Klub Merby Tempat Belajar Seni Dan Budaya Di Semarang

oleh - Juli 11, 2019

Klub Merby
Melukis kaus
Siang itu beberapa kali notif whatsapp berbunyi, perlahan kuraih handphone dan kuusap layarnya. Ku kira chat dari kamu, yakan siapa tahu kamu kangen, eh ternyata chat whatsapp grup. Alayuuung, wes semangat banget buka hp malah zonk. Eh tapi mata masih enggan berpindah dari layar handphone, kenapa? Tumben antusias baca whatsapp grup? Ya, tidak lain tidak bukan karena beberapa hari lagi aku akan menghadiri undangan Famtrip Semarang Hebat 2019, dan ada rundown yang bikin penasaran saat membacanya.

Pukul 13.00-15.00 Belajar Seni dan Budaya di Klub Merby.... 

Teeeet! Klub Merby? Kok baru pernah denger sih? Kok asing banget sih? Tempat apaan? Di daerah mana? Ih belajar seni dan budaya, pasti asyik nih. Otakku terus membayangkan si Klub Merby ini. Sampai akhirnya jempol mulai berselancar dan mengetikkan  kata "Klub Merby" di mesin pencarian. Sepersekian detik, wushh. Muncullah apa yang kucari.

Klub Merby? 

Klub Merby
Resepsionis Klub Merby
Sebatas informasi yang kudapatkan, Klub Merby ini tempat les anak PAUD & TK. Jujur, nggak banyak ekspektasi ketika bus melaju cepat menuju tempat ini. Tapi siapa sangka, begitu turun dari bus, beberapa mbak-mbak mengenakan kebaya dan bersanggul menyambut kedatangan kami di pintu masuk Klub Merby. Ucapan selamat datang memenuhi ruangan resepsionis. Kami disambut sangat ramah.

Mataku mulai menjelajah ke sudut kanan dan kiri. Kami dipersilakan menuju halaman tengah, beberapa kursi sudah tertata rapih, di sana sudah ada mbok jamu yang sibuk menyiapkan jamu untuk kami. Dengan mangkuk yang terbuat dari batok kelapa dan dicampur sedikit es, jamu beras kencur terasa nikmat sampai ubun-ubun. Geeeer.. Segeeerrrr!!!

Art Shop & Learn Klub Merby

Sembari menikmati jamu, kami kembali disambut oleh drg. MI Grace W Susanto owner dari Klub Merby. Beliau wanita inspiratif, berprofesi sebagai dokter gigi sekaligus pendiri Klub Merby dengan segudang prestasi dan penghargaan. Beliau mengenalkan sedikit tentang Klub Merby. Ternyata selain pusat Art Shop & Learn, di Klub Merby ini ada Kedai Dhahar & Jamu Gendhong, dan Kios Merby. Ntap nggak tuh. Lengkap bangeeeet. Dan yang harus kalian tahu, tempat ini bukan cuma untuk pelatihan/les anak usia PAUD/TK tapi bisa sampai usia tak terhingga.

Di sana kami berlatih tari Semarang dan Salam Semarang, aaaa seandainya aja rumahku dekat sini, aku mau diajarin tari-tarian sampai bisa biar badan agak lemes, ya cewek masa cuma bisa petakilan doang. Huhuhu

Klub Merby
Pawon Mbah Buyut
Kami juga diajak keliling perpustakaan Klub Merby dong, perpusnya lengkap dan nyaman banget. Ada koleksi prangko dan mata uang. Selain perpustakaan, di Klub Merby ini ada miniatur Pawon Mbah Buyut, di sana kalian bisa belajar nama-nama gerabah. Lagi-lagi, masa cewek nggak tau nama gerabah. Tahunya cuma skincare doang. *siap-siap dipecat mertua. Huhuhu

Klub Merby
Belajar Gambang Semarang
Nah pas kami masuk ke ruang musik Gambang Semarang, aku langsung pencintraan duduk di depan gending dong. Eh lah malah disodorin selembar kertas berisi note, nah lho mampus nggak tuh. Dan kalian bisa nebak kan, mana bisa aku langsung main Gambang Semarang. *pencitraan doang ini😭 

Eh kok jadi pengin cepat punya anak ya. Trus aku daftarin ke Klub Merby biar di rumah nggak cuma main gadget. *halah halau, suami aja belum nemu. 
Keseruan kami masih berlanjut saat belajar membuat hiasan bunga dari janur kuning, ngeliat mbak-mbaknya bikin bunga dari janur kuning kaya gampang banget. Lah giliran nyoba malah pencang pencong nggak rapih.
Klub Merby
Belajar membuat bunga dari janur kuning
Klub Merby
Melukis sepatu
Fyi, pelatihan di Klub Merby ini buanyak banget pilihannya. Kalau kata anak gaul ini mah tempat les antimainstream. Kalau biasanya tempat les cuma ada mapel umum kan, lah di sini ada pelatihan seni dan budaya juga uy. Mulai dari balerina, clay, wushu, english, mandarin, sempoa, melukis, menggambar, musik, vokal, acting, membatik, dll dll. Tapi sayangnya, nggak ada pelatihan cara melupakanmu, sayang. Akakakaka

Kedai Dhahar & Jamu Gendhong Klub Merby

Klub Merby
Kedai Dhahar Dan Jamu Gendhong
Seperti yang kubilang tadi, di Klub Merby bukan cuma tempat les. Tetapi ada kedainya juga. Menu makanannya tradisional banget, dan rasanya enaaaaak parah. Kaya makan masakan rumah. Ada anekan gorengan, sayur mayur segala rupa, disajikan pakai kendi, eh kok kendi sih? Ya pokoknya disajikan dengan gerabah yang terbuat dari tanah liat itu lho.

Kios Merby

Klub Merby
Kios Merby
Klub Merby
Kios Merby
Setelah makan siang dan keliling galeri Klub Merby, kami diajak keliling Kios Merby. Di sana buanyak banget oleh-oleh semacam souvenir, kain batik, topeng, wayang, berbagai miniatur, mainan tradisional, dompet, tas, baju, celana, rok, sandal kayu, dll. Pokoknya nyari apa aja ada deh, eh tapi nyari jodoh nggak ada :(
Harga barang-barang di Kios Merby mulai dari Rp. 3 ribu rupiah, Sist. Jadi amaaaan di kantong sobat misqueen.

Lokasi Klub Merby

Jl. Pandanaran 108 Semarang
Gedung TokoBuku Merbabu Semarang
Telp. (024)8319562

So, kalau kamu sedang di Semarang dan bingung mau ke mana. Langsung deh ke Klub Merby aja, di sana kalian bisa nyobain pelatihan yang kalian mau. Bisa juga pepotoan pakai baju kebaya. Uuwww...


Mungkin Kamu Suka

21komentar

  1. seruuu bangeet ya mbaa kegiatannya dsana..
    pas baca judulnya, ku kira lagi ngajak anak main di klub merby.
    eh, ternyata belum punya anak dan masih single toh.. hehehe..

    ngeliat kedai dahar nya itu sunggu menggoda.. bikin lapeer..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbakkk. Sungguh mengasyikan sekali..
      Otw cari calon suamik😭😭😭

      Hapus
  2. Aiiih pastinya seru dan menyenangkan nih, apalagi sambil ngajak keluarga trs ikutan melukis sepatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bangeeet. Apalagi sepatunya udah disediakan dr sana. Tinggal pilih ukuran dan langsung eksekusi ngelukiss

      Hapus
    2. noted mba. Smg kesampaian ngajak keluarga ke sana.

      Hapus
    3. aku aminkan kenceng nih bang Day

      Hapus
  3. Wahh wajib masuk list nih kalau ke Smg lagi, suamiku suka banget hal-hal seperti ini soalnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap mbak, bisa dicoba kl ke Semarang lagi, biar bisa belajar budaya dan seni Semarangan

      Hapus
  4. Seru nihh bisa mengasah kemampuan melukis saya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, nggak cuma melukis lho. bisa latihan nari dan main gending.. wkwkwk

      Hapus
  5. Ternyata kereen banget ya, Mbak...mungkin mbak ada temannya nih, cewek petakilan seperti saya...haha. yang kecilnya hobi manjat pohon *duh :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa, samaaa.. naik pohon rambutan, jatuh berkali2 nggak ada kapoknya

      Hapus
  6. Mungkin besok aku akan buat klub sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bikin klub sendiri sana, klub wanpisss

      Hapus
  7. Balasan
    1. iyaaaw, kl ke Semarang mau kesini lagiii

      Hapus
  8. Foto anak pegang kaus paling kanan, keren kausnya.

    BalasHapus
  9. Wah... Saya mau ikut pelatihan menggambar, ngeluskis sepatu, bahasa inggris...
    Asyik banget ya mbak kayaknya. Saya juga pengen bisa tinggal deket situ.
    He..he...
    Mana kedainya bikin pengen buka mulut terus, kiosnya bikin pengen buka dompet...😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa mbaaak, duh ya sayangnya jauh kan. dah macam LDRan aja, iya itu kedainya endes banget kayak masakan rumah, hhuhuhu

      Hapus
  10. Asik banget memang kalau di Klub Merby. Kalau aku lebih memilih membatik daripada bikin ketupat dari janur. Bener banget dan setuju banget kalau Klub Merby ini wisata edukasi yang cocok untuk segala usia.

    BalasHapus