Telaga Kumpe: Keindahan Alam yang Tak Terelakkan

oleh - April 21, 2020

Naik sampan telaga kumpe
Naik Sampan di Telaga Kumpe
Semburat matahari pagi mulai memaksa masuk ke sela-sela jendela. Aku memincangkan mata sembari tanganku meraba smartphone. Semalam kami membuat janji akan mengunjungi Telaga Kumpe yang berlokasi di Banyumas. Iya Banyumas, dulu semasa masih kuliah di sana menempuh perjalanan ke Banyumas rasanya hanya sekedipan mata. Namun setelah lulus, menempuh perjalanan ke Banyumas rasanya jauh tak terkira. *eh tapi kalau sama kamu nggak terasa jauh! Uwww

Sarapan Soto Mie Bogor Pasar Wage

Sebelum akhirnya sampai di Telaga Kumpe, kami memasukan list sarapan Soto Mie Bogor di Pasar Wage Purwokerto. Kali pertama mencicipi semangkuk Soto Mie Bogor, rasanya aneh-aneh enak karena aku nggak begitu suka olahan makanan yang berbau jeruk nipis. Tapi not bad sih, potongan daging sapinya sungguh menggoda. Apalagi kepulan asap dari semangkuk Soto Mie Bogor auto menggugah selera.
Soto Mie Bogor, Pasar Wage
Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama yaitu Telaga Kumpe. Kali ini kami nggak tersesat berkat gmaps yang kubuka sejak di Alun-alun Purwokerto. Lalu lalang kendaraan di jalur Cilongok memang selalu ramai, jalanan yang sedikit bergelombang membuatku nggak bisa tertidur barang sebentar. Dasar ya!! Dasar ngantukan. Ahahaha

Perjalanan Menuju Telaga Kumpe

Kami menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari pusat kota Purwokerto, ternyata jalannya nggak hanya bergelombang tetapi semakin dekat dengan telaga, semakin sering kami menemui tanjakan yang mengerikan. Pun dengan tikungan tajam, apalagi setelah masuk desa Gunung Lurah pemandangan sepanjang jalan hanya jurang dengan pepohonan lebat. Sekalinya papasan dengan kendaraan lain, mau nggak mau harus menepi bergantian karena jalanan makin sempit.

Mulutku nggak berhenti nyerocos, memastikan jalan yang kami lalui sesuai dengan gmpas. Yakan nggak lucu kalau kami nyasar di hutan begini. Setelah senam jantung sekitar 20 menit, kami masih harus melewati tanjakan sebelum ada banner besar bertuliskan selamat datang di Telaga Kumpe. Antara lega dan speechless saat mata kami memperhatikan sekeliling Telaga. Rasanya ketegangan selama perjalanan terbayar lunas ketika melihat pemandangan di depan sana.

Suasana Syahdu di Telaga Kumpe

Telaga Kumpe
Kami duduk di bangku yang terbuat dari bambu tepat di bawah pepohonan rindang, angin sepoi mulai menerpa wajah kami. Gradasi warna air Telaga membuat kami saling tatap takjub, di seberang sana terdapat pepophonan yang berjejer rapih memantulkan bayangan ke permukaan air Telaga. Pun di depan kami beberapa sampan siap mengantar siapa saja yang ingin bersua dengan luasnya Telaga Kumpe.

Aku tersenyum sambil merengek meminta naik sampan, tetapi di sisi lain nyaliku menciut saat membayangkan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi apalagi aku nggak bisa berenang. Eh tapi namanya bukan Ella kalau kalah dengan dirinya sendiri dong. *sok bangeeeet ya?!
Naik Sampan di Telaga Kumpe
Akhirnya kami menaiki sampan, dayung kayu yang lumayan berat sudah siap di genggaman tangan. Pria paru baya yang bertugas mengelola Telaga Kumpe lantas mendorong perahu kami pelan. Uhuy kami siap berlayar mengarungi  rumah tangga, eh Telaga Kumpe. *begini nih anak nggunung diajak main ke Telaga🤣

Satu dua kali mendayung sampan mulai membawa kami ke tengah Telaga. Aku masih berusaha menenangkan diri, mensugesti kalau semua akan baik-baik saja. Sesekali mataku terpejam, membiarkan sampan berlayar, membiarkan angin sepoi menerpa. Duh syahdunyaaaa! Kami kembali kompak mendayung, gemercik suara air membuat suasana makin syahdu. Di langit sana, beberapa burung berterbangan sambil mencicit bebarengan.
Memotret di atas Sampan
Saat sudah yakin dan percaya semua akan baik-baik saja, aku mulai membidik beberapa gambar. Untung saja kami memiliki hobi yang agak sama, jadi aku tinggal pose-pose cantik udah auto dijepret-jepret. Padahal dia repot juga mesti mendayung. Ahahaha

Setelah puas mengelilingi Telaga Kumpe, kami menepi dengan sempurna. Perlahan menapakan kaki di daratan, sambil senyum-senyum kesenengan. Dari kejauhan terlihat beberapa pengunjung mulai berdatangan. Kami kembali duduk di bangku yang terbuat dari bambu sambil melihat hasil jepretan.

Fasilitas 

Sungguh aku senang sekali saat melihat pengunjung yang patuh membuang sampah ke tempatnya. Di sana, tong sampah diletakan di beberapa titik. Kalau pengunjung lapar atau pengin ngemil, di sana juga terdapat warung sederhana kok. Kami juga sempat jajan. *jajan terooos! Ahahaha

Ya meskipun fasilitas lain seperti toilet kurang terawat tetapi kami bisa memaklumi. Kebetulan aku nggak mencari mushala di area Telaga karena saat berkunjung ke sana belum masuk waktu salat. Jadi kurang tahu, apakah di sana terdapat mushala atau tidak.

Harga Tiket Masuk

Tiket Masuk Telaga Kumpe
Cukup membayar Rp. 5 ribu/orang kami bisa puas menikmati keindahan dan bersantai di Telaga Kumpe. Tarif naik sampan juga sama kok, Rp. 5 ribu/orang dengan durasi waktu sekitar 30 menit. Tapi kalau sedang sepi pengunjung, katanya boleh naik sampan sepuasnya. Wqwqwq

Lokasi 

Nah lokasi Telaga Kumpe ini terletak di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, usahakan mengecek kendaraan terlebih dahulu sebelum memutuskan ke Telaga Kumpe. Karena ya memang kondisi medannya naik turun macam iman. Eh

Memang, ya. Banyumas tuh surganya destinasi alam deh, selain Telaga Kumpe ada juga Telaga Sunyi Baturraden.

Btw, kami ke Telaga Kumpe udah beberapa bulan yang lalu sebelum ada pandemi Covid-19 lho, ya. Baru sempat menuliskan karena kangen jalan-jalan. Tapi nggak papa, sementara jalan-jalan online saja. Semoga pandemi ini segera berakhir biar ku bisa ngajak kalian ke Telaga Kumpe lagi. Hehehe

Mungkin Kamu Suka

45komentar

  1. love the view. it is so beautiful

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya mau main lagi tapi masih kororo, huhu

      Hapus
  2. Kayaknya enak banget abis makan soto mie bogor yang penuh itu terus mengayuh sampan di danau. Duh, dari dulu pengen muter-muter Purwokerto belum jadi-jadi. Cuma mampir-mampir doang. :D

    Btw, blog Mbak Ella saya masukkan sebagai nominasi blog award Liebster Award. Monggo dipantau di laman jejaka petualang. Terima kasih, Mbak Ella. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mas. Hayuk main ke Purwokerto lagi, sehabis korona musnah ya. hhh
      waaah tengkyuuu, kemarin ku udah baca. insya allah kapan2 kubuat blogpostnya ya, mau ku jawab di kolom komen rasanya kepanjangan, wkwk

      Hapus
  3. Ndak ada yang mancing di sana. Jadi pengen ke sana buat mancing aja. Diem di pojokan dan tertidur ahhahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ada, nggak boleh sih katanya. dulu sempat jd semacam kolam pemancingan gt, trus katanya ada something. jadilah nggak boleh lg ada yg mancingg

      Hapus
  4. Kirain sekarang jalan jalan ke telaga kumpe, ternyata sebelum ada virus Corona ya mbak.😂

    Enak juga ya mbak kesana, cuma jalan kesananya itu yang bikin jantung mau copot karena jalannya agak berbahaya.

    Murah juga tiketnya cuma 5 ribu, plus naik sampan berdua dengan si dia juga cuma 5 ribu sepuasnya, kalo sepi.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak maas Agus, mana berani sm cororo, wkwk
      iya murah, bisa buat refreshing pas lg penat

      Hapus
    2. Disini semua tempat wisata juga ditutup selama Corona, jadinya ngga bisa jalan jalan biar ngga jenuh.😂

      Hapus
  5. Cakep banget telaganya.
    Ijo-ijonya bikin mata jadi segar.
    Tiket masuknya juga murah amat, bikin ngiler buat jalan-jalan ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nunggu corona pergi mas Rudi, trs kuajakin ke Telaga Kumpe ya. wkwkwk
      medannya lumayan menantang sih, nanjakkkkk mulu

      Hapus
  6. Naik sampan asyik, kayak di dongeng-dongeng jaman dulu

    BalasHapus
  7. ijo ya air telaganya :D.. ini sih tempat favorite banget, bisa naik sampan sepuasnya saat sepi, mendingan sih kesananya pas sepi aja, biar bisa naik sepuasanya bareng kamu, eh dia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh awas lho nanti dia baca, ahahahaha
      iya emg ini salah satu tempat yg bisa buat ngadem di Purwokerto, sayangnya udah nggak tinggal di sana lagi. dulu cm tahunya kos-kampus-kos-kampus doang, wkwkwk

      Hapus
  8. Iya mbak pastilah ke telaganya pas sebelum corona, aku paham itu *ehh

    Seger banget telaganya, adem mata melihatnya. Baru ngeliat dari fotonya sih, nah pasti lebih adem kalo lihat aslinya. Duhh coba di Palembang ada telaga se-asri itu, kan kukunjungi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk, takut dihujat netijen makanya ku kasih penegasan mbak. wkwkwk
      Aaaa jd pengen ke Palembang trus explore telaga macam ini di sana, hihi

      Hapus
  9. aduh mbak jadi ingat kisah dongeng jaman dulu seorang putri beristirahat di danau buatan , indah nian view jadi fresh ngelihatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. emm mungkin itu si putrinya yg lagi naik sampan kali ya mas? ahahahaha

      Hapus
  10. Ealahhh.. pas aku baca pasar wagee.. tak kiro pasar wage banjarnegara mbak.. hahajaha... Trus tak lanjutin mbaca .. oalah Purwokerto.. 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk. Purwokerto Mbaak, sama2 pasar tradisional😅

      Hapus
  11. Penasaran banget dengan sotonya belum kesampaian, kemarin ke banyumas tidak tahu tempatnya dimana, teman saya sering pasang status soto banyumas di WA kayanya mantap banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tp ini bukan soto Banyumasan lho Mas. Rasanya bedaaa jauuuh sm Soto Banyumas, hhh

      Hapus
  12. Ih asik banget itu bisa naik perahunya? Jadi inget telaga 3 warna yang ada di puncak euy. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisaa.. Bayar marebu rupiaaah doang, hhh

      Hapus
  13. ya ampun mba ella. itu keren bangett... mau ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nunggu cororo pergi dr dunia dulu yaa. Hhh

      Hapus
  14. Walopun telaga itu indah, koq kenapa aku parnoan yo mbk,alias aku tuh phobia kalo liat air yg tenang dan jernih kayak danau atau telaga, tpi kali laut enggak terlalu, selalu ngerasa bakalan ada yg narik dr dalem air 😒

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku phobia juga, tp phobia sama tukang PHP. Wkwwk
      Aku jg ngeri rasanya, tp kn sama doi jd aman. Eh

      Hapus
  15. Kok.. saya baca ini jadi inget tahun lalu pas ngebolang ke pulau sangiang 3 orang terus ditinggal pulang sama tour guidenya smpe magrib kita kebingungan mau pulang gimana... smpe malam nggk ada perahu yg berani ngnter pulang karena pas itu lagi hujan, lautan lagi ganas... hahahah kita smpe nginep di rumah warga, ngambil cuti dadakan, kena marah pak bos... si tour guide nggk mau tanggung jawab... hahahah aduhh jadi curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah kurang ajar syekaliii tur guidnyaaa, nggak bisa bayangin kl aku yg ditinggalin gt. Wkwk

      Hapus
  16. harga tiket masuknya standar tempat2 wisata lah yaa.. cakep2 bgt fotonya,, main ke sana ah kalau lagi mudik, tapi kapan ya bisa mudik? coronaaa huwaaa...

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, mayan murah sih menurutku. soalnya kebanyakan wisata alam di sini tiket masuk banyak juga yang diatas 10 ribu, hhh
      ayo lawan cororo!

      Hapus
  17. jepretannya mantap jiwa ya itu dirimuuuu. Pas kamu dipoto di atas sampan, dari sampan yang lain...

    gokil.

    CORONA CEPAT MINGGAT AKU INGIN LANJALAN KE BANYUMAS PURWOKERTO

    BalasHapus
    Balasan
    1. LEBIH MANTAP JIWA JEPRETAN PAKAI KAMERA ANALOG BY FEBRI DWI CAHYA. WUAHAHAH
      laaah km kan bandel, disuruh di rumah aja malah hunting ke malioboroooo kan ya kan ya

      Hapus
  18. Aku jadi kwpo nih. Kamu kesana sama siapa.. hihihi...

    BalasHapus
  19. ini murah banget tiket masuknya dan naik sampannya juga, biasanya naik sampan di tempat wisata agak mahal. enaknya kalo jadi pengunjung pertama bisa 'menguasai' area wisatanya dan puas-puasin.
    sotonya itu bikin penasaran, seger enak gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, mayan lah 10rb udh bisa naik perahu dan puas ngadem di sana. sotonya enakkk, seger, syangnya ada perasan jeruk nipisnya ku kurang suka uhuhu

      Hapus
  20. Kayaknya tenang banget yah. Bisa buat pacaran bareng selingkuhan, wkwkwkwk

    BalasHapus
  21. wah ke sini enaknya jalan-jalan santai, sambil ngobrol ngalor ngidur, atau sendirian, duduk di tepi telaga, baca buku, menikmati angin sampe ketiduran.

    aku mau ke sini ah kalo ke banyumas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa kl main ke Banyumas coba ke sana mas, seger bangetttttt udaranya. mayan bisa buat refreshing bntr, tp nunggu kororo pergi ya

      Hapus
  22. Apakah kalau mau ngetrip itu identik dengan sarapan soto ya? Soalnya waktu saya mau trip ke jogja juga sarapannya soto hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh iya aku baru sadar, pas ke solo juga makan soto, di semarang juga. soalnya kl jalan2 pengennya makan yang seger2 berkuah, ahaha

      Hapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti