Tetap #TenangUntukMenang Melawan Corona Bersama Kumparan

oleh Ella Fitria
Tetap #TenangUntukMenang
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari pengeras suara masjid kini makin jarang terdengar, Ramadan kali ini memang sangat berbeda dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu. Biasanya tiap memasuki minggu ke kedua di bulan Ramadan masjid selalu ramai dipenuhi oleh anak-anak, orang dewasa, hingga lansia untuk menjemput malam seribu bulan (Lailatul Qadar). Mungkin bukan hanya Masjid saja yang meniadakan aktivitas ibadah, namun tempat ibadah lain seperti Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng juga demikian. Semua kegiatan ibadah untuk sementara waktu dilakukan di rumah masing-masing demi menghentikan penyebaran corona. Tidak mengapa Ramadan tahun ini hadir sebagai pembelajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi pandemi.

Dampak Virus Corona

Adanya pandemi corona (Covid-19) ini tentu sangat berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dampak yang sangat krusial adalah di bidang ekonomi yang mencakup investasi, perdagangan, dan pariwisata. Sebelum corona masuk ke Indonesia, dampak corona terhadap ekonomi Indonesia sudah mulai terasa. Mengutip data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tercatat pada Januari 2020 Dampak Corona terhadap Ekonomi Indonesia meliputi; nilai ekspor Indonesia-Tiongkok menurun 12,07% menjadi US$ 2,24 miliyar sedangkan nilai impornya terkontraksi sebesar 2,71% menjadi US$ 4 miliyar. Lalu defisit neraca dagang RI dengan Tiongkok semula pada Januari 2019 mencapai US$ 2,4 miliyar kini pada Januari 2020 merosot menjadi US$ 1,84 miliyar, selain itu untuk kapasitas investasi langsung Cina ke Indonesia juga berpotensi mengalami penurunan, hingga pemberhentian penerbangan dari Tiongkok. 
Dampak virus corona yang paling terasa adalah di bidang kesehatan. Kebutuhan APD tenaga medis serta keperluan obat-obatan dan produk kesehatan untuk pasien positif corona meningkat tajam. Sedihnya banyak tenaga medis yang gugur saat sedang bertugas menangani pasien positif corona. Bayangkan, mereka berani bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain. Data sebaran virus corona di Indonesia per Jumat 15 Mei 2020, 15.41 WIB (Sumber: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19) terdapat ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 262.010 sedangkan PDP (Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 34.360. Sementara kasus positif corona 16.496 meningkat 3.06%, pasien sembuh sejumlah 3.803 meningkat 1.78%, dan pasien meninggal akibat virus corona sebanyak 1.076 meningkat 0.21%

Selain bidang ekonomi dan kesehatan, dampak virus corona juga sangat terasa di bidang pariwisata. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) pada bulan Maret 2020 merilis data perkembangan pariwisata Indonesia, tercatat pada bulan Februari-Maret terdapat penurunan kunjungan Wisman sebesar 45,50%, sedangkan untuk Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia mengalami penurunan 20,64%.

Infografis Dampak Covid-19
Siapa sih yang tidak merasakan dampak dari pandemi corona? Aku yakin semua orang pasti merasakan dampaknya, mulai dari yang tadinya bebas beraktivitas di luar rumah, sekarang ini harus membatasi kegiatan di rumah aja. Yang jarang menggunakan masker ketika ke luar rumah, sekarang wajib menggunakan masker. Yang tadinya malas mencuci tangan, sekarang rajin mencuci tangan secara berkala. Yang biasa bekerja di kantor, sekarang Work From Home. Sampai yang harusnya mudik dan lebaran di rumah bersama keluarga harus bersabar menunggu kondisi pandemi mereda. Kegiatan seperti pendidikan dan sosial budaya pun mulai terasa dampaknya.
Dampak Personal Covid-19 (klik untuk perbesar)
Sayangnya meski kasus corona di Indonesia sudah memasuki bulan ke 3, namun di lingkungan tempat tinggalku masih banyak orang yang percaya dengan informasi yang tidak masuk akal. Bukan karena background pendidikan yang rendah, namun karena kurangnya mengakses informasi dengan sumber yang jelas. Hampir setiap hari mereka melahap berita dari grup whatsapp. Iya kalau isi pesan yang disampaikan positif dan berdasarkan sains, bagus banget untuk mengedukasi, ya? Tetapi kalau isi pesannya berupa provokatif untuk memecah persatuan? Dan parahnya banyak yang menelan mentah-mentah lalu mempercayai berita tersebut. Mau bagaimana masa depan kita? 
Belum lama ini aku sempat terkejut ketika ada pesan di grup whatsapp yang berisi informasi bahwa Covid-19 merupakan virus buatan manusia yang sengaja diciptakan untuk menghancurkan masyarakat Indonesia, lalu dalam pesan whatsapp tersebut juga mengimbau untuk tidak percaya dengan adanya corona. Ya Tuhan. Seketika aku menggaruk kepala yang sebetulnya tidak terasa gatal. Bagaimana mungkin saat seluruh orang Indonesia bahkan seluruh dunia sedang bersatu melawan musuh yang kasat mata namun masih banyak orang yang malah memperkeruh suasana? Ya kali, corona ini tidak mengenal negara, daerah, agama, ras, suku, jabatan, kedudukan. Mau Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, kaya, miskin, hitam, putih, siapapun bisa terinfeksi.

Stop Hoax tentang Covid-19

Nah supaya kita terhindar dari berita hoax, aku memiliki 4 cara yang bisa dilakukan meskipun berita hoax masih berseliweran di grup whatsapp. Berikut ini cara sederhana yang bisa kita lakukan dengan di rumah aja supaya tetap #TenangUntukMenang melawan corona. 

4 Cara Tetap #TenangUntukMenang Melawan Corona

Menurutku, percaya dengan berita hoax lebih berbahaya daripada virus apapun. Salah satu cara supaya kita terhindar dari berita hoax adalah dengan menambah pengetahuan dan wawasan seputar corona melalui Pusat Informasi Kumparan, selain itu kita juga bisa melakukan hal-hal berikut ini:

4 Cara Tetap #TenangUntukMenang Melawan Corona

Berpikir Rasional 

Mungkin banyak orang di lingkungan kita yang belum menggunakan akal sehat dalam menyikapi pandemi ini. Berpikir rasional dengan mempercayai sains setidaknya akan membuat hidup sedikit tenang daripada hanya berasumsi dan meyakini informasi yang tidak jelas sumbernya. Dampak kekhawatiran di tengah pandemi seperti sekarang ini justru akan menimbulkan ketakutan yang luar biasa.

Jauh sebelum corona menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia, para ahli sains dan research sudah memprediksi bahwa pandemi akan selalu terjadi seiring perputaran hidup. Menurutnya, pandemi seperti yang sedang kita alami merupakan hal yang wajar. Mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus melewati bersama. Bukan hanya satu dua orang atau satu dua negara saja, melainkan semua orang di seluruh dunia harus menggunakan akal sehat demi menjaga kewarasan dan mengurangi rasa takut berlebihan. 

Melakukan Karantina Mandiri 

Siapa coba yang tidak parno di masa pandemi seperti ini? Batuk atau bersin sesekali aja rasanya was-was, ya. Meskipun was-was itu perlu, tetapi usahakan jangan berlebihan. Kita bisa melakukan karantina mandiri untuk membantu memutus penyebaran virus corona. Kalau teman-teman merasa tidak enak badan dan menunjukkan gejala yang mengarah ke virus corona, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat atau rumah sakit rujukan corona, ya. Wajar saja kalau kita khawatir, hanya saja supaya kekhawatiran tidak menjadi bom waktu, kita bisa memperbanyak bacaan seputar informasi corona di laman Kumparan. Di laman tersebut dijelaskan sangat detail mengenai bagaimana isolasi mandiri hingga kapan perlu ke rumah sakit. 
Jujur ada rasa sesak di dalam hati ketika mengetahui sebagian masyarakat mengucilkan OPD atau PDP di lingkungannya. Hancur banget sungguh, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan OPD atau PDP yang sedang berjuang melawan corona. Bukankah OPD atau PDP ini tetap manusia? Bukankah harusnya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi hal demikian? Beberapa waktu lalu timelineku dipenuhi video ibu-ibu yang tinggal di daerah Sleman, mereka gotong royong membantu membelikan sayur mayur untuk tetangganya yang dinyatakan PDP. Sayuran tersebut tiap pagi diletakkan di teras rumah PDP. Melihat video singkat itu mataku basah, semoga makin banyak orang-orang di luar sana yang bisa melakukan hal yang sama.

Tetapi perlu diingat, bagi ODP atau PDP juga harus menyadari status yang sedang dialami. Kalaupun sudah dinyatakan ODP atau PDP mari sama-sama menyelamatkan lingkungan sekitar. Lakukan isolasi mandiri dengan di rumah aja, bukan malah mengabaikan imbauan pemerintah dan protokol kesehatan. Kan kesel juga ya kalau di lingkungan kita ada yang sudah dinyatakan PDP malah dengan santainya masih bebas bepergian dengan dalih badan sehat dan tetap bugar. 

Patuhi Imbauan Pemerintah 

Nanya dong, apakah seluruh masyarakat di tempat kalian sudah mematuhi imbauan pemerintah? Kalau di tempatku sebagian kecil sudah patuh, sisanya masih bandel keluar rumah dengan santai. Bahkan masih ada yang sempat belanja ke mall dan haha hihi bukber (buka bersama) dengan teman-temannya. Ya Tuhan bukan aku iri dengki, tapi mbok ya keluar rumah kalau ada hal penting saja mengingat kasus corona di Indonesia makin hari makin meningkat.
Anak muda di tempatku masih banyak yang abai dengan imbauan pemerintah, keluar rumah tidak menggunakan masker, ngabuburit berboncengan, dan kumpul-kumpul hingga larut malam. Hampir setiap hari story whatsappku penuh dengan mereka yang seolah bangga tidak takut dengan virus corona. Please, kita ini sedang melawan makhluk kasat mata, apalagi kabarnya di tetangga desaku sudah ada yang positif. Huhuhu

Cuci tangan dengan sabun, tidak keluar rumah kecuali ada kepentingan mendesak, menggunakan masker ketika terpaksa keluar rumah, makan makanan yang bergizi, hingga olahraga teratur harusnya sudah menjadi kebiasaan kita demi ikut andil supaya bumi kembali berseri tanpa ada virus mematikan seperti ini. 

Memfilter Berita Hoax

Melalui tulisan ini aku berharap semoga di luar sana banyak orang yang sadar dan paham pentingnya membaca atau mencari informasi corona dengan sumber yang jelas dan terpercaya, tidak lagi mengedepankan pemahaman sendiri yang belum tentu kebenarannya. Apalagi percaya begitu saja dengan informasi yang disebarkan melalui grup whatsapp. Kalau teman-teman ada yang sering menerima berita hoax seputar corona di grup whatsapp, teman-teman bisa mencoba mengingatkan mereka di grup whatsapp dengan mengshare Informasi Corona dari website Kumparan, Alhamdulillah terbukti ampuh banget karena sejauh ini grup whatsappku sudah tidak ada yang berani mengshare berita hoax lagi. Meskipun terkadang dianggap anak yang tidak memiliki sopan santun karena berani melawan orang yang lebih tua, tapi ya bismillah aja demi makin #TenangUntukMenang melawan Corona. 

Kumparan Menjadi Pusat Informasi Corona

Kumparan merupakan platform media yang diluncurkan pada Januari 2017. Platform ini sebagai wadah yang menyediakan berbagai informasi dengan menggabungkan jurnalisme berbasis teknologi dan memungkinkan interaksi antara semua pengguna ke dalam satu platform. Kumparan bisa diakses melalui smartphone, bahkan tersedia aplikasinya yang bisa kita unduh melalui playstore, lho. Fyi, belum lama ini Kumparan meluncurkan laman baru yang fokus membahas Informasi corona. Laman tersebut berisi rujukan informasi terpercaya dan terlengkap seputar corona. Terdapat berbagai collection yang dibahas, diantaranya adalah:

Laman Informasi Covid-19 Kumparan
  • Memahami Virus Corona 

Jika kita membutuhkan informasi untuk memahami virus corona, collection ini sangat berguna karena menyediakan konten-konten yang membahas pengertian corona, bagaimana gejalanya, lalu bagaimana virus ini bisa menular, dan masih banyak konten lainnya yang dapat membantu kita untuk Memahami Virus Corona.

  • Pencegahan Diri dan Keluarga 

Di laman ini kita akan mendapatkan informasi tentang bagaimana membentengi diri dari virus corona yang sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Konten pilihan yang disediakan diantaranya: cara masuk rumah setelah bepergian, panduan ke rumah sakit, cara naik transportasi umum, lalu bagaimana caranya ibu hamil melindungi diri, hingga bagaimana bila anggota keluarga menunjukkan gejala corona. Tidak hanya itu, ada beberapa tips yang bisa dijadikan referensi supaya kita tetap tenang di masa pandemi. Salah satu konten yang dipinned oleh pihak Kumparan yakni konten dengan judul Gejala Corona atau Kecemasan Belaka? Bagaimana Membedakannya? Sungguh konten semacam ini benar-benar mengedukasi supaya tetap #TenangUntukMenang melawan Corona.

  • Prosedur Tes dan Pengobatan 

Salah satu collection Informasi Corona Kumparan yang beberapa kali kubaca adalah prosedur tes dan pengobatan. Tanpa kita sadari saat ini virus corona ada di keseharian kita, nah di laman ini menyediakan informasi cara merawat penderita corona di rumah, cara karantina mandiri, tahapan tes corona, hingga kapan perlu melakukan tes corona. Jadi, teman-teman tahu apa yang harus dilakukan ketika kita mulai merasakan gejala yang mengarah ke virus corona.

  • Happy at Home 

Beribadah, belajar, bekerja dan segala aktivitas kini dilakukan di rumah aja. Ada yang sudah merasa bosan? Atau merasa jenuh? Teman-teman bisa membuka collection Informasi Corona Happy at Home karena kita akan mendapatkan panduan olahraga yang bisa dilakukan di rumah, tips menjalani waktu bersama keluarga, ide dekorasi agar bekerja lebih menyenangkan, tips awet menyimpan makanan, beberapa rekomendasi film, hingga panduan untuk yang tinggal sendirian di tengah pandemi.

  • Rumah Sakit Rujukan 

Ada yang pernah bingung kemana harus memeriksakan diri saat merasakan gejala yang mengarah ke virus corona? Di laman ini, Kumparan menyediakan daftar rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia lengkap dengan alamat rumah sakit serta telepon rumah sakit yang bisa dihubungi. Tiap konten dilengkapi dengan panduan kapan perlu ke rumah sakit dengan menyajikan beberapa pertanyaan seputar gejala corona supaya lebih yakin kapan harus melakukan tes corona.

  • Hotline 

Di collection Hotline terdapat daftar hotline beserta situs informasi corona di 34 provinsi di Indonesia. Ada juga nomor kontak pengiriman bantuan dan pendaftaran relawan sehingga bisa mempermudah kita tetap #TenangUntukMenang melawan corona.

  • Kumpulan Doa 

Menariknya di laman Informasi Corona ada collection kumpulan doa yang bisa kita amalkan supaya hati makin tenang dan pikiran makin jernih di masa pandemi ini. Ada berbagai kumpulan doa dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

  • Pengumuman Pemerintah 

Kita bisa terus update dengan pengumuman pemerintah melalui laman Pusat Informasi Corona Kumparan. Laman ini menyajikan informasi berbagai kebijakan pemerintah menghadapi wabah corona yang makin hari kasusnya makin meningkat.

  • Donasi Lawan Corona 

KumparanDerma bersama #IndonesiaLawanCOVID-19 juga membuka donasi untuk membantu sesama yang terkena dampak corona. Kita tetap bisa membantu sesama dengan di rumah aja melalui KumparanDerma.

    Dari semua collection yang aku sebutkan di atas memiliki beberapa konten pilihan yang bisa dijadikan rujukan supaya kita bisa #TenangUntukMenang melawan corona. Selain itu, di laman Informasi Corona Kumparan juga terdapat peta, data, dan kurva sebaran kasus corona di Indonesia yang diupdate secara berkala. Grafik dan tabelnya pun mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.

    Laman Informasi Corona Kumparan
    Di tengah pandemi seperti ini portal berita terpercaya dan terupdate seperti Kumparan memang bagaikan angin segar untuk mengedukasi orang-orang yang masih saja percaya dengan provokator. Sedihnya ketika negara sedang terkena wabah justru makin banyak portal berita yang memanfaatkan issue ini demi mendapat viewers semata. Padahal, seringkali judul dan isi beritanya hanya menimbulkan asumsi publik menjadi semakin panik. Lain dengan Kumparan yang fokus menyajikan informasi akurat serta membantu meredakan kegelisahan di masa seperti sekarang. Terbukti di laman Pusat Informasi Corona terdapat kategori kumpulan doa yang berisi doa-doa dari berbagai agama di Indonesia. Menurutku, kategori ini sangat membantu masyarakat supaya lebih tenang dalam melawan pandemi covid-19 dengan tetap mendekatkan diri kepada Tuhan.

    Yuk Cerdas Sejak Dini dalam Mencari Informasi
    Yuk ah cerdas sejak dini dalam mencari informasi. Sebisa kita share informasi yang jelas sumbernya. Mari sebarkan informasi biar #BerkahNulisdiRumah makin bertambah. 
    Itu tadi, sedikit cerita selama Ramadan #DirumahAja supaya tetap #TenangUntukMenang melawan corona. Kira-kira, kamu sudah menerapkan keempat tips di atas belum, nih?

    Sumber rujukan:
    Kumparan (Pusat Informasi Corona)
    BPS (Badan Pusat Statistika)

    Infografis: 
    Ella Fitria


    Ella Fitria

    You may also like

    0 komentar

    Bara Anggara 15 Mei 2020 - 18:35

    aku selalu kagum dengan infografis di blogmu ini… itu bikinnya pake apa? keren2 semuaa..

    -traveler paruh waktu

    Balas
    Alia Arifin 15 Mei 2020 - 12:07

    Bener mba,, Berita hoax bikin gak nyaman,, mesti pinterΒ² nyaring info, mesti tabayyun,, simpang siur berita harus jelas dulu beritanya baru kita cerna,,,

    Balas
    Ikrom Zain 15 Mei 2020 - 02:54

    iya lo sedih dan empet di masa sulit gini banyak hoak berkeliaran demi konten dan viewer
    makanya kita harus pinter pinter ya mbak
    aku juga baca kumparan soalnya imbang aja beritanya dan informatif

    Balas
    Khanif 14 Mei 2020 - 19:39

    yang bikin heran itu si penyebar beritanya, di saat seperti ini kok masih sempet-sempetnya nyebarin berita yang gak bener, di sangkut pautkan sama agama pula.. memang selalu ada orang seperti itu di tengah-tengah kita semua πŸ˜€

    Balas
    Khanif 14 Mei 2020 - 19:39

    jangankan berita hoax mas, sms yang isinya, "kirim sms ini ke 20 temen kamu, kalo tidak kamu akan kena sial" itu aja masih ada yang percaya loh, gw heran, padahal dipikir logika gak akan nyampe loh πŸ˜€

    Balas
    sofyan Ya-an 14 Mei 2020 - 14:53

    Tapi serba salah juga. menurut para ahli informasi yang benar perihal covid 19 wajib di sampaikan ke tengah masyarakat, menyembunyikannya malah bisa berakibat buruk dan fatal.

    BErita hoax tentu saja sangat buruk, negetif dan menyesatkan.

    Di tempat kami (Batam) suasananya sangat terasa karena memang setiap hari korban terus berguguran, hari misalnya ada lebih 21 orang di jemput paksa dari tempat kerja karena ternyata hasil swabnya positif.

    Kami hanya membaca informasi dari sumber walikota saja sekarang. Karena datanya selalu beda dengan hasil baca berita.

    Balas
    Onix 14 Mei 2020 - 08:15

    aku ke sini lagi untuk ke sekian kali hahaha
    sejak kamu menang lomba OYO, aku jadi ketagihan mampir ke blog kamu yang rapih ini mbak.
    Setiap ulasannya selalu runut dan kreatif, terus grafisnya juga oke, nyaman dilihat. gudjoob mbak Ella!

    Salam kenal πŸ™‚

    Balas
    Hermansyah 14 Mei 2020 - 03:19

    Berita hoax lebih kejam dari Corona tanpa ada gejalanya orang bisa langsung terinfeksi dan positif terkena hoax dan efeknya pun bisa mematikan.

    Di tempat saya sepertinya orang masih banyak yang mengabaikan Corona, masih banyak yang keluar rumah bahkan anak-anak masih bermain di luar rumah sampai jauh malam.

    Balas
    Ainun 14 Mei 2020 - 01:38

    bener banget soal berita hoax covid ini, di WAG terutama yang isinya emak emak makin cepet nyebarnya, dikotaku sampe nyebar kemana-mana padahal yang dikira positif ini orangnya baik baik aja, sampe nih orang bikin video buat mengklarifikasi dirinya

    untuk saat ini memang lebih banyak dirumah aja, awal awal covid, disini mall atau tempat nongkrong udah mulai tutup, sekarang udah buka beberapa lagi

    Balas
    Si Bayuu 13 Mei 2020 - 20:28

    Nggak tau kenapa akhir-akhir ini jadi jarang buka media, soalnya kebanyakan bukan kabar yang menggembirakan yang sering dilihat.. :'(

    Balas
    kenangya 13 Mei 2020 - 08:13

    Sebetulnya udah boring banget yaa, tapi mau gimana lagi, si koronah ini kayaknya masih enggan pergi, padahal akupun yg udah termasuk patuh banget ama anjuran pemerintah, sayangnya yg lain masih cuek seolah ga peduli, kalo koronah ini udah ga ada lagi, q mau jalan" lagi mbaaak….bebasin pikiran yg udh mulai jenuh

    Balas
    Djangkaru Bumi 13 Mei 2020 - 06:26

    Berita hoaks ini benar-benar ngeri.
    Saya sendiri sampai bingung ,tapi herannya ada saja yang percaya dengan berita tersebut.
    Kalau saya paling ya mendengerkan, daripada nanti diajak berdebat.
    Harus pandai-pandai memfilter berita, biar isi kepala tetap jernih.

    Balas
    Sera Wicaksono 13 Mei 2020 - 06:02

    Duhh parah ya hoax emang, setuju banget kita harus tenang dan rasional. Semoga pandemi ini segera berlalu ya

    Balas
    Greatnesia 13 Mei 2020 - 02:06

    Sedih banget memang, ramadhan tahun ini tidak bisa tarawih di mesjid dan berburu takjil. Beda sekali suasanya. Semoga pandemi ini dapat segera diatasi ya Mbak.

    Balas
    Kuskus Pintar 13 Mei 2020 - 02:06

    Yup bener tuh, patuhi imbauan pemerintah. Jangan bandel! Keluar rumah sepentingnya saja. Kalo sekadar mau nongki-nongki enggak jelas, mending gak usah keluar rumah. Keluar rumah juga kudu pake masker. Andai semua orang mengikuti apa yang diperintah ini, aman damai dah kehidupan heheh

    Balas
    morishige 12 Mei 2020 - 20:25

    Lengkap juga ya informasi soal corona di Kumparan. Kayaknya Kumparan bisa jadi pembanding deh buat informasi di portal online yang saya baca. πŸ˜€ Tema happy at home-nya juga kayaknya punya vibe yang positif banget.

    Balas
    Sintia Astarina 12 Mei 2020 - 20:25

    Pusat Informasi Corona milik Kumparan bagus, deh. Visualnya cakep!

    Balas
    Nasirullah Sitam 12 Mei 2020 - 11:23

    Sebenarnya yang paling tepat adalah social distancing. Oya, kadang banyak media yang menyebarkan informasi dari sisi ketakutan sehingga orang lebih banyak termakan tulisan tersebut.

    Balas
    Kelvin Cipta 12 Mei 2020 - 07:54

    Cara agar bisa menghadapi corona : tidak melakukan apa apa. Iya, gausah ngapa-ngapain wkwk. Terkadang diem aja susah wkwk

    Balas
    Rudi Chandra 12 Mei 2020 - 04:12

    Menurutku berita hoax malah lebih serem daripada covid-19 ini Mbak.
    Dan yang paling parahnya, banyak orang yang percaya ama berita hoax kalo udah menyangkut tentang agama. Bikin garuk-garuk kepala yang nggak gatal.

    Balas
    1 2 3 5

    Beri Komentar

    %d blogger menyukai ini: