Curug Telu : Keindahan Tersembunyi di Bumi Baturraden

oleh Ella Fitria

Curug Telu Karangsalam, Baturraden
Kita jadi ke Curug Telu Baturraden nih? Tanyanya saat melewati lampu merah perempatan Omnia Purwokerto.
Aku mengiyakan dengan nada penuh semangat.
Dulu semasa kuliah tiap kali merasa jenuh aku sering muter ke Baturraden, menikmati suasana sejuk nan asri memang bisa merefresh otak saat disibukkan dengan berbagai tugas yang menumpuk. Tapi sayangnya, meski sering muter-muter ke Baturraden aku nggak tahu keberadaan Curug Telu Karangsalam, kebangetan banget memang ya! Ya gimana, dulu main ke curug cuma ke curug Bayan. Ceburan air, makan mendoan anget, lalu hujan-hujanan. Hihihi
Trus kemarin pengin main ke curug lagi, tapi bingung mau ke curug mana karena saking banyaknya curug di Purwokerto. Memang kalau kebanyakan malah bikin bingung memilih ya. *eh
Berawal dari chat teman yang rumahnya di Baturraden, aku minta rekomendasi curug yang nggak perlu traking jauh lalu direkomendasiin Curug Telu ini. Makin tua bukan makin kuat tapi kaki makin gempor buat diajak jalan.

Lokasi Curug Telu

Curug Telu Karangsalam, Baturraden
Berbekal petunjuk arah dari temanku, aku percaya diri banget nggak akan nyasar meski nggak buka gmaps, tapi kalian bisa menebak lah ujungnya bakal gimana. Udah pasti nyasar, pasti banget. Wkwkwk

Soalnya kalau naik motor sambil buka gmaps tuh nggak bisa menikmati perjalanan, fokusnya ke suara mbak-mbak “belok kanan, belok kiri”, tapi yaudah sih daripada nyasar lagi akhirnya aku membuka maps setelah memasuki area Baturraden.

Motor kami mulai melewati pemukiman warga dengan medan yang lumayan menanjak, tapi aman dong karena jalan beraspal dan bisa dilewati dengan kendaraan roda dua maupun roda empat tetapi mesti hati-hati ya, soalnya jalannya sempit nggak seluas kesabaranku nahan kangen kamu. Eak!

Curug Telu berada di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kalau ditempuh dari alun-alun Purwokerto kira-kira membutuhkan waktu sekitar 25 menit, nggak jauh kan? Lebih jauh kalau mau ketemu kamu. Uhuuhu

Setelah melewati pemukiman warga, kanan kiri kami berganti dengan hamparan sawah yang menguning. Jalan yang tadinya mulus sekarang berubah agak nggronjal. Hawa sejuk mulai terasa, menandakan kami sudah dekat dengan lokasi Curug. Benar saja, tulisan “selamat datang di kawasan curug telu ” sudah di depan mata. Aku turun dari motor, melepas helm dan langsung menuju ke loket pembelian tiket.

Sendang Bidadari Curug Telu

Sendang Bidadari Karangsalam, Baturraden
Setelah membeli tiket, kami melangkahkan kaki perlahan menuruni anak tangga. Mataku menjelajah ke langit sana, sejuk. Pepohonan yang rimbun membuat kaki kami melangkah lebih ringan. Sesekali kami berpapasan dengan pengunjung yang hendak pulang. Bisa dibilang ramai, tapi nggak yang ramai banget. Apalagi saat kami memutuskan mampir ke Sendang Bidadari, hanya ada satu rombongan di sana.

Tebing-tebing berlumut menjulang tinggi membuat tempat ini terasa makin sejuk. Kami duduk di kursi bambu yang terletak di bibir sendang karena di seberang sana masih ada beberapa pengunjung yang sedang asyik berfoto. Saat kami menuju sendang, mulutku nggak berhenti memuji keindahannya. Ya gimana, seolah kami masuk ke goa yang luas, kemudian di ujung sana ada sendang dengan cahaya langit yang terpancar. Sempurna! Ini indahnya kebangetan ya ampun.

Beberapa kali kami harus melewati bebatuan yang lumayan licin, dia memastikan kakiku menapak di batu yang tepat. Ya padahal mah aku tukang pecicilan, nglewatin bebatuan gini sambil merem juga bisa. Pura-pura aja takut biar tangannya digandeng. Hahahaha! Nggak ding, beneran takut karena memang licin. Kepleset dikit kamera ikutan kejebur.
Beberapa pengunjung jump di jembatan penghubung ke Curug Telu
Puas berfoto dan main air di Sendang Bidadari, kami melanjutkan perjalanan menuju Curug Telu. Karena sudah masuk waktu dzuhur, kami memutuskan berhenti di mushala dekat jembatan besi. Di jembatan ini beberapa pengunjung sedang  asyik jump, padahal lumayan tinggi juga. Mereka terlihat bahagia banget, ketawa-ketawa puas. Aku yang cuma melihat mereka lompat-lompat aja ikut senang.

Suasana Curug Telu

Curug Telu Karangsalam, Baturraden
Setelah selesai salat dzuhur, kami melanjutkan menuruni anak tangga menuju curug telu. Dari atas sini, gemuruh air sudah mulai terdengar. Kali ini pengunjung mulai terlihat lebih ramai dibanding di sendang bidadari. Sampai di area curug telu aku masih bertanya-tanya karena curugnya cuma terlihat satu. Bukan telu (tiga), tapi aku masih fokus dengan angin yang dihasilkan dari terpaan air yang jatuh. Sejuk. Adem. Syahdu. Aku melepas sepatu, berjalan di bebatuan mendekati bibir curug.
Bermain air di bibir Curug Telu
Air curug ini dingin banget, nggak kebayang kalau ceburan di sini. Tapi memang udah diniatkan nggak akan basah-basahan sih, jadi cuma kecipak kecipuk di bibir curug. Sambil duduk, kami mulai mengamati sekitar. Ternyata ada dua curug lagi yang tertutup batu-batu besar. Untuk mendekat ke dua curug itu butuh keahlian petakilan yang mumpuni. Karena harus melewati bebatuan besar, kami  pun memutuskan menikmati dua curug dari kejauhan.

Curug Telu Karangsalam, Baturraden
Curug Telu Karangsalam, Baturraden
Di area curug telu ini nggak ada penjual makanan ya, karena memang lokasinya yang berada di bawah banget. Untung kami sudah membawa buah-buahan dan cemilan, jadi aman berlama-lama ngobrolin masa depan di sini. Pret!

Fasilitas Curug Telu

Tempat Parkir luas dan Terdapat Warung Makan
Oya, meski di area curug Telu nggak ada warung makan ataupun warung jajan tetapi di area atas sebelum sampai di curug ada beberapa warung makan kok. Ada fasilitas toilet dan mushala juga, ya meskipun seadanya yang penting airnya mengalir buatku udah cukup. Wkwkwk

Selain fasilitas di atas, anak tangganya juga udah dicor, aman, kalau hujan nggak becek. Trus ya nggak tahu kenapa aku senang banget kalau menuruni anak tangga di tempat wisata begini ada handrailnya. Berasa diperhatikan banget keselamatan  dan kenyamanan kita kan?

Harga Tiket Masuk Curug Telu

Untuk tiket masuknya Rp. 5 ribu/orang, muraaaah banget sih menurutku. Dengan fasilitas dan keindahan yang bisa dinikmati. Bukanya dari jam 08.00-17.00 WIB. Jadi kalau kamu mau main kesini, jangan kesorean, keburu tutup loketnya. Tapi ya siapa juga mau main ke curug malam-malam.🤣
Ella Fitria

You may also like

0 komentar

Baktiar77 10 Maret 2020 - 01:52

Asyik juga nih biarpun kecil-kecil…

Balas
Prisca Aditya 23 Februari 2020 - 07:25

naik turunnya berapa ratus anak tangga nih mbak???????? aku suka males kl diajak ke air terjun2an gini, males naek turun tangganya 😀

Balas
Ella Fitria 10 Februari 2020 - 01:14

Iyaaa, cantik bangettt. Sejuk

Balas
Ella Fitria 10 Februari 2020 - 01:14

Taak, karena tak bawa baju ganti. Ihi

Balas
Ella Fitria 10 Februari 2020 - 01:14

Aamiin, kudoakan biar bisa main ke Purwokerto lagi yaa

Balas
Ella Fitria 10 Februari 2020 - 01:13

Besok kudu kesini sama istriiiii, biar mudiknya berkesan. Wkwk

Balas
Ella Fitria 10 Februari 2020 - 01:10

Sama siapaaa? Pacar orang? Apa sama mantan? Apa sama gebetan? Uhuhu

Balas
Azhafizah MN 3 Februari 2020 - 11:12

MasyaAllah cantiknya tempat ni. Suka tengok nature yang indah macam ni

Balas
dear anies 30 Januari 2020 - 07:28

kenapa tak bermandi manda di situ? 😉

Balas
Amirotul Choiriah 29 Januari 2020 - 07:53

ah baru tahu curug ini, secara baturaden curugnya banyak banget ya mbak. ini bagus sih, alami banget, asri gitu. semoga bisa main ke purwokerto lagi dan main ke curug ini, aamin 🙂

Balas
Riza Alhusna 28 Januari 2020 - 10:23

Lah, saya aja yang orang Purwokerto gak tau ada curug beginian mbak, wkwkwkwk

Balas
1 2

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: