Sepenggal Kisah Menebar Kebaikan untuk Malaikat Kecil

oleh Ella Fitria
Ilustrasi Bayu di Sekolah

Tiap pagi langit halaman sekolahku dipenuhi senyum dan doa dari para orang tua yang mengantar anaknya. Aku ingat betul ketika pertama kali masuk ke ruang kelas dan berkenalan dengan anak-anak pada awal semester lalu. Minggu pertama, formasi anak-anak masih lengkap, mereka terlihat semangat dan menikmati kelas baru.

Masuk minggu kedua, ketiga, hingga keempat salah satu anak mulai sering tidak berangkat tanpa ada keterangan. Tiap kali dia kembali masuk, aku berusaha mencari tahu alasan kenapa dia tidak berangkat sekolah. Bahkan selain sering bolos, dia juga sering tertidur di kelas. Anggap saja namanya Bayu. Bayu seharusnya sudah kelas 5 SD, namun karena pernah berhenti sekolah, saat ini dia baru duduk di bangku kelas 2 SD. Bukan tanpa alasan Bayu berhenti sekolah, bukan tanpa alasan pula Bayu sering bolos dan tertidur di kelas.

Awalnya, aku mengira Bayu ini anak pemalas. Dia sering terlambat, jarang mengerjakan PR, jarang mandi, bahkan ketika dinasihati kadang tidak peduli. Aku kembali memutar otak, mencari cara agar bisa masuk ke dunia Bayu, mencari tahu penyebab kenapa dia bertingkah seperti itu.

Bayu, Malaikat Kecil yang Butuh Diperhatikan

Setelah mengumpulkan informasi, ternyata Bayu hanya tinggal bersama neneknya. Ibunya sudah meninggal sejak dia masih kecil, ayahnya sudah beristri lagi dan mengadu nasib di ibu kota. Ah ya, aku salah menilainya. Mulai saat itu juga aku berjanji pada diri sendiri, berjanji sebisa dan semampuku memberi perhatian lebih kepada Bayu. Seringkali, hatiku ngilu saat mendengar alasan Bayu tidak berangkat sekolah. Bibir mungilnya berkata lirih sambil senyum-senyum tak berdosa:

Nenekku tidak punya uang buat uang sakuku, bu. Aku mau berangkat sekolah tapi malu sama teman-teman kalau tidak jajan. Mau sarapan banyak biar di sekolah tidak lapar ternyata cuma ada nasi kemarin, ya udah jadinya aku tidur lagi pas nenek berangkat ke kebun.

Foto Anak-anak Makan Siang Bersama

Please ini tahun 2020, di depan mataku persis ada sosok malaikat kecil yang sering menahan lapar ketika anak-anak yang lain jajan hingga perut kenyang. Ketika teman-temannya dibawakan bekal oleh ibunya, Bayu hanya mampu membeli nasi goreng dengan harga seribu rupiah di kantin sekolah. Gusti. Aku jahat sekali.

Perlahan aku selalu memberinya energi positif. Aku selalu meyakinkan Bayu, kalau pun Bayu tidak mendapat uang saku, bu guru siap memberi Bayu uang saku. Tetapi dengan syarat, Bayu tidak boleh bolos-bolos lagi, Bayu juga tidak boleh tertidur di kelas lagi, Bayu harus rajin salat lima waktu. Iya aku belum memiliki anak, aku belum merasakan menjadi seorang ibu, akan tetapi aku bisa merasakan apa yang Bayu rasakan karena aku juga anak broken home, meskipun tidak kekurangan apapun tetapi di titik tertentu pernah merasakan dunia seolah berhenti berputar.
Hampir tiap kali Bayu menerima uang Rp 2.000,- wajahnya selalu sumringah seolah mendapat uang ratusan ribu. Gusti, sungguh aku selalu menahan tangis bahagia setiap melihat perkembangan Bayu. Semangat Bayu yang luar biasa mampu mengubah kebiasaan buruknya. Kalian percaya tidak? Mulai saat itu juga Bayu selalu melaksanakan salat jamaah lima waktu di mushala terdekat. Aku tahu karena neneknya datang ke sekolah sebelum berangkat berkebun. Meskipun raut wajahnya dipenuhi garis-garis keriput, namun terpancar bahagia dengan mata yang sedikit basah. Beliau menyampaikan rasa terima kasih diiringi dengan ribuan doa. Serius, berbagi kebaikan tak hanya dengan materi, tetapi bisa dengan kasih sayang dan ketulusan yang berasal dari hati.

Dunia Kita Sama tetapi Terasa Berbeda

Pernah juga setelah pulang sekolah, aku mengajak Bayu untuk memotong rambutnya yang sudah panjang ke tukang cukur yang ada di Pasar Manis, kalian tahu bagaimana ekspresi Bayu? Wajahnya langsung berbinar, bola matanya tak mau berhenti melihat kanan kiri, dia sangat bahagia. Padahal Pasar Manis ini tidak jauh berbeda dengan pasar yang ada di desa-desa. Tetapi bagi Bayu, Pasar Manis menjadi tempat mewah karena jarang dikunjungi. Selesai potong rambut, dia berbisik kepadaku.

Bu, aku lapar. Pengin bakso tapi ditraktir bu guru lagi, ya? Hehehe

Katanya sambil nyengir. Aku mengiyakan sambil mengusap kepalanya.

Dan kalian tahu bagaimana perasaanku saat melihat Bayu menyantap bakso dengan lahap? Lagi-lagi aku menahan air mata, rasanya campur aduk. Pergulatan batin yang luar biasa, ya Gusti. Padahal kalau aku mau, aku bisa makan bakso setiap hari. Sedangkan Bayu? Mungkin setahun sekali juga belum tentu. Saat aku membayar bakso yang telah kami makan, Bayu protes ke penjual baksonya.

Kenapa aku sama bu guru makan dua mangkuk doang harus bayar mahal banget, pak? Biasanya aja aku beli siomay 3 ribu banyak banget!

Padahal kami hanya habis sekitar Rp. 30.000,-.

Kegiatan KBM di dalam kelas

Hari-hari kami lalui dengan semangat dan kehangatan di dalam kelas. Aku yang tiap hari dibekali jus alpukat oleh ibuku membuat Bayu heran hingga terlontar pertanyaan dari Bayu

Bu, bu guru punya buah alpukat banyak, ya? Kok tiap hari bawa jus alpukat terus sih? 

Aku cuma tersenyum, dan melempar tanya.

Bayu mau jus alpukat? *sambil mengusap kepalanya.

Lagi-lagi senyumnya mengembang dan menjawab dengan nada pelan

Mau bu, aku belum pernah minum jus alpukat, nggak tahu rasanya jus alpukat seperti apa.

Seketika mataku panas, ada anak dengan usia hampir 13 tahun belum pernah merasakan jus alpukat, sedangkan setiap hari bahkan sampai bosan aku minum jus ini. Gusti, sungguh aku merasa tertampar.

Esok harinya, ibuku membuatkan jus alpukat untuk Bayu. Wajahnya terlihat bahagia bukan main, seolah tidak percaya saat kubawakan dua botol jus alpukat. Jemarinya dengan lincah membuka tutup botol tak sabar, mata bulatnya terpejam lalu mulutnya seolah membaca mantra. Satu tegukan, perlahan Bayu membuka mata sambil mengecap-ecap lidah.

Bu, kenapa jus alpukat rasanya kaya daun, ya? Emmm. Tapi enak juga sih *sambil meneguk jus

Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum. Sekarang malaikat kecil yang ada di depanku ini sudah menuntaskan rasa penasarannya dengan jus alpukat, jenis minuman yang mungkin akan Bayu nikmati lagi jika ada yang memberinya.

Lockdown Membuat Bayu Kehilangan Kehangatan

Tidak disangka pandemi covid-19 merebak ke seluruh dunia termasuk Indonesia hingga berdampak kegiatan belajar dilakukan di rumah  masing-masing. Terhitung, hari ini masuk minggu ke tiga kami tidak saling tatap muka. Kangen anak-anak? Iya, sudah pasti. Keceriaan mereka, kepolosan, dan keisengan mereka menjadi kehangatan tersendiri untukku. Apalagi saat terakhir kami masuk sekolah, aku mengumumkan kegiatan belajar dilakukan di rumah tetapi tetap kupantau melalui Whatsapp Grup. Aku juga berpesan kepada anak-anak untuk mengurangi berkumpul, bermain di luar rumah, serta tetap menjaga kebersihan. Sontak raut wajah mereka bahagia, yeay libur. Yeay! Suara mereka saling sahut. Tapi tidak dengan Bayu.
Saat selesai berkemas dan berdoa, seperti biasa anak-anak bersalaman denganku. Giliran Bayu bersalaman sambil menundukkan kepala dan bertanya

Bu, kalau aku di rumah merasa bosan tetap nggak boleh main ke rumah teman? Terus bagaimana aku bisa mengerjakan tugas, bu? Nenekku aja nggak bisa baca, bu guru juga tahu kan kalau aku belum lancar membaca? Bagiamana bu guru akan menilai tugasku, sedangkan nenekku nggak punya Whatsapp?

Ilustrasi seorang anak yang terisolasi karena lockdown

Sungguh aku menuliskan cerita ini dengan hati yang berkecamuk, pertanyaan Bayu masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Bagaimana tidak? Saat anak seusia Bayu belajar di rumah didampingi oleh orang tua, Bayu hanya bisa berusaha keras belajar sendiri. Aku pun tidak bisa terhubung dengan Bayu karena tidak ada akses yang bisa kuhubungi. Sepintas aku membayangkan, bagaimana Bayu menjalani keseharian di tengah pandemi ini. Mungkin saat ini Bayu seolah berada di dimensi lain, satu-satunya muridku yang mengalami lockdown di tengah lockdown. Dunianya tiba-tiba sepi tanpa bisa bermain dengan teman, tanpa bisa merasakan ketenangan, dan hangatnya dekapan seorang ibu.

Doaku semoga kita semua selalu sehat, semoga pula pandemi Covid-19 segera berakhir. Aku sudah menyiapkan kurma, madu, susu, biskuit, dan beberapa kebutuhan gizi untuk Bayu. Untuk menyambut bulan Ramadan yang sebentar lagi datang. Alhamdulillah, kemarin sempat mengantarkan paket ini untuk Bayu dengan menitipkannya di posko penanganan Covid-19 di komplek rumah Bayu. Sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan Bayu, setidaknya untuk menanyakan kabar dan memberi semangat. Namun Bayu dan neneknya harus melakukan isolasi mandiri karena tepat di samping rumah Bayu terdapat satu orang positif rapidtest. Hatiku makin tak karuan saat mengetahui berita tersebut, mulutku tidak berhenti merapal doa-doa baik untuk Bayu dan neneknya, untuk malaikat kecil yang semoga kelak dapat merasakan kehangatan dan ketenangan di masa depan.

Menebar Kebaikan dengan Berbagi

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). Q.S Al-An’am : 160

Dear teman-teman, cerita di atas benar-benar nyata. Ada banyak Bayu-Bayu lain di luar sana. Semoga Tuhan selalu melembutkan dan membuka hati kita untuk berbagi. Berbagi tidak hanya dengan materi, apalagi di saat dunia sedang berduka seperti ini. Tidak perlu muluk-muluk untuk berbagi kebaikan, tidak perlu berpikir mengharap balasan dari Tuhan. Toh harta yang kita miliki juga milik mereka yang membutuhkan.

Kebaikan Berbagi Membuka Pintu Rezeki

Kebaikan Berbagi sepertinya menjadi jalanku untuk membuka pintu-pintu rezeki yang lain. Meski aku hanya seorang guru honorer, tetapi tidak menjadi penghalang untuk berbagi. Justru aku merasakan rizekiku bertambah berlipat-lipat, janji Tuhan memang benar adanya. Bersedekah membuat rezeki melimpah dan berkah, karena berbagi tidak akan mengurangi harta yang kita miliki. Sebaliknya, dengan bersedekah harta kita akan bertambah. Sedekah bukan hanya dengan materi, tetapi juga melakukan hal-hal baik yang bisa bermanfaat dan membantu meringankan masalah sesama. Yuk, mulai berbagi untuk orang-orang di sekeliling kita, kalaupun tetangga kita merupakan orang-orang yang berkecukupan, teman-teman tetap bisa berbagi melalui cara lain seperti menebar kebaikan bersama Dompet Dhuafa.

Menebar Kebaikan bersama Dompet Dhuafa

5 Pilar Program Utama Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis dan wirausaha sosial. Dompet Dhuafa  mengelola dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang berdiri sejak tahun 1993. Lembaga nirlaba ini memiliki 5 pilar program utama yang memiliki tujuan besar dalam mengentaskan kemiskinan mulai dari bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Dakwah, hingga Budaya. Dompet Dhuafa memiliki cabang yang tersebar di 27 Provinsi seluruh Indonesia dan 5 cabang di luar negeri seperti; USA, Hongkong, Jepang, Korea, hingga Australia.

Pendidikan Sebagai Salah Satu Program Utama Dompet Dhuafa

Bukan hanya fokus untuk pengelolaan zakat saja, Dompet Dhuafa juga fokus dalam penggalangan infak dan sedekah. Berbagai program kegiatan yang menyita perhatianku salah satunya di bidang pendidikan. Dompet Dhuafa berkomitmen menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa seperti Bayu ini. Terdapat 6 program utama di bidang pendidikan yang diberikan oleh Dompet Dhuafa untuk ikut andil menyelesaikan permasalahan Bangsa, diantaranya;

  1. SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah menengah berasrama yang bebas biaya dan memiliki program akselerasi. Didedikasikan untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi dari seluruh Indonesia. SMART Ekselensia ini didirikan pada tahun 2004, hingga tahun 2019 penerima manfaat sebanyak 575 siswa.
  2. Sekolah Literasi Indonesia, program ini berkosentrasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan culture sekolah dengan pendekatan khas literasi, terdapat lebih dari 54 Sekolah Literasi Indonesia yang tersebar di 16 provinsi.
  3. eTahfidz merupakan pembinaan insentif untuk para santri agar menjadi seorang hafidz dan juga pemimpin masyarakat. Harapannya para santri yang telah dibekali dengan ilmu dapat membantu merubah peradaban Bangsa menjadi semakin sejahtera.
  4. Beastudi Etos diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Beasiswa ini tidak hanya berupa uang namun juga fasilitas asrama, pembinaan, dan pendampingan mahasiswa sehingga terbentuk profil pemuda kontributif. Hingga saat ini penerima manfaat Beastudi Etos telah mencapai 2.366 mahasiswa yang tersebar di 20 Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia.
  5. Beasiswa Aktivis Nusantara atau dikenal dengan BAKTI NUSA merupakan beasiswa pengembangan kepemimpinan bagi aktivis mahasiswa untuk membentuk pemimpin yang berintegritas, cendikia, transformatif, dan melayani. Terdapat 282 mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara di 20 Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia.
  6. Makmal Pendidikan, program ini melingkupi kajian strategis, advokasi, riset, dan development tentang pendidikan serta menjalin kualitas mutu kelembagaan. 
Pendidikan merupakan kunci untuk melahirkan generasi bangsa. Perjuangan pendiri bangsa ini belum usai, kita harus selalu bersinergi dan berkontribusi bersama supaya anak-anak seperti Bayu bisa  menikmati pendidikan yang lebih layak. Salah satunya melalui Dompet Dhuafa kita bisa bekerjasama untuk mewujudkan Indonesia lebih sejahtera. Seperti cuplikan video pemanfaatan zakat Dompet Dhuafa di bidang Pendidikan berikut ini:

Berbagi Di Tengah Pandemi Bersama Dompet Dhuafa

Sudah kita ketahui bahwa kemanfaatan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) yang dikelola oleh Dompet Dhuafa terbilang tepat sasaran. Selain pemanfaatan di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa juga sangat peduli dengan masalah kemanusiaan yang sedang dihadapi Indonesia. Aku pun sempat terharu saat melihat donasi Ayo Lawan Corona di website Dompet Dhuafa. Target donasi Rp. 60.000.000.000 hampir terkumpul berkat kepercayaan teman-teman kepada Dompet Dhuafa untuk menyalurkan kebaikan.

Dengan berdonasi Ayo Lawan Corona melalui Dompet Dhuafa berarti kita ikut membantu dalam pembagian sembako kepada kelompok rentan, membantu pemasangan instalasi Disinfectant Body Chamber di Wisma Atlet Kemayoran, ikut andil membantu pembagian Hygiene Kit ke kelompok rentan, serta membantu proses penyemprotan cairan disinfektan di beberapa tempat fasilitas umum, dan membantu penyediaan alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga kesehatan.

Alasan Memilih Dompet Dhuafa Sebagai Pengelola Dana ZISWAF

Buatku memilih lembaga untuk menyalurkan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) harus jeli supaya dana yang kita keluarkan dapat bermanfaat dan tepat sasaran, tentunya harus memilih lembaga yang berkompeten dan amanah di bidang pengelolaan dana ZISWAF. Aku mempercayakan Dompet Dhuafa sebagai lembaga penyalur dana ZISWAF, nah berikut ini beberapa alasannya:
Alasan Memilih Dompet Dhuafa

Memiliki Legalitas Hukum yang Jelas

Dompet Dhuafa memiliki Akta Pendirian Nomor 41 tanggal 14 September 1994 dibuat dihadapan H. Abu Jusuf, S.H., Notaris di Jakarta dengan Akta Perubahan Terakhir No. 2 tanggal 19 Juli 2004 yang dibuat oleh Herdardjo, Notaris di Tangerang. Lalu mendapat Persetujuan Operasi dari Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman RI Nomor. 162/A.YAY.HKM/1996/ PN.JAK.SEL dan diperbaharui oleh Dirjen Administrasi Hukum No. C-HT.01.09-88, tertanggal  21 September 2004. Dan juga memiliki Surat Keputusan Menteri Agama No. 439 Tahun 2001 tentang dikukuhkannya Yayasan Dompet Dhuafa Republika sebagai Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZ) tingkat Nasional.

Proses Mudah dan Praktis

Dengan perkembangan teknologi dan inovasi yang semakin berkembang, saat ini kita dimudahkan untuk bersedekah dan membayar zakat melalui Dompet Dhuafa. Kita bisa mengeluarkan sedekah dan zakat dimana pun kita berada asalkan terkoneksi dengan internet. Cukup dengan smartphone, kita bisa langsung menghitung berapa besar zakat/infak yang harus kita keluarkan melalui fitur kalkulator zakat di website Dompet Dhuafa. Metode pembayarannya pun beragam, mulai dari pilihan berbagai bank hingga dompet digital. Atau kita juga bisa memanfaatkan layanan jemput zakat, nantinya akan ada petugas Dompet Dhuafa yang membantu kita dalam menunaikan kewajiban.

Pengelolaan Profesional Sesuai dengan Syariah

Kwitansi Setoran Donasi

Setelah menyalurkan dana melalui Dompet Dhuafa, kita akan menerima kwitansi pembayaran by email dari Dompet Dhuafa yang bisa kita gunakan sebagai laporan untuk lampiran SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Dari hal kecil ini terlihat pertanggungjawaban dari Dompet Dhuafa sangat terperinci, ya. Selain itu, aku juga mendapat laporan via telpon dari pihak Dompet Dhuafa. Customer carenya ramah banget, rasanya adem mendengarkan doa-doanya. Apalagi saat CSnya menjelaskan pemanfaatan donasi yang kemarin aku salurkan. Karena kemarin memilih donasi untuk Lawan Corona, maka pemanfaatannya untuk pembelian APD, masker, handsanitizer, serta kebutuhan bahan pangan untuk dibagikan ke kaum dhuafa. Padahal kemarin donasinya nggak seberapa, tetapi pihak Dompet Dhuafa melaporkan dengan sangat rinci. Nah, ini sebagai salah satu bukti transparansi pengelolaan dana ZISWAF. Dompet Dhuafa juga selalu mengupdate dana yang terkumpul, bahkan ada laporan pengelolaan dana tiap tahun yang bisa kita download.

Pengelolaan Dana ZISWAF Menjadi Program Pemberdayaan

Salah satu hal yang menjadi pertimbanganku menyalurkan dana ZISWAF adalah program yang dimiliki Dompet Dhuafa untuk mengentaskan kemiskinan dan permasalahan manusia dalam 5 program pemberdayaan. Mulai dari bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Dakwah, hingga Budaya. Ibarat seperti amal jariyah ya, dana yang kita keluarkan tepat sasaran untuk berbagai program pemberdayaan.

Jangkauan Secara Global

Bagi teman-teman yang tinggal di lingkungan berkecukupan, teman-teman tetap bisa berbagi membantu orang-orang di luar sana yang mungkin lebih membutuhkan bantuan kita. Melalui Dompet Dhuafa teman-teman bisa membantu orang-orang yang ada di pelosok negeri bahkan sampai penjuru dunia karena pemanfaatan dana ZISWAF Dompet Dhuafa menerapkan jangkauan secara global.

Mudahnya Menebar Kebaikan Melalui Dompet Dhuafa

Untuk berdonasi melalui Dompet Dhuafa juga sangat mudah, kita cukup klik https://donasi.dompetdhuafa.org/ lalu memilih jenis donasi yang kita inginkan. Isi data diri dan nominal donasi. Berdonasi di Dompet Dhuafa tidak harus dengan nominal banyak kok, cukup dengan minimal Rp 10.000,- kita bisa sama-sama berbagi. 
Mudahnya Menebar Kebaikan Melalui Dompet Dhuafa

Sekali lagi, kebaikan berbagi bukan hanya soal banyak atau sedikitnya bantuan yang kita berikan, tetapi soal rasa kemanusiaan dan solidaritas antar sesama. Setidaknya kita telah berusaha membantu menyelamatkan Indonesia dengan berbagi kebaikan bersama. Berbagi kebaikan tidak sulit kok, bisa dimulai dari diri sendiri dengan hal terkecil sekalipun.

Katanya, kita akan merasakan kebahagiaan ketika bisa membahagiakan orang-orang di sekitar. Kebahagiaan hakiki bukan diukur dengan materi, melainkan dengan menebar kebaikan. Kalaupun kita tidak bisa berbuat baik, setidaknya jangan berbuat jahat. Apalagi sampai merampas “hak” orang lain. Mari mulai membiasakan diri untuk berbagai bersama menebar kebaikan. Seandainya teman-teman hanya memiliki kuota internet, bisa tetap berbagai kebaikan dengan cara menshare link donasi dari Dompet Dhuafa.

*aku sengaja tidak memasukkan foto Bayu karena mempertimbangkan berbagai hal. Pun menggunakan nama “Bayu” sebagai nama samaran. Semoga kelak ketika Bayu tumbuh besar dan menemukan tulisan ini bisa menjadi penyemangat dalam hidupnya karena ada seseorang yang diam-diam menyayanginya.

β€œTulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Ella Fitria

You may also like

0 komentar

Ella Fitria 21 April 2020 - 00:01

Aamiin mbak Erin. Semoga Tuhan selalu melembutkan hati kita untuk selalu berbagi yaaa πŸ™‚

Balas
Ella Fitria 21 April 2020 - 00:00

Nyata bgt mbak Iren.. Di kabupaten Banjarnegara, Jateng πŸ™‚

Balas
Ella Fitria 21 April 2020 - 00:00

Siap mbak Nisya, besok kl kami sudah bisa ke sekolah lg insya allah salamnya q sampaikan ke Bayu. Terima kasih doa baiknya mbak πŸ™‚

Balas
Ella Fitria 20 April 2020 - 23:58

Aamiin. Iya semoga suatu saat Bayu bisa merasakan hidup nyaman seperti kita..

Balas
Ella Fitria 20 April 2020 - 23:57

Iya mbak Ranti, sebisa kita smga bisa lebih peka dg lingkungan sekitar apalagi di masa pandemi ini. Huhu
Aamiin, makasih mbak πŸ™‚

Balas
Ella Fitria 20 April 2020 - 23:55

Aamiin. Semoga Tuhan selalu melebutkan hati kita untak selalu berbagi πŸ™‚

Balas
Himawan Sant 20 April 2020 - 14:08

Ikut sedih baca kisah si Bayu …
Semoga Bayu dan Bayu-Bayu yang lain yang sebenarnya masih sangat banyak ada di Indonesia … kelak dapat menggapai cita-citanya.

Salam buat adik Bayu.

Balas
Diah Alsa 20 April 2020 - 05:07

sedihnya, jadi sampai sekarang gak dengar kabar dari Bayu ya Kak?
Semoga Bayu dan Neneknya sehat-sehat selalu ya.
semoga paketnya ini juga bisa segera diterima Bayu jelang Ramadhan biar jadi penyemangatnya menyambut bulan penuh berkah, Aamiin πŸ™‚

Balas
Erin Herlina 20 April 2020 - 02:43

Betul mba di luar sana banyak bayu-bayu yang tidak bisa bersekolah dan susah makan. Kalau pulang dinas dan lihat anak-anak kecil ngamen rasanya miris banget. Sedih melihat mereka. Semoga Allah memberi jalan terbaik untuk anak-anak yang malang. Amin
Semangat terus mba dalam mendidik anak-anak.

Balas
Irena Faisal 19 April 2020 - 15:08

Kisah bayu itu kisah nyata ka? Kalau kisah nyata, didaerah mana kalau boleh tau?

Balas
Nisya Rifiani 19 April 2020 - 10:22

Semangat ya, Bayu! Sampaikan salamku buat bayu. Insyaallah aku juga akan doa buat dia, ya mba… Insyaallah perbuatan baikmu juga allah yang balas…

Balas
Ranti 19 April 2020 - 09:54

Kalau liat kondisi orang yang seperti Bayu, suka bersyukur udah ada banyak lembaga infaq dan shadaqah yang kredibel semacam Dompet Dhuafa ini. Jadi energi sedihnya bisa tersalurkan lewat donasi.

Grafisnya bagus banget mbaa. Semoga artikelnya kepilih jadi juara ya πŸ™‚

Balas
denik 19 April 2020 - 09:53

Terharu membaca cerita tentang Bayu. Semoga semua segera berlalu. Dan bayu bisa mendapatkan kehangatan lagi.

Balas
Hermansyah 19 April 2020 - 03:11

Cerita yang sangat menyentuh, masih banyak Bayu Bayu yang lain di luar sana yang membutuhkan bantuan dan semoga dengan adanya dompet duafa ini banyak Bayu yang terbantu. Dan semoga masa sulit inipun segera berakhir..aamiin

Balas
Ella Fitria 19 April 2020 - 01:54

siaaapp, semoga Allah selalu melembutkan hati kita untuk berbagi ke sesama yaa

Balas
Ella Fitria 17 April 2020 - 03:15

Iya Mbak Lia. Kadang kl lg entry nilai anak2 cm nilai Bayu yg kosong karena nggak bisa laporan tugas. Huhu
Terima kasih doanya yaaa πŸ™‚

Balas
Ella Fitria 17 April 2020 - 03:15

Aamiin Mbak Salbiah. Semoga nggak ada Bayu2 yg kurang beruntung. Semoga jg kita selalu dilembutkan hatinya untuk terus berbagi kebaikan

Balas
Ella Fitria 17 April 2020 - 03:13

Siap mbak.. Semoga juga kita semua tetap semangat menghadapi kondisi seperti sekarang

Balas
Ella Fitria 17 April 2020 - 03:13

Iya mbak Yus.. Tp mau gmn lg kondisi lg kaya gini nggak memungkinkan kami buat belajar tatap muka. Karena rumah Bayu dan rumahku juga berjauhan. Huhu

Balas
Ella Fitria 17 April 2020 - 03:11

Iya mbak Rizqi. Insya allah besok kl kami masuk sekolah ku sampaikan salamnya yaa.. Aamiin semoga keadaan segera membaik πŸ™‚

Balas
1 3 4 5 6

Beri Komentar

%d blogger menyukai ini: