Menikmati Stalaktit Di Goa Jatijajar

oleh Ella Fitria
Goa Jatijajar @Jimmyhermanto21

Ceritanya masih disuasana nostalgia nih. Meski nggak teringat jelas, tetapi setidaknya aku masih menyimpan memori ketika pertama kali menginjakkan kaki di Goa Jatijajar. Sedikit curhat yes, *padahal satu artikel ini isinya curhat semua, ampuni hamba ya Tuhan, ampuni* hahaha udah-udah, mari kita mulai.

***

Mungkin kebanyakan anak saat usia belasan tahun mereka terbiasa menikmati piknik bersama keluarga, mereka nggak perlu mikir untuk ongkos perjalanan hingga ongkos makan, tetapi keadaan itu berbanding terbalik denganku. Sejak aku lulus SD, aku memilih meneruskan jenjang SMP di salah satu pondok pesantren di Banyumas. Ini yang membedakanku dengan kebanyakan anak seusiaku yang masih tinggal bersama orang tuanya. Aku terbiasa dengan jatah uang bulanan, cukup nggak cukup harus cukup untuk hidup selama satu bulan. Alhamdulillah emak sering ngasih uang lebih dari jatah bulanan. Nah, berhubung aku anak yang berbakti, shalehah, dan penurut, makannya aku nggak pernah menolak uang tambahan dari emak, ya kan katanya kalau nolak rezeki itu dosa ya. Hahaha

Setiap hari aku selalu menyisihkan uang jajan. Dari uang yang aku sisihkan itu biasanya aku pakai untuk piknik. *dasar ya, dari kecil mikirnya udah piknik mulu. Makannya gedenya begini* 😑
Dulu setiap kali bisa piknik tu rasanya ada kebahagiaan yang meletup-letup. Karena bisa membayar bus, tiket masuk, dan makan pakai uang tabungan sendiri. *emot senyum pakai camata item* hahaha
Bersama beberapa teman, aku menaiki bus jurusan Kebumen, lalu kami turun di gapura goa Jatijajar. Kami melanjutkan perjalanan menggunakkan angkutan mini bus. Berjam-jam kami menunggu bus melaju menuju goa Jatijajar, karena jika bus belum terisi penuh oleh penumpang, maka bus nggak akan jalan. 😐 hingga akhirnya si ella yang masih kelas satu SMP sampai di depan Goa Jatijajar. Hhhh

***

Tepat 11 tahun yang lalu aku menginjakkan kaki di Goa Jatijajar, syukur alhamdulillah hari ini aku kembali mengunjunginya. Goa Jatijajar berada di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Jarak dari kota Kebumen menuju Goa Jatijajar membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam. Lumayan jauh dari kota, lokasinya masuk pedesaan gitu. Tapi akses jalannya mudah kok. Sepanjang perjalanan kita bisa menikmati hamparan persawahan yang hijau,  sesekali terlihat tebing-tebing yang menjulang tinggi dengan suasana khas pedesaan. Sejuk, adem gitu pokoknya lah.

Stalaktit Goa Jatijajar  @Jimmyhermanto21

Goa Jatijajar merupakan sebuah goa yang terbentuk dari batu kapur. Saat kita memasuki mulut goa, kita langsung dimanjakan dengan ornamen stalaktit, stalakmit, dan tiang kapur yang cukup memesona. Kita juga akan akan menemukan diodrama dan patung-patung di dalam goa. Menakjubkan! Di goa ini kita juga akan menjumpai sendang (mata air) bawah tanah. Ada beberapa sendang, diantaranya Sendang Mawar, Sendang Kantil, Sendang Jombor, dan Sendang Puser Bumi. Masing-masing sendang memiliki mitos yang berbeda, mulai dari mitos awet muda sampai mitos enteng jodoh. Tuh yang jomblo segeralah cuci muka di sendang ini. Kalau aku ogah, takut. Hahaha

Diodrama @endy_nww

Beberapa patung di dalam goa @Jimmyhermanto21
Sendang mawar @prapto_mulyo

Di bagian langit-langit goa terdapat sebuah lubang sebagai ventilasi goa. Tempat ini menjadi spot foto terramai, karena sorot cahaya yang masuk ke dalam goa sangatlah indah. Di area ini pula terdapat beberapa kursi atau sejenis gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat duduk pengunjung yang ingin istirahat sambil melihat-lihat sekeliling goa. Sempurna to? *sesempurna kau bermain di belakangku* hah!

Lubang ventilasi goa @Jimmyhermanto21

Lubang ventilasi goa @Jimmyhermanto21

Sepanjang menelusuri goa pasti kita akan menjumpai beberapa tangga buatan. Pokoknya harus berhati-hati saat melewati setiap tangga yaaa, karena agak licin. Bisa bayangin nggak? Lantai semacam marmer gitu terkena tetesan air stalaktit? Licin kaaaan. Ya meskipun disetiap tangga ada handrailnya tapi tetap kudu hati-hati. *hati-hati, jaga nih hati adek bang* hahahaha

Penerangan di dalam goa cukup bagus, kamu nggak perlu khawatir karena selain ada sorot cahaya yang masuk ke lubang goa, juga ada banyak lampu penerang di dalam goa. Jadi aman, nggak perlu pakai headlamp macam jejak si gundul lagi telusur goa. Wkwkwk
Suasana di dalam goa juga nggak seram-seram banget kok, tumben seorang ella nggak takut? Yaiyalah nggak takut, orang masuk goa bareng rombongan. Kalau sendirian mah mending ngrungkel di kasur aja. Hhhh
Tahu nggak? Di dalam goa tu rasanya nyesss, sejuk, dingin, dan adem banget. Betah deh duduk lama di gazebo sambil mengamati sekeliling goa. Goa Jatijajar udah nggak bau kotoran kelelawar kaya zaman dulu pertama kali aku ke goa ini. Dulu tuh baunya bikin pengin muntah, bau kotoran dan pipisnya kelelawar gitu.

Tangga dan lampu penerang yang ada di dalam goa @Jimmyhermanto21

Ku sarankan kalau mau masuk goa minimal bawa air minum lah, karena trakkingnya cukup bikin ngos-ngosan dan keringetan. *duw hayati lelah baaaang, lelah* hahaha
Soalnya trakking menuju goa ini lumayan jauh, nanjak-turun, nanjak-turun. Tapi lelah itu nggak kerasa banget kok, karena begitu kita keluar dari goa, mata kita akan dimanjakan oleh pasar seni. Jadi tu ya di pasar seni ada yang jualan kulineran, jualan pernak pernik, jualan baju, boneka, dll. Bisa dibilang pasar seni ini sebagai pusat oleh-oleh. *mata mohon jangan khilaf* hhh

Pasar Seni Goa Jatijajar

Setelah puas belanja di pasar seni, ada sesuatu yang sangat menyita perhatianku. Yakni ada segerombolan anak-anak yang bermain air di kolam arus hingga menghasilkan bunyi seperti kendang yang berirama. Sumpah keren banget! Awalnya ku kira di dalam air ada kendangnya, tapi pas aku coba mendekat mereka ternyata main air dengan tangan kosong. Uwwww keren banget. Udah gitu nyanyinya ditinggal rabi dan bojoku galak. Beeeh😂

Btw, udah curhat panjang lebar kok belum ngasih info harga tiket masuk ya. Hahaha
Harga tiket masuk Goa Jatijajar cuma Rp. 7.500/orang. Buka dari jam 09.00-17.00 WIB. Berikut ku kasih tips mengunjungi goa Jatijajar:
1. Berkunjung di hari kerja (senin-jumat) supaya nggak terlalu ramai.
2. Usahakan menggunakan kendaraan pribadi biar bisa sekalian mampir ke pantai ayah/jetis.
3. Jangan gunakan high heels pada saat menyusuri goa ya,  karena ini termasuk wisata alam. Jalannya naik-turun, licin gitu.
4.  Satu lagi. Jangan buang mantan sembarangan ya, eh buang sampah maksudnya😂 karena beberapa kali aku melihat sampah di dalam goa.

Ella Fitria

You may also like

Beri Komentar