Juguran Blogger Indonesia : Jamuan Surganya Banyumas

by - Juli 18, 2017

Atusias buanget, ketika liat pamflet juguran blogger di update-an WhatsAppnya buk @idahceris. Ga begitu ngarep bisa keseleksi sih, soalnya tau diri lah ya.. Pasti yang dateng orang-orang kece Se-Indonesia.. Sungguh ini kali pertama aku gabung dengan orang-orang hebat, orang-orang penting dari berbagai kota se Indonesia raya, banyak diantara mereka yang tulisannya sering ku baca.


Ketika ada email masuk untuk konfirmasi kehadiran peserta juguran blogger Indonesia rasanya tuh ya kayak pas mantan minta balikan, gimana ya. Susah diungkapin deh, *toyorkepalasendiri* makannya gak ku ungkapin.

FYI, juguran itu berasal dari bahasa Banyumas yang berarti "kumpul", jadi arti dari juguran Blogger Indonesia yakni kumpulnya blogger dari belahan sudut Indonesia. Wiw keren banget kan. Pokoknya sama persis dengan jargon juguran blogger ke 3 ini yakni “Sedikit Bicara, Banyak Wisata”

Acara #juguranblogger dimulai tanggal 11-13 Juli 2017, kita dikasih kesempatan untuk explore Banyumas. Tsssaah! Walaupun aku kuliah di Purwokerto yang merupakan bagian dari kota Banyumas tetep aja gak sabar mengikuti rangkaian kegiatan juguran ini. Ini kali ke tiga loh @bloggerbanyumas mengadakan juguran, peserta Juguran blogger berjumlah 20 orang dengan jumlah panitia 3 orang. Ada yang dateng dari Lampung, Tanggerang, Temanggung, Solo, Jember, Wonosobo, Jogjakarta, Bojonegoro, Klaten, Jakarta, Bogor, Bekasi, Kediri, Sukabumi, Chimahi, Banjarnegara, Purwokerto. *udah mirip kondektur bus diteriminal kan, sambil teriak-teriak yang sobo yang banjar yang jokja*

Selasa, 11 Juli 2017

Penjemputan para blogger di stasiun dan teminal bulupitu Purwokerto. Finally kita kumpul sekitar jam 9 malem dan nginep di hotel Surya Baturaden, paginya setelah kita mandi, sarapan dan memulai petualang. Yeay Wellcome Banyumas! 

Suasana malam ngumpul disalah satu kamar hotel peserta #Juguranblogger 

Rabu, 12 Juli 2017

Tempat pertama yang kita kunjungi yakni Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Btw ada apa di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas?
 
Yha disana ada bapak Sudiyanto matan kades Kotayasa, sekaligus sang inovator pompa air Hydram, kalo kataku beliau pelita hidup buat warga sekitar deh. Sejak tahun 1997 beliau bertekad ingin mengalirkan air kepemukiman warga tanpa bantuan tenaga listrik, dimana letak pemukiman warga lebih tinggi daripada sumber air yang memang berada di bawah. *lha terus gimana?* Beliau membuat pompa air Hydram (hydraulic ram) dan mematenkan dengan nama HySu (hydraulic Sudiyanto). Keren gak? Keren lah ini orang Banyumas loh, bukan orang Jepang. Lebih keren lagi beliau hanya lulusan Madrasah Aliyah. Usaha beliau dalam menciptakan pompa HySu sempat dianggap gila oleh warga sekitar, namum berbekal kemauan dan tekad yang kuat akhirnya kerja keras beliau mampu membuahkan hasli dan terciptalah pompa air HySu yang memanfaatkan tenaga air untuk proses pengaliran air dari sumber air yang berada di bawah menuju pemukiman warga yang ada diperbukitan. Pompa air HySu ini dibandrol mulai dari 5jt-15jt, boleh kok jika ada yang ingin melihat langsung ke lokasi, bisa hubungi 081548894211.

Pak Sudiyanto Sedang Menjelaskan Cara Kerja Pompa Air HySu

Pompa Air HySu karya Pak Sudiyanto

Bak Penampungan Air Sebagai Sumber Tenaga Untuk Menjalankan Pompa Air HySu

Setelah bertemu dengan sang kreator di Kotayasa, kami menuju lokasi kedua yakni tempat pembuatan “oleh-oleh khas Banyumas Nopia dan Mino (mini nopia) Pak Narwan”. 

Pembuatan Nopia dan Mino di Rumah Produksi Pak Narwan

Kita diajak melihat proses pembuatan, pembakaran dan packing. Varian rasa Nopia dan Mino ini ada coklat, durian, brambang (bawang merah) dan jahe. Satu bungkus Nopia dijual dengan harga Rp. 18rb, kalo mino cuma Rp. 11rb. Kalian harus nyobaaaa, lucu bentuknya. Putih bulet gitu, enak juga. Bahan dasar dari oleh-oleh khas Banyumas ini berasal dari tepung terigu dan gula jawa, jadi aman tanpa bahan pengawet pemirsah.

Proses Pembakaran Nopia dan Mino, Unik sekali.

Yeay, Nopia dan Minonya Udah Siap Santap

Lanjut ke lokasi ketiga, kita akan belajar membatik di sentra batik Pring Mas.
Duh sudah berkali-kali latihan membatik tapi hasilnya tetep morak marik, celana ketetesan malam, tangan blepotan, tapi asyiknya gak ketulungan. Sebelum membatik kita dijamu untuk makan siang, banyak makanan khas Banyumas yang disediakan, mulai dari mendoan, cimplung, kacang godog, ubi-ubian dan sayur mayur *yang aku gak tau namanya* karena gadoyan sayur.. 

Suasana Belajar Membatik di Pring Mas Banyumas📷Mas Halim

Ehya pas masuk galeri batiknya, uwwwh mata langsung seger nglirik batik cantik-cantik banget yang sudah tertata, iyalah bikin seger mata, diliat sedap lha wong satu potong batik ada yang sampe Rp. 700rb. Kenapa mahal? Ya karena bikinya pake rasa, pake hati, teliti, rumit serumit hubungan kita *halah*

Salah Satu Sampel Batik yang ada di Galeri Pring Mas

Galeri batik Pring Mas ini berlokasi di Jl. Jaya Serayu Rt 02/01, Desa Papringan Kec. Banyumas Kab. Banyumas. Batik Pring Mas ini lahir dari BI (Bank Indonesia) loh, sudah mengikuti banyak event bahkan sampai mengikuti pameran batik di India. Mmm kalo aku yang ikutan ke India bisa sekalian kuch kuch hotahai sambil lari-lari macam di film-film gitu. wkwkwk

Nah lokasi ke empat #juguranblogger menjadi hal yang paling ku tunggu. Kenapa? Karena kita bakal bermalam di bukit Tranggulasih, Kedung Banteng woiiii. Asik banget gak sih? Setelah 2 tahun yang lalu menginjakan kaki di bukit Tranggulasih. Kalian tau? Dari atas bukit kita bisa melihat kerlap kerlip lampu dan hamparan kota Purwokerto lho, tapi tenang diatas bukit kita gak bisa liat mantan yang lagi berduaan bareng pasangan barunya kok. Haish!

Indah banget kan di atas Bukit Tranggulasi.

Suasana syahdu dengan angin yang menari-nari selalu bikin pengin balik ke tempat ini. Lebih seru karena ada api unggun, suasana malam semakin akrab bersama blogger dari berbagai Indonesia. Rasa syukur dalam hati tak kunjung berhenti, mengikuti acara yang sungguh membuat semangat ngeblogg tertantang kembali. 

Menikmati Panorama Sunrise di Bukit  Tranggulasih📷mas kuckuc








Ada banyak spot yang menarik untuk berfoto ria di bukit Tranggulasih ini lho, cuma gak ku upload disini ya, yakali ini bukan Instagram. Ckckck

Kamis, 13 Juli 2017

Pagi hari setelah kita sarapan di bukit Tranggulasih, kita menuju kedai kopi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bukit Tranggulasih, tepatnya di Jl. Yasnaya Polyana N0. 1, Peninis, Windu Jaya, Kedung Banteng, Banyumas.

@bale_raos

Disana aku bertemu dengan orang yang tidak kalah menginspirasi buat diriku sendiri khususnya. Karena di kedai kopi milik Mas Edi @bale_raos kita disuguhi gaya hidup yang alami, segala sesuatu yang ada di @bale_raos “organik” bukan hanya kopi atau teh saja yang organik tapi cara hidupnya pun demikian. Beliau sungguh memberikan angin segar untuk masyarakat sekitar. *eh kok serius banget ya?* ya karena di sesi ini menurutku ngena banget, belajar hidup di masyarakat tentu tidak mudah jika kita ingin membawa perubahan. Tapi mas Edi punya cara tersendiri untuk mengembangkan lingkungan yang memiliki potensi alam. Mulai dari menanam kopi sendiri, menanam buah nanas, lalu bekerjasama dengan petani gula “penderes”.

Menikmati Teh Rempah di l@bale_raos📷Mas Halim

Setelah puas menikmati mendoan, tape goreng, badeg, kopi organik dan teh rempah. Kita melanjutkan perjalanan menuju @lojadecafe, tempat nongkrong dede emesh di Purwokerto tepatnya ada di Jl. Hr Bunyamin No. 89 Purwokerto. Nasi ayam super pedesnya bikin nagih *kayak nagih pengin liburan bareng kamu* eh. Tempat nongkrong yang selalu ramai ini bisa dijadikan referensi kamu ketika main ke Purwokerto, ada banyak menu yang disediakan. Mulai dari makan ringan sampai makanan yang berat.

Suasana di @lojadecafe📷grup WA #juguranblogger

Nah ini moment paling berat untuk berpisah dengan para blogger kece, dudududu.. Semoga kita bisa dipertemukan kembali di lain waktu, bisa cengengesan lagi, bisa dengerin guyonan kalian lagi. Sehat dan sukses selalu untuk mbak Evi,  Kak Didik, Mas Indra, Mas Virmansyah, Mbak Terry, Mas Pradna, Mbak Pungky, Mbak Tiwi, Mbak Olipe, Mbak Prita, Mas Nana, Mas Imam, Mbak Ria, Kang Geri, Mas Halim, Mas Dhimas, Mas Yahya, Ibuku tercinta buk Idah, blogger termuda yang ikutan acara dek Yasmine, Mas Kuc kuc, Mas Pria, Mas Dobelden. See You...  Terimakasih atas kehangatannya  

Acara #juguranblogger Indonesia ini didukung oleh @bloggerbanyumas yang aduhai kece banget bisa ngadain acara #juguranblogger Indonesia yang ke 3. Keren banget kan Blogger Banyumas yang bekerja sama dengan Bank Indonesia Purwokerto, Bappeda Litbang BanyumasPANDI, Fourteen_adv, Lojadecafe, dan Hotel Santika.

Special for Thanks @olipe_oile @pradna @inipurwokerto

You May Also Like

4 komentar

  1. Seruuu banget. Dan aku baru pertama kali tahu cara membuat kue Nopia... Suka sekali jadi tambah pengalamansuka sekali jadi tambah pengalaman

    BalasHapus
  2. Wah terimakasih sudah berkenan mampir mbak photograper keceehhh, terimakasih atas obrolan ringan mbak evii :) sangat berkesan

    BalasHapus
  3. Tambah pengalaman baru dan semakin mengenal Banyumas hehehehe :D sukses selalu ya

    BalasHapus