Sepotong Senja Di Pantai Ujung Negoro

oleh Ella Fitria

Rasanya baru beberapa menit mataku terpejam, namun terpaksa aku harus segera bergegas. Aku melirik jam yang masih menempel di pergelangan tangan, ternyata sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Cukuplah tidur selama tiga jam, daripada nggak tidur sama sekali kan?
Kami menginap di rumah salah satu member YMCI Batang. Berhubung kamar mandinya hanya dua, sedangkan kami berdua puluh lima, maka aku memilih mandi di pom bensin terdekat. Ah, namanya juga touring, bisa mandi di pom bensin adalah sebuah prestasi yang patut di banggakan. Hahaha

Selesai mandi kami segera mencari sarapan pagi. Tujuan teman-temanku adalah mencari sego menggono, tapi aku nggak pengin sego menggono. Kalian tahu kan apa yang aku pengin? Yap, mie goreng yang gurihnya sudah mendunia, nggak ada duanya, nggak ada tandingannya. Eh sekarang aku udah menjauhi semua jenis mie-mie kok. Meskipun kadang bandel tetap colong-colongan makan mie ayam 😀

Setelah sarapan, kami melakukan perjalanan menuju pantai Ujung Negoro yang terletak di Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pantai Ujung Negoro ini nggak jauh dari alun-alun Batang loh, hanya berjarak sekitar 17 KM. Kami hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di Pantai Ujung Negoro. Akses jalannya pun mudah, jalannya lebar, alus, meski nggak mulus-mulus amat sih.

Setelah sampai di parkiran pantai Ujung Negoro, aku segera turun dari motor. Mataku langsung tertuju ke abang sosis yang mangkal di bawah pohon ketapang, bukan untuk minta selfie bukan, tapi aku mau beli sosis bakar. Hhhh
Woyah sosis sudah berada di genggamanku, aku berlarian kecil menuju bibir pantai. Pantai ini membentang dengan hamparan pemandangan karang putih bercampur pasir, pohon ketapang, batuan laut dan tebing laut. Aku langsung nglekor gitu aja di bawah pohon ketapang. Surga banget nggak sih? Bisa makan sosis bakar pedas gurih di pinggir pantai kaya gini.

Pantai Ujung Negoro @nanangdudiermawan

Aku tu selalu menyukai apapun yang berkaitan dengan pantai, dari riuh ombak, terik yang bikin kulit belang, angin yang membawa hawa panas, dan pasir sebagai alasnya. Lamunanku terpecah ketika temanku nggebug pundakku dari belakang. Kampret!!! Kaget banget. Aku mau marah tapi dia udah nyrocos duluan, ternyata mereka tu udah berpencar nyariin aku yang dari tadi keenakan makan sosis tanpa ngerasa berdosa ninggalin mereka di parkiran. Nyahahaha

Kami mulai berjalan menelusuri pantai Ujung Negoro. Langkah kami terhenti melihat tebing dan bukit bebatuan. Takjub bukan main, pantainya unik ada bangunan beton penahan ombak sebagai jalan setapak untuk pengunjung yang ingin menikmati pantai dari ketinggian. Kami melanjutkan berjalan di tebing bebatuan menuju pantai yang berada disebelah tebing batu. Mmmm, pemandangan dari atas tebing terilhat sangat eksotis. Sungguh!!!

Nggak cuma itu, di bukit dekat tebing juga ada gua kecil yang dikenal dengan sebutan Gua Aswatama. Ada juga makam peninggalan Syeikh Maulana Maghribi. Pengunjung bisa sekaligus berziarah, karena sebenarnya dulu pantai ini sebagai wisata religi. Dan sebenarnya lagi, aku penasaran banget sama goanya, tapi nggak dibolehin lihat goa lebih dekat sama sepupuku. Parno banget dia. Yawes deh, jadi cuma duduk sambil berimajinasi si mantan ngajak balikan *eh😑

Jingga di Pantai Ujung Negoro @kasihh.dah96

Senja di Pantai Ujung Negoro @destyarestu

Fasilitas pantai Ujung Negoro lumayan lengkap, ada mushala, toilet, dan warung makan. Tiket masuknya ku lupa berapa, tapi nggak sampai 10 ribu kok. Hampir seharian kami berada di pantai Ujung Negoro, hingga kami menemukan bagian tersyahduuuuu terindaaaah termegaaaah. Kebetulan kami bisa menikmati semburat cahaya yang memantul keemasan dari air pantai menyisakan siluet di atas karang dan pasir pantai. Bagian ini merupakan sesuatu yang sangat indah dari sebuah perjalanan. Perjalanan pagi menuju malam, pun perjalanan suatu kehidupan. Ada yang indah namun sesaat, ada yang mesti direlakan meski berat. Asalkan tetap semangat. *serius amat, hahaha

Ella Fitria

You may also like

Beri Komentar