Melirik Sentra Batik Gumelem Banjarnegara

oleh Ella Fitria
Proses membatik di kampung batik Kauman, Solo

Beberapa bulan yang lalu aku sempat berkunjung ke kota Solo. Kota yang sangat kental dengan budaya jawa. Sepanjang jalan keraton banyak tukang becak yang menggunakan blankon serta berkemja batik lurik. Memang aku akui kota Solo ini merupakan kota batik setelah kota Pekalongan dan Jogjakarta.

Rasa penasaran untuk mengunjungi kampung batik di Solo mulai mengusik, (((mengusik, apa sih ya bahasanya ya)))
Aku memutuskan naik becak sembari menikmati udara solo pagi itu. Aku diantar tukang becak menuju kampung batik. Setelah menelusuri beberapa gang, akhirnya aku sampai di kampung batik Kauman. Aku menyaksikan proses pembuatan batik tulis dan batik cap disalah satu galeri batik. Tiba-tiba terdengar sapa seorang ibu separuh baya

Ibu : Sugeng rawuh mbak.. Silakan lihat koleksi batik kami.. *sambil senyum sumringah*

Aku : Njih bu…*speechless banget, batiknya gila.. Keren-keren banget, jadi pengin bawa pulang semuanya :(*

Ibu : Mbaknya datang dari mana?

Aku : Dari Banjarnegara bu..

Ibu : Banjarnegara Dieng ya? *sahut ibu

Aku : Njih bu, leres.. Tapi aku jauh dari Dieng.. Rumahku lebih dekat dengan sentra pembuatan batik Gumelem daripada Dieng bu..

Ibu : Hoalah mbak, di Banjarnegara ada batik juga to? Apa namanya? Gume….

Aku : Gumelem bu.. Batik Gumelem..

Aku agak sedih si ibu nggak tahu kalau di Banjarnegara ada sentra pembuatan batik. Jangan-jangan kalian yang tinggal di Banjarnegara juga nggak tahu ya? Makin sedih aku, tapi sedihnya nggak kaya ditinggalin pacar sih—

Berawal dari kunjunganku ke Solo, aku menyimpan harapan bisa bertemu langsung dengan pengrajin batik di Banjarnegara. Kebetulan waktu Famtrip Blogger dan Media yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara kami mengunjungi sentra pembuatan Batik Gumelem.

Proses pembuatan batik Gumelem

Di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan terdapat sentra kerajinan batik. Inilah kenapa dikenal dengan nama Batik Gumelem. Desa Gumelem berjarak sekitar 35 KM ke arah barat daya dari ibukota Kabupaten Banjarnegara. Di sini terdapat puluhan industri rumahan pembuatan batik.

Batik Gumelem memiliki corak khas yaitu rujak senthe dan udan liris. Ciri khas lainnya dari Batik Gumelem adalah warnanya yang didominasi oleh warna hitam, coklat, dan kuning. Tapi tenang, buat yang suka warna “ngjreng” juga ada kok.

Corak dan warna khas batik Gumelem
Warna warni batik Gumelem @bajalananblog


Eh kalian tahu kan proses pembuatan batik itu nggak mudah, butuh proses nggak sebentar. Mulai dari membuat pola di kain polos, lalu di batik menggunakan malam, hingga akhirnya proses pewarnaan. Butuh dua hari untuk menyelesaikan satu kain batik. Kalau aku butuh berhari-hari untuk menyelesaikan kenanganmu. Beeh, berat banget. Eh lanjut..

Harga batik Gumelem murahnya nggak ketulungan, kalian bisa dapetin batik tulis Gumelem mulai dari 200 ribu. Kalau batik capnya lebih murah, mulai dari 90 ribuan.

Anak-anak SMP sedang membuat batik.

Uniknya lagi, kemarin kami sempat berkunjung ke SMP yang ada di sususkan. Mereka sedang membatik, anak-anak SMP disana sudah dibekali keterampilan membatik. Harapannya supaya ada regenerasi pembatik, jadi ada generasi penerusnya. Tahu sendiri kan ya, kebanyakan orang yang membatik sudah cukup tua. Aku liat di kampung batik Kauman Solo bahkan sebagian besar sudah nenek-nenek.

Ella Fitria

You may also like

0 komentar

[email protected] 21 Oktober 2020 - 17:06

Mba Ella, asli desa mana asli Banjarnegara kan? Salam dari Mandiraja.

Balas

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: