Bukan Untuk Saling Memiliki

oleh Ella Fitria
Baturraden Adventure Flores

Sepulang kerja aku langsung merebahkan badan di atas tempat tidur, tak peduli masih mengenakan seragam lengkap. Kuusap layar ponsel memastikan tidak ada email yang belum kubalas. Tak lama berselang, rintik hujan terdengar berirama di luar. Aroma tanah yang terguyur oleh hujan mulai tercium. Hatiku bersorak riang, bukan karena suka dengan hujan, tapi karena akhir-akhir ini cuaca Banjarnegara selalu panas bahkan hingga malam hari.

Aku mulai memejamkan mata, berharap tubuh ini bisa terlelap untuk sedikit melupakan urusan dunia. Sekitar sepuluh menit kucoba menidurkan pikiran dan tubuh tapi otakku terus bekerja, disusul perasaanku terus merasa. Lelah? Capek? Sudah pasti! Namun sejatinya lelah & capek, bukan karena kita kerja seharian, bukan karena kita sedang meraih mimpi-mimpi. Tetapi lelah adalah ketika kita menyimpan dendam, marah, sakit hati di dalam diri.

Sekuat tenaga aku mengendalikan pikiran dan perasaanku, berharap Gusti yang Maha membolak balikkan hati segera melembutkan hatiku untuk rela, ‘merelakan’. Tapi tampaknya Gusti masih memberi ku keyakinan atas hal-hal yang belum tentu terjadi. Atau malah aku sendiri yang meyakini hal-hal tersebut? Entahlah, rasanya tak pantas untuk sekedar protes kepada Gusti.

Aku masih terpejam, sesekali kutarik nafas agak panjang, berharap pikiranku sedikit tenang, kembali sadar bahwa aku masih diberi hidup, masih diberi kesehatan, masih diberi kesempatan untuk terus mengingat janji kehidupan yang pernah ia buat. Selama ini, tak sedikitpun yakinku goyah. Aku terlanjur menyimpan sebuah harapan, harapan yang jauh tercipta sebelum ia kembali. Karena sejatinya ia pulang untuk pergi, bukan pulang untuk kembali, meski setiap hari doa-doa telah melambung tinggi.

Ada banyak cerita yang kuterima perihal pengkhianatan. Ada sahabatku yang tetiba ditinggal menikah oleh pasangannya padahal mereka sudah tunangan, ada sahabatku yang tetiba gagal tunangan setelah pasangannya lebih memilih orang lain, ada sahabatku yang baru beberapa bulan menikah tapi akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.

Aku belajar untuk tidak mengkhawatirkan perihal jodoh, aku tak ingin menghina Gusti karena kekhawatiranku dengan ketentuan dan ketetapanNya. Katanya dalam Q.S An-Naba “wa kholaqnakum azwaja” yang artinya Dan telah KU ciptakan manusia berpasang-pasangan. Maka, masih pantaskah meragukan janji Tuhan?

Dear Segala Jenis Manusia…
Semoga kita selalu mempertimbangkan apapun yang kita ucapkan, tidak mudah berjanji jika akhirnya tidak mampu menepati. Bukankah merampas janji kehidupan orang lain adalah sesuatu yang sangat menyakitkan? Oh Gusti, untuk berdamai dengan diri sendiri bukan perkara mudah. Butuh ribuan jam untuk menerima dengan penerimaan terbaik. Tapi, ada baiknya kita juga berkaca, barangkali janji-janji itu hanya fatamorgana yang kita buat dan kita yakini sendiri.

Kalau kata sepupuku gini :

Bukan dia tak baik, bukan kamu tak baik. Mungkin bila dia dan kamu bersama bisa tidak baik. Atau ada seseorang yang butuh dia untuk membaik, dan ada seseorang yang butuh kamu untuk lebih baik. Mungkin juga karena dia akan lebih baik dengan yang lain, atau kau akan lebih baik dengan lainnya. Bisa juga kamu dan dia dipertemukan untuk saling memperbaiki. Bukan untuk saling memiliki.

Bagaimana mungkin saling memiliki? Padahal tubuh kita saja bukan milik kita.

Ella Fitria

You may also like

0 0 vote
Rating Artikel
guest
0 Komentar
Feedback Sebaris
Lihat semua komentar
Suryani Palamui
15 Mei 2018 21:53

Ya Allah mbaaaaa. Kata-katanya sepupunya mba itu kok bikin aku pengen nangis siiih. 🙁
Ya Allah jadi ingat mantan deh 🙁

Sungai Awan
15 Mei 2018 23:20

rasanya sakit mbak ketika dia ternyata menikah dengannya. Sampai sekarang pun masih terasa dan tidak bisa hilang
Semoga Allah membantu kita semua

Asnaji
16 Mei 2018 01:02

Mbak admin sering lihat warna pelangi ? nah itulah sebuah gambaran warna warni kehidupan, rangkaian warna berderetan satu sama lain, indah di pandang dari kejahuan, tetapi dia nampak sebentar kemudian dia lenyap

Niki s
16 Mei 2018 03:28

Sedih saya

Himawan Sant
16 Mei 2018 03:29

Kak Ella harus tegar dan kuat menghadapi ujian.
Diambil positifnya saja … bukan pilihan yang terbaik untuk kak Ella.

Yuuk, smangat lagi kak …

Agus rusdi
16 Mei 2018 04:08

meski aku juga sudah nikah tapi dulu aku juga ditinggal nikahmbak jadi bisamerasakan sakitnya

Nia Tanaya
16 Mei 2018 04:15

aaah fix, bikin terenyuh..
duh gusti, mba ella bole ga aku bawa pulang buat di rukiyah atau balikan hati mantan untuk dia.. #Eh

itu ada typo di dear segala jenis manuisa,
entah ini typo sambil ingat mantan atau apa. di revisi ya nduk..
:p

Kang Nata
16 Mei 2018 05:07

Daripada menyimpan dendam, marah, sakit hati di dalam diri, lebih baik menyimpan banyak uang Mbak, jelas Manfaatnya.

Kalau uangnya sudah banyak, saya ngk nolak kalau ditraktir, heheheh….

Ikhlaskan semuanya Pada Allah SWT, sehingga simpanan dendam dll itu, bisa hilang.

Sehingga dihati Mbak hanyalah simpanan kebaikan, dan kemudian akan membuat aura kecantikan Mbak semakin menjadi jadi, cieeee…cieeeee… 🙂

Adi Pradana
16 Mei 2018 07:51

"Beginilah cinta, deritanya tiada akhir" – Pat Kai :p

Maman Achman
16 Mei 2018 10:52

Untungnya Aku masih ingat kata-kata bijak yang ini, sesuatu yang buruk menurut kita, boleh jadi itulah sebenarnya yang terbaik, makanya kita jangan pernah merasa putus asa dengan kejadian pahit apapun yang kita alami 🙂

Ramadani Idaham
16 Mei 2018 12:55

Gua udah beberapa kali ditinggal nikah, jadi santai aja gua sekarang hehehe

Mayuf
16 Mei 2018 21:09

Memang sangat sangat gimana gtu ya kalo ditinggal nikah,hehe
Cuma mau bagaimana lagi inilah perjalanan hidup, semangat nikah langsung aja mba 😀

Ana Sriwahyuni
17 Mei 2018 04:36

ada hal yang lebih baik yang bisa didapatkan dari semua ini, aamiin..

Lusi
17 Mei 2018 04:37

Kata2 sepupumu itu bener banget. Kita baru mengerti yg seperti itu bbrp waktu kemudian dan kita pasti bersyukur karenanya. Percayalah pada takdir Allah SWT.

Selamat Hari Air
17 Mei 2018 07:37

wuih, cah cerpen

Heri Heryanto
17 Mei 2018 10:25

Ada hikmah dibalik semua yg kita dapatkan. Termasuk penghianatan.
Jika memang demikian,.berarti memang tak pantas untuk dimiliki dan sedang disiapkan penggamti yg lbh baik.

Ainun
17 Mei 2018 23:27

ikhlas, mungkin intinya harus sperti itu, tp kadang menganggap ikhlas aja susahhhhhh

Mas Donda
18 Mei 2018 21:07

Tenang saja mba Ella, semua sudah "menturuti" garis takdir-Nya. Terus berdoa dan berkarya. Sukses dan bahagia untuk kita semua. Salam Olahraga!

Muyassaroh
18 Mei 2018 21:07

Mungkin Allah punya pengganti yang jauh lebih baik…

Ella Fitria
19 Mei 2018 01:20

Mbak Ummi peluk jauhhh yaaaaa :*
Makasih bgt lho..

Mas aji juga, dududu pelangiiii