Mengunjungi UMKM Sentra Pembuatan Nopia dan Mino

oleh Ella Fitria

Ada yang pernah menginjakkan kaki di Purwokerto? Kalau ke Purwokerto, selain kulineran mendoan, biasanya kulineran apa lagi, nih? Oya, Purwokerto ini merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. Namun, sebagian orang mengira kalau Purwokerto adalah Kabupaten, sedangkan Banyumas adalah Kecamatan. Padahal mah kebalik. Ahahaha

Sejak aku duduk di bangku sekolah MTs, aku sudah tinggal di Banyumas. Pura-puranya mondok, eh tapi beneran mondok sih, tiga tahun doang. Ahaha. Lanjut kuliah juga di Banyumas. Jadi, buatku Banyumas menyimpan banyak memori termasuk kulinernya si mungil Mino alias Mini Nopia.

Mengenal Nopia dan Mino, Oleh-oleh Khas Banyumas

Mengenal Nopia dan Mino, Oleh-oleh Khas Banyumas
Mengenal Nopia dan Mino, Oleh-oleh Khas Banyumas
Sekitar empat tahun lalu, aku bersama teman-teman blogger Banyumas mengunjungi UMKM sentra pembuatan Nopia dan Mino. Nopia adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung terigu berisi gula merah. Lalu, Nopia ini dipanggang dengan tungku khusus yang terbuat dari tanah liat. Tradisional banget, ya? Uniknya, Nopia ini dipanggang dengan cara menempelkan Nopia ke dinding tungku tanpa alas sama sekali. Untuk pembakarannya juga masih menggunakan kayu bakar. 

Nopia memiliki tekstur kulit yang keras dan renyah berisi adonan gula merah dengan rasa bawang merah goreng. Namun, sekarang isian Nopia sudah banyak variannya, kok. Nggak hanya gula merah dengan bawang merah goreng saja. Terus nih bagian dalamnya Nopia juga sedikit kopong. Teman-teman bisa membayangkan bentuk dan rasanya, kan?

Mengenal Nopia dan Mino, Oleh-oleh Khas Banyumas
Mengenal Nopia dan Mino, Oleh-oleh Khas Banyumas

Nah sementara, Mino adalah kembarannya Nopia. Bedanya hanya di ukuran kuenya saja. Kalau Nopia berukuran besar, sedangkan Mino berukuran kecil. Biasanya Mino juga diartikan sebagai Mini Nopia. Untuk rasanya menurutku sama saja, sih. Mau besar atau kecil semuanya enak!

Nopia dan Mino Kini Tersedia Secara Online

Nopia dan Mino Kini Tersedia Secara Online
Nopia dan Mino Kini Tersedia Secara Online
Belakangan ini, pandemi mengubah banyak hal. Salah satunya adalah jualan online yang makin meroket. Meski sekarang tinggal jauh dari Banyumas, tetapi aku masih bisa mendapatkan Nopia dan Mino dengan mudah. Hal ini tentu berkat para pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mulai memanfaatkan teknologi. 

Makin ke sini, makin banyak UMKM yang memanfaatkan digitalisasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka menerapkan strategi untuk tetap eksis di tengah munculnya berbagai jajan dan makanan kekinan. Meskipun belum semua UMKM memaksimalkan pasar online sepenuhnya, setidaknya sudah lumayan banyak yang memulai.

Yuk, Dukung Pertumbuhan UMKM Agar Lebih Meroket

Di tengah ketidakpastian ini, para UMKM dituntut untuk dapat beradaptasi dan berinovasi supaya bisa bertahan dan meningkatkan bisnisnya. Kita bisa kok mendukung UMKM dimulai dari hal kecil sekalipun.

Terlebih nih, yang dibutuhkan UMKM bukan hanya dukungan dari pemerintah. Namun, dukungan dari kita juga nggak kalah penting. Kira-kira hal apa saja sih yang bisa mendukung UMKM agar makin berkembang di dunia sekarang? Yuk lakukan hal-hal berikut ini:

  1. Membeli dan menggunakan produk-produk UMKM.
  2. Membantu mengenalkan produk UMKM. Bisa dengan cara posting di media sosial yang kita miliki. Siapa tahu dengan hal kecil yang kita lakukan bisa menjadi pintu rezeki buat orang lain.
  3. Membuat konten tulisan seputar UMKM untuk mengedukasi masyarakat.

Nah, pas banget sekarang sedang berlangsung JNE Content Competition 2021. Mengusung tema “JNE Bersama UMKM untuk Indonesia”.

Kenalkan UMKM dan Rebut Hadiahnya di JNE Content Competition 2021

JNE Content Competition 2021
JNE Content Competition 2021
JNE Content Competition 2021 merupakan hasil kerja sama JNE dengan Kompasiana. Lomba ini terbuka untuk umum, jurnalis, dan karyawan JNE. Kategori lombanya juga banyak, ada writing competition, photo competition, video competition, dan design competition.

Untuk periode lombanya tanggal 6 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022. Masih banyak waktu buat mencari ide dan mengeksekusinya, kan? Emm, kira-kira mau ikut lomba kategori apa, ya? Kok aku ingin ikutan writing competition membahas Nopia dan Mino di lomba ini, ya. Selain bisa mengenalkan oleh-oleh khas Banyumas, aku juga berkesempatan mendapatkan hadiah. Uhuk!

Berikut ini hadiah masing-masing kategori. Jangan kaget ya karena nominalnya yang wow, ya. Ahahaha

Writing Competition 

Karyawan 

Juara 1 Rp 3.000.000

Juara 2 Rp 2.000.000

Juara 3 Rp 1.000.000

Wartawan/Jurnalis

(Kategori Feature News Cetak)

Juara 1 Rp 10.000.000

Juara 2 Rp 7.000.000

Juara 3 Rp 4.000.000

(Kategori Feature News Online)

Juara 1 Rp 10.000.000

Juara 2 Rp 7.000.000

Juara 3 Rp 4.000.000

(Kategori Hard News Cetak)

Juara 1 Rp 7.000.000

Juara 2 Rp 5.000.000

Juara 3 Rp 3.000.000

(Kategori Hard News Online)

Juara 1 Rp 7.000.000

Juara 2 Rp 5.000.000

Juara 3 Rp 3.000.000

Blogger/Umum

Juara 1 Rp 5.000.000

Juara 2 Rp 3.500.000

Juara 3 Rp 2.000.000

Photo Competition

Karyawan 

Juara 1 Rp 3.000.000

Juara 2 Rp 2.000.000

Juara 3 Rp 1.000.000

Umum

Juara 1 Rp 5.000.000

Juara 2 Rp 3.000.000

Juara 3 Rp 2.000.000

Video Competition

Karyawan 

Juara 1 Rp 3.500.000

Juara 2 Rp 2.500.000

Juara 3 Rp 1.500.000

Umum

Juara 1 Rp 10.000.000

Juara 2 Rp 6.000.000

Juara 3 Rp 4.000.000

Design Competition

Karyawan 

Juara 1 Rp 3.000.000

Juara 2 Rp 2.000.000

Juara 3 Rp 1.000.000

Umum

Juara 1 Rp 9.000.000

Juara 2 Rp 6.000.000

Juara 3 Rp 4.000.000

Nah lho, makin ngiler nggak setelah lihat nominal hadiahnya? Untuk syarat dan ketentuannya bisa bisa dilihat di sini, ya. Siapa tahu dengan berbagi konten seputar UMKM, kita bisa membuka rezeki orang lain dan diri sendiri. Yuk, segera tentukan ide, konsep, dan eksekusi kontennya.

Ella Fitria

You may also like

0 komentar

Ella Fitria 21 Januari 2022 - 03:18

nah kan, beberapa temanku juga mengira kaya gitu, mbak. hihi
padahal kabupatennya Purwokerto itu Banyumas. Hihihi, iya mirip pia, tp ini gendud2

Balas
Ainun 30 Desember 2021 - 03:52

aku ngiranya Purwokerto ya kabupaten hahaha, ternyata bukan ya
aku kayaknya pernah makan kue ini, tapi nggak tay namanya nopia, atau memang mirip sama yang kayak aku makan. Aku nyebutnya kayak pia, mirip mirip soalnya

Balas
Ella Fitria 30 Desember 2021 - 01:59

Bukan di UMP, Mbak. Tapi di IAIN, sekarang udah jadi UIN, xixixi
gurih enak renyah gitu yak Nopia

Balas
Ella Fitria 30 Desember 2021 - 01:58

setahuku di Kompasiana, Kak..

Balas
Mas Djazim 21 Desember 2021 - 12:23

Ini lombanya di blog masing" atau di Kompasiana sih mbak ?

Balas
Ursula Meta Rosarini 21 Desember 2021 - 12:23

La km emang kul dimana? Jgn2 UMP wkwkwk

Nopia ini emang khas bgt Purwokertonya, biasanya buat oleh2 ini.

Balas

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: