Website vs Marketplace, Mana yang Lebih Menguntungkan?

oleh - Juni 19, 2020

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?
Website VS Marketplace: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi? - Di era serba digital ini sebagian orang lebih memilih melakukan transaksi online terlepas dari adanya pandemi yang mengharuskan kita tetap di rumah aja. Segudang keuntungan belanja online kerap menjadi alasan konsumen memilih belanja online dibandingkan melakukan aktivitas belanja offline.

Menurut Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI) data Social Research dan Monitoring Social, Kadin, Kemkominfo, Accenture jumlah pengguna internet yang mencari informasi produk dan belanja online di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 77%. Sedangkan untuk jumlah transaksi pasar e-commerce di Indonesia tahun 2016 sebesar 25 milyar USD dan tahun 2020 sebesar 130 milyar USD. Merujuk data dari penelitian bertajuk The Opportunity of Indonesia yang digagas oleh TEMASEK dan Google, pertumbuhan e-commerce Indonesia akan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya penggunaan internet di Indonesia. Pada tahun 2015 terdapat 92 juta pengguna internet di Indonesia dan diprediksi pada tahun 2020 pengguna internet Indonesia akan meningkat menjadi 215 juta pengguna.

Maka, tidak heran jika saat ini banyak UMKM atau layanan penyedia jasa yang beralih ke dunia digital untuk memasarkan produk atau jasanya supaya semakin mudah dijangkau oleh konsumen. Memang sudah sepatutnya kita mengikuti perkembangan zaman dengan memaksimalkan sesuatu yang ada demi menunjang kemudahan hidup di masa depan. Teknologi menjadi salah satu cara terampuh dalam menjalani bisnis di masa kini. Sayangnya, aku telat menyadari bahwa The Power Of Digital sangat berpengaruh terhadap perjalanan usahaku. Sedari duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama aku sudah terbiasa berjualan perlengkapan sekolah dan kebutuhan sekolah yang banyak dicari oleh teman-temanku, rupanya jiwa bisnisku tumbuh dari keluarga besarku yang kebanyakan berprofesi sebagai pedagang. Hingga lulus kuliah aku masih menjalani usahaku dengan lancar dan tanpa hambatan. Ya, meskipun hambatan tetap ada namun aku masih bisa mengatasinya.

Aku ingat betul, saat itu pendapatan dari usahaku bisa menutup kebutuhan sehari-hari bahkan aku masih bisa menyisihkan uang untuk ditabung, namun memasuki akhir tahun 2017 omsetku menurun drastis, konsumen perlahan menghilang seolah tidak lagi tertarik dengan produk yang kutawarkan. Sampai pada akhirnya aku harus menerima kenyataan pahit karena harus gulung tikar! Iya, aku memutuskan menutup usahaku di tahun 2018. Sejak saat itu, aku mulai mencoba mempelajari dunia digital, perlahan memahami bahwa persaingan di dunia luar sangat ketat. Jika tidak memiliki inovasi dan mengikuti perkembangan zaman, percayalah usaha kita tidak akan berkembang.

Kasusku hampir sama dengan saudaraku yang berkecimpung di dunia bisnis penjualan karpet dan selimut bulu. Awalnya saudaraku ini hanya mengandalkan penjualan offline saja karena menganggap dengan berjualan offline omset yang didapatkan sudah jauh dari ekspektasi. Namun lambat laun akhirnya menyadari jika persaingan di luar sana sangat ketat. Beruntungnya, saudaraku memiliki strategi untuk menstabilkan omset seperti semula dengan cara berjualan online melalui akun Instagram hingga bergabung dengan sebuah marketplace. Tidak dipungkiri era industri 4.0 mengharuskan kita untuk merubah mindset dan gaya hidup demi masa depan yang lebih baik.

Berbicara strategi penjualan memang sangat kompleks, dimulai dari pemilihan media, promosi, hingga bagaimana membuat konsumen membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Aktivitas penjualan seringkali tidak terlepas dari sebuah Website dan Marketplace yang merupakan dua media berbeda namun memiliki tujuan yang sama dalam penjualan baik produk maupun jasa. Lantas, media apakah yang paling penting dimiliki oleh pebisnis? Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Sebelum mengambil keputusan, mari kita ulas kelebihan dan kekurangan media Website dan Marketplace.

Mengenal Website Store

Menurut Gregorius Website merupakan kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya saling terkait. Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman yang dinamakan homepage. Homepage berada pada posisi teratas, dengan halaman-halaman terkait berada di bawahnya. Biasanya setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain dalam web. (Gregorius, 2000:30)
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa website penjualan merupakan halaman yang berisi informasi produk atau jasa yang kita tawarkan kepada konsumen yang dapat diakses kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun. Selain berisi informasi lengkap mengenai produk atau jasa yang kita tawarkan, biasanya website juga menyediakan berbagai fitur kemudahan yang bisa dinikmati oleh konsumen dalam melakukan transaksi. Pun, biasanya website penjualan terintegrasi dengan laman blog untuk membantu konsumen menemukan produk atau jasa tersebut di mesin pencari.

Kelebihan Menggunakan Website Store

Setelah kita mengenal apa itu website penjualan, sekarang kita bahas mengenai kelebihan website sebagai sarana penjualan baik produk maupun jasa. Kira-kira apa saja nih kelebihannya?
Kelebihan Website Store

Meningkatkan Kepercayaan dengan Branding

Saat ini, lebih banyak konsumen memilih produk atau jasa yang sudah terjamin kualitas dan kuantitasnya, tidak heran jika sejak dulu brand-brand besar melakukan branding melalui media online karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk atau jasa dapat dilakukan dengan cara membangun branding melalui nama domain website dan juga dengan memaksimalkan email profesional supaya bisnis makin dikenal. Memiliki website yang user friendly serta memberikan kemudahan layanan bertransaksi merupakan hal yang sangat penting dalam membangun sebuah branding. Hal ini akan membuat kesan profesional dan mudah mendapat kepercayaan dari konsumen.

Terhindar dari Perang Harga

Yap! Kelebihan lain memiliki website penjualan adalah terhindar dari perang harga ketimbang dengan berjualan di sebuah marketplace. Bayangkan jika produk yang kita tawarkan di marketplace sangat diminati oleh konsumen, maka tidak menutup kemungkinan akan muncul kompetitor dengan menerapkan strategi perang harga. Kebanyakan penjual yang melakukan strategi perang harga hanya bergantung pada quantity, kompetitor lebih memilih mengambil untung sedikit namun produk yang terjual mencapai jumlah yang banyak.

Lebih Leluasa Mencantumkan Informasi

Jujur, aku pernah membuat akun di sebuah marketplace untuk berjualan barang-barang preloved skin careku, saat mengisi deskripsi produk dan menuliskan jika produk tersebut original karena aku membeli melalui website A namun anehnya produkku langsung tertolak di marketplace tersebut. Setelah ku cari alasan mengapa produkku tertolak ternyata aturan main di marketplace tidak diperbolehkan menyebutkan website A karena dianggap kompetitor. Berbeda ketika kita memiliki website penjualan sendiri, otomatis akan lebih leluasa untuk mencantumkan informasi produk dan informasi kontak seperti nomor WhatsApp, akun Instagram, Fans Page, Twitter, dll. Atau kita juga dapat menggunakan domain forwading ke media sosial karena kita memegang kendali penuh terhadap website kita.

Dapat Mengukur Performa

Dengan memiliki website penjualan, kita dapat mengukur performanya mulai dari insight serta engagement. Kita dapat menganalisis kapan waktu yang tepat untuk melakukan promosi, serta strategi apa yang harus diterapkan supaya konsumen tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan. Melalui website penjualan, kita juga dapat menentukan target pasarnya.

Kekurangan Menggunakan Website Store

Selain memiliki kelebihan, website penjualan juga memiliki kekurangan, lho. Yuk, kita bahas kekurangan dari website penjualan. Supaya kita dapat menentukan Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Biaya Pembuatan Website Lumayan Besar

Sebetulnya untuk biaya pembuatan website sangat beragam. Ada yang mahal, sedang, dan murah tergantung penyedia layanan jasanya. Selain karena harus membayar sewa hosting dan domain per tahun, membuat website juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan develop website. Namun, hal ini dapat disiasati dengan memilih jasa penyedia layanan pembuatan website yang murah namun berkualitas. *nanti aku bisikin jasa pembuat website murah dengan kualitas mewah. hihi

Harus Dimaintenance dan Diperbarui Secara Berkala

Sebuah website harus dimaintenance dan diperbarui secara berkala karena beberapa tools yang terkadang eror dan mengharuskan diupgrade. Selain itu, maintenance website bertujuan supaya performa website lebih optimal. Jika kita tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat meminta bantuan kepada layanan penyedia website.

Memahami Konsep Digital Marketing

Nah, menurutku poin ini sangat krusial dalam mengelola website supaya dapat mendatangkan trafik tinggi yang berujung terjadinya transaksi. Jika kita tidak memiliki content writer alangkah baiknya kita belajar konsep digital marketing. Hal ini dikarenakan transaksi secara online sangat ditentukan dari foto produk dan informasi produk yang menarik supaya dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan action (transaksi). Selain itu, pemilik website setidaknya paham dengan strategi e-commerce, SEO, dan UI/UX Design.

Mengenal Marketplace

Marketplace merupakan media online berbasis internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara pembeli dan penjual. Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan bagi supplier/penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk/jasa mereka. (Opiida, 2014)
Saat ini di Indonesia terdapat puluhan marketplace ternama yang menawarkan berbagai keuntungan dalam proses penjualan. Marketplace ini sejenis pasar online yang terdapat penjual dan pembeli, singkatnya marketplace sebagai tempat serta penengah dalam aktivitas jual beli.

Kelebihan Menggunakan Marketplace

Setelah membahas kelebihan website store, sekarang kita bahas kelebihan menggunakan marketplace dalam penjualan. Nah berikut ini beberapa keuntungan yang dapat dirasakan sebagai seller ketika bergabung di sebuah marketplace:
Kelebihan Marketplace

Mendapatkan Trafik Organik Secara Gratis

Kebanyakan marketplace saat ini merupakan situs yang sangat bangus karena didukung dengan SERP, SEO yang mumpuni dan tampilan user friendly, sehingga dapat membantu konsumen dalam menemukan produk yang kita jual bahkan mendominasi situs pencarian di google tanpa harus memikirkan teknik SERP dan SEO.

Marketplace Ads yang Menguntungkan

Saat ini, di beberapa marketplace memiliki fitur pemasangan iklan dengan biaya yang lebih terjangkau. Tujuan pemasangan iklan di marketplace dapat membantu memudahkan produk kita ditemukan oleh konsumen sehingga ada kemungkinan mendatangkan trafik tinggi dan terjadi action (transaksi).

Biaya Lebih Hemat

Biaya membangun toko di marketplace jauh berbeda dengan biaya yang harus dikeluarkan jika membangun toko fisik/offline, pun berbeda dengan membangun toko online melalui website store. Menurutku marketplace ini sangat cocok digunakan sebagai tempat berjualan bagi pebisnis dengan modal kecil. Bahkan dibeberapa marketplace untuk membuat toko tidak dipungut biaya apapun.

Kekurangan Menggunakan Marketplace

Selain memiliki kelebihan, marketplace juga memiliki kekurangan. Kira-kira apa saja kekurangannya? Sudahkah memiliki jawaban Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Terjadi Perang Harga

Sudah kita ketahui bahwa marketplace merupakan tempat atau pasar yang terdiri dari ribuan kompetitor, maka tidak heran jika di sebuah marketplace sering terjadi perang harga antar seller karena ketatnya persaingan untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

Harus Memiliki Reputasi yang Bagus

Siapa yang pernah menjadi konsumen di sebuah marketplace? Pasti paham bagaimana menjadi konsumen cerdas supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, ya. Nah, biasanya sebelum membeli produk di sebuah marketplace konsumen akan cenderung memilih toko dengan reputasi yang baik, seperti penilaian (star) dan ulasan (testimoni) konsumen yang sudah pernah membeli produk tersebut. Sedangkan toko yang belum memiliki reputasi cenderung akan selalu sepi jika pemilik toko tidak menerapkan strategi marketing yang bagus untuk mendongkrak penjualan.

Sulit Follow-up Konsumen

Sebetulnya ada berbagai cara digital marketing yang mestinya dipelajari oleh para seller, salah satu media yang paling mudah dilakukan untuk menjangkau konsumen salah satunya dengan promosi online, seperti mengirim newsletter atau promosi via email kepada konsumen baik yang pernah membeli produk kita ataupun yang belum pernah membelinya. Dengan followup ini diharapkan akan muncul konsumen yang loyal terhadap produk yang kita tawarkan, namun jika di sebuah marketplace kita akan mengalami kesulitan followup konsumen karena hal demikian menjadi kewenangan pihak marketplace.

Selain itu, di marketplace bisa dibilang cukup sulit untuk mendapat loyalitas konsumen yang akan selalu membeli produk di toko kita. Konsumen cenderung berpindah-pindah dari satu toko ke toko lain untuk membandingkan harga, ketersediaan barang, atau pun kualitas barang.

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Nah dari pemaparan di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa kedua media tersebut memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Menurutku, jika kebutuhan pebisnis adalah membangun sebuah brand, maka lebih tepat menggunakan website untuk membangun branding. Namun, jika pebisnis memiliki modal yang sedikit alangkah baiknya membuka toko di marketplace. Lalu pertanyaannya, dari kedua media tersebut manakah yang lebih menguntungkan? Kalau menurutku, akan lebih menguntungkan jika menggunakan keduanya secara bersama-sama. Website, iya! Marketplace juga, iya! Sinergi kedua media ini akan sangat menguntungkan. Nah berikut contoh kolaborasi antara website dan marketplace:

Menggunakan Website Store Sebagai Landing Page dan Listing Product

Salah satu contoh sinergi antara website store dan marketplace yaitu menggunakan website store sebagai landing page dan listing product yang kita miliki. Di website store, kita dapat menampilkan beberapa produk disertai penjelasan lengkap seperti foto atau video pendukung tanpa batasan dan tampilan produk yang bisa dipoles sedemikian rupa untuk menarik konsumen melakukan action (transaksi). Tidak seperti pada etalase dan listing product di sebuah marketplace yang cenderung monoton dan terbatas.
Contoh Penggunaan Website Store Sebagai Landing Page Product
Nah untuk mengatasi keterbatasan marketplace, kita dapat menggunakan website sebagai landing page pengenalan produk, kemudian ketika konsumen menekan tombol order di website tersebut dapat diarahkan menuju link produk di marketplace.

Berikut contoh landing page product yang aku buat:
https://link.ellafitria.com/one-step-original-clear-pad/

Menggunakan Website Sebagai Branding dan Pengenalan Usaha

Selain dapat digunakan untuk landing page dan listing product, website juga dapat digunakan untuk media branding dan pengenalan usaha kita. Di website, kita dapat memasukkan informasi usaha kita seperti profil usaha, ulasan lengkap dari konsumen, atau pun deskripsi proses produksi produk dan lain-lain.

Penggunaan website sebagai branding tentu dapat menambah kepercayaan konsumen terhadap produk yang kita tawarkan. Selain itu, website juga dapat menjadi pelengkap dalam menyediakan informasi yang tidak ada atau tidak dapat ditampilkan di sebuah marketplace.

Penggunaan Link Domain Sebagai Pemendek Link Produk di Marketplace

Kolaborasi berikutnya dari website store dan marketplace yaitu menggunakan link domain dari website store sebagai link shortener (pemendek link) produk-produk di sebuah marketplace. Misalnya link produk di marketplace https://marketplace.com/ellastore/handsfree-hf-xiaomi-mi-piston-gen-3-earphone-headset-headphone/ bisa kita pendekkan menjadi https://www.ellastore.com/mi-piston-3/ yang bisa langsung mengarah ke halaman produk marketplace ketika link tersebut di klik.

Ilustrasi Penggunaan Link Shortener / Forwarder
Nah berikut ini contoh real penggunaan link shortener milikku:
https://link.ellafitria.com/go/cosrx/
https://link.ellafitria.com/go/snail/
https://link.ellafitria.com/go/aha/

Penggunaan link shortener ini tentu akan mempermudah kita ketika ingin membagikan link produk ke berbagai akun media sosial. Selain itu, link shortener ini juga dapat menjadi media branding usaha atau merk karena konsumen akan terfokus dengan nama domain website kita.

Berkaca terhadap brand-brand besar yang juga memiliki website sekaligus marketplace dalam satu waktu demi memaksimalkan proses penjualan, pun menurutku, tidak ada salahnya jika menggunakan dua media sekaligus asalkan dapat meminimalisir resiko yang dialami. Nah, buat kalian yang ingin membuat website store namun bingung memilih layanan jasa pembuatan website, dapat menyimak referensi berikut ini:

Rumahweb Penyedia Hosting dan Jasa Pembuatan Website

Berbicara soal penyedia layanan jasa pembuatan website memang banyak sekali, apalagi di era digital saat ini. Penyedia layanan jasa kian menjamur, persaingan ketat antar penyedia dan berbagai promo menarik turut digencarkan untuk menarik konsumen. Maka, kita harus jeli dalam memilih layanan penyedia pembuatan website yang terpercaya supaya tidak kecewa. Rumahweb salah satu layanan penyedia jasa pembuatan website yang berdiri pada tahun 2002 di Yogyakarta dan juga merupakan salah satu perusahaan hosting terbesar di Indonesia yang melayani lebih dari 14.000 domain pelanggan dan memiliki lebih dari 30 server.

Nah untuk kalian yang ingin membuat website tentu membutuhkan beberapa hal seperti hosting, domain, dan jasa pembuatan website. Selain tersedia beragam pilihan paket hosting murah, di Rumahweb juga menyediakan layanan jasa pembuatan web, layanan website builder, RankingCoach, email profesional, auto installer app dan lain-lain yang tentunya sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan website.

Oh iya untuk pembuatan website store di Rumahweb terbilang cukup mudah, berikut ini ada beberapa opsi yang aku rekomendasikan untuk pembuatan website di Rumahweb:

Menggunakan Layanan Jasa Pembuatan Website

Layanan ini sangat direkomendasikan jika kalian ingin membuat website tanpa repot dan ribet, karena kalian cukup mengirimkan materi atau bahan untuk pembuatan website, maka tim Rumahweb akan membuatkannya dalam waktu 48 jam loh. Kalaupun kalian belum memiliki materi atau bahan untuk website yang akan kalian buat, pihak Rumahweb juga menyediakan layanan pembuatan konten. Jadi, kalian tinggal request dan menyampaikan website seperti apa yang kalian mau. Duh, memudahkan banget, ya? Apalagi layanan jasa pembuatan website Rumahweb juga terdapat fitur seperti SEO friendly, website yang dioptimalkan untuk mobile, maintenance yang mudah, keamanan SSL, pembuatan logo branding, edit gambar, akun email profesional, serta fitur-fitur pendukung lainnya.

Fyi, di Rumahweb terdapat 3 paket layanan jasa pembuatan website yang bisa kalian pilih mulai dari Basic dengan harga Rp.49.000 / bulan, paket pro dengan harga Rp.99.000 / bulan, dan paket Business dengan harga Rp.149.000 / bulan. Detail lengkap bisa dilihat di gambar bawah ini:
Paket Harga dan Spesifikasi Layanan Jasa Pembuatan Website

Menggunakan Layanan Website Builder

Bagi kalian yang ingin membuat website sendiri dengan mudah, kalian bisa mencoba fitur website builder dari Rumahweb. Tersedia 2 pilihan website builder yaitu Weebly dan Rumahweb Sitebuilder khusus untuk pengguna hosting yang membeli paket hosting mulai dari paket Profesional.

Penggunaan website builder terbilang sangat mudah meski bagi pemula sekalipun karena menggunakan drag and drop tools, kita tidak perlu pusing memikirkan koding. Selain itu, tersedia berbagai pilihan template profesional dan tentunya layanan support Rumahweb 24x7 untuk konsultasi penggunaan website builder atau ketika kita mengalami kendala.
Website Builder Weebly menyediakan fitur dan template e-commerce
Sedangkan untuk pembuatan website store sendiri, website builder Weebly menyediakan fitur e-commerce yang mendukung fitur jual beli lengkap terintegrasi mulai dari sistem keamanan pembayaran, inventaris produk, filter produk, dan lain-lain.

Menggunakan Auto Installer Softaculous

Auto Installer Softaculous diperuntukkan untuk user yang telah memiliki hosting dan akses cPanel di Rumahweb. Auto Installer Softaculous ini memungkinkan pengguna menginstall aplikasi dan skrip di website dengan mudah. Pengguna bisa install aplikasi website store dengan beberapa klik saja tanpa harus mengatur database MySQL yang ribet.

Tampilan Softaculous di cPanel Rumahweb
Di Rumahweb tersedia beberapa pilihan aplikasi lengkap yang bisa dipasang sesuai kebutuhan. Jika kalian ingin membuat website store, kalian bisa memasang AbanteCart, PrestaShop, atau pun Wordpress yang diintegrasikan dengan plugin WooCommerce.

Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai Website vs Marketplace, semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi yang ingin terjun atau sudah memiliki usaha di bidang penjualan. Karena sekali lagi menurutku, Website ataupun Marketplace memiliki tujuan yang sama dalam penjualan, hanya saja jika mengandalkan keduanya dalam satu waktu sekaligus, proses penjualan akan lebih maksimal. Pun sekarang tidak perlu bingung untuk membangun sebuah website yang powerfull karena ada layanan jasa pembuatan website seperti Rumahweb. Btw, kalau menurut kalian dari kedua media ini manakah yang paling menguntungkan? Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?



Referensi:
https://materibelajar.co.id/pengertian-website-menurut-para-ahli/#Gregorius_(2000_30)
https://eprosiding.std-bali.ac.id/index.php/senada/article/download/171/162/#:~:text=Menurut%20Opiida%20(2014)%2C%20e,dengan%20model%20penjualan%20e%2Dbusiness
https://www.researchgate.net/publication/328124861_PERILAKU_BELANJA_ONLINE_DI_INDONESIA_STUDI_KASUS

Mungkin Kamu Suka

75komentar

  1. kadang pakai keduanya juga bisa mbak tergantung peruntukannya juga
    cuma kalau jasa lebih prefer ke websitenya kalau barang lebih ke marketplace
    memang marketplace sekarang lebih booming karena kemudahannya dalam bertransaksi

    kalau bimbel saya pakai website bener sekalian branding
    masih ada anggapan orang kalau lihat werbsite lebih terjamin
    meski enggak sepenuhnya demikian

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat bgt mas Ikrom, eh btw punya bimbel tah? wah mau nanya2 ah, kebetulan lg merintis bimbel juga, iseng2 tp malah ketagihan dan nyaman. xixixi

      Hapus
  2. Bingung juga pilih yang mana, apakah website store ataukah marketplace, semua ada kelebihan dan kekurangan masing masing. Tapi memang marketplace lebih bagus menurutku bagi yang tidak bisa mengoperasikan website store.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl menurutku sih pke dua2nya mas Agus, hihi
      sinergi keduanya jos bgt asal paham dan memang serius menjalani bisnis, ehehe

      Hapus
  3. Pernah iseng ngecek harga untuk bangun website, dih mahal bangetlah haha Oiya untuk marketplace sepertinya boleh juga tuh kalo pengen simpelnya. Kalo kedua-duanya juga boleh, malah bagus 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, tp makin kesini makin banyak penyedia layanan pembuatan website dg harga murce, kaya Rumahweb ini. ehehehe

      Hapus
  4. Yang jelas kalau kita pakai website sendiri, promosinya harus lebih kencang. Instagram dan Twitter harus dimaintain. Kalau di Marketplace, pembeli "nyasar" yang datang, jumlahnya kadang lumayan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat bgt mbak Dyah, the power of medsos yak. hhh
      pernah beberapa kali ada pembeli nyasar juga karena liat postingan di ig, xixi

      Hapus
  5. refrensi belajar marketing

    BalasHapus
  6. Sepertinya lebih bagus di sinergikan antara website dan marketplace dengan disinergikan kelebihan yang dimiliki keduanya bisa untuk menutup kekurangan yang dimiliki keduanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat Kak El, keduanya punya power yang sangat ciamik tinggal konsisten dan serius mengurus bisnisnya :D

      Hapus
  7. Zaman sekarang dunia digital perkembanganny sngat pesat termasuk urusna marketing
    Aku sih pakai keduany MB
    D marketplace kita tinggal pakai ibaratny tnapa harus pusing2 merintis dr awal
    Sedangkan website pribadi,seperti yg MB katakan untuk membangun branding, dan buatku website lebih bisa berekspresi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah bunda Taka ternyata udh pke sinergi antara website dan marketplace, keren nih ah. semoga lancar2 trs usahanya ya mbak :)

      Hapus
  8. banyak sekarang yang pedagang membuat website store sendiri
    lalu tetap memasang produknnya di marketplace pilihan mereka
    sepertinya ini efektif ya
    tp gk tau kalau dalam dunia marketing bagusnya seperti apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Putri, bener bgt sinergi keduanya akan memperkuat bisnis kita. Asalkan talten, serius, dan selalu melihat peluang. :D

      Hapus
  9. terima kasih kakak untuk sharingnya, dengan komparasi ini saya jadi bisa ngebedain masing-masing keuntungan dengan menggunakan web dna marketplace. kebetulan niy saya lagi merintis usaha fashion bareng adek, ini jadi insight yang sangat bagus dan bermanfaat buat saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow doaku semoga mbak Mei usahanya lancar2 yaa, keren nih kl punya niat mau pakai web dan marketplace bersamaan, tinggal disinergikan juga dg akun medsos ya mbak, hhh

      Hapus
  10. Waaah, terima kasih ilmunya. Menarik sekali, nih jadi tau plus minusnya. kalau aku sih posisinya buyer, dan lebih sering belanja di marketplace, hihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, sama mbak. tp nggak jarang juga belanja di web store karena kadang diskonnya juga gede :D

      Hapus
  11. sebenarnya kalau menurut saya mana yang lebih ditekuni aja, tapi kalau memilih diantara keduanya, saya lebih cenderung website sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat mas Ibrahim, segala sesuatu memang kudu ditekuni.. mantap nih memang pengabdi website store banyak juga ya, hihi

      Hapus
  12. hai mbak! apa khabar? waduhhhh lama sungguh saya tak mampir ke sini. mbak sihat ke tu? harap2 begitulah. maaflah sudah lama saya tak bertanya khabar dan hari ini baru dapat semangat dan momentum untuk kembali berblog. jika berkelapangan, sudi sudilah mampir ke blog saya ya! kita bertegur sapa seperti dulu ;-) see ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mbak Anies, alhamdulillah kabar baik. mbak Anies sehat kah di sana? stay safe selalu yaaaa

      Hapus
  13. Wahh, aku pribadi prefer website sih mba, hahha. Secara, aku tipe orang yang kalau mau beli produk mesti kepo banget sedetail-detailnya terkait informasi produknya. Kalau di marketplace, rasa-rasanya kok khawatir kecele ya sama produk yg ingin dibeli nantinya. Dan, pas baca ini jadi makin jelas perihal website ini. Menarik deh, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak Ludyah, apalagi kl brand yang belum booming bgt yaa, kudu bgt jd konsumen cerdas biar nggak kecele, xixi

      Hapus
  14. aku pilih sinergi juga.. dengan marketplace, lebih memudahkan mencari calon konsumen, dengan landing page, akan semakin memperkuat pilihan konsumen kepada produk kita.. :)

    -traveler paruh waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. tos dulu mas Bara :)
      bener bgt, dua media ini kl udah bersinergi rasanya jualan makin powerfull ya, tinggal atur strategi dan ditekuni :D

      Hapus
  15. Klo mau mudahnya sih Marketplace Mbak, klo gunakan website pribadi biasa lama, promosinya kudu kenceng sampe kringet dromos dulu lah huhu

    Wah Mbak e uda jualan di shopee ye moga laris manis ye :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mas Arif, tp kl emg mau membangun branding dr awal kudu bgt punya website supaya konsumen makin yakin dan melirik prosuk2 kita. hihi
      iya jualan di marketplace karena sayang sm skin care preloved drpd dibuang kan, dasar ekonomis bgt otakku :D

      Hapus
  16. Yang paling oke memang pakai dua-duanya, Mbak El. Jadi website buat banding dan informasi produk secara lengkap, jualannya melalui marketplace. Tapi kelemahannya biayanya lumayan berat. Apalagi kalau buat yang kudetnya macam aku, gak bisa maintenance sendiri. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat mbak Roem, kl pakai keduanya bakal lebih optimal. Tinggal kuat2in budget dan upgrade ilmu terus biar produk2 kita makin laris, xixixi
      samalah, akupun kudet. masih tahap belajar yg ringan2 kadang udah mumet juga, hhh

      Hapus
  17. inspiring banget rika ... ya semoga kedua duanya bisa berjalan dengan mulus

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahha suwun yaaa, rika mesti lewih inspiring kie.. Iyap, kl pakai kedua media tersebut tinggal ditelateni dan ditekuni trs jgn lupa upgarde skill trs, hhh

      Hapus
  18. 22 nya punya kelebihan dan kekurangan ya, jadi bingung mau pilih yang mna

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan bingung2, wkwkwk
      pilih aku atau dia mbak? ahahaha
      kl aku sih maunya dua2nya, dasar kemaruk! xixixi

      Hapus
  19. Bingung sih keduanya sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Tapi untuk pemula munkin bisa dimulai dengan marketplace yah?? karena kan branding sudah ada. Penggunaan juga mudah. Konsumen lebih tertarget dan jelas. Kalau dari Website dlu, tantanggannya adalah balik lagi ke personal branding ttg website produk-produk kita.

    Atau saya setuju buat keduanya sebagai sinergi. Jualannya di marketplace, Penjelasan detail ada di website. Jadi konsumen bisa yakin kalau kita itu professional...

    Semangat mba jualannya.. :D kita sama-sama penjual, menghadapi rintangan yang ada. Yang penting jangan menyerah.. Iya kannn??? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah Mas Bay jualan apa nih? di mana? jd kepo siapa tahu ku butuh produk jualanmu mas, hhh
      iya kl pke keduanya mancap bgt yaa, branding dapat, target konsumen makin luas.

      Hapus
  20. Kalau di hadapkan sama dua pilihan begitu jadi bingung sih, tapi ya semua tergantung sama kebutuhan.

    Rajin mandi atau malas mandi.... itu juga pilihan... masing-masing ada keuntungan.

    Kalau rajin mandi badan jadi bersih dan wangi. Kalau males mandi ya... beneran, sabun, odol sama sampoo jadi utuh. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul betul betul mas Andi. Sesuai kebutuhan aja, tp kalau bisa manage dua2nya kenapa tidak? ya kan? ya dong. wkwkwk
      gimana kabar keluarga di sana? Sehat2 semoga ya, trs semoga Mas Andi juga rajin mandi biar sabun, odol, dan shampoo nggak utuh trus, xixixi

      Hapus
  21. detail banget ulasannya, sangat bermanfaat. artikel yang wajib dibaca pegiat usaha onlen.

    Adik saya sejauh ini masih memilih lapak lewat marketplace sih, karena doi kurang tahu banyak ilmu website, dan mungkin karena praktis sudah ada sistemnya dan nggak perlu maintenance dan gratis (kecuali memang perlu buka iklan berbayar)..

    tapi bener kata njenengan, minusnya, banting2an harganya wkwk

    Tapi memang jaman sekarang, terutama pegiat usaha online, skil2 membuat website sendiri, ilmu digital marketing, ilmu meningkatkan trafik toko, juga ketrampilan menurut saya WAJIB BANGET dimiliki kalau ingin lapak kita naik. Membangun branding memang susah dan butuh waktu, tapi hal2 besar memang dimulai dari hal2 yang kecil sih.

    Inspiring!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mas Jusuf :)
      sepakat sih memang harusnya pegiat usaha online kudu selalu upgrade ilmu digital marketing dan sejenisnya supaya usahanya makin optimal. pun hal2 teknis website yang sifatnya ringan kudu banget dipahami pelan2 :)

      Hapus
  22. Lengkap banget, Mbak El. Juara dirimu :)

    BTW sy juga beli domain di rumahweb. Udah dr awal punya blog. Puas sama pelayanan rumahweb. Harganya juga bersaing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak Muyass, doanya terkabul, hihihi
      iya kemarin q buat blog baru di rumahweb ternyata cepat sekali pelayanannya :)

      Hapus
  23. Wah, kalau baca tulisan mba Ella, pikiran saya langsung jernih. Hihihi.
    Seperti tulisan yang ini. Sebagai mantan pemain onlineshop, dua dua nya bagus untuk di sinergikan. Tapi harus kuat lahir batin untuk mengoptimalkan ya. Termasuk harus pilih penyedia jasa yang terpercaya supaya urusan per online an nya lancar jaya. Rumahweb udah andalan banged nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahah bisa aja nih :)
      bener bgt harus kuat lahir batin biar istikomah buat ngelola keduanya :D

      Hapus
  24. Muantap, top emang mbaknya hehe.
    Hmmmm.. di Rumahweb bisa beli domain aja ndak ya? Maklum, saya masih newbie hehehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahha, masih belajar kakak..
      kalau mau beli domain doang di rumahweb bisa banget kok mas, prosesnya cepat juga. kemarin baru aja aktivasi domain baru :D

      Hapus
  25. Kalo udah ada jasa pembuatan website dalam suatu layanan jasa jadi lebih mudah dan enak aja, kita jadi bisa fokus menjalankan bisnis dan tidak perlu lagi mengurusi hal hal yang tidak terllau kita kuasai disana.. Aplaagi kalau misal memiliki laynan jasa hosting yang hebat seperti rumahweb..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sepakat bgt mas, yg penting emg fokus menjalankan usaha. kl bisa sih develop sendiri, tapi kl memang nggak bisa ada Rumahweb yang siap memabntu bikin webstore :D

      Hapus
  26. Dari dulu pengen banget jualan dan promosiin di website maupun marketplace. Sayangnya, sampai sekarang saya masih bingung mau jualan apa. Namun, setidaknya, saya udah punya gambaran akan kelebihan maupun kekurangan kedua tempat tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mbak semangat, dimulai aja dlu. blm terlambat kok, eh udah kaya motivator blm nih, wkwkwk
      iya asalkan dipertimbangkan secara matang kl memang mau pakai keduanya ya :D

      Hapus
  27. Di era digitalisasi kita memang harus pandai dalam memanfaatkan teknologi. Khususnya untuk berjualan. Terutama di tengah pandemi seperti ini, jualan bisa jalan dengan berjualan online. Bisa dengan membuka e-commerce sendiri atau gabung dengan penyedia seperti tokopedua, shopee, dan lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap mbak Erin, pintar2 kita untuk melihat peluang dan eksekusi ide yaa.. pun tinggal pilih mau pakai website atau marketplace, atau malah mau pakai keduanya, asalkan konsisten dan fokus :)

      Hapus
  28. Digital marketing zaman sekarang benar-benar gilak ya Mbak. Kadang aku tuh sampai nggan nututi ilmunya. Makannya sampai sekarang masih pending dulu lah kalau mau bisnis. Baca ini sedikit membuka wawasan, kalau emang mau buka bisnis harus benar-benar disiapkan matang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, tp seru lho kl coba belajar digital marketing, hihi
      yg pasti kl mau menentukan media yg digunakan dalam penjualan kudu dipertimbangkan matang2, antara kelebihan dan kekurangan :)

      Hapus
  29. 2 pilihan ini bisa jadi rekomendasi untuk yang ingin fokus dengan bisnis online. Agar nggak galau lagi dalam hal teknik pemasarannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups mbak Fenni, tinggal pilih mau yg mana, asal konsisten dan bener2 dijalani :D

      Hapus
  30. ah, jadi bertambah wawasanku mengenai branding.. makasi mba ella

    keduanya memang patut dipertimbangkan yak mba, tapi balik lagi ke kebutuhan dan budget masing-masing ga sih? aku setuju yang kalau website dan marketplace dikolaborasikan, asalkan memang mampu dan hasilnya bakal lebih maksimal sepertinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbal Zalfaa, disesuaikan dengan kebutuhan dan budget kita ya, kl mau pakai salah satunya juga nggak masalah, atau mau pakai keduanya makin optimal :D

      Hapus
  31. dulu sempat ama suami punya ide pengen bikin toko online. Antara mo buat website khusus buat jualan produk atau marketplace. karena ragu-ragu, malah sampai sekarang belum dilakukan. makasih mbak sharingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk eksekusi mbak, pelan2 dlu, dimulai dr sekarang blm terlambat kok, hihi

      Hapus
  32. 49k per bulan sebenarnya terjangkau ya apalagi kalau usahanya sudah maju. thanks for sharing mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, apalagi kl bisnisnya udah gede, murce banget lah itu

      Hapus
  33. Menurutku, keduanya bisa jadi sinergi banget sih. Karna kalau cuma salah satu ya kurang sih. Kalau punya website, sosial media bisa ngebantu buat ngeboost webnya. Jadi, penjualan bisa meningkat.

    Tapiiii masalahnya maintain semua itu tidak mudah. Aku ngerasain banget ini. Jualan di satu platform aja udah bikin pusing. Apalagi banyak. Rasanya beneran pingin membelah diri. Wkwkwk.

    Lha kok akubjadi curhat. 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap sepakat, pokokny balik ke masing2 orang, kl kiranya mampu handle dan mampu buat maintaince cus pakai keduanya, tp kl modal kecil dan blm mampu buat manage sendiri pelan2 dlu mbak, pakai salah satu dlu nggak masalah :)

      Hapus
  34. Sepertinya dua duanya oke mbak. Saling melengkapi. Official toko di marketplace bisa ditampilkan secara singkat, kemudian lebih lengkapnya bisa langsung ke websitenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepkat mbaak, dua2nya kl disinergikan mantap banget

      Hapus
  35. Kalau menurut saya, mending punya keduanya.
    Website store buat mengembangkan nama brand, sementara marketplace buat meluaskan target market :)
    Meskipun ke depannya sebaiknya diarahkan ke website store nya aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat mbak Rey, kl pakai keduanya memang mantap bangeeeet. apalagi kl udah paham seluk beluk website dan marketplace, hhh

      Hapus
  36. Mending pakai dua-duanya ya. Agar penghasilannya dua kali lipat 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat mbak Yeti.. Asal tahu risiko yg bakal dihadapi :D

      Hapus
  37. 2 2 ada kelebihannya.. yang penting kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin

    BalasHapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti