terkait berita yang sedang dibicarakan atau bisa juga mengecek berita tersebut di situs Berita Nasional Indonesia. Pokoknya jangan sharing sebelum saring ya!

Cek Keaslian Foto dan Video

Seiring kemajuan teknologi saat ini, berita hoax nggak hanya berupa tulisan saja lho. Namun beberapa kali aku juga menemui berita hoax yang berbentuk infografis, foto, dan video. Terkadang beberapa potongan video beredar yang justru membuat situasi dan kondisi makin memanas, padahal kita juga nggak bisa menyimpulkan sesuatu hanya dengan menyaksikan penggalan video karena berpotensi menimbulkan salah paham. Nggak hanya video sih, foto juga demikian. Saking canggihnya oknum-oknum pembuat berita hoax mereka bisa mengedit foto untuk memancing netizen. 

Untuk mengecek keaslian infografis, foto, dan video kita bisa memanfaatkan pencarian google. Manfaatkan fitur drag-and-drop foto ke kolom pencarian Google Images, nanti secara otomatis kita bisa mendapatkan foto-foto yang serupa. Dengan demikian, kita bisa membandingkan, apakah foto yang kita lihat memang benar adanya atau hanya sebuah editan.

Bergabung dengan Grup Anti-Hoax

Salah satu tips yang bisa kita lakukan dalam membedakan berita hoax adalah bergabung dengan grup anti-hoax melalui media sosial Fanpage dan WhatsApp, misalnya fanpage yang direkomendasikan oleh Kominfo yakni Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup ini, kita bisa bertanya dan berdiskusi tentang informasi yang janggal. Biasanya, anggota grup akan ikut mencari informasi serupa yang benar adanya.  

Cara Melaporkan Berita Hoax

Cara Melaporkan Berita Hoax
Cara Melaporkan Berita Hoax

Akhir-akhir ini aku sempat gemas dengan berita hoax yang tersebar di berbagai media sosial. Biasanya kalau menjumpai berita hoax di Facebook aku menggunakan fitur Report Status, lalu pilih kategori informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening. Biasanya kalau banyak aduan dari netizen, pihak Facebook akan memblokir status Facebook tersebut bahkan bisa saja akun Facebooknya diblokir.

Untuk melaporkan berita hoax yang ada di media sosial seperti Twitter dan Instagram juga sama saja. Kita bisa menggunakan fitur report, supaya akun tersebut bisa diblokir oleh pihak Twitter dan Instagram atau kita juga bisa mengirimkan email ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (aduankonten@mail.kominfo.go.id)

Yuk ah, bijak mencari informasi. Mari saling jaga demi terciptanya kehidupan yang lebih damai. Semoga saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam membagikan informasi dan berita terkini.

Mungkin Kamu Suka

25komentar

  1. Budaya membaca di Indonesia sangat kurang dan penyebaran berita hoax memanfaatkanya dengan memberi judul beritanya yang memancing atau klik bait.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama Kak Kal El! Budaya membaca di Indonesia sangat kurang sehingga keseringan hanya membaca judul-judul clickbait lalu disebarluaskan tanpa membaca isi berita terlebih dahulu ��
      Dan kadang, udah diberitahu fakta masih saja ngeyel ��

      Hapus
    2. bener banget kak El, kadang suka gemes sama orang2 yang gampang banget terpancing dengan judul berita yang klik bait, padahal mah isinya belum tentu bener yak.

      Kak Lia, iya kak Lia. kalau udah ngasih tau dan sananya ngeyel kadang aku mending milih diem, bodo amat. karena biasanya orang2 yang sudah terlanjur percaya dengan berita hoax fanatiknya ngeri, wkwkwk

      Hapus
  2. Penyebab banyaknya berita hoax yang beredar, selain karena sumber berita yang gak jelas, juga karena budaya malas membaca. Saking malasnya membaca, eh malah judulnya aja yang dibaca, karena judulnya menarik, lalu berita tersebut dibagikan dengan memberikan caption yang menurut dia menarik, padahal belum tentu caption nya relevan sama isi berita yang dia share...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah bener banget, mas Hendra. nggak jarang aku menerima link berita yang nggak jelas di grup whatsapp. alih-alih sharing, tapi ternyata isi beritanya provokasi. hhh
      memang kudu banget saring sebelum sharing, biar meminimalisir adu otot, eh

      Hapus
  3. Keknya sekarang banyak banget orang yang mulai paham tentang berita ini hoaks atau tidak. Sering banget juga yang melakukan hal seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga saja memang banyak masyarakat yang cerdas dalam mencari dan menerima berita ya, mas Sitam. soalnya di lingkunganku masih sering menerima link berita nggak jelas di grup whatsapp, uhuhuhu

      Hapus
  4. Penyebaran berita hoax emang saat ini masih jadi masalah serius ya say.
    Heran aku sama penyebarnya, kaya kekurangan berita yg bermutu aja, lebih heran lagi sama yg baca & langsung percaya aja tanpa disaring dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. serius bangettt mbak, taruhannya nyawa dan psikis. wkwkwk
      aku pun heran dan sering gemes sekali dengan orang2 yang gampang banget percaya dengan berita hoax, tapi ya gimana. kadang udah diingetin sananya lebih galak dengan berbagai argumennya, hhh

      Hapus
  5. Kalo tahun ini sepertinya berita hoax agak sedikit berkurang, tapi tahun kemarin pas pemilu banyak banget berita seperti itu di Facebook.

    Biasanya agar lebih meyakinkan maka dikasih gambar segala yang mana itu gambar editan. Yang lihat juga kadang hanya baca judulnya saja dan ikutan emosi.🤣

    Kalo aku biasanya pilih situs berita yang sudah terpercaya sih, kalo dari situs biasa, biasanya aku cermati dulu isinya baru menyimpulkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh tapi kemarin pas virus Covid-19 baru2 masuk ke Indonesia banyak banget berita hoax kan bang Agus? hhh, smpe aku tu kesel sendiri, ya giamana. di lingkunganku pada percaya, masih susah tuh membedakan mana berita yang sumbernya jelas, mana berita hoax. mereka yakin karena ada di google, ya kan nggak makin gemes aku :(

      Hapus
  6. yaaa, dari segi judul kadang sering banget click bait haha
    apalagi, "situs berita" yang sering dishare masyarakat awam dan emak-emak bapac-bapac di grup WA, ternyata bersumber dari blog, yang emang udah berganti jadi dot com, atau dot co. Kalo diingetin, kadang mereka ga percaya. Sedih sih haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kaya tulisanmu kemarin itu kan mas? klik bait, wkwkwk. kabuurrrr
      nah bener, kadang mereka menganggap kl yang ada di google tuh semuanya bener, yakaliii :(

      Hapus
  7. Iyahh berita hoax sering meresahkan yah bund.. hahaha
    Apalagi yg beritanya isinya agak heboh terus di share dengan orang heboh.. auto langsung saya matiin status dia.. hahaha kan nggk enak kalau semisal pagi2 kita udh ngebangun mood susah2 terus jadi nggk mood karena baca berita hoax yg meresahkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya buundddd, wwkwkwk
      kadang suka gemes sendiri sampai kantor emak2 dan bapak2 udah ngrumpiin berita hoax aja, dikasih tau ngeyel. yaudinn, yang waras ngalahhhh :(

      Hapus
  8. Angkatan eyang2 itu lho, Mbaak, yang kerap kemakan hoaks. Yang lebih mudaan juga banyak sih. Yang kurang banyak baca, suka baca judul ajaaa, udah gitu didukung oleh media yang gak bertanggung jawab... Aku biasanya juga nyimak RRI pro 2 pas Sabtu sore buat cek ricek hoaks atau fakta ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah bener banget mbak. kadang kl dikasih tahu berita faktanya galak banget, tetap nggak percaya juga :(
      nah, kalau memang dapat berita atau informasi dari sumber yang jelas kaya RRI ini kan aman

      Hapus
  9. setujuuu, bijak mencari informasi. banyak banget mbak judul berita A tapi isinya B, kadang memang ada judul yang pengen bikin aku buka, tapi ngeliat websitenyya yang terkenal ga jelas, aku sering abaikan beritanya mbak
    sebelum klik linknya, aku baca dulu komen netizen dan isinya yang nggak nyambung, kalau udah gitu otomatis beritanya ga mutu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha, nah iya mbak. pentingnya logika dan emosi ketika membaca berita, jadi nggak asal iya iya aja, share sana sini, ternyata hoax. dikasih tahu galak :( tetap nggak percaya, wkwk

      Hapus
  10. Makasih ya mbak Ella sudah memberikan informasi tentang berita hoax. Kadang memang yang sering itu pas dapet pesan Whatsapp tentang kejadian yang berbau SARA, langsung saya hapus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas Wahid, sama-sama. semoga banyak yang bisa membedakan mana berita hoax dan nyata ya. aku pun gitu, kalau ada yang share berita nggak jelas auto hapus :D

      Hapus
  11. makin hari makin banyak juga berita tidak benar. Foto dan video diedit bisa saja menyinggung perasaan pemilik foto asli. Situs yang terpercaya bisa dijadikan pilihan karena rata2 situs tersebut punya wartawannya sendiri, diliput sendiri jadi sangat meyakinkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget kak, makin kesini nggak cuma narasi yang diplintir2, namun foto dan video juga banyak yang dijadiin alat berita hoax. makanya kita kudu hati-hati sebelum menshare berita yang cenderung mengandung provokasi :(

      Hapus
  12. Dengan maraknya berita hoax, hal ini bisa membuat orang makin skeptis dengan semua berita. Bahkan, bisa aja skeptis sama berita yang ternyata beneran, karena orang udah capek membedakan yang hoax dan yang benar.

    Tapi syukurlah dari tulisan ini, Kak Ella bilang masih banyak situs berita yang tidak 'clickbait'. Semoga kita bisa tetap kritis dalam membedakan yang hoax dan yang benar😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, tapi kalau berita yang berisi data dan kontennya neteral bisa dijadikan pedoman. selain itu, kita mesti cek lagi untuk memastikannya :)

      Hapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti