Tetap #TenangUntukMenang Melawan Corona Bersama Kumparan

oleh Ella Fitria
Tetap #TenangUntukMenang
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari pengeras suara masjid kini makin jarang terdengar, Ramadan kali ini memang sangat berbeda dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu. Biasanya tiap memasuki minggu ke kedua di bulan Ramadan masjid selalu ramai dipenuhi oleh anak-anak, orang dewasa, hingga lansia untuk menjemput malam seribu bulan (Lailatul Qadar). Mungkin bukan hanya Masjid saja yang meniadakan aktivitas ibadah, namun tempat ibadah lain seperti Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng juga demikian. Semua kegiatan ibadah untuk sementara waktu dilakukan di rumah masing-masing demi menghentikan penyebaran corona. Tidak mengapa Ramadan tahun ini hadir sebagai pembelajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi pandemi.

Dampak Virus Corona

Adanya pandemi corona (Covid-19) ini tentu sangat berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dampak yang sangat krusial adalah di bidang ekonomi yang mencakup investasi, perdagangan, dan pariwisata. Sebelum corona masuk ke Indonesia, dampak corona terhadap ekonomi Indonesia sudah mulai terasa. Mengutip data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tercatat pada Januari 2020 Dampak Corona terhadap Ekonomi Indonesia meliputi; nilai ekspor Indonesia-Tiongkok menurun 12,07% menjadi US$ 2,24 miliyar sedangkan nilai impornya terkontraksi sebesar 2,71% menjadi US$ 4 miliyar. Lalu defisit neraca dagang RI dengan Tiongkok semula pada Januari 2019 mencapai US$ 2,4 miliyar kini pada Januari 2020 merosot menjadi US$ 1,84 miliyar, selain itu untuk kapasitas investasi langsung Cina ke Indonesia juga berpotensi mengalami penurunan, hingga pemberhentian penerbangan dari Tiongkok. 
Dampak virus corona yang paling terasa adalah di bidang kesehatan. Kebutuhan APD tenaga medis serta keperluan obat-obatan dan produk kesehatan untuk pasien positif corona meningkat tajam. Sedihnya banyak tenaga medis yang gugur saat sedang bertugas menangani pasien positif corona. Bayangkan, mereka berani bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain. Data sebaran virus corona di Indonesia per Jumat 15 Mei 2020, 15.41 WIB (Sumber: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19) terdapat ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 262.010 sedangkan PDP (Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 34.360. Sementara kasus positif corona 16.496 meningkat 3.06%, pasien sembuh sejumlah 3.803 meningkat 1.78%, dan pasien meninggal akibat virus corona sebanyak 1.076 meningkat 0.21%

Selain bidang ekonomi dan kesehatan, dampak virus corona juga sangat terasa di bidang pariwisata. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) pada bulan Maret 2020 merilis data perkembangan pariwisata Indonesia, tercatat pada bulan Februari-Maret terdapat penurunan kunjungan Wisman sebesar 45,50%, sedangkan untuk Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia mengalami penurunan 20,64%.

Infografis Dampak Covid-19
Siapa sih yang tidak merasakan dampak dari pandemi corona? Aku yakin semua orang pasti merasakan dampaknya, mulai dari yang tadinya bebas beraktivitas di luar rumah, sekarang ini harus membatasi kegiatan di rumah aja. Yang jarang menggunakan masker ketika ke luar rumah, sekarang wajib menggunakan masker. Yang tadinya malas mencuci tangan, sekarang rajin mencuci tangan secara berkala. Yang biasa bekerja di kantor, sekarang Work From Home. Sampai yang harusnya mudik dan lebaran di rumah bersama keluarga harus bersabar menunggu kondisi pandemi mereda. Kegiatan seperti pendidikan dan sosial budaya pun mulai terasa dampaknya.
Dampak Personal Covid-19 (klik untuk perbesar)
Sayangnya meski kasus corona di Indonesia sudah memasuki bulan ke 3, namun di lingkungan tempat tinggalku masih banyak orang yang percaya dengan informasi yang tidak masuk akal. Bukan karena background pendidikan yang rendah, namun karena kurangnya mengakses informasi dengan sumber yang jelas. Hampir setiap hari mereka melahap berita dari grup whatsapp. Iya kalau isi pesan yang disampaikan positif dan berdasarkan sains, bagus banget untuk mengedukasi, ya? Tetapi kalau isi pesannya berupa provokatif untuk memecah persatuan? Dan parahnya banyak yang menelan mentah-mentah lalu mempercayai berita tersebut. Mau bagaimana masa depan kita? 
Belum lama ini aku sempat terkejut ketika ada pesan di grup whatsapp yang berisi informasi bahwa Covid-19 merupakan virus buatan manusia yang sengaja diciptakan untuk menghancurkan masyarakat Indonesia, lalu dalam pesan whatsapp tersebut juga mengimbau untuk tidak percaya dengan adanya corona. Ya Tuhan. Seketika aku menggaruk kepala yang sebetulnya tidak terasa gatal. Bagaimana mungkin saat seluruh orang Indonesia bahkan seluruh dunia sedang bersatu melawan musuh yang kasat mata namun masih banyak orang yang malah memperkeruh suasana? Ya kali, corona ini tidak mengenal negara, daerah, agama, ras, suku, jabatan, kedudukan. Mau Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, kaya, miskin, hitam, putih, siapapun bisa terinfeksi.

Stop Hoax tentang Covid-19

Nah supaya kita terhindar dari berita hoax, aku memiliki 4 cara yang bisa dilakukan meskipun berita hoax masih berseliweran di grup whatsapp. Berikut ini cara sederhana yang bisa kita lakukan dengan di rumah aja supaya tetap #TenangUntukMenang melawan corona. 

4 Cara Tetap #TenangUntukMenang Melawan Corona

Menurutku, percaya dengan berita hoax lebih berbahaya daripada virus apapun. Salah satu cara supaya kita terhindar dari berita hoax adalah dengan menambah pengetahuan dan wawasan seputar corona melalui Pusat Informasi Kumparan, selain itu kita juga bisa melakukan hal-hal berikut ini:

4 Cara Tetap #TenangUntukMenang Melawan Corona

Berpikir Rasional 

Mungkin banyak orang di lingkungan kita yang belum menggunakan akal sehat dalam menyikapi pandemi ini. Berpikir rasional dengan mempercayai sains setidaknya akan membuat hidup sedikit tenang daripada hanya berasumsi dan meyakini informasi yang tidak jelas sumbernya. Dampak kekhawatiran di tengah pandemi seperti sekarang ini justru akan menimbulkan ketakutan yang luar biasa.

Jauh sebelum corona menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia, para ahli sains dan research sudah memprediksi bahwa pandemi akan selalu terjadi seiring perputaran hidup. Menurutnya, pandemi seperti yang sedang kita alami merupakan hal yang wajar. Mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus melewati bersama. Bukan hanya satu dua orang atau satu dua negara saja, melainkan semua orang di seluruh dunia harus menggunakan akal sehat demi menjaga kewarasan dan mengurangi rasa takut berlebihan. 

Melakukan Karantina Mandiri 

Siapa coba yang tidak parno di masa pandemi seperti ini? Batuk atau bersin sesekali aja rasanya was-was, ya. Meskipun was-was itu perlu, tetapi usahakan jangan berlebihan. Kita bisa melakukan karantina mandiri untuk membantu memutus penyebaran virus corona. Kalau teman-teman merasa tidak enak badan dan menunjukkan gejala yang mengarah ke virus corona, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat atau rumah sakit rujukan corona, ya. Wajar saja kalau kita khawatir, hanya saja supaya kekhawatiran tidak menjadi bom waktu, kita bisa memperbanyak bacaan seputar informasi corona di laman Kumparan. Di laman tersebut dijelaskan sangat detail mengenai bagaimana isolasi mandiri hingga kapan perlu ke rumah sakit. 
Jujur ada rasa sesak di dalam hati ketika mengetahui sebagian masyarakat mengucilkan OPD atau PDP di lingkungannya. Hancur banget sungguh, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan OPD atau PDP yang sedang berjuang melawan corona. Bukankah OPD atau PDP ini tetap manusia? Bukankah harusnya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi hal demikian? Beberapa waktu lalu timelineku dipenuhi video ibu-ibu yang tinggal di daerah Sleman, mereka gotong royong membantu membelikan sayur mayur untuk tetangganya yang dinyatakan PDP. Sayuran tersebut tiap pagi diletakkan di teras rumah PDP. Melihat video singkat itu mataku basah, semoga makin banyak orang-orang di luar sana yang bisa melakukan hal yang sama.

Tetapi perlu diingat, bagi ODP atau PDP juga harus menyadari status yang sedang dialami. Kalaupun sudah dinyatakan ODP atau PDP mari sama-sama menyelamatkan lingkungan sekitar. Lakukan isolasi mandiri dengan di rumah aja, bukan malah mengabaikan imbauan pemerintah dan protokol kesehatan. Kan kesel juga ya kalau di lingkungan kita ada yang sudah dinyatakan PDP malah dengan santainya masih bebas bepergian dengan dalih badan sehat dan tetap bugar. 

Patuhi Imbauan Pemerintah 

Nanya dong, apakah seluruh masyarakat di tempat kalian sudah mematuhi imbauan pemerintah? Kalau di tempatku sebagian kecil sudah patuh, sisanya masih bandel keluar rumah dengan santai. Bahkan masih ada yang sempat belanja ke mall dan haha hihi bukber (buka bersama) dengan teman-temannya. Ya Tuhan bukan aku iri dengki, tapi mbok ya keluar rumah kalau ada hal penting saja mengingat kasus corona di Indonesia makin hari makin meningkat.
Anak muda di tempatku masih banyak yang abai dengan imbauan pemerintah, keluar rumah tidak menggunakan masker, ngabuburit berboncengan, dan kumpul-kumpul hingga larut malam. Hampir setiap hari story whatsappku penuh dengan mereka yang seolah bangga tidak takut dengan virus corona. Please, kita ini sedang melawan makhluk kasat mata, apalagi kabarnya di tetangga desaku sudah ada yang positif. Huhuhu

Cuci tangan dengan sabun, tidak keluar rumah kecuali ada kepentingan mendesak, menggunakan masker ketika terpaksa keluar rumah, makan makanan yang bergizi, hingga olahraga teratur harusnya sudah menjadi kebiasaan kita demi ikut andil supaya bumi kembali berseri tanpa ada virus mematikan seperti ini. 

Memfilter Berita Hoax

Melalui tulisan ini aku berharap semoga di luar sana banyak orang yang sadar dan paham pentingnya membaca atau mencari informasi corona dengan sumber yang jelas dan terpercaya, tidak lagi mengedepankan pemahaman sendiri yang belum tentu kebenarannya. Apalagi percaya begitu saja dengan informasi yang disebarkan melalui grup whatsapp. Kalau teman-teman ada yang sering menerima berita hoax seputar corona di grup whatsapp, teman-teman bisa mencoba mengingatkan mereka di grup whatsapp dengan mengshare Informasi Corona dari website Kumparan, Alhamdulillah terbukti ampuh banget karena sejauh ini grup whatsappku sudah tidak ada yang berani mengshare berita hoax lagi. Meskipun terkadang dianggap anak yang tidak memiliki sopan santun karena berani melawan orang yang lebih tua, tapi ya bismillah aja demi makin #TenangUntukMenang melawan Corona. 

Kumparan Menjadi Pusat Informasi Corona

Kumparan merupakan platform media yang diluncurkan pada Januari 2017. Platform ini sebagai wadah yang menyediakan berbagai informasi dengan menggabungkan jurnalisme berbasis teknologi dan memungkinkan interaksi antara semua pengguna ke dalam satu platform. Kumparan bisa diakses melalui smartphone, bahkan tersedia aplikasinya yang bisa kita unduh melalui playstore, lho. Fyi, belum lama ini Kumparan meluncurkan laman baru yang fokus membahas Informasi corona. Laman tersebut berisi rujukan informasi terpercaya dan terlengkap seputar corona. Terdapat berbagai collection yang dibahas, diantaranya adalah:

Laman Informasi Covid-19 Kumparan
  • Memahami Virus Corona 

Jika kita membutuhkan informasi untuk memahami virus corona, collection ini sangat berguna karena menyediakan konten-konten yang membahas pengertian corona, bagaimana gejalanya, lalu bagaimana virus ini bisa menular, dan masih banyak konten lainnya yang dapat membantu kita untuk Memahami Virus Corona.

  • Pencegahan Diri dan Keluarga 

Di laman ini kita akan mendapatkan informasi tentang bagaimana membentengi diri dari virus corona yang sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Konten pilihan yang disediakan diantaranya: cara masuk rumah setelah bepergian, panduan ke rumah sakit, cara naik transportasi umum, lalu bagaimana caranya ibu hamil melindungi diri, hingga bagaimana bila anggota keluarga menunjukkan gejala corona. Tidak hanya itu, ada beberapa tips yang bisa dijadikan referensi supaya kita tetap tenang di masa pandemi. Salah satu konten yang dipinned oleh pihak Kumparan yakni konten dengan judul Gejala Corona atau Kecemasan Belaka? Bagaimana Membedakannya? Sungguh konten semacam ini benar-benar mengedukasi supaya tetap #TenangUntukMenang melawan Corona.

  • Prosedur Tes dan Pengobatan 

Salah satu collection Informasi Corona Kumparan yang beberapa kali kubaca adalah prosedur tes dan pengobatan. Tanpa kita sadari saat ini virus corona ada di keseharian kita, nah di laman ini menyediakan informasi cara merawat penderita corona di rumah, cara karantina mandiri, tahapan tes corona, hingga kapan perlu melakukan tes corona. Jadi, teman-teman tahu apa yang harus dilakukan ketika kita mulai merasakan gejala yang mengarah ke virus corona.

  • Happy at Home 

Beribadah, belajar, bekerja dan segala aktivitas kini dilakukan di rumah aja. Ada yang sudah merasa bosan? Atau merasa jenuh? Teman-teman bisa membuka collection Informasi Corona Happy at Home karena kita akan mendapatkan panduan olahraga yang bisa dilakukan di rumah, tips menjalani waktu bersama keluarga, ide dekorasi agar bekerja lebih menyenangkan, tips awet menyimpan makanan, beberapa rekomendasi film, hingga panduan untuk yang tinggal sendirian di tengah pandemi.

  • Rumah Sakit Rujukan 

Ada yang pernah bingung kemana harus memeriksakan diri saat merasakan gejala yang mengarah ke virus corona? Di laman ini, Kumparan menyediakan daftar rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia lengkap dengan alamat rumah sakit serta telepon rumah sakit yang bisa dihubungi. Tiap konten dilengkapi dengan panduan kapan perlu ke rumah sakit dengan menyajikan beberapa pertanyaan seputar gejala corona supaya lebih yakin kapan harus melakukan tes corona.

  • Hotline 

Di collection Hotline terdapat daftar hotline beserta situs informasi corona di 34 provinsi di Indonesia. Ada juga nomor kontak pengiriman bantuan dan pendaftaran relawan sehingga bisa mempermudah kita tetap #TenangUntukMenang melawan corona.

  • Kumpulan Doa 

Menariknya di laman Informasi Corona ada collection kumpulan doa yang bisa kita amalkan supaya hati makin tenang dan pikiran makin jernih di masa pandemi ini. Ada berbagai kumpulan doa dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

  • Pengumuman Pemerintah 

Kita bisa terus update dengan pengumuman pemerintah melalui laman Pusat Informasi Corona Kumparan. Laman ini menyajikan informasi berbagai kebijakan pemerintah menghadapi wabah corona yang makin hari kasusnya makin meningkat.

  • Donasi Lawan Corona 

KumparanDerma bersama #IndonesiaLawanCOVID-19 juga membuka donasi untuk membantu sesama yang terkena dampak corona. Kita tetap bisa membantu sesama dengan di rumah aja melalui KumparanDerma.

    Dari semua collection yang aku sebutkan di atas memiliki beberapa konten pilihan yang bisa dijadikan rujukan supaya kita bisa #TenangUntukMenang melawan corona. Selain itu, di laman Informasi Corona Kumparan juga terdapat peta, data, dan kurva sebaran kasus corona di Indonesia yang diupdate secara berkala. Grafik dan tabelnya pun mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.

    Laman Informasi Corona Kumparan
    Di tengah pandemi seperti ini portal berita terpercaya dan terupdate seperti Kumparan memang bagaikan angin segar untuk mengedukasi orang-orang yang masih saja percaya dengan provokator. Sedihnya ketika negara sedang terkena wabah justru makin banyak portal berita yang memanfaatkan issue ini demi mendapat viewers semata. Padahal, seringkali judul dan isi beritanya hanya menimbulkan asumsi publik menjadi semakin panik. Lain dengan Kumparan yang fokus menyajikan informasi akurat serta membantu meredakan kegelisahan di masa seperti sekarang. Terbukti di laman Pusat Informasi Corona terdapat kategori kumpulan doa yang berisi doa-doa dari berbagai agama di Indonesia. Menurutku, kategori ini sangat membantu masyarakat supaya lebih tenang dalam melawan pandemi covid-19 dengan tetap mendekatkan diri kepada Tuhan.

    Yuk Cerdas Sejak Dini dalam Mencari Informasi
    Yuk ah cerdas sejak dini dalam mencari informasi. Sebisa kita share informasi yang jelas sumbernya. Mari sebarkan informasi biar #BerkahNulisdiRumah makin bertambah. 
    Itu tadi, sedikit cerita selama Ramadan #DirumahAja supaya tetap #TenangUntukMenang melawan corona. Kira-kira, kamu sudah menerapkan keempat tips di atas belum, nih?

    Sumber rujukan:
    Kumparan (Pusat Informasi Corona)
    BPS (Badan Pusat Statistika)

    Infografis: 
    Ella Fitria


    Ella Fitria

    You may also like

    0 komentar

    Haeriah Syamsuddin 23 Mei 2020 - 01:57

    Di situasi seperti sekarang ini, memang banyak sekali beredar berita-berita gak jelas yang menyesatkan. Jadinya, kita harus pintar-pintar menyeleksi berita yang ada. Salah satunya dengan mencari berita dari situs atau website yang memang sudah terpercaya.

    Balas
    Enny Ratnawati 22 Mei 2020 - 03:18

    di kumparan emang lengkap banget berita soal corona, akupun suka menyimak disana kak

    Balas
    Ella Fitria 21 Mei 2020 - 22:55

    iya mbak Shafira, tsunami informasi hoax bahaya banget ya 🙁

    Balas
    Shafira Adlina 21 Mei 2020 - 22:48

    i agre with u mbak ella…bener nih kita harus filter informasi kalau ga bisa kena tsunami informasi dengan kumparan salah satu penyedia portal berita ttg corona ya

    Balas
    Ella Fitria 21 Mei 2020 - 13:32

    Meskipun pernah liat videonya. Baca komenmu ini bikin ketawa lagi, Mas. Wkwwk
    Kdg berita hoax memang jd hiburan ya tp kl smpe percaya dan keblinger ya ngalamat hancur bangsa ini 🙁

    Balas
    Ella Fitria 21 Mei 2020 - 13:30

    Aamiin. Stay safe di sana ya bang Satria 🙂

    Balas
    Ella Fitria 21 Mei 2020 - 13:29

    Bener bgt mbak. Suka miris kl tahu ada orang yg bener2 percaya dg berita hoax. Smpe keblinger 🙁

    Balas
    Ella Fitria 21 Mei 2020 - 13:28

    Bener mbak. Informasinya ringan bgt mudah dipahami yaa 🙂

    Balas
    Arif Rudiantoro 21 Mei 2020 - 13:26

    Berita Hoax yg bikin resah tur lucu seperti beberapa waktu lalu sebelum corona merebak seperti sekarang.

    Ada info beredar kayaknya dari sabang sampai meraoke, khususnya wilayah Makasar sampai Papua beredar pesan berantai lewat Wa bahwa "Ada anak kecil baru lahir bisa bicara bilang Virus Corona bisa di tangkal dengan makan telur rebus 2 biji sebelum jam 12 malam".

    Dg adanya info itu teman" di perantauan maupun yg di rumah di gedor pintunya malam ada yg di telpon malam" keluarganya, suruh rebus telur katanya untuk menangkal Corona alhasil penjual telur di kios" seketika itu langka malam itu.

    Sudah siang baru informasi itu terang benerang ternyata itu informasi hoax bahkan vudio anak kecil yg bisa bicara pun editan kurang rapi pula editannya.

    Hari itu kita tertawa rame wkwk.

    Balas
    trlitha11 (lithaetr) 20 Mei 2020 - 09:11

    Suka saya baca kumparan, bahasanya ringan dan mudah dimengerti. Emang yang serem ya berita hoax bikin panik dan bisa menimbulkan masalah kalau berita hoax terus disebar. Memang mesti cermat, cerdas, dan hati-hati dalam membaca apapun sekarang.

    Balas
    Mega Marlina 20 Mei 2020 - 06:47

    Berita hoax mmg bikin pusing plus nambah worry. Tp salut dg kumparanbkrn termasuk media yg berusaha imbang memberikan informasi

    Balas
    Ella Fitria 20 Mei 2020 - 06:46

    Iya mad Him. Tp aku juga termasuk suka bergosip. Ahahaha
    Semoga ya makin kesini makin byk orang cerdas dlm memfilter informasi 🙂

    Balas
    Ella Fitria 20 Mei 2020 - 06:44

    Aamiin.. Iya mas semoga wabah ini segera berlalu yaa. Dan masyarakat juga lebih cerdas dlm memilih sumbe informasi

    Balas
    Ella Fitria 20 Mei 2020 - 06:43

    Terima kasih kak Yusuf, salam kenal juga yaa. Hehe
    Memang iya kudu bgt cari informasi yg kredibel biar di masa pandemi gini sedikit tenang untuk melawan covid 19 🙂

    Balas
    Ella Fitria 20 Mei 2020 - 06:40

    Aamiin. Makasih mbak Laily.. Semoga pandemi ini segera berakhir biar kita bisa beraktivitas seperti dulu lagi, ya 🙂

    Balas
    Ella Fitria 20 Mei 2020 - 06:38

    Mbak Vidya bisa aja deh
    Makasih mbakk. Kapan2 ku buka kelas menggalau aja gmn? Wkwk
    Iya bener. Tahan diri dulu demi kebaikan bersama

    Balas
    Ella Fitria 20 Mei 2020 - 06:37

    Tos dulu mbak. Semoga kita bisa ikutan andil dlm memerangi informasi hoax yaa

    Balas
    Asih Mufisya 20 Mei 2020 - 02:29

    Pokoknya say no untuk berita hoax. Lebih baik cari informasi yang benar-benar bisa dipercaya dan kebenarannya sudah tidak diragukan. Supaya kita jadi lebih tenang.

    Balas
    Vidyagatari 19 Mei 2020 - 23:51

    Kak Ella, blognya keren banget. saya malah salkus ke tampilan blog kakak yg kece bnget. Berniat buka kelas ga kak? #ehh
    Tetap #dirumahaja ya kak, semangat menahan diri untuk tidak mudik dan tidak berkerumun. Terima kasih ulasanny kak^^

    Balas
    Laily Fitriani 19 Mei 2020 - 04:31

    Berita hoax tentang covid dimana-mana ya Mbak…ngeri banget. Kalau bukan kita siapa lagi yang harus menghentikannya ya? Saatnya kita mengikuti himbauan pemerintah dan petunjuk kesehatan tentang pandemi covid-19 ini, filter setiap berita, dan tetap bersemangat beraktivitas dengan menghadirkan aktivitas2 positif ya Mbak. Bagus banget infografis dan artikel Mbak. Semoga menang yaa.

    Balas
    1 2 3 4 5

    Beri Komentar

    %d blogger menyukai ini: