Yuk, Belajar Mengatur Keuangan Sejak Dini

oleh - Agustus 08, 2020

Mengatur Keuangan
Yuk, Belajar Mengatur Keuangan Sejak Dini

Kalau ngomongin masalah keuangan memang agak sensi ya? Oh tenang, aku nggak akan bahas berapa gajimu, berapa gajiku, berapa pendapatanmu, berapa pendapatanku. Ahahaha, yakali apa urusan kita kepoin keuangan orang lain, ya ‘kan? Mending yuk sama-sama belajar untuk atur keuangan, apalagi di tengah pandemi begini rasanya keuangan mulai berantakan nggak sih? Tapi percaya saja kalau Tuhan sudah mengatur rizeki kita dan nggak mungkin rizeki kita tertukar dengan orang lain. Sedari tinggal di pesantren, aku memang sudah dilatih untuk mengatur keuangan sejak dini, mulai dari mengatur uang jajan bulanan hingga coba-coba memulai bisnis untuk menambah uang bulanan. Jadi, saat dewasa nggak begitu kaget untuk mengatur keuangan sendiri. Meski demikian, aku juga masih terus belajar dalam me-manage keuangan. Nah, kira-kira bagaimana sih supaya lancar mengatur keuangan meski gaji pas-pasan?

4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengatur Keuangan

Mengatur Keuangan
Mengatur Keuangan

Untuk belajar mengatur keuangan nggak harus berpenghasilan puluhan juta kok, meski hanya seorang freelance dan guru honorer kudu banget mengatur keuangan dengan baik supaya nggak kewalahan jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang membutuhkan uang. Nah berikut ini beberapa cara ku mengatur keuangan:

Analisa Kebutuhan

Serius deh, point pertama ini wajib banget diperhitungkan karena kebutuhan tiap orang berbeda-beda. Jadi, yang tahu persisi mengenai kebutuhan kita ya diri kita sendiri, nggak bisa disamaratakan dengan orang lain apalagi disamaratakan dengan gaya hidup seseorang. Bedakan antara kebutuhan pokok dan kebutuhan ‘nafsu’ ya, eh. Serius ini ngomong sama diri sendiri, soalnya aku pun kadang masih suka kalap membeli barang yang sebetulnya nggak ku butuhkan banget, cuma sekadar ingin doang. Buatku sesekali nggak papa kok untuk membeli sesuatu yang kita inginkan, tapi kalau setiap saat kita mengikuti keinginan kita, ya repot. Kudu benar-benar menyadari seberapa besar kemampuan kita, jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Menabung

Sejak dulu, aku sudah terlatih untuk menabung meski hanya uang koin 500-an. Makin kesini pola pikir mulai berubah. Jadi ketika mendapat penghasilan dari ngeblog/ gaji bulanan, aku selalu membaginya dengan prosentase sesuai kebutuhanku. Lagi-lagi kebutuhan tiap orang berbeda-beda ya, silakan sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan tiap harinya. Kadang suka dapat pertanyaan, gaji saja nggak seberapa bagaimana bisa menabung? Solusinya cari pekerjaan sambilan, apalagi di era digital ini menurutku banyak banget pekerjaan sambilan yang bisa didapatkan asalkan punya skill. Yang suka menulis bisa jadi copy writing, yang suka editing bisa jadi editor foto dan video, yang suka desain bisa jadi desainer grafis, dan masih banyak lainnya. 

Investasi

Apa sih bedanya investasi dan menabung? Ada yang tahu? Sebenarnya mau menabung atau mau investasi nggak ada salahnya kok, tapi perlu di garis bawahi kalau menabung biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, kapanpun kita bisa mengambil uang yang disimpan. Sedangkan, investasi biasanya penanaman modal atau penyimpanan uang dalam jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Tapi jika akan berinvestasi ada baiknya mencari info seputar investasi sebanyak-banyaknya supaya nggak keliru dalam memilih jenis investasi. 

Sedekah

Sungguh point ini kalau dilakukan secara ikhlas dan tepat sasaran nggak akan mengurangi materi kita, justru akan menambah rezeki dari berbagai jalan yang nggak terduga. Lagipula harta yang diberikan ke kita ada hak orang lain di dalamnya, jadi sudah semestinya kita rutin bersedekah kepada orang-orang sekitar yang memang membutuhkan. Biasanya di awal gajian atau fee ngeblog cair aku sudah menyisihkan untuk berbagi, meski nggak seberapa. Oya, sedekah juga nggak harus berwujud materi kok, bisa juga dengan melakukan hal-hal kecil yang dapat meringankan beban sesama. 

Nah, itu tadi beberapa point yang perlu diperhatikan dalam me-manage keuangan yang bisa kita lakukan untuk masa depan yang lebih baik. Kalau pun di antara teman-teman terpaksa harus mengajukan KTA online ada baiknya mencari fintech yang sudah terdaftar di OJK sehingga lebih aman, seperti Tunaiku. 

Tunaiku, FinTech dari Amar Bank

Tunaiku, dari Amar Bank
Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia, Tbk yang dimiiki oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM. Tunaiku terdaftar di OJK sejak 2014, Tunaiku ini berada di bawah naungan bank resmi dari Amar Bank, salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia sejak tahun 1991. Belum lama ini Amar Bank berhasil meraih dua penghargaan dari Majalah Infobank sebagai “TOP SME LENDER 2019 (UMKM) dan “THE BEST BANK IN MORTGAGE 2020”.

Tunaiku menggunakan teknologi dan data analytics yang canggih, sehingga mampu melayani dengan sangat cepat (24 jam) dan dengan persyaratan yang mudah serta pengajuan yang praktis, aman, serta fleksibel. Untuk memudahkan nasabah, Tunaiku juga memiliki aplikasi yang bisa diunduh di playstore ataupun app store. 

Oya, untuk area layanan Tunaiku tersebar di berbagai wilayah Jawa meliputi; Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Lalu ada juga di wilayah Sumatera meliputi; Medan, Palembang, dan Pekanbaru serta ada di wilayah Makassar dan Denpasar. Nah, buat kalian yang membutuhkan dana cepat bisa mencoba mengajukan di Tunaiku ya, silakan unduh aplikasinya. Baca syarat dan ketentuannya pelan-pelan. Semoga bermanfaat. :)

Mungkin Kamu Suka

39komentar

  1. Sedekah.... ini dapat dilakukan berapapun pendapatan anda, tetapi pas menabung kenapa uang tak terkumpul kumpul karena kebutuhan begitu besar ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, kl nabung ya bakal terkumpul, tapi kl nabung trs diambil2 buat memenuhi kebutuhan sehari-hari ya nggak terkumpul2 dong, wkwk

      Hapus
  2. Mengatur keuangan yg paling dasar yg kulakukan adalah..... Mencatat. Hihi. Kerasa bgt itu penyesalannya kalo income sama spendingnya kejauhan jaraknya.


    Suka banget sama poin2nya Mbak Ella.
    Apalagi yg terakhir,sedekah, kadang suka luput yaa. Kalo bener2 butuh bgt, pastikan jg nanti dipakenya buat hal2 yg bener urgent nih. Urgent nggaknya ya kita sendiri yg mengetahuinya.

    Thanks for sharing Mbak Ella.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ghina, aku pun lg mulai buat mencatat pengeluaran semoga konsisten sih, wkwk
      beneran the power of sedekah. oya kalaupun kepepet buat pinjam uang kudu bener2 dipakai untuk hal yang urgent ya mbak :D

      Hapus
  3. asyik ...aman
    jadi ga bakal ditanyain kan berapa gajiku abis baca postingan ini ahhahaha #kabuur

    btw mba ell aku baru tau kalau dirimu sempat nyantri, dan memang sih pengalaman jauh dari ortu sejak dini otomatis kayak menanamkan disiplin lebih ketat bagaimana pola-pola pengaturan keuangannya.. dibandingan dengan anak-anak sepantaran lain yang masih tinggal serumah dengan ortu, biasanya yang uda terbiasa jauhan lebih piawai urusan ginian..bukan terlalu perhitungan sih tapi lebih ketat aja sehingga meminimalisir pos-pos yang tidak perlu alias keinginan konsumtif dan hanya berkedok nafsu sesaat...eh >__<

    btw keren sekali dirimu mbaa uda merintis usaha juga di samping berperan sebagai ibu guru muda #uhuk mendadak batuk

    oh ya, kalau trik bagaimana mengatur keuangan.... saat ini aku sedang galak-galaknya nyetor tabungan buat pos yang ga diambil ambil dengan patokan nominal yang sudah aku tentukan.. alias uang yang buat tabungan jangka panjangnya. Aku patok sekian-sekian, suka ga suka...mau ga mau, ya gaji dalam sebulan harus ada yang masuk ke situ...nah dengan cara ini paling ga lumayan lah bisa buat serep serep keperluan yang lebih essensial di yang masa yang akan datang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha, eh nggak nyatri ding mbak. cuma jauh sama ortu sejak masuk SMP, wkwk
      iya, bener banget. mau nggak mau, suka nggak suka, memang kudu disiplin masalah cuan begini yak, semoga makin semangat dan rajin ya mbak :)

      Hapus
  4. Setuju dengan 4 poin di atas. Sama kalau saya, ada tambahan satu poin lagi: kurangi belanja barang yang diinginkan, fokus pada barang yang dibutuhkan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, makanya kudu analisa kebutuhan biar nggak boros2 membeli barang yang sebetulnya bukan kebutuhan :)

      Hapus
  5. baru tau nama Amar Bank mbak
    sekarang ini kalau mau ngeluarin duit kadang sempet muncul pikiran "ini kebutuhan atau keinginan", cewek kalo udah jalan kadang liat yang lucu murah langsung sambar aja hahahaha
    tapi sejak corona memang banyak banget diskonan dan sepertinya barang-barangnya juga nggak akan lari kemana, jadi bisa tahan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bnaget, beli barang cuma sekadar karena barang tersebut lucu, dasar kita gampang banget tergoda yak.. tapi meski lagi pandemi gini dan nggak pergi kemana-mana tetep aja mataku suka kalap kalau buka marketplace yang ngasih diskon, hhh. tp ya alhmdulillah agak bisa ngerem sih, hhh

      Hapus
    2. hahaha samaan mbak, tapi ya harus ada remnya juga, tetep, kalao ga ya sama aja kayak pergi ke showroom offline

      Hapus
    3. bener banget mbak Ainun kudu ngereeeemmmm biar isi dompet nggak jebol, wkwk

      Hapus
  6. Jadi bener ya mbak, sedekah itu malah nambah rezeki, tapi juga harus ikhlas. Kayak kata pak ustadz di tv😊. Saya juga masih susah mengatur keuangan mbk. Kalau uang udah menipis baru deh bertanya-tanya kemana uangku tadi? Sering banget kayak gitu. Malah kadang lupa juga naruh uang kembalian di mana. Trus yaudah nggak dicari dan nggak pernah ketemu..
    Kebiasaan yang buruk banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha, iya mbak Astria. pokoknya the power of sedekah deh, asal ikhlas dan sedekah tepat sasaran.. makanya pentingnya buat catat keuangan biar nggak bertanya2 'kok uangku dah abis ya? baru tanggal segini', wkwkwk

      Hapus
  7. Menabung harusnnya sudah menjadi kebiasaan baik dalam diri kita masing-masing yah. Enak jaman sekarang udah banyak aplikasi Fintech yang dibuat. Boleh tuh dicoba aplikasi tunaiku kalo mau minjem duit huaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, kudu banget dilatih menabung meski nggak seberapa asal konsisten. hhh
      iya ini Tunaiku bisa buat minjem duit dan investasi juga :)

      Hapus
  8. Jujur sampai sangat ini permasalah utama saya adalah mengatur keuangan, dengan adanya informasi ini semoga bisa saya adopsi kak, keren bingit kak tekniknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kak, barangkali bisa diterapkan :)

      Hapus
  9. Aku baru kali ini denger ada nama bank Amar.
    Apa aku yang kurang informasi perbankan kali ya ..

    Aku setuju dengan kesemua point diatas, kak.
    Dan aku juga mulai kurangi kebiasaan jelekku konsumtif beli barang yang kurang berguna seperti ngga lagi beli tas sampai beberapa koleksi.
    Sekarang seiring bertambah usia aku mulai bisa ngerem beli barang yang hanya yang benar-benar yang dibutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas Him, sama banget. masih belajar buat ngerem membeli sesuatu yang nggak dibutuhkan, duh ngomongin tas jadi merasa berdosa karena seringnya beli tas sama sepatu :(

      Hapus
    2. Wwkkkk .. lah ..kok kita samaan kaaak 😄.
      Sama-sama gampang tergoda ngga bisa nahan diri kalau lihat tas dan sepatu bagus.
      Terkadang kalau lagi ngeliatin koleksi keingetan sudah berapa lembar uang yang kebuang demi menuhin keinginan :(

      Hapus
    3. iya mas HIm, apalagi kalau lihat diskonan :(
      lemah aku tu

      Hapus
  10. Btw saya baru dengar loh Amar Bank ini, sungguh betapa kudetnya saya hahaha.

    Oh ya, kalau saya jujur memang agak berantakan keuangannya, maklum ortu bahkan baru mempercayakan saya pegang duit itu setelah kuliah, terpaksa dikasih sebulan sekali karena saya ngekos.

    Padahal sebenarnya mending sejak kecil dikasih tanggung jawab, biar bisa sekalian belajar mengatur keuangan sejak dini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya mbak Rey, memang kudu banget dilatih sejak dini masalah keuangan begini ya biar nggak kaget pas nanti besar. Meskipun udah dilatih untuk mengatur keuangan sejak dini, kadang juga masih susah ngerem untuk nggak konsumtif :)

      Hapus
  11. Setuju banget.. kebiasaan mengatur uang emnk harus sejak dini.. karena kita harus bisa bedain mana yang kebutuhan mana yang keinginan.
    Kalau saya semisal memungkinkan punya tabungan lebih dari 1. Jadi tabungan dan dana darurat udh harus bisa dipisahin pas begitu gajian semisal. Terus sisanya buat invest kalau ada sisa sama beli barang kebutuhan.. semisal ada barang yg pengen dibeli dan nggk ada uangnya jangan langsung ngmbil dri tabungan.. tapi mnding nabung lagi buat barang itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tos dulu Mas Bay, aku pun sepakat begitu. pokoknya nabung, mau ga mau suka ga suka. kl mau beli2 sesuatu ya jangan ambil tabungan, kl ambil2 terus kapan terkumpul. ya kan? xixi

      Hapus
  12. Ulala, saya bingung kenapa blognya berubah. Ternyata ada dua toh.

    Ini sebenernya pelajaran penting. Tapi justru gak diajarkan di sekolahan. Karna saya punya asumsi si guru pun belum tentu melek tentang mengatur keuangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cie, udah mampir ke blog satunya tah? om, Kennan ajarin nabung ya ommmm, jangan ajarin jajan ke indomart mele

      Hapus
  13. bedakan antara kebutuhan dan keinginan itu penting
    rajin menabung dan sedekah biar masuk surga
    dan jangan lupa pakai aplikasi yang bisa bantu kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahahahah, ya siapa sih yang nggak pengin masuk surga. eh
      iyes, pakai aplikasi sesuai kebutuhan yang bener2 kita butuhkan :D

      Hapus
  14. ibu bapa juga harus mainkan peranan sedari kecil...
    masa zaman kanak-kanak saya, botol bedak yang sudah kosong dijadikan tabung. duit belanja di sekolah, bakinya disimpan terus dalam tabung. at the end of the month, minta guru masukkan ke dalam account bank...
    tp zaman sekarang saya tak tahu bagaimana cara yang digunapakai oleh ibu bapa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah seru banget ya Kak Anies, jadi inget masa kecil diajari nabung sama ibu bapa :)
      iya nih, harusnya sekarang pun orang tua makin semangat membudayakan hal baik seperti kebiasaan menabung ini

      Hapus
    2. ya. sebab kami bukan keluarga kaya. jadi perlulah belajar menabung. bila semakin dewasa kita fahami kenapa penting diajar menabung sedari kecil

      Hapus
  15. Kayaknya makin ke sini malah uang gak bisa teratur ngurusinnya hahahah. Terlalu banyak yang harus dipecah-pecah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan dipecah-pecah, hati aja udah pecah. masa uang mau pecah juga mas? eh

      Hapus
  16. Aku baru mahir mengatur keuangan sbnrnya sejak kerja di bank. Dari situ banyak kenal Ama temen2 yg memang ahli sebagai financial advisor, dan aku belajar banyak jadinya, sekalian ikut investasi yg mereka sarankan :).

    Pernah ada yg bilang, uang ditabung itu pas di awal2 trima, lgs sisihkan utk tabungan sekian persen. Baru sisanya dibikin pos2 alokasi yg lain. Jgn terbalik, bikin pos2 alokasi, trus uang sisa baru ditabung. Bakal susah kalo begitu :).

    Aku sendiri juga nyisihin zakat dan Infaq di awal. Krn buatku itu kewajiban sih. Serem kalo sampe lupa :). Ada hak orang lain di dalamnya. Jgn sampe ditegur yg di Atas kalo lupa menyisihkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. tos dulu mbak Fanny, bener banget sih. begitu terima gaji atau fee cair harus langsung disisihin buat zakat dan infaq, bener2 the power of sedekah tuh ya ampun, bikin rejeki makin lancarrr, hhh

      Hapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti