Dari Wisata Alam Gumuk Reco Sepakung Hingga Desa Bahasa Borobudur

oleh - November 14, 2020

Ondo Langit Gumuk Reco
Ondo Langit Gumuk Reco 
Pagi itu, suara telpon kamar hotel terdengar berdering. Mbak resepsionis membangunkan seluruh peserta Jateng On The Spot 2020 melalui gagang telpon (morning call). Sekitar pukul 06.30 WIB kami bergegas untuk sarapan dan check out dari Hotel Griya Persada Bandungan. Destinasi wisata hari kedua Jateng On The Spot 2020 adalah Wisata Alam Gumuk Reco, Kopeng Treetop Adventure Park, Ketep Pass, Sop Senerek Pak Parto Magelang, dan Desa Bahasa Borobudur. 

Sayangnya kami batal menuju Ketep Pass karena saat itu Gunung Merapi sedang berstatus siaga. Selain itu, karena waktu yang terlalu mepet kami nggak sempat mengeksplore Kopeng Treetop Adventure Park. So, di hari kedua kami hanya mengunjungi Wisata Alam Gumuk Reco, makan siang di Sop Senerek Pak Parto Magelang, belajar tenses di Desa Bahasa Borobudur, dan menginap di Balkondes Saka Pitu.

Menguji Adrenalin di Gumuk Reco Sepakung

Ondo Langit Gumuk Reco
Ondo Langit Gumuk Reco 
Perjalanan dari Hotel Griya Persada Bandungan menuju Gumuk Reco Sepakung memang penuh tantangan. Bukan karena aku mabuk kendaraan, tapi karena jalan menuju Gumuk Reco dari Banyubiru menanjak, sempit, berliku, dan sedikit nggronjal. Sudah macam hubungan kita yang nggak sampai-sampai ke pelaminan nggak sih? Ahahaha

Eh seriusan, tiap menanjak dan melewati turunan curam mulutku nggak berhenti merapal doa. Ya bagaimana dong, jalannya selebar mobil doang, nggak kebayang kalau pas papasan dengan mobil lain. Tapi meski jalannya mengoyak jiwa raga, setelah sampai di Wisata Alam Gumuk Reco rasa deg-degan terbayar lunassss! Padahal mah aku anak desa, sudah terbiasa melihat hamparan pepohonan hijau, tapi di Wisata Alam Gumuk Reco ini beda.

Wisata Alam Gumuk Reco nggak cuma menyajikan keindahan alam berupa pepohonan, namun ada juga berbagai wahana seperti Ayunan Langit, Ondo Langit, Flaying Fox, dan beberapa spot selfi seperti jembatan kepompong, dll. Pokoknya sejauh mata memandang bakal disuguhi hamparan alam yang bikin mood mode on. Nah, wahana Ondo Langit ini paling menarik perhatianku. 

Sensasi Menaiki Ondo Langit

Ondo Langit Gumuk Reco
Ondo Langit Gumuk Reco 

Yap! Ondo langit ini berupa jembatan besi yang menempel di tebing yang menjulang tinggi. Sebelum menaiki Ondo Langit, kami diwajibkan menggunakan helm, harness, carabiner, dan juga mendapat instruksi dari mbak-mbak penjaga ticketing Ondo Langit untuk selalu mengaitkan carabiner ketika berjalan di jembatan Ondo Langit. Oya, kapasitas wahana Ondo Langit hanya mampu menampung maksimal 7 orang pengunjung dalam sekali waktu. Demi keamanan dan kenyamanan pengunjung kita mesti sabar untuk bergantian.

Saat giliranku berjalan di Ondo Langit, kakiku mulai gemetar. Tapi hanya sepersekian detik kok, abis itu sudah bisa menyesuaikan. Saat melihat ke jurang justru aku tersenyum lebar, seru ih! Pelan-pelan aku kembali berjalan dengan mengaitkan carabiner ke tali karmantel yang ada di tebing. Sayangnya aku nggak sampai ujung Ondo Langit karena antrean pengunjung yang ingin menaiki Ondo langit ini sudah banyak yang mengantre, huhuhu

Untuk jembatannya terbuat dari besi yang menempel di bebatuan tebing, menurutku safety sih, karena jembatan ini sudah lulus uji dan didampingi oleh tim ahli panjat tebing Kab. Semarang. Untuk maintenance peralatan sekitar 3 bulan sekali, jadi insya Allah aman kok.

Fasilitas Wisata Alam Gumuk Reco

Gumuk Reco Sepakung
Gumuk Reco Sepakung
Tahu nggak sih kalau dulunya Desa Sepakung ini merupakan 1 dari 10 desa yang tertinggal di Kabupaten Semarang? Ternyata desa tertinggal ini memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Wisata Alam Gumuk Reco dibuka tahun 2015 dikelola oleh Bumdes dan Karang Taruna dusun Kenongo. Karena rute dari Banyubiru menuju Gumuk Reco cukup ekstrem, pengelola Gumuk Reco menyediakan fasilitas shuttle berkapasitas 14-15 orang dengan harga Rp. 300 ribu/ PP Bayubiru-Gumuk Reco belum termasuk tiket masuk dan wanaha Gumuk Reco. 

Selain itu, di Desa Sepakung juga menawarkan paket wisata (mengeksplore Puncak Telomoyo, Gumuk Reco, Wisata Edukasi; Panen Kopi, Gula Aren, Susu Sapi Perah, dan juga homestay). Untuk paket wisata satu orang dikenakan biaya Rp. 250 ribu dengan minimal 7 orang. 

Lokasi Wisata Alam Gumuk Reco

Gumuk Reco Sepakung
Gumuk Reco Sepakung
Wisata Alam Gumuk Reco ini terletak di Jl. Kenongo, Kepil, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Akses jalannya seperti yang ku ceritakan di atas, lumayan ekstrem tapi tetap bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Paling penting pastikan kendaraan dalam kondisi baik. Skill driver juga diuji banget lho, mesti mengajak driver yang sudah mahir dan terbiasa offroad. Wwkwk. Em tapi lebih disarankan untuk menggunakan motor saja deh, biar lebih menikmati perjalanan naik turun nikang nikung. Ahahah

Untuk tiket masuk ke Wisata Alam Gumuk Reco cuma Rp. 10 ribu/orang, terus kalau mau naik Ayunan Langit beli tiket lagi Rp. 10 ribu, sementara untuk wahana Ondo Langit Rp. 25 ribu, dan Flaying Fox Rp. 15 ribu sepanjang 92 meter. Kalau mau reservasi bisa cek akun IG @gumukreco.

***

Segarnya Sop Senerek Pak Parto Magelang

Sop Senerek Pak Parto Magelang
Sop Senerek Pak Parto Magelang

Setelah puas mengeksplore Wisata Alam Gumuk Reco, kami melanjutkan perjalanan ke Magelang. Tujuan pertama adalah Sop Senerek Pak Parto. Dududu siang hari, panasnya
njepret, makan sop senerek legend, segarnya nggak ketulungan ih. Sebenarnya dulu sudah pernah mencicipi Sop Senerek Pak Parto, sudah aku tulis di blog ini juga, tapi nggak ada salahnya sedikit ku ceritakan ulang ya.

Sop Senerek Pak Parto terletak di Kawasan Terminal Lama Kota Magelang, tepatnya di Jl. Ikhlas C No. 12, Pertokoan Rejo Mulyo. Beberapa menit setelah kami duduk, semangkuk sop tersaji di meja. Kepulan asapnya menggoda siapa saja untuk menyantapnya. Gumpalan daging empuk, kacang merah yang lembut, juga sayur bayam dan wortel yang matangnya pas. Sop ini biasa disajikan dengan sepiring nasi, namun aku lebih suka menikmati semangkuk sop tanpa nasi. Harga Semangkuk Sop Senerek Pak Parto cuma Rp. 15 ribu. Kalau kalian ke Magelang nggak ada salahnya buat cobain Sop Senerek legend ini.

Belajar Angklung dan Tenses di Desa Bahasa Borobudur

Desa Bahasa Borobudur
Desa Bahasa Borobudur

Desa Bahasa Borobudur
Bermain Angklung di Desa Bahasa Borobudur
Perut kenyang hati pun senang, betul apa betul? Ahahaha, sebelum menuju Desa Bahasa Borobudur kami check in di Balkondes Saka Pitu untuk menaruh barang-barang dan mandi sembari istirahat sejenak. Jujur aku baru pernah mendengar Desa Bahasa Borobudur, bayanganku desa bahasa ini mirip kampung Inggris Pare. Ehehehe

Sekitar pukul 18.30 WIB kami menuju Desa Bahasa Borobudur yang terletak di desa Parakan, Ngargogondo, Borobudur, Kabupaten Magelang. Desa Bahasa Borobudur bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat, pun nggak jauh dari Candi Borobudur kok, sekitar 3 km ke arah tenggara. Fyi, Desa Bahasa Borobudur ini didirikan oleh Hani Sutrisno, desa ini dijadikan the best solution untuk study tour yang edukatif. 

Desain interior aula Desa Bahasa Borobudur ini keren banget, banyak ornamen yang terbuat dari bambu namun dipadukan dengan gaya modern. Dengan alas rumput sintesis dipadukan dengan bean bag yang membuat peserta makin nyaman untuk belajar angklung dan tenses.

Suatu kehormatan kami disambut oleh Pak Hani Sutrisno, lalu diajak menghapal 16 tenses dalam waktu 20 menit, auto ingin menerapkan teknik menghapal tenses ini ke anak-anak. Ehehehe, selain menghapal tenses dan belajar angklung, kami juga disuguhi sulap lho, ngeri-ngeri tapi seru banget. Sebenarnya ada beberapa kegiatan edutaiment seperti perkusi angklung, fun magic, fun english, fun game, dan sound of angklung Borobudur. Untuk tiket masuknya hanya Rp. 60 ribu.  Untuk reservasi bisa melalui email desabahasa@gmail.com atau akun IG @desabahasa.

Wisata di Era New Normal, Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Yap! Wisata di era new normal memang harus komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita bisa memilih destinasi wisata yang sudah direkomendasikan oleh Satgas Covid-19, pun kita bisa memilih destinasi wisata seperti alam terbuka. Jangan lupa untuk selalu membawa hand sanitizer dan hand shop. 

Untuk protokol kesehatan yang diterapkan di Wisata Alam Gumuk Reco sudah lumayan oke, tiap pengunjung diwajibkan cuci tangan menggunakan sabun yang sudah disediakan. Selain itu, kita juga wajib cek suhu badan. Sama halnya di Desa Bahasa Borobudur, penerapan protokol kesehatan sudah cukup baik, semua pengujung diwajibkan untuk mencuci tangan dengan sabun, cek suhu badan, dan antrean dibuat berjarak. Untuk tempat duduknya pun dibuat berjarak antar peserta.  

Yuk, kapan-kapan kita main ke Gumuk Reco dan Desa Bahasa Borobudur lagi. Mau nggak? Mau kan? Mau dong!

Mungkin Kamu Suka

11komentar

  1. aku penasaran sama desa bahasa itu
    kira kira bisa cas cis cus ga ya
    lumayan buat persiapan ke Miss Universe

    tapi seru juga si kalau ada fun englishnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. maas, tolongg. wkwkwk
      e tapi bisa juga sih buat persiapan ke Miss Univers cabang Malang, wkwkwk
      kapan2 cobain main ke Desa Bahasa Borobudur deh, seruuu

      Hapus
  2. Kak Ella, aku ingin coba ke Ondo Langit dan menyebrangi jembatannya 😆. Kelihatannya cukup menantang 🤣

    Bagi tips menghafal tenses dalam 20 menitnya dong, Kak 🤣. Aku butuh sekali karena sering lupa+pusing sama tenses 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. cus mbak Lia, tapi mesti siap2 spot jantung dulu selama perjalanan Banyubiru-Sepakungnya yak, hihi
      dududu, tipsnya pakai gerakan nih kemarin bair cepet ngena, apakah aku mesti bikin videonya? ahaha

      Hapus
  3. Indah bangeeeeetttttttt

    Pengen banget ke situ huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. indah kebangetan mas Aul, sungguh.. berasa bukan di Jawa Tengah, uhu
      kalau mau ke sana pastikan kendaraan dalam kondisi baik ya, trs drivernya juga mesti yang sering offroad, hhh

      Hapus
  4. pemandangan nya bagus banget mba hehe. Hati hati jatuh jugaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha, iya nih Mas. Seger dan adem banget yak.. tenang aja mas, nggak jatuh kok.. paling cuma jatuh cinta sama dia aja, eh

      Hapus
  5. woow keren sekalii ini tempatnya mbakk
    apalagi foto2 yg di awal, jadi pengen nyobain :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas, Dodo. Thank You ya, kapan2 main ke Semarang Mas. Lalu eksplore Kabupaten Semarang yak, hihi

      Hapus
  6. wes la aku lewat aja kalau ketinggian gini soalnya aku phobia ketinggian

    BalasHapus

Buka Yuk!
Join on this site

Jangan Ketinggalan, Klik Ikuti