Gelaran Festival Internasional Borobudur 2018

oleh Ella Fitria
Bareng teman-teman GenPI Banyumasan

Merasa keren nggak sih kalau aku mboncengin BB Idah dari kota Banjarnegara ke kota Magelang? Yekan, badanku macam lidi kering mboncengin badan yang mirip pohon pisang lagi subur-suburnya. *eh ya allah kenapa mulut gini banget sih kalau ngomong, semoga aja BB Idah nggak baca😂

FYI, kami menghadiri event Borobudur Art and Performance Festival International 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Event tahunan internasional ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juli 2018 di Taman Lumbini & Sekitar Candi Borobudur, Kab. Magelang.

Pembukaan Borobudur Art and Performance Festival International 2018

Pagelaran Seni Budaya Indonesia dan Mancanegara ini mengusung tema “Togetherness in Diversity”. Sesuai tema dong ya, gelaran festival internasional ini menyajikan kolaborasi pertunjukan seni budaya lokal dengan seni dari tiga negara. Ini nih, salah satu alasan ngebet banget datang ke Borobudur Art and Performance Festival International 2018. Maklum, tahun lalu gagal menghadiri event ini karena kecelakaan. Tapi, alhamdulillah tahun ini kembali diberi kesempatan.

Candi Borobudur malam pembukaan Borobudur Art and Performance Festival International 2018

Setibanya di area parkir, buru-buru kami melangkahkan kaki menuju Taman Lumbini. You know that?! Di sebelah utara ternyata ada penyalaan obor dan penyalaan lampu stupa Candi Borobudur. Kapan lagi coba ke Taman Lumbini malam-malam, bisa liat penampakan Candi Borobudur, dengan penyalaan obor dan udara yang lumayan dingin. Duh, syahdu banget Gusti. Sayangnya nggak sempat foto karena keburu acara pembukaan udah mulai. Niat mau foto saat pulangnya, eh waktu mau pulang ke hotel obornya wes padam. *nangis kejer aku

Kolaborasi seni tiga Negara di Pembukaan Borobudur Art and Performance Festival International 2018

Pembukaan Borobudur Art and Performance Festival International 2018 bener-bener pecaaaah banget, ada kolaborasi dari Christian (Costa Rica), Dora (Hungaria), dan Widya Ayu Kusuma (Banyumas). Mereka menyuguhkan karya seni bertajuk ‘The Journey of the Spirit‘. Widiya Ayu Kusuma menari seolah sedang mencari ruh-ruh Candi Borobudur dengan iringan instrumen gitar, tabuh, dan suling yang dimainkan oleh Christian. So sexy, gerakannya lentur banget, mirip gerakanku kalau nari. *jangan diketawain please. Wkwkwk

Tari Tradisonal turut meramaikan Pembukaan Borobudur Art and Performance Festival International 2018
Tari dari India, duh lupa nama tarinya apa 😂

Nggak cuma kolaborasi dari mereka yang bikin takjub lho, tapi ada banyak tari dan musik tradisional. Salah satunya tari Rampo Aceh yang bikin geleng-geleng heran. *eh dasare nyong bocah gumunan 😂
Ya gimana, menari dengan seutas tali yang diuwel-uwel tapi nggak bundet. Susah banget mau mendefinisikan ya, semoga kalian paham. Oke, sip. *maksa

Tari Rampo Aceh @Nugrohotriadi

Event Borobudur Art and Performance Festival International 2018 juga dimeriahkan oleh penampilan Endah Laras dengan musik kroncongnya. Duww, tambah syahdu kan. Nggak ketinggal juga stand-stand yang menyajikan berbagai produk unggulan dari Kabupaten se Jawa Tengah. Ada batik, kopi, kain tenun, food festival, dan masih banyak lagi. Nah loh, tambah ngiler kan? Makanya tahun depan mesti datang ke Borobudur Art and Performance Festival International yaaa.. Yekan usaha, siapa tahu ketemu nanananana..

Ella Fitria

You may also like

0 0 vote
Rating Artikel
guest
28 Komentar
Feedback Sebaris
Lihat semua komentar
Niki s
2 September 2018 03:30

Emang Eneng kalo nari kayak gimana?
Kayak rumput yg bergoyang y

Tuteh
2 September 2018 15:20

Sukses bikin iriiii. Saya selalu pengen bisa menonton/hadir acara-acara seperti ini; kental budayanya. Awesome!

Aris Armunanto
3 September 2018 01:31

Wow pastinya asyik sekali disuguhi aneka pagelaran seni dan budaya…, kpn ya bisa nonton langsung?

Nasirullah Sitam
3 September 2018 01:31

Abis acara ini orangnya langsung ngedrop mbak.Buahahhahah

Masandi Wibowo
3 September 2018 02:07

Dududuu… biar badan kayak lidi, tapi kuat mboncengin sejauh 104 km, hampir 3jam. ueedann… makannya apa nih bocah. he..he..
#piss

Wan Zul Chairansyah S.Pd
3 September 2018 10:19

wiwiwhihihihi, mencari *nananana?

Ella Fitria
4 September 2018 03:47

Hahaha, kaya cacing kepanasan Nik. Puas lu?

Ella Fitria
4 September 2018 03:49

Ayok, tahun depan ada lagi loh mas