Aku Mendo’akanmu Tanpa Kata-kata, Melainkan Dengan Segenap Rasa

oleh Ella Fitria
gambar diambil dari pixabay.com

Kali ini aku tidak perlu menyiapkan bias api untuk sekedar kau padamkan
Tepat hari ini jatah pentasmu berkurang
Dengan rasa yang satu aku panjatkan do’a terbaikku
Do’a-do’a yang tidak bisa aku ungkapkan dengan bahasa manusia

Syukur alhamdulillah Dzat yang tunggal masih memberimu waktu untuk tetap memperbaiki apapun yang seharusnya kau perbaiki

Jika waktu cukup, maka lakukanlah

Suatu saat, aku ingin mengajakmu menjadi anak-anak, lalu mengajakmu menjadi tua renta

Aku ingin mengajakmu menemui orang-orang yang merasa dekat sekali dengan makam
Lalu menuju tempat di mana orang-orang susah payah mengingat bagaimana caranya mereka tersenyum di sana

Aku ingin mengajakmu membayangkan bagaimana kelak jika kau dan aku tua
Membayangkan bagaimana rasanya berjalan-jalan di tepi jurang maut
Sampai akhirnya kau dan aku meyadari bahwa hidup tidak lebih dari sebuah paradoks

Semoga kau tidak terlalu sibuk mengejar diri sendiri
Tidak melewatkan janji kehidupan yang mestinya kau tepati

Ella Fitria

You may also like

0 komentar

sofyan Ya-an 17 Mei 2019 - 06:55

Ada rindu yang luas dalam merangkum waktu: keinginan memiliki secara utuh, dari masa kanak kanak hingga menjadi renta.

Jangan terlalu diturut rasa, seimbangkan dengan logika

Balas
Ella Fitria 19 Juli 2018 - 23:46

Ada yg komen ini jd keinget.. Dulu waktu nulis ini lg manis2nya, lagi mencoba bertahan dg janji ketidak pastiannya. Dududu lha kok curhat kan. Wkwkwk

Balas
Detunglikong 18 Juli 2018 - 08:48

rasa bahasa universal yang lazim dipakai kaum wanita,
tetapi jika konteksnya soal tapa laku maka rasa adalah miliki kita bersama,
nice post, salam kenal

Balas

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: