Dua Puluh Tiga Tahun Telah Berlalu

oleh Ella Fitria

Siang itu gerombolan awan yang membiru berubah sendu. Lama kelamaan mendung tampak menyelimuti langit, padahal baru beberapa menit terik menyengat kulit. Belum saatnya jam pulang kantor, tapi sepupuku sudah menunggu di depan pintu gerbang. Kalau aja rumah dia dekat, sudah ku suruh pulang. Tapi ya sudahlah, aku ngalah. Aku mengiyakan ajakan dia karena jauh-jauh dia kemari menjemput si barbie😂(((barbie)))

Tujuan kami menuju tempat biasa, Espede Coffee & Dessert Purbalingga. Beruntung banget sepupuku pengertiannya nggak ketulungan, ternyata dia udah menyiapkan baju gantiku. Aaakk, terbaik nggak sih. Nggak lucu kan kalau nongkrong pakai baju formal kaya teller bank? Hhh

Diperjalanan kami ngobrol banyak hal, mulai dari kisah asmaranya, dari aktivitas yang akhir-akhir ini dia lalukan dan yang paling inti dari obrolan kami adalah berghibah. Nyahahah
Sesampai kami di Espede Coffee & Dessert yang beralamatkan di Jl. Letkol Isdiman No.17, Purbalingga. Tiba-tiba muncul teman-temanku yang lain sambil membawa kue ulang tahun lengkap beserta lilinnya. Ya salam, ini tanggal berapa woiii pakai ngasih surpise. Hari itu bukan hari ulang tahunku, tetapi mereka seenak jidat merayakannya.
Bukannya seneng tapi kesel kan -_-
Alesan mereka merayakan karena besok ada temanku yang mau melangsungkan akad makannya ulang tahunku maju sehari. Kan aneeeh, fufufufu

Suara gemercik air dan aroma hujan yang khas membuat suasana sore itu sangat syahdu, terlebih doa-doa terbaik telah mengudara. Meskipun berdoa bisa setiap saat, nggak harus di moment kaya gini sih. Dari dulu, aku nggak tertarik mempublikasikan suprise dari teman-temanku. Bukan apa-apa, aku selalu menganggap hari lahirku dari tahun ke tahun biasa aja, nggak ada yang special meskipun ada beberapa kado yang ku terima. Tapi tahun ini berbeda, aku ingin memaknai keberadaan mereka, keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekelilingku yang sangat mendukung proses kesembuhanku.

Dua puluh tiga tahun bukan usia yang muda lagi, padahal maunya muda terus 😐
Di usia ini aku seperti terlahir kembali. Aku banyak beradaptasi dengan diriku sendiri, berkali-kali berjalan di tepi maut, pun berkali-kali aku ditarik kembali. Kembali untuk hidup, kembali untuk memperbaiki apapun yang bisa diperbaiki.

Eh udah curhatnya udah. Sekarang balik lagi ke cerita tadi, jadi aku pulang diantar sepupuku. Sekitar setengah 8 malam sampai di rumah. Seperti biasa tanpa menaruh curiga, aku membuka pintu mengucap salam. Ruang tamu gelap, sepontan terdengar genjrengan gitar dengan lagu jamrud “selamat ulang tahun” ternyata teman-temanku juga udah kumpul di rumah. Ya salam, ini bukan tanggal ulang tahunkuuuu wooii

Di hari berikutnya, masuk kelas krucil-krucil udah semangat banget kasih kado dan kue, papan tulis udah di corat caret berisi segudang doa dan ucapan. Dua puluh tiga tahu, banyak hal yang belum aku selesaikan. Terima kasih untuk doa-doa terbaik kalian. 🙂

Ella Fitria

You may also like

Beri Komentar