6 Cara Membedakan Berita Hoax

oleh Ella Fitria
6 Cara Membedakan Berita Hoax
6 Cara Membedakan Berita Hoax
Suka kesal nggak sih kalau ada info di grup WhatsApp yang belum tentu kebenarannya tapi sudah tersebar kemana-mana? Parahnya orang terdekat kita ikutan percaya begitu saja. Jujur, aku sering banget mengalami hal demikian. Entah di grup WhatsApp keluarga atau pun di grup WhatsApp teman kerja. Berpendidikan tinggi memang nggak menjamin kita berperilaku cerdas dalam membedakan berita hoax.

Aku akui, di era pandemi ini hampir semua orang menerima informasi secara digital. Keterbatasan aktivitas di luar rumah membuat kita semakin sering menggunakan gadget serta perangkat elektronik lainnya. Buatku nggak masalah ketika kita mencari dan menerima informasi melalui media sosial serta berbagai portal berita lainnya, asalkan kita bisa memfilter dan membedakan berita hoax yang berujung dapat memperkeruh keadaan.

Berita Hoax? Apaan Sih?

Aku yakin masyarakat sudah nggak asing lagi dengan kata ‘hoax’. Ya kan? Apalagi saat ini marak sekali terjadi informasi yang nggak benar, tetapi diberitakan seolah-olah informasi tersebut benar adanya. Berita hoax ini bisa dibilang informasi yang memang sengaja dibuat-buat, lalu dipergunakan untuk menipu dan mengakali pembaca atau masyarakat.

Bahayakah Percaya dengan Berita Hoax?

Menurut kalian seberapa bahayanya sih percaya dengan berita hoax? Terlebih berita yang sudah tersebar di tengah masyarakat? Bahaya banget kan, ya? Karena biasanya isi berita hoax ini mengandung unsur kebencian dan provokasi, fitnah, serta penyebar kebencian. Berita hoax juga bisa membuat sebagian orang merasa takut, terancam, dan merusak reputasi. Aku pun sering berada di lingkungan yang mempercayai berita hoax begitu saja, nggak jarang mereka yang mempercayai berita hoax sangat fanatik dan ekstrem terhadap pendapatnya. Ujung-ujungnya bisa menimbulkan perdebatan dan perselisihan. 

Cara Membedakan Berita Hoax  

Sudah tahu kan kalau berita hoax itu berisi konten yang nggak akurat dan biasanya hanya sekadar untuk mencari sensasi? Terlepas apapun tujuan berita hoax dibuat, sudah waktunya kita cerdas dan bisa membedakan mana berita hoax mana berita nyata. Fyi, saat ini ada beberapa jenis berita hoax yang sering beredar di masyarakat lho, ada pesan berantai, penipuan online, pencemaran nama baik, kisah yang sedih atau memilukan, hingga berita hoax seputar virus Covid-19 dan politik.

Nah berikut ini ada 6 cara bagaimana membedakan berita hoax, diantaranya:

Cara Membedakan Berita Hoax
Cara Membedakan Berita Hoax  

Jangan Menyimpulkan Berita hanya Membaca Judulnya Saja

Siapa nih yang suka bermain media sosial Facebook? Twitter? Instagram? Youtube? Atau media sosial lainnya? Main media sosial memang nggak ada yang salah kok, tetapi kita juga harus berhati-hati karena media sosial menjadi salah satu sasaran maraknya penyebaran berita hoax. Maklumlah, the power of netizen memang luar biasa. Nggak heran banyak hal bisa trending topik dalam waktu hitungan detik. 

Tapi, please… Yuk sama-sama belajar menjadi netizen cerdas yang nggak asal share dan menyimpulkan isi berita hanya dengan membaca judulnya saja. Apalagi saat ini banyak media yang menggunakan judul click-bait untuk menarik pembaca. Malah terkadang judul beritanya A isi beritanya malah membahas B. Kan ngeselin, makanya wajib banget budayakan membaca berita sampai selesai dan teliti isi berita tersebut.

Pilih Situs Terpercaya

Tips kedua untuk membedakan berita hoax adalah pilih situs webiste terpercaya. Nggak usah khawatir karena saat ini banyak situs berita yang menyajikan dan memberikan informasi yang akurat tanpa bermaksud menjatuhkan salah satu pihak. Pokoknya jangan sampai kita percaya begitu saja dengan situs yang nggak jelas. Seenggaknya kita bisa perhatikan nama domain atau link berita tersebut.

Semoga kejadian seperti yang dialami temanku nggak terulang lagi akibat ceroboh percaya begitu saja dengan situs website yang mengatasnamakan institusi salah satu Pemerintah. Alih-alih ingin mengisi form bantuan dari Pemerintah ternyata website tersebut bukan situs resmi Pemerintah. Padahal temanku ini sudah terlanjur mengisi data diri, NIK, foto KTP, foto selfie KTP, foto ATM, dll. Ya sudah, wasallam. Beberapa bulan kemudian isi ATMnya terkuras habis, tapi bersyukur uangnya bisa dikembalikan sama pihak bank. 

Perhatikan Judul Artikel

Nah, seperti yang aku bilang tadi. Kalau membaca berita jangan hanya menyimpulkan isi berita dari judulnya saja karena bisa saja menimbulkan salah tafsir. Biasanya judul berita hoax mengandung unsur perpecahan dan menyudutkan salah satu pihak. Selain itu, berita hoax juga sering menggunakan judul sensasional yang provokatif dan berisi berita dari sumber yang resmi namun isi beritanya diubah total. Makanya suka malas kalau membaca berita yang berjudul janggal, biasanya auto aku skip lalu mencari informasi dari website lain yang lebih kredible.

Cermati Isi Berita

Selain harus waspada dengan judul berita yang janggal, kita juga harus waspada dengan isi berita yang nggak netral terlebih mengandung unsur provokatif. Biasanya berita hoax lebih banyak menyuguhkan opini dibandingkan dengan data dan kondisi di lapangan. Ya buat apa kalau sebuah berita hanya berisi opini kan? Lagi pula biasanya opini seseorang cenderung bersifat subyektif tergantung siapa yang menulis beritanya, tetapi kalau berita yang asli/ nyata biasanya menyajikan informasi berdasarkan fakta dan bukti yang ada. 

Selain itu, kalau sekiranya kita masih ragu dengan suatu berita, ada baiknya kita mencari sumber berita yang terpercaya dan memiliki kredibilitas yang tinggi. Sebelum men-share berita yang kita terima, kita harus lebih berhati-hati karena jika terbukti berita yang kita share adalah sebuah berita hoax, kita bisa dituntut dengan UU ITE lho. 

Kita juga bisa mencari informasi valid ke situs Pemerintah terkait berita yang sedang dibicarakan atau bisa juga mengecek berita tersebut di situs Berita Nasional Indonesia. Pokoknya jangan sharing sebelum saring ya!

Cek Keaslian Foto dan Video

Seiring kemajuan teknologi saat ini, berita hoax nggak hanya berupa tulisan saja lho. Namun beberapa kali aku juga menemui berita hoax yang berbentuk infografis, foto, dan video. Terkadang beberapa potongan video beredar yang justru membuat situasi dan kondisi makin memanas, padahal kita juga nggak bisa menyimpulkan sesuatu hanya dengan menyaksikan penggalan video karena berpotensi menimbulkan salah paham. Nggak hanya video sih, foto juga demikian. Saking canggihnya oknum-oknum pembuat berita hoax mereka bisa mengedit foto untuk memancing netizen. 

Untuk mengecek keaslian infografis, foto, dan video kita bisa memanfaatkan pencarian google. Manfaatkan fitur drag-and-drop foto ke kolom pencarian Google Images, nanti secara otomatis kita bisa mendapatkan foto-foto yang serupa. Dengan demikian, kita bisa membandingkan, apakah foto yang kita lihat memang benar adanya atau hanya sebuah editan.

Bergabung dengan Grup Anti-Hoax

Salah satu tips yang bisa kita lakukan dalam membedakan berita hoax adalah bergabung dengan grup anti-hoax melalui media sosial Fanpage dan WhatsApp, misalnya fanpage yang direkomendasikan oleh Kominfo yakni Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup ini, kita bisa bertanya dan berdiskusi tentang informasi yang janggal. Biasanya, anggota grup akan ikut mencari informasi serupa yang benar adanya.  

Cara Melaporkan Berita Hoax

Cara Melaporkan Berita Hoax
Cara Melaporkan Berita Hoax

Akhir-akhir ini aku sempat gemas dengan berita hoax yang tersebar di berbagai media sosial. Biasanya kalau menjumpai berita hoax di Facebook aku menggunakan fitur Report Status, lalu pilih kategori informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening. Biasanya kalau banyak aduan dari netizen, pihak Facebook akan memblokir status Facebook tersebut bahkan bisa saja akun Facebooknya diblokir.

Untuk melaporkan berita hoax yang ada di media sosial seperti Twitter dan Instagram juga sama saja. Kita bisa menggunakan fitur report, supaya akun tersebut bisa diblokir oleh pihak Twitter dan Instagram atau kita juga bisa mengirimkan email ke Kementerian Komunikasi dan Informatika ([email protected])

Yuk ah, bijak mencari informasi. Mari saling jaga demi terciptanya kehidupan yang lebih damai. Semoga saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam membagikan informasi dan berita terkini.

Ella Fitria

You may also like

0 0 vote
Rating Artikel
guest
0 Komentar
Feedback Sebaris
Lihat semua komentar
Hermansyah
24 November 2020 11:45

Budaya membaca di Indonesia sangat kurang dan penyebaran berita hoax memanfaatkanya dengan memberi judul beritanya yang memancing atau klik bait.

HendraDigital
24 November 2020 13:55

Penyebab banyaknya berita hoax yang beredar, selain karena sumber berita yang gak jelas, juga karena budaya malas membaca. Saking malasnya membaca, eh malah judulnya aja yang dibaca, karena judulnya menarik, lalu berita tersebut dibagikan dengan memberikan caption yang menurut dia menarik, padahal belum tentu caption nya relevan sama isi berita yang dia share…

Nasirullah Sitam
25 November 2020 02:22

Keknya sekarang banyak banget orang yang mulai paham tentang berita ini hoaks atau tidak. Sering banget juga yang melakukan hal seperti itu