#IniUntukKIta - UMKM: Penggerak Ekonomi di Daerah Terpencil

oleh - Agustus 29, 2020

Ilustrasi UMKM Memberdayakan Petani Singkong

Berkali-kali aku mengutarakan bahwa tinggal di sebuah desa yang jaraknya berpuluh kilometer dari pusat kota nggak akan membuat orang berhenti berkarya. Sama seperti Mas Riza dan Mbak Tami yang menyelamatkan nasib petani singkong di Kabupaten Banjarnegara. Bermula saat Mas Riza menjadi relawan bencana alam tanah longsor di salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara, kebetulan ada petani singkong yang mengeluhkan harga singkong sembari meneteskan air mata. Hamparan lahan kebun yang ditanami singkong terpaksa dibiarkan begitu saja karena harga singkong hanya Rp. 200/kg. Kalaupun tetap dipanen, nggak akan cukup untuk membayar ongkos panen. Boro-boro ongkos panen, balik modal saja tidak.  

Tepung Mocaf Lahir dari Penggerak Petani Singkong di Banjarnegara

Ya, Kabupaten Banjarnegara memang memiliki bentangan kebun yang begitu luas, berbagai tanaman dapat tumbuh di tanah kami. Sayangnya nggak semua hasil alam yang didapatkan mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi jika perkebunan hanya ditanami oleh umbi-umbian seperti singkong. Menurut data BPS 2018, Indonesia merupakan penghasil singkong terbesar setelah negara Brazil, namun pendapatan petani singkong masih jauh di bawah rata-rata. Miris memang, karena Indonesia juga merupakan pengimpor terigu terbesar.

Mas Riza dan Istri sebagai Owner Rumah Mocaf

Mas Riza pun mencoba berkonsultasi dengan para teknologi pangan, pakar singkong, dan dengan praktisi serta akademisi. Setelah mendapat berbagai masukan dan dukungan, akhirnya Mas Riza mengolah singkong menjadi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan branding Rumah Mocaf. Saat ini tercatat sekitar 95 hektar lahan yang ditanami singkong serta sebanyak 451 warga sudah tergabung dalam Rumah Mocaf. Selain itu, Rumah Mocaf juga membuka pelatihan pembuatan tepung mocaf di Kabupaten Banyumas. Harga singkong yang dulunya hanya Rp. 200/kg, kini setelah adanya Rumah Mocaf harga singkong mencapai Rp.1.500/kg.

UMKM sebagai Penggerak di Sektor Ekonomi

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah unit usaha produktif yang mandiri serta berdiri sendiri yang dijalankan oleh perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Barangkali kita bisa flashback untuk mengingat kembali kekuatan sektor UMKM saat terjadinya krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1997-1998-an.

Klasifikasi UMKM Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 1997-1998 menunjukkan bahwa sektor UMKM mampu bertahan terhadap krisis ekonomi Indonesia, terbukti tahun 1997 penyerapan tertinggi tenaga kerja oleh pengusaha kecil mencapai 57,40 juta jiwa (87,62%), lalu meningkat pada tahun 1998 yang mencapai 57,34 juta jiwa (88,66%). Selain itu, meski krisis moneter terjadi dengan inflasi 88%, defisit 13% dan cadangan devisa kurang lebih USD 17 miliar, namun sektor UMKM tetap berjalan dengan baik. 

UMKM Rumah Mocaf yang Memberdayakan Masyarakat Setempat

Sama halnya dengan Rumah Mocaf ini, selain mengangkat nilai jual singkong yang selama ini dipandang sebelah mata, adanya Rumah Mocaf juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Dengan mengusung konsep sociopreneur, Rumah Mocaf membagi 3 klaster yang nggak bisa terpisahkan antara satu sama lain, yakni: 

  1. Petani singkong yang dibekali dengan literasi finansial (supaya memahami cost & income),
  2. Ibu-ibu rumah tangga yang diberdayakan sebagai pengrajin mocaf (membuat produk turunan dari tepung mocaf),
  3. Serta anak-anak muda yang mendampingi proses di Rumah Mocaf (packaging, quality control, marketing, dll). 

UMKM Berdikari

UMKM Berdikari (Berdiri di Kaki Sendiri) memang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam tanpa merusak keseimbangan dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjadi sumber pendapatan nasional.

Wujud Optimisme Indonesia semakin Maju dengan Lahirnya UMKM Berdikari 

Seperti yang sudah aku bahas di atas bahwa UMKM sangat berperan di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor ekonomi. Meski saat ini kita sedang digempur oleh pandemi Covid-19 yang berdampak di berbagai sektor, namun kita masih tetap bisa optimis sejalan dengan tumbuhnya UMKM baru yang bermunculan. Nah berikut ini kita akan membahas sejauh mana UMKM berpengaruh untuk Indonesia makin maju. 

Peran UMKM Berdikari

Sebagai Pelaku Utama dalam Kegiatan Ekonomi

UMKM merupakan pelaku utama dalam kegiatan ekonomi karena berawal dari sektor rumahan dan bersifat kecil. Namun, meski dimulai dari lingkup yang kecil, banyak UMKM yang sukses dan mampu berperan dalam menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. 

Penyedia Lapangan Pekerjaan

Seperti perjalanan Rumah Mocaf yang saat ini bisa menggandeng sekitar 451 warga untuk berperan dalam produksi tepung mocaf dan menghasilkan produk turunan dari tepung mocaf. Barangkali Rumah Mocaf ini merupakan contoh kecil peran UMKM yang menyediakan lapangan pekerjaan di Kabupaten Banjarnegara. 

Mengembangkan Perekonomian Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat

Seringkali UMKM dianggap angin segar oleh masyarakat sekitar karena melahirkan berbagai produk yang memiliki nilai jual. Inovasi UMKM dalam menjalankan usahanya memang patut diacungi jempol, seperti Rumah Mocaf yang rata-rata mampu memproduksi 7 ton tepung mocaf dalam kurung waktu satu bulan. Sedangkan kebutuhan singkong untuk membuat tepung mocaf mencapai 21 ton yang dipenuhi dari para petani singkong di Banjarnegara.

Menciptakan Pasar Baru dan Sumber Inovasi

Dengan adanya aktivitas UMKM di suatu daerah bisa dipastikan akan menciptakan pasar baru. Perkembangan teknologi yang semakin mumpuni, memudahkan pemasaran sebuah produk yang dapat dijangkau oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Bahkan bisa menembus pasar Internasional sekalipun. Seperti pemasaran tepung mocaf yang sudah sampai ke berbagai daerah, maka nggak menutup kemungkinan tepung mocaf ini akan melebarkan sayapnya dalam untuk memasarkan produk ke negara tetangga seperti; Malaysia, Singapura, dan beberapa negara di Eropa.

Rumah Mocaf juga terus berinovasi menghasilkan produk turunan dari tepung mocaf, tercatat sudah ada 45 produk turunan dari tepung mocaf, seperti; pie mocaf, kue mocaf, fried chicken, hingga mie instan mocaf. 

Creative Financing untuk Pengembangan UMKM lebih Maju

Ilustrasi Creative Financing

Konsep Creative Financing jika diterapkan oleh UMKM akan membawa dampak optimise pembangunan Indonesia Maju karena UMKM akan lebih mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan. Sama halnya konsep yang digunakan oleh Mas Riza sebagai pendiri Rumah Mocaf yang mengimplementasikan konsep sociopreneur (wirausaha sosial), dimana konsep ini bukan hanya terfokus mendapatkan keuntungan, namun konsep wirausaha sosial juga menjadi jembatan untuk masyarakat setempat karena memberdayakan sumber daya alam tanpa merusak ekosistem yang ada. 

Ekonomi kreatif kerap kali digunakan oleh para pebisnis untuk menjalankan usahanya dengan mengkombinasikan ide serta inovasi terhadap produk yang dihasilkan. Salah satu cara untuk menurunkan tingkat pengangguran dengan menumbuhkan UMKM baru yang berdikari, karena dengan adanya UMKM Berdikari akan membantu naiknya pendapatan perkapita dan tentunya daya beli masyarakat akan seimbang sehingga pertumbuhan ekonomi akan terus berjalan.


Sumber:

https://www.jurnal.id/id/blog/penyelamat-krisis-1998-ukm-diharapkan-terjang-krisis-karena-korona/

https://www.medcom.id/ekonomi/mikro/eN47l87K-ekonomi-berdikari-melalui-penguatan-umkm

https://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan_sosial


Mungkin Kamu Suka

37komentar

  1. Setuju sekali mbak Ella, UMKM memang bisa menjadi penolong perekonomian Indonesia. Contohnya pada tahun 1998 saat krisis ekonomi, UMKM tidak terlalu kena imbasnya karena kuat pondasinya. Kurasa cara ini bisa ditempuh saat menghadapi Krisis ekonomi sekarang karena pandemi Corona.

    Cuma memang UMKM harus punya nilai jual, seperti contohnya singkong yang diubah menjadi tepung Mocaf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap Bang Agus, bener banget. soalnya UMKM beneran mandiri jadi tahan goncangan krisis ekonomi sekalipun, hhh
      yuhuy, memang UMKM bukan hanya memberdayakan hasil alam dan masyarakat sekitar tapi kudu dilandasi dengan ide dan inovasi supaya mampu bersaing :D

      Hapus
  2. nggak nyangka mas riza bisa membantu petani singkong setempat untuk lebih baik lagi, idenya bener bener kreatif. apalagi waktu awal awal covid ini, aku sendiri nggak tau nasib petani singkong, karena nggak berhadapan langsung dengan mereka. semoga rumah mocaf tetep berjaya dan terus bisa membantu petani singkong ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ainun, inovasinya keren banget. Bisa menolong nasib ratusan petani singkong di Banjarnegara, pun jadi membuka lapangan pekerjaan untuk para ibu-ibu di daerah setempat. Iya mbak, semoga Rumah Mocaf ini makin sukses dan bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya :)

      Hapus
    2. bisa jadi tepung mocaf ini sebagai oleh oleh dari banjarnegara ya, boleh juga kalau suatu saat ke banjarnegara beliin buat orang rumah, karena hampir tiap hari bikin makanan kadang dicampur sama tepung juga, produk lokal yang okepunya ini

      Hapus
    3. yuhuy, bisa juga dibeli via online mbak.. bisa order di rumahmocaf.id atau dipayuda.id ya :D

      Hapus
  3. Tokoh seperti mas riza ini yang dibutuhkan banyak orang. semoga generasi sekarang dan generasi yang akan datang bisa berkembang seperti mas riza juga....😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Mbak Astria, semoga banyak generasi muda yang berjiwa sociopreneur :)
      terima kasih doanya ya

      Hapus
  4. UMKM baru kembali melejit era pandemi, jauh sebelumnya keberadaannya kurang diperhatikan, hanya pihak-pihak yang bergelut di desa wisata sudah dari dulu berjuang untuk ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. UMKM Berdikari memang penting banget apalagi di saat pandemi gini, pergerakan UMKM bener2 dibutuhkan supaya pergerakan ekonomi terus berjalan :)

      Hapus
  5. semoga semakin banyak orang-orang seperti Mas Riza ini.. suka miris kalau lihat petani,, mereka udah susah-susah bertani sampai panen, eh harga jualnya anjlok.. kita adalah negara agraris tapi banyak hasil bumi yang harus impor, kan sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama banget sedihnya :(
      harapanku juga demikian Mas Bara, makin banyak orang2 yang seperti Mas Riza untuk membantu Indonesia merdeka pangan tanpa harus impor2 :(

      Hapus
  6. bagasnya ada usaha seperti ini. kita sama-sama membangunkan ekonomi luar bandar agar mereka juga dapat menikmati kemajuan sekaligus memberi sumbangan kepada negara secara amnya... good job!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap Mbak Anies, sepakat banget aku! semoga ya rumah mocaf ini bisa menjadi inspirasi bagi UMKM di luar sana untuk meningkatkan ide dan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa merusaknya

      Hapus
  7. cerita tentang tepung mocafnya sangat menginspirasi mba, semoga Mas Riza dan istrinya sehat selalu, terus menginspirasi dan semoga makin banyak Mas Riza-Mas Riza berikutnya. dan semakin banyak para petani yang terbantu sehingga perlahan mendorong kesejahteraan mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Mei, aamiin. Semoga makin banyak anak muda seperti Mas Riza biar masyarakat setempat makin sejahtera :)

      Hapus
  8. mbak ella ini jos advokasinya
    fix ikut pageant deh hehehe

    btw salut sama mas riza
    sociopreneur amat dibutuhkan oleh masyarakat kita karena engga sebatas profit saja
    dampak sosial yang dicapai juga amat penting dan sangat dibutuhkan agar masyarakat sekitar lebih sejahtera
    intinya sama sama maju dalam ekonomi
    semoga rumah mocaf juga bisa lebih berkembang dan menjangkau UMKM lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Ikrom becanda mulu, kalau aku ikut fix baru daftar auto keeliminasi deh, wkwk
      Terima kasih doa baiknya Mas, semoga konsep sociopreneur bisa terus digencarkan biar masyarakat Indonesia makin sejahtera :D

      Hapus
  9. Wah Mas Riza ini sangat menginspirasi dg rumah Mocaf-nya.

    Bila semua daerah memiliki anak muda yg kreatif bisa mengembangkan usaha di bidang pertanian dan memberdayakan petani sekitar, Insallah petani akan jaya dan Indonesia akan mengalami suasembada pangan dan yg penting tidak impor pangan lagi lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Arif.. Sedih ya, kita sering bgt impor bahan pangan padahal negera kita aja memiliki hasil alam yg berlimpah :(

      Hapus
  10. Alhamdulillah ada Rumah Mokaf, salut dengan usahanya. Saya jadi ingin pakai tepung singkong biar bantu petani singkong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk kak, bisa dibeli lewat marketplace dan web storenya juga lho. Atau bisa di web dipayuda.id (web store yang menyediakan berbagai produk UKM Banjarnegara)

      Hapus
  11. Sangat menginspirasi tulisannya. Semoga bisa jadi panutan bagi muda mudi Indonesia. Sehingga sumber daya kita dpt bermanfaat dgn baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya, semoga yaa. Banyak the next Mas Riza ini supaya bisa mengangkat perekonomian desa setempat :)

      Hapus
  12. salut banget dengan usaha Mas Riza ini.
    wow banget ya produk turunan Mocaf udah sebanyak itu.
    semua kalangan pun dirangkul dan diberi kesempatan berkreasi.
    semoga di daerah lain ada yang bisa seperti ini juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mbak Diah. Meski terbuat dr singkong, tp produk turunnya enak2. Sehat pula, kayamie mocaf :D

      Hapus
  13. Keren ya mba mas Riza ini, selama tinggal di Banjarnegara dulu emang harga singkong murah banget, kebanyakan akhirnya diolah jadi tepung tapioka dan harganya gak sebanding dengan kerja kerasnya. Semoga makin banyak anak muda seperti mas Riza ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh pernah tinggal di Banjarnegara tah? Waaah, iya nih.. Disini banyak hasil alam dg nilai jual rendah :(

      Hapus
  14. Gara-gara lihat postingan Mbak di Instagram soal Mocaf, saya jadi kepoin dari kemarin-kemarin. Masya Allah, keren bingiiits ini mah. Bisa kebayang banyak banget yang terbantu. Indonesia itu punya semuanya. Berharap banget banyak bermunculan Mas Reza yang lain biar bisa membantu banyak petani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Muyass. Cocok buat makanan sehat nih, soalnya produk turunan dr Tepung mocaf ada banyak lho, salah satunya mie instan :D

      Hapus
  15. Smoga akan banyak mas Reza yang lain yang kreatif dan inovatif. Keren banget bisa membantu petani singkong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Dyah, aku aja ikutan bangga banget. Kadang suka terharu dg ide2 yg dieksekusi hingga bisa membantu petani singkong :)

      Hapus
  16. Aaa so inspiring..
    semoga banyak the next mas riza yang inovatif dan bisa terus berkarya. indonesia butuh orang2 yg mindsetnya out of the box gini wkkw

    thanks mba ella for sharing!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak Zalfaa.. Doaku sama kaya km, semoga makin banyak the next mas Riza, em apakah kita aja yuk yg jd the nextnya, wqwqwq

      Hapus
  17. Wah keren mbak ella, semoga bisa menjadi contoh UMKM lainnya ya, bisa memberdayakan potensi yang ada pada suatu daerah. BTw, Mas Riza bisa jadi penggerak orang lain yang malah kebingungan saat pandemi ini mau ngapain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga makin banyak pengusaha yang menerapkan konsep sociopreneur :)

      Hapus
  18. Masyaa Allah .. keren sekali mas reza dan istrinya. Semoga berkah buat semuanya dan bisa diikuti oleh daerah lain dgn postensinya masing2

    BalasHapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti